
setelah mereka selesai makan di kedai itu...
Xiao Yi langsung menghampi wanita paru baya pemilik kedai.
"um... apa bibi bisa menjual resep itu pada kakak Hua dia sangat ingin memasak makanan seperti yang bibi buat.." ucap Xiao Yi dengan memelas.
Bing Hua tersenyum kecut ketika melihat Xiao Yi bertindak duluan dari dirinya dan juga membawa bawa namanya untuk meminta resep masakan dari wanita paru baya itu.
"itu... tidak masalah ini adalah resep masakan turun temurun dari keluarga kami jadi ambilah aku senang jika memberikanya kepada gadis manis dan baik sepertimu." ucap wanita paru baya itu dengan tulus lalu memberikan catatan kecil pada Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar itu langsung tersenyum cerah dan langsung menerima catatan kecil itu.
"terimakasih atas resepnya bibi.." ucapnya lalu berjalan menuju Luar kedai.
sedangkan Yan Liyan menaruh 5 batu Qi tingkat rendah untuk bayaran makanan.
"maaf telah merepotkanmu bibi.." ucap Yan Liyan.
"tidak masalah lain kali datang kesini sepertinya Zu er sangat menunggu."
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"baik... aku akan datang ketempat ini jika ada kesempatan." ucap Yan Liyan lalu berjalan menuju luar kedai di ikuti oleh Bing Hua di belakangnya.
sesampainya di luar kedai Yan Liyan langsung mengajak mereka berdua ke tempat perkebunan teh yang berada di gunung Utara.
setelah mereka bertiga sampai disana terlihat Yin Zu dan Yin Su sedang melihat para pekerja yang ada di tempat itu.
Yin Zu tersenyum ketika melihat Xiao Yi dan Bing Hua.
"apa semuanya berjalan dengan lancar.?"
Bing Hua yangmendengar itu hanya mengangguk.
"ya semuanya berjalan sangat lancar dan kalian berdua sedang apa di tempat seperti ini..?"
"seperti yang kau lihat kami berdua sedang melihat para pekerja yang sedang merawat dan mengurus kebun teh milik mereka."
"kami berdua juga telah membicarakan kepada pemilik kebun tentang harga teh yang telah mereka tanam jika dijual nantinya." ucap Yin Su.
"he... kalian berdua membicarakan harga disaat teh masih baru berumur 3 bulan bukankah itu sedikit...." sebelum ucapan Xiao Yi selesai langsung dipotong oleh Yin Zu.
"jangan berpikiran aneh-aneh kami berdua telah menyalurkan sedikit modal pada pemilik kebun untuk merawat kebun teh miliknya dan untuk membeli pupuk serta peralatan lain jadi kami punya hak untuk itu."
"dan ya.. sebagian dari teh yang ditanam disini adalah teh laut biru yang merupakan teh yang sangat langkah dialam tingkat menengah dan teh itu bisa dipanen pada umur tiga bulan setelah ditanam." jelas Yin Zu pada mereka.
__ADS_1
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk dan memandang Yan Liyan penuh tanda tanya.
"kakak Liyan apa itu teh laut biru dan pada umur berapa teh normal bisa di panen.?" tanya Xiao Yi yang membuat Yan Liyan menghela nafasnya.
"teh laut biru merupakan teh yang hanya bisa tumbuh diwilaya yang memiliki suhu dan tekstur tanah seperti ini."
"sebenarnya teh itu merupakan teh yang sangat langka namun aku memberikan mereka berdua benih dari teh itu untuk di berikan pada pemilik kebun teh agar dapat dikelolah dengan baik.."
"dan ya..untuk teh normal pada umumnya dipanen ketika berumur 6 sampai 12 bulan dari masa setelah di tanam dan bisa dipanen terus menerus ketika teh itu telah berumur 5 tahun." jelas Yan Liyan pada Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.
"ternyata kau bisa tahu hal seperti itu ya.. kakak Liyan.." ucap Xiao Yi.
"tentu saja seorang pemimpin harus tahu hal seperti itu agar dapat mengatur hal yang lebih besar nantinya." ucap Yan Liyan.
Xiao Yi yang mendengar ucapan Yan Liyan menjadi kebingungan.
"apa maksud dari perkataanmu itu kakak Liyan..?" tanya Xiao Yi dengan kebingungan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
"sudahlah.... sepertinya hari sudah sore jadi ayo kita pulang.." ucap Yan Liyan mengalihkan topik pembicaraan.
"hei kakak Liyan belum menjawab pertanyaanku.." ucap Xiao Yi.
ucap Yan Liyan lalu mengabaikan Xiao Yi yang kesal padanya.
dia berjalan santai menuju kastilnya sambil menyusuri kebun teh itu sambil melihat pemandangan matahari terbenam diikuti oleh para bawahanya dibelakangnya.
diperjalanan menuju kastilnya...
wusss.....
wusss....
muncul Han Guang dan Yan Lin di belakang Yan Liyan dan langsung berbincang-bincang dengan yang lain.
"mm... Xiao Yi apakah kau melihat Jiu Wei..?" tanya Yan Lin tiba-tiba.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
"aku tidak tahu tapi yang pasti dia sedang berada dalam suasana hati yang baik.." ucap Xiao Yi.
Yan Lin yang mendengar itu menjadi kebingungan.
__ADS_1
"kenapa...? padahal aku ingin meminta bantuannya untuk menjadi teman latihanku.." ucap Yan Lin.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"bagaimana jika kau berlatih denganku aku rasa kemampuan kita dan tehknik yang kita miliki akan sangat cocok." ucap Xiao Yi.
Yan Lin yang mendengar itu hanya menghela nafas.
"huh.. aku ragu dengan apa yang kau katakan."
"tapi itu patut dicoba.., apa yang kau inginkan sebagai imbalanya Xiao Yi."
Xiao Yi yang mendengar itu hanya tersenyum.
"imbalanya adalah kau akan memasakanku resep makanan ini untuku selama satu minggu kedepan." ucap Xiao Yi sambil menunjukan resep masakan yang diberikan oleh pemilik kedai tadi.
"....................."
1 minggu kemudian......
Yan Liyan kini sedang berdiri di depan para bawahannya mereka kini sedang berkumpul di depan kastil.
"apakah semua urusan di dalam 3 sektor dan urusan wilayah lain telah selesai..?" tanya Yan Liyan pada para bawahannya.
para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"semua berjalan dengan lancar tuan.."
"ya.. tuan tidak perlu khawatir lagipula satu orang dari kami akan menggunakan token teleportasi untuk mengurus wilayah ini tiap minggunya bukan..?" ucap Yin Su yang mencoba menenangkan kekhawatiran tuanya itu.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
'aku belum pergi kelembah kesengsaraan sebelumnya jadi kami tidak bisa menggunakan token teleportasi untuk mempercepat waktu.' batin Yan Liyan.
"baiklah.., jika seperti itu kita akan pergi sekarang juga.." ucap Yan Liyan lalu melesat memimpin jalan menuju lembah kesengsaraan.
diperjalanan....
"kakak Liyan kira-kira tempat seperti apa lembah kesengsaraan itu..?" tanya Xiao Yi.
"entahlah adik Yi aku juga belum pernah melihatnya mungkin saja tempat itu seperti jurang kematian atau yang lain.." ucap Yan Liyan dengan tidak pasti.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.
"apapun itu aku berharap jika aku dapat meningkatkan kekuatan yang aku miliki dengan pesat disana." ucap Xiao Yi.
__ADS_1
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
'tinggal beberapa hari dari sekarang sistem akan selesai ditingkatkan aku tidak sabar untuk menantikan hadiah apa yang akan diberikan oleh sistem setelah peningkatan versi selesai.' batin Yan Liyan lalu melesat terbang lebih cepat menuju lembah kesengsaraan.