
Setelah Mei Lin dan Xiao Yi memasuki bangunan yang dijaga oleh dua monster berang-berang tadi.
Mereka berdua langsung berlari cepat menyusuri ruangan gelap.
Ruangan gelap itu seperti terowongan yang dirancang khusus sebagai jalan untuk menuju ke ruang harta.
Mei Lin sebenarnya merasa ada sesuatu yang aneh dan bertanya dalam hati. Kenapa mereka berdua harus berlari?
Bukankah ketika mereka menimbulkan banyak gerakan, maka semakin besar potensi keberadaan mereka diketahui oleh musuh.
Xiao Yi tentu sadar dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Mei Lin saat ini. Dilihat dari ekspresi Mei Lin yang tampak kebingungan seolah ingin menanyakan sesuatu.
"Kau tahu? seekor monster berang-berang memiliki sensor yang sangat kuat, jadi ketika kita melakukan banyak gerakan di dekatnya maka dia akan langsung menyadarinya. Hal tersebut hanya berlaku jika pergerakan seseorang berada di wilayah kekuasaanya.
Berdasarkan analisis ku, jika terowongan inilah yang menjadi wilayah kekuasaanya, karena jika di hutan tadi merupakan wilayah kekuasaanya, maka pergerakan kita akan ketahuan sebelum kita memasukinya."
Jelas Xiao Yi dengan spesifik, setidaknya itu merupakan dugaannya.
Sedangkan Mei Lin langsung mengerti kenapa mereka harus secepatnya menjauh, yaitu bertujuan untuk menghindari sensor tajam monster berang-berang ketika mereka sadar.
Dan Mei Lin juga mengerti jika jebakan di luar tadi bukan hanya bertujuan untuk mempersulit mereka untuk masuk, tapi untuk menutupi kelemahan dari monster berang-berang.
"Kau mengetahui banyak tentang ras monster. Aku penasaran dari mana kau mendapatkan semua pengetahuan ini." Mei Lin mengakui jika Xiao Yi lebih tahu dan lebih unggul darinya di segala aspek.
Padahal dulunya Xiao Yi merupakan gadis kecil polos yang tidak tahu apa-apa. Tapi semenjak dia mendapatkan kembali ingatanya. Xiao Yi berubah drastis.
Bahkan ketika Mei Lin menyadari jika Xiao Yi merupakan seorang reinkarnasi dewi kematian. Tapi Mei Lin masih penasaran tentang darimana Xiao Yi mendapatkan semua pengetahuan dan kekuatan tersebut.
Mei Lin juga bukan sosok biasa. Dia adalah ratu dari ras Phoenix yang memiliki pengetahuan luas, tapi sekarang ini dia bagaikan sosok yang tidak tahu apa-apa di hadapan Xiao Yi.
"Aku hanya sedikit belajar."
Mei Lin mendengus kesal, jika Xiao Yi yang lebih tahu darinya hanya sedikit belajar, lalu bagaimana dengan dirinya.
Bukankah bisa dianggap jika dia tidak pernah belajar selama ini?
Benar-benar suatu penghinaan halus bagi Mei Lin.
-
-
Setelah beberapa jam berlari. Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah ruangan yang berisi emas, permata, dan mineral berharga di dalamnya.
__ADS_1
Xiao Yi dan Mei Lin mengabaikan barang-barang tersebut. Tujuan mereka bukan merampok, tapi hanya mengambil sedikit harta di dalam ruang harta.
Dan jika mereka mengambilnya, maka akan berakibat fatal pada kerajaan dan rakyat di dalamnya.
Ketika pihak kerajaan tidak mempunyai banyak simpanan uang, maka mereka akan menaikan pajak yang tentunya akan sangat membebani masyarakat, yang menimbulkan efek berantai seperti kelaparan, konflik, bahkan pemberontakan.
Tentu saja Xiao Yi dan Mei Lin tidak sejahat itu. Lagi pula untuk apa mereka berdua mengambil sesuatu yang tidak mereka butuhkan.
Tidak lama kemudian mereka berdua telah sampai di ujung lorong yang diabtasi pintu baja yang tebal.
Xiao Yi melihat formasi pada pintu baja tersebut. Yang tentunya formasi itu adalah kunci untuk membuka pintu baja.
"Apa rencana mu sekarang Xiao Yi?"
Sebenarnya Mei Lin bisa saja menggunakan elemen api Phoenix miliknya untuk melelehkan pintu baja tersebut, namun dia khawatir jika keberadaan mereka bisa diketahui dengan cepat.
Xiao Yi tidak menjawab. Dia menyentuh pintu baja tersebut. Xiao Yi merasakan jika pintu baja tersebut tertanam cukup dalam ke tanah, sehingga akan membutuhkan waktu lama jika mereka membuat jalan bawah tanah.
Pilihan satu-satunya bagi mereka agar cepat masuk adalah membuka formasi yang ada di pintu baja tersebut.
"Aku tidak terlalu paham tentang formasi, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba." Xiao Yi mengeluarkan belati sunyi dan memasukan belati sunyi kedalam formasi.
"Hei tunggu! apa kau gila?"
Mei Lin terkejut melihat tindakan Xiao Yi yang menurutnya sangat ceroboh.
Krak!
Formasi itu seketika hancur berkeping-keping menjadi serpihan cahaya ketika belati sunyi memasukinya.
Krak!
Pintu baja itu terangkat keatas dan memperlihatkan kumpulan koin emas, permata, berlian, tanamn herbal, serta botol pil kultivasi yang menggunung.
Tapi yang menarik perhatian mereka berdua adalah sebuah potongan roda yang diletakan di pinggiran harta yang menggunung tersebut.
Seolah keberadaan potongan roda itu tidak terlalu dipedulikan oleh pemiliknya.
Melihat hal itu, timbul rasa kekesalan dihati Mei Lin. Bagaimana mungkin mereka berusaha dengan sangat keras hanya untuk mendapatkan artefak yang di perlakukan seperti sampah oleh pemiliknya sendiri.
Tapi disisi lain, dia juga merasa senang karena ketika mereka mengambil potongan roda takdir tersebut, kemungkinan besar tidak ada yang mempedulikanya.
Hal terjadi disebabkan beberapa alasan. Mungkin generasi monster saat ini tidak mengetahui kegunaan dan kekuatan potongan roda takdir.
__ADS_1
Potongan roda takdir dibawah ke istana kegelapan sudah sejak sangat lama, jadi kemungkinan tersebut memang benar.
Xiao Yi mengambil potongan roda takdir tersebut lalu menaruhnya kedalam cincin penyimpanan.
"Misi selesai. saatnya kita keluar." Xiao Yi menepuk bahu Mei Lin lalu Xiao Yi berjalan keluar lorong.
Dalam hati Mei Lin mengeluh. Jika misi yang mereka lakukan semuda ini, lalu apa gunanya dia disini.
Melihat Xiao Yi yang terlihat cuek. Mei Lin menjadi curiga.
"Kau..
" Pertama! Aku tidak tahu apa yang ada di dalam ruang harta jadi aku membawahmu dalam misi untuk berjaga-jaga.
Kedua! kau tidak cocok pura-pura menjadi seorang pelayan, kecantikan mu nantinya akan membawa masalah bagi yang lainnya."
Sebelum Mei Lin protes kepadanya, Xiao Yi menjelaskan terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pertengkaran diantara mereka berdua.
Walaupun Xiao Yi bisa menangani Jiu Wei dan Xian Ran, tapi dia sedikit mengalami masalah dengan Mei Lin. Kadang-kadang Mei Lin memberontak kepadanya.
Hal tersebut dikarenakan Mei Lin tahu jelas mengenai kejadian yang tidak diketahui oleh Jiu Wei, Xian Ran, dan Bing Hua.
"Benarkah?"
"Tentu saja."
"Baiklah, sekarang aku percaya. Kau jangan coba-coba menyembunyikan apa pun dariku, jika kau memiliki niat lain selain untuk menghidupkan Yan Liyan, maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu meskipun kau lebih kuat dariku."
Mei Lin menekan setiap katanya, memberikan ancaman pada Xiao Yi agar tidak melakukan sesuatu yang bodoh.
Xiao Yi menghelah nafas panjang. Sangat susah meyakinkan orang yang telah dibutakan oleh cinta.
"Aku memegang setiap Kata-kata yang pernah aku ucapkan dan tidak akan pernah melanggarnya.
Lagi pula aku tidak pernah menyangka sosok ratu phoenix sepertimu telah dibutakan oleh cinta.
Apa lagi pada ras manusia."
Mei Lin terdiam dan merenung mendengar perkataan Xiao Yi.
Jika dipikir-pikir lagi, apa yang dikatakan oleh Jiu Wei ada benarnya. Sejak kapan dia mengalami cinta buta seperti ini.
Hal tersebut benar-benar sulit untuk dipahami bahkan oleh Mei Lin sendiri.
__ADS_1
Maaf...
Kemarin gw sibuk.. Dan hari ini merupakan minggu pertama gw ngekos.