
Yan Liyan sangat terkejut ketika mengetahui jika Taozhi memiliki artefak langka seperti itu.
Roda takdir merupakan suatu artefak kuno yang bahkan di sisitemnnya sekali pun tidak dijual artefak semacam itu. Dulunya roda takdir merupakan sebuah artefak yang sangat dicari-cari keberadaanya di berbagai alam.
Sampai suatu saat adaa seorang kultivator dari alam keabadian menemukan artefak itu secara tidak sengaja. Kultivator lain yang mengetahui hal itu langsung berniat untuk mengambilnya secara paksa.
Namun kultivator itu ternyata merupakan seorang tetua dari sekte naga yang merupakan sekte yang berpengaruh di alam keabadian saat itu.
Hal itu menyebabkan terjadinya perang antar sekte yang berlangsung sangat lama hingga puluhan ribu tahun demi untuk merebut artefak roda takdir tersebut, hingga suatu saat ada seorang kultivator misterius yang berhasil mengambil roda takdir namun kultivator misterius tersebut sama sekali tidak menggunakan artefak tersebut.
Melainkan menghancurkan menjadi bebeberapa bagai lalu melemparkan ke dalam jurang dimensi.
jurang dimensi merupakan sebuah jurang yang menghubungkan segala tempat yang ada di seluruh alam semesta.
Hingga saat ini roda takdir hanya tinggal nama dan legenda. Bahkan bagi sebagian orang, saat ini roda takdir sering disebut sebagai benda mitos atau hanya sebuah cerita yang dibuat-buat oleh para pendongeng terdahulu.
"Aku akan memusnahkan mu sialan!" Taozhi tiba-tiba saja muncul di belakang Yan Liyan dan mengarahkan pukulanya.
"Langkah cahaya."
Wuss!
Yan Liyan dengan sangat cepat menghindari serangan cepat dari Taozhi, bahkan Yan Liyan tidak menyadari jika Taozhi akan menyerangnya.
"Rasakan ini! Roda penghancur!"
Wuss!
Roda yang berputar di belakang Taozhi tiba-tiba mengeluarkan banyak sekali roda-roda kecil yang bentuknya hampir sama.
Roda-roda itu melesat menuju Yan Liyan dan mengincarnya kemana pun Yan Liyan menghindar.
Trang!
karena berpikir jika menghindar merupakan hal yang sia-sia. Yan Liyan kemudian mengeluarkan sebuah belari dan menangkis semua roda yang memesat kearahnya.
Roda itu terus saja melesat kearah Yan Liyan tanpa henti sehingga membuat Yan Liyan kewalahan dibuatnya.
"Sayap Phoenix."
Muncul dua sayap Phoenix yang mempunyai warna yang berbeda di belakang Yan Liyan.
Wusss!
Yan Liyan tiba-tiba saja menghilang. Dengan menggabungkan kekuatan sayap Phoenix dan teknik langkah cahaya miliknya sehingga kecepatann yang Yan Liyan miliki menjadi bertambah dua kali lipat.
Roda-roda kecil itu juga tidak bisa mengikuti kecepatan Yan Liyan.
Yan Liyan tiba-tiba saja muncul di belakang Taozhi mengarahkan pedang untuk memisahkan roda takdir tersebut dari tubuh Taozhi.
__ADS_1
Namun Taozhi menyadari keberadaan Yan Liyan dan dengan cepat menangkis serangan yang mengarah tepat pada roda dibelakangnya.
Wuss!
Ketika Taozhi menangkis dia juga menyerang Yan Liyan menggunakan roda-roda kecil itu, sehingga membuat Yan Liyan juga terpukul mundur.
[Tuan.. Untuk memisahkan roda takdir dari tubuh Taozhi. Anda harus membunuhnya tuan atau minimal membuatnya tidak berdaya.]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Aku rasa sekarang aku tidak perlu menahan diri lagi." gumamnya ketika melihat orang-orang yang akan dijadikan korban ritual telah dibawah pergi dari ruang bawah tanah oleh kultivator yang disewa oleh Song Qie dan Song Lao.
Yan Liyan tersenyum semakin lebar dan tiba-tiba saja muncul siluet ekor rubah elemen di belakangnya serta sayap Phoenix yang indah membuat penampilan Yan Liyan saat ini seperti sosok gabungan antara dua jenis binatang mitos yaitu Phoenix dan rubah elemen.
Aura yang dikeluarkan oleh Yan Liyan begitu Sangat kuat sehingga membuat dinding ruang bawah tanah itu menjadi retak.
Yan Liyan kemudian terbang menggunakan sayap Phoenix nya lalu melesat dengan sangat cepat menuju kearah Taozhi
Wusss!
Yan Liyan tiba-tiba saja muncul di depan Taozhi lalu mengayunkan pedangnya namun pedang itu masih bisa di tangkis oleh Taozhi.
Taozhi mengarahkan banyak roda kearah Yan Liyan karena melihat celah pada pertahanan Yan Liyan. Namun ternyata Taozhi salah besar karena semua roda itu bisa di tangkis menggunakan salah satu ekornya yang mempunyai elemen ruang dan waktu.
Yan Liyan kemudian mengarahkan 8 ekor lainnya yang mengeluarkan elemen yang berbeda-beda.
Wuss!
Argkh!
Namun sebelum Taozhi membentur tembok tiba-tiba saja Yan Liyan sudah muncul dibelakangnya lalu memukulnya lagi.
Yan Liyan melakukan hal yang sama secara berulang kali dengan sangat cepat tanpa memberi peluang pada Taozhi untuk mengeluarkan tekniknya.
Dan untuk yang kedua puluh kalinya Yan Liyan Melesatkan pukulan yang begitu keras sehingga Taozhi melesat menembus atap-atap ruang bawah tanah dan membuat ruang bawah tanah itu hampir ambruk.
Yan Liyan membuat segel tangan membentuk kubah aray transparan yang mengelilingi kediaman Taozhi. Hal tersebut dia lakukan agar tidak memancing keramaian dari warga biasa yang penasaran dengan ledakan yang akan terjadi.
Taozhi melesat hingga menabrak aray transparan kemudian terjatuh di halaman kediamanya.
Argkh!
Taozhi merasakan semua tulangnya patah sehingga tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"Sial!
Taozhi berdecak kesal ketika tubuhnya sudah tidak bisa digerakan lagi, bahakan artefak yang ada di belakangnua sudah tidak bisa lagi menyembuhkanya lagi, Karena Yan Liyan memukul Taozhi tanpa henti, sehingga hal tersebut menyebabkan artefak di belakangnya tidak mempunyai kesempatan untuk menyembuhkan Taozhi.
Sedangkan di tempat lain...
__ADS_1
Jiu Wei, Song Qie dan ayahnya serta 5 kesatria pelindung telah sampai di depan kediaman Taozhi namun mereka tidak bisa memasukinya karena terhalang oleh aray yang dibuat Yan Liyan tadi.
"Aray?"
"Minggirlah aku akan membuka celah pada aray ini." Jiu Wei mengalirkan energinya pada aray itu.
"Kau terlihat sangat yakin sekali.. Apa orang seperti mu benar-benar mengetahui tentang hal seperti ini?" dengan senyuman mengejek Niao Yueyin berniat untuk menghina Jiu Wei untuk membalas perbuatanya tadi.
"Diamlah wanita aneh! Kau mengganggu konsentrasi ku." Jiu Wei berkata tanpa menoleh kearah Niao Yueyin sehingga membuat Niao Yueyin meras sangat marah karena sikap Jiu Wei yang sama sekali tidak menghormatinya.
"Kau bukan lawannya!" Niao Linghuo berkata dengan dingin kepada adiknya untuk memperingatkan adiknya itu.
Dari sifat Jiu Wei yang tenang sama sekali tidak merasa takut setelah menghina mereka berlima. Niao Linghuo sangat yakin jika Jiu Wei bukan orang sembarangan.
Menurut Niao Linghuo Hanya dua alasan kenapa Jiu Wei berani menghina mereka. Alasan yang pertama adalah Jiu Wei sangat yakin dengan kekuatanya yang mampu untuk melawan mereka berlima dan yang ke dua adalah cari mati dalam artian hanya tipu daya belaka untuk mengelabui mereka semua.
Namun ketika Jiu Wei bisa memukul mundur teknik ilusi nya tadi, maka alsan yang ke dua telah gugur dan hanya tinggal alasan yang pertama.
Sehingga hal itu membuat Niao Linghuo sangat berhati-hati pada Jiu Wei.
Tidak lama kemudian...
Jiu Wei telah berhasil membuka celah pada aray itu karena energi Qi yang digunakan Yan Liyan untuk membentuk aray itu hampir sama dengan milik Jiu Wei.
Mereka semua kemudian masuk kedalam celah arah dan betapa terkejutnya 5 kesatria pelindung ketika melihat Taozhi diselimuti oleh aura hitam keungguan yang mengeluarkan hawa membunuh yang pekat.
"Energi iblis!" Liang San sangat mengensli aura yang keluar dari dalam tubuh Taozhi yang merupakan energi iblis..
Energi tersebut meregenerasi luka-luka yang dialami oleh Taozhi.
"Kalian datang diwaktu yang tepat." gumam Yan Liyan ketika melihat lima sosok kesatria pelindung.
Boommm!
Wuss!
Tiaba-tiba saja Song Lao dan mayat hidup leluhurnya melesat keluar dari dalam bawah tanah.
Song Qie dan Ayahnya sangat terkejut ketika melihat lawan dari Song Lao.
"Leluhur!"
"Berhenti! dia adalah mayat hidup leluhur yang dibangkitkan oleh Taozhi. Dia bukan leluhur yang kalian kenal dulu." jelas Song Lao untuk menghentikan langkah dari Song Qie dan ayahnya.
Song Qie dan Ayah nya yang mendengar itu memandang tajam kearah Taozhi.
"Terkutuk kau sialan!"
Boommm!
__ADS_1
Muncul lagi dua sosok yang merupakan Mei Lin dan Bing Hua serta lawan mereka yang merupakan leluhur keluar Liang dan Xion.
"Cih.. Mereka berdua tidak mati setelah berapa kali pun kita melenyapkanya." ucap Mei Lin berdecak kesal padahal dia telah melenyapkan leluhur keluarga Xion hingga menjadi abu dengan api Phoenixnya. Namun tetap saja leluhur Xion itu kembali bangkit lagi.