SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kristal Naga Es


__ADS_3

"kakak Hua sebenarnya ada apa denganmu..?" Xiao Yi memegang pundak Bing Hua untuk menenangkan teman baiknya itu.


"aku tidak tahu entah kenapa aku merasa sangat takut sekaligus sedih ketika aku melihat kerangka besar ini." jawabnya dengan suara pelan.


"tidak mengapa.., lagipula itu hal yang normal.."


Yan Liyan yang mendengar perkataan Xiao Yi hanya menggeleng ringan.


'apa dia tidak bisa melihat situasi dan suasana hati seseorang.'


Yan Liyan lalu berjalan menuju kearah kerangka tulang besar itu.


ketika sampai di sana dia merasakan aura yang sangat dingin dan juga menekan.


"hmm... aku tidak bisa membayangkan berada ditingkat kultivasi apa naga Es ini dulu bahkan ketika dia mati dan hanya menyisakan kerangka dia masih bisa mengeluarkan aurah yang menekan seperti ini." gumam lalu melihat Mei Lin terbang menuju kearahya.


"sepertinya dulunya naga Es ini mempunyai tingkat kultivasi yang sangat tinggi jadi sebaiknya tuan mencari sesuatu yang ditinggalkan naga ini. tuan mengerti kan? apa maksud dari perkataanku."


"ya... aku tahu itu." ucap Yan Liyan lalu melesat terbang keatas rangka kepala dari naga itu.


sesampainya disana dia melihat sebuah kristal yang mempunyai bentuk pentagon berwarna biru, berukuran 1 meter dan mengeluarkan aura yang menekan serta sangat dingin.


"hmm... dari struktur tulang yang sangat sempurna tanpa cacat dan retak sedikit pun."


"dan keberadaan kristal yang masih ada dan masih utuh dilkepalanya menandakan kematian naga Es ini bukan di sebabkan oleh sebuah pertempuran." gumam Yan Liyan.


"ya....yang tuan katakan itu sangat benar dan kemungkinan naga Es ini mati karena aura kehidupanya telah habis secara tiba-tiba."


"ya... apapun itu kita hanya bisa menduga dengan tidak pasti." ucap Yan lalu mengalirkan elemen Es ditanganya.


setelah itu dia mengambil kristal Es yang mengeluarkan aura dingin itu.


disaat tangan Yan Liyan menyentuh kristal itu secara tiba-tiba muncul ingatan suatu peristiwa acak di dalam kepalanya.


disana terlihat seseorang yang menggunakan topeng dan mengendarai seekor naga berwarna putih kebiruan dan terlihat naga itu sangat gagah juga sangat besar.


terlihat naga itu mengaum dan menyemburkan Es kesegala arah tanpa diketahui dimana arah tujuannya.


tidak lama kemudian ingatan itu secara tiba-tiba menghilang.


Yan Liyan hanya terdiam ketika melihat ingatan yang memasuki kesadaranya lalu setelah itu dia mengangkat kristal Es itu dan memasukanya kedalam ruang invetory sistemnya.


[Ding... kristal Naga Es berfungsi meningkatkan kultivasi pengguna Elemen Es.]

__ADS_1


[Ding... jika tuan menyerap kristal itu Elemen Es anda akan mengalami Evolusi ketahap yang lebih tinggi lagi.]


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"lagi-lagi aku mendapatkan panen dan suatu keberuntungan yang besar." gumamnya.


setelah itu dia melesat kearah para bawahanya yang hanya memperhatikanya dari tadi.


"sebenarnya rangka binatang buas besar apa yang ada dihadapan kita ini tuan..?" tanya Yin Su dengan penasaran.


"apa kalian pernah mendengar sebutan atau julukan 2 binatang sang penguasa Es...?"


Yin Su yang mendengar itu sangat terkejut tentu saja sebagai seorang matriak dari sekte Es dulu dia tahu akan hal itu apa lagi hal itu menyangkut Elemen yang dimilikinya.


"apa kerangka ini merupakan kerangka dari naga Es.?"


"ya.. kau benar dan jika kau bertanya apa penyebab kematian binatang ini aku sama sekali tidak mengetahuinya."


Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk sedangkan yang lain hanya menatap kagum terhadap kerangka naga Es itu.


"ini benar-benar pemandangan langkah dan sangat menarik." gumam mereka.


"kalian benar tapi..."


Yan Liyan lalu melihat kearah Bing Hua yang masih ketakutan sekaligus merasa sedih ketika memandang kerangka naga Es itu.


Yan Liyan berjalan kearah Bing Hua dan mengulurkan tangannya kearahnya.


"jujur saja aku tidak terlalu mengerti dengan apa yang kau rasakan tapi satu hal yang harus kau tahu jika aku dan yang lain akan selalu bersamamu."


Bing Hua yang mendengar itu langsung memandang kearah tuanya yang merupakan orang yang pernah menyelamatkan hidupnya itu.


Bing Hua langsung menerima julukan tangan Yan Liyan lalu berdiri.


"terimakasih tuan dan juga sebenarnya aku juga tidak terlalu mengerti dengan perasaan takut dan sedih yang aku alami." ucapnya dengan ekspresi sulit untuk diartikan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memandang kearah para bawahanya.


"kita keluar dari tempat ini sekarang juga.. karena sepertinya sebentar lagi gua ini akan runtuh akibat serangan dua bola api tadi.." walaupun mereka tidak akan mati jika di timpa oleh reruntuhan gua tapi tetap saja itu sedikit merepotkan.


"aku mengerti.." ucap Yin Su.


sedangkan Xiao Yi mendekati kerangka itu lalu memasukanya dalam cincin penyimpananya.

__ADS_1


"benda ini sangat menarik."


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum kecut.


'dia juga lebih cekatan daripada aku.'


Yan Liyan lalu melesat menuju keluar gua diikuti oleh para bawahanya yang lain.


setelah mereka sampai dimulut gua secara tiba-tiba gua itu langsung runtuh.


"kakak Liyan, aku ingin Mei Lin lebih lama bersamaku lagipula tidak ada orang lain yang akan melihat keberadaanya ditempat seperti ini." ucap Xiao Yi sambil memeluk erat burung phoeniks itu.


"hentikan itu Xiao Yi..., sekarang kau bukan anak kecil berumur 10 tahun seperti dulu lagi.." Mei Lin merasa tidak nyaman dengan perlakuan Xiao Yi padanya.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baiklah adik Yi.."


"dan juga sebaiknya untuk sekarang kita beristirahat untuk memulihkan tenaga terlebih dahulu.."


"aku setuju aku juga telah menyiapkan binatang buruanku sendiri untuk makanan malam kita.." ucap Xiao Yi dengan semangat.


"terdapat sebuah gua yang tidak jauh dari tempat ini sebaiknya kita beristirahat disana." ucap Yin Su.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"aku setuju denganmu.."


Yin Su langsung melesat memimpin jalan kearah gua yang gua yang dilihatnya tadi diikuti oleh yang lain.


tidak lama kemudian mereka telah sampai di gua itu.


Yan Liyan kemudian memasuki gua itu terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan gua.


tidak lama kemudian Yan Liyan keluar gua dan memandang para bawahannya.


"gua ini sangat aman.., kali ini tidak ada bahaya binatang buas atau apapun di dalam."


para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memasuki gua itu.


lalu setelah itu mereka menaru banyak sekali buah cahaya di setiap tempat untuk dijadikan sebagai penerangan.


sedangkan Yan Liyan membuat aray pelindung di wilayah sekitar gua.

__ADS_1


setelah itu dia duduk di depan gua sambil merenung dan memikirkan ingatan yang memasuki kesadaranya tadi yaitu ingagan tentang seseorang yang mengendarai seekor naga.


"sebenarnya siapa orang itu..?"


__ADS_2