
Ketika Yan Liyan pergi dari tempat itu...
Bai Lang memandang Lin Xian dengan ekspresi keheranan.
"Apa Tuan tidak penasaran dengan identitas anak muda tadi?"
Tanya Bai Lang karena menurutnya jika seseorang yang memiliki pohon kehidupan dan dunia jiwa bukanlah orang biasa, apalagi Orang itu memasuki ruang dimensi harta sebelum waktunya terbuka.
"Entahlah..., Selama Dia tidak melakukan hal buruk, Aku sama sekali tidak penasaran atau mencari identitasnya." ucap Lin Xia, memandang lekat-lekat tangkai daun pohon kehidupan ang diberikan oleh Yan Liyan.
'Tangkai pohon kehidupan ini bisa Aku tanam dan akan menumbuhkan pohon baru lagi, Itu merupakan salah satu keistimewaan dari ras Dryad, Apa orang itu telah merencanakan semua itu?' batin Lin Xian lalu menghilang dari tempat itu menuju dunia jiwanya.
"................."
Yan Liyan sedang menuju kearah selatan sesuai dengan arah yang dikatakan oleh Lin Xian tadi.
"Apa pulau seperti itu memang benar-benar ada atau cuma hayalan Lin Xian? kenapa Pulau tidak terlihat sama sekali?" gumam Yan Liyan, yang sudah cukup lama terbang menuju kearah selatan namun tidak menemukan satu pulau Pun.
Sedangkan Jiu Wei, tersenyum kecut ketika mendengar gumaman dari tuanya itu.
"Sifat sangat tidak sabaran dan ceroboh memang menjadi ciri khas mu." Ucap Jiu Wei dengan lantang.
"Cih... Itu karena kau hanya duduk santai dibahu dengan nyaman, sedangkan Aku terbang dan menghabiskan sedikit Qi." Yan Liyan berdecak kesal karena posisinya sekarang ini, seperti menjadi bawahan dari Jiu Wei.
Karena biasanya Binatang kontrak akan menjadi tunggangan bagi tuanya tapi nasib dari Yan Liyan malah terbalik dengan kebanyakan orang.
"Kenapa kau tidak menyuruh Burung licik itu saja untuk dijadikan sebagai tunggangan? Bukankah tidak adil jika hanya aku saja yang memabantumu Di dunia luar sedang akan Dia tidak?" Tanya Jiu Wei,
Dia merasa tuanya itu seperti tidak berlaku adil pada mereka berdua, padahal sekarang ini kekuatan yang dimiliki oleh Mei Lin dan diri-Nya, bisa dibilang sama.
Yan Liyan terdiam ketika mendengar ucapan dari Jiu Wei.
Dia ingin menjawab tapi masalahnya nanti akan bertambah panjang, Akhirnya Dia pasrah dan menatap Jiu Wei dengan kesal.
'Cih... Entahlah kenapa Rubah ini sangat menyebalkan."
Begitupun dengan Jiu Wei yang mengira jika pemikiranya tadi sangatlah benar, hal itu dibuktikan dengan Yan Liyan yang terdiam, menandakan jika Yan Liyan tidak menanggapi perkataanya tadi.
'Dasar tuan Tidak tahu malu dan pilih kasih.'
7 Jam berlalu...
Perjalanan Yan Liyan masih berlanjut, diiringi dengan hembusan angin pagi sepoi-sepoi yang menyegarkan pikiran.
Yan Liyan menghela nafas ketika Dia telah terbang semalaman dan tidak menemukan sebuah pulau, yang terlihat hanya hamparan samudra luas yang membentang sejauh mata memandang.
__ADS_1
Perjalanan semakin membosankan ketika Yan Liyan dan Jiu Wei tidak berbincang sama sekali, hal itu tentu disebabkan oleh kejadian semalam.
"Benar-benar menyebalkan, mempunyai tempat tujuan yang menyebalkan dan ditambah Binatang kontrak yang menyebalkan...
Ha.... Hidupku benar-benar sangat menyedihkan." gumam Yan Liyan sambil menghela nafas berat.
Jiu Wei hanya terdiam, memilih untuk tidak menanggapi perkataan dari Tuanya itu.
5 jam berlalu.....
Yan Liyan yang masih terbang, dikejutkan dengan adanya dinding aray raksasa yang menghalangi arah jalan.
Dinding aray itu membentang dari ujung keujung, sehingga membuat Yan Liyan keheranan dengan aray tersebut.
"Siapa yang mampu membuat aray dengan jarak jangkauan seluas ini?" ucap Yan Liyan, terkejut sekaligus kebingungan dengan aray penghalang tersebut.
Bagaimana tidak, semakin besar dan luas yang dibuat oleh seorang ahli formasi maka semakin kuat juga kekuatan jiwa yang diperlukan.
Sebab itulah kekuatan jiwa dari seorang ahli formasi ditentukan oleh seberapa kuat dan sebesar apa Aray yang dibentuk.
Bisa dibilang kekuatan jiwa dijadikan sebagai tolak ukur dari kemampuan seorang ahli formasi.
Memikirkan fakta-fakta itu, membuat Yan Liyan sangat penasaran, karena tentunya ahli formasi yang menciptakan aray didepannya lebih hebat daripada Dia sendiri.
"Teknik Dimensi, penembus ruang."
Wusss....
Muncul simbol Bintang disertai rune-rune kuno pada aray tersebut.
Setelah itu, simbol Bintang tersebut berputar secara sentrifugal.
Krak....
Terdengar suara retakan ketika simbol bintang itu telah berputar lalu kemudian Muncul retakan halus pada sisi simbol binatang itu.
Setelah retakan halus, muncul lubang kecil berbentuk sama seperti simbol tadi.
Yan Liyan menggeleng ketika melihat hal itu.
"Ini benar-benar diluar dugaanku tapi aku rasa ini sudah cukup." gumamnya lalu masuk kedalam lubang tersebut.
Sesudah Yan Liyan memasuki lubang tersebut, Dia melihat sebuah pula yang sangat besar, kira-kira Luas dari pulau itu 5 kali lipat dari hutan yang menjadi pertemuan Yan Liyan dengan ras Dryad kemarin.
Yan Liyan menoleh kebelakang, lebih tepatnya kearah Aray penghalang itu.
__ADS_1
Yan Liyan melihat lubang yang terbentuk karena tekniknya tadi kembali menutup, kembali seperti semula, seolah sebelumnya tidak perna ada lubang pada aray penghalang itu.
Yan Liyan yang melihat hal itu hanya mengabaikannya dan melesat menuju kearah pulau yang besar itu.
"Ini benar-benar pulau yang sangat luas!! ucapnya melihat bentuk dan luas pulau itu dari atas,
Dengan perasaan sangat senang karena membayangkan berapa banyak jumlah binatang buas yang menempati Pulau itu.
"Apa tuan merasa ada yang aneh?" Jiu Wei bertanya dengan tiba-tiba sehingga membuat Yan Liyan menoleh kearahnya.
"Aneh..?
"Ya.. Apa tuan tidak berpikir, Bagaimana ras Dryad itu bisa menemukan pulau ini? dan ditambah aray yang menghalangi pulau ini sangatlah kuat, Aku rasa akan sangat mustahil baginya untuk menembus aray itu meskipun tingkat kultivasinya berada diatas mu." Jelas Jiu Wei,
Sebenarnya hal itu sangat masuk akal, Lin Xian bukan merupakan seorang ahli formasi sehingga tidak memungkinkan Jika Lin Xian mampu untuk menembus atau menghancurkan aray itu.
"Hm... kau benar, tapi ada kemungkinan jika Lin Xian memasuki pulau ini ketika Aray itu belum terbentuk, lagipula kita tidak mengetahui kapan Dia memasuki Pulau ini bukan?" ucap Yan Liyan, mengatakan kemungkinan yang ada sebagai jawaban dari pertanyaan Jiu Wei.
Jiu Wei mengangguk ketika mendengar hal itu, karena ucapan Yan Liyan tadi sangatlah masuk akal.
Yan Liyan kemudian mendarat ditengah hutan, lebih tepatnya disebuah pohon rindang yang tumbuh ditengah padang rumput dan dipenuhi oleh bunga yang tumbuh liar pada padang rumput yang luas dan panjangnya hanya sekitar 1 km,
Sangat kecil dibandingkan padang rumput yang Dia lihat sejak pertamakali tibah dialam tingkat tinggi.
Yan Liyan kemudian duduk dibawah pohon lalu merebahkan diri karena sedikit kelelahan disebabkan terbang selama semalaman tanpa henti.
Yan Liyan yang sedang rebahan dikejutkan dengan apa yang dia lihat diatas pohon itu.
"Hm... Kamuflase yang sangat bagus, Aku Bahkan tidak menyadari keberadaan mu." ucap Yan Liyan ketika melihat sosok laki-laki tampan yang sedar duduk diatas pohon dan terlihat sedang memerhatikanya.
Laki-laki itu hanya tersenyum ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
"Hm... Apa Kau yang telah menghancurkan aray pelindung yang telah aku pasang diluar pulau ini?"
"Ya... sepertinya, seperti itu." jawab Yan Liyan sambil melihat sosok laki-laki yang memakai jubah emas serta memiliki warna mata kuning cerah
'Dan juga.. jika dari apa yang Dikatakan oleh orang itu, bisa dipastikan bahwa orang yang telah menciptakan aray penghalang itu adalah Dia..!
Memikirkan hal itu membuat Yan Liyan agak terkejut.
Sosok laki-laki itu lalu melompat dari atas pohon, mendarat tepat berada didekat Yan Liyan.
"Jika seperti itu, Selamat Datang Di Pulau Tersembunyi!!
"Eh... Pulau Tersembunyi?"
__ADS_1