System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kembali Ke Dunia Jiwa


__ADS_3

"Benarkah?" Sebuah suara terdengar jelas di telinga Ji Xi dan membuatnya terkejut.


Ji Xi langsung menengok ke arah sumber suara tersebut dan melihat sosok yang familiar bagi dirinya di bawah pohon, "Tuan?!" Ucap Ji Xi dengan nada terkejut dan langsung turun dari pohon lalu berlutut tepat di hadapan Fang Lin.


Fang Lin hanya tersenyum melihat itu dan mengalihkan pandangannya ke arah Qiao Yu dan Xue Hua yang sedang bermeditasi di tepi danau, "Mereka berdua memang terburu-buru untuk naik tingkat" Gumam Fang Lin sambil menggelengkan kepalanya.


Fang Lin lalu menatap Ji Xi kembali, "Kulihat perkembangan mu cukup bagus, Dulu kau sudah berada di Immortal Emperor *7 namun sekarang sudah berada di *9" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Mendengar itu Ji Xi hanya menggarukan kepalanya yang tidak gatal, "Hahaha... Itu semua berkat kepadatan Qi dunia ini tuan" Ucap Ji Xi sambil tertawa pelan. Memang benar, Jika dia berada di alam biasa mungkin kecepatan naik tingkatnya tidak secepat ini dan dirinya akan tetap berada di Immortal Emperor *7.


Fang Lin hanya tersenyum menanggapi itu, "Baiklah... Kau tetap awasi mereka, Aku pergi terlebih dahulu" Ucap Fang Lin dan segera menghilang dari sana tanpa menunggu jawaban Ji Xi.


"Baik tuan" Ucap Ji Xi menunduk ke udara kosong. Ia lalu kembali ke atas pohon dan kembali mengawasi Qiao Yu dan Xue Hua.


Di sisi lain, Saat ini Fang Lin sedang melesat dengan cepat ke arah barat. Sebelumnya dia mengedarkan kesadarannya untuk mencari keberadaan Mue Lian dan dia menemukan Mue Lian yang sedang duduk di tepi laut.


Tak butuh waktu lama Fang Lin sudah sampai di tempat Mue Lian berada, Ia melihat Mue Lian sedang menatap laut dengan tatapan kosong.


"Sepertinya dia memang rindu aku" Gumam Fang Lin pelan.


Fang Lin lalu berjalan pelan ke arah Mue Lian dan beberapa saat kemudian dia sudah berada dibelakang Mue Lian, "Lian'er... Kau sedang apa disini?" Tanya Fang Lin dengan lembut.


Mendengar suara yang familiar baginya, Mue Lian langsung membalikkan badannya, "Fang Gege!!" Ucap Mue Lian dengan nada terkejut.


Fang Lin hanya tersenyum lembut lalu duduk disamping Mue Lian, "Kenapa? Kulihat kamu seperti sedang bersedih" Tanya Fang Lin sambil memegang tangan kiri Mue Lian.


Wajah Mue Lian sedikit memerah ketika tangan kirinya dipegang oleh Fang Lin, "Aku merindukan dirimu Fang Gege..." Balas Mue Lian dengan nada sedikit manja lalu menaruh kepalanya di pundak Fang Lin.


Di sisi lain, Fang Lin yang mendengar itu hanya tertawa pelan, "Bukankah kita hanya tidak bertemu beberapa tahun saja? Kenapa kamu begitu rindu?" Tanya Fang Lin sedikit menggoda.

__ADS_1


"I-itu K-karna aku..." Mue Lian tidak melanjutkan perkataannya karna malu dan menutupi wajahnya yang memerah dengan tangan kanannya.


Melihat reaksi dari Mue Lian membuat Fang Lin tertawa pelan, "Hahaha... Baiklah, Aku putuskan untuk menemanimu melihat lautan" Ucap Fang Lin lalu menatap langit yang mulai sore.


Mue Lian hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum menatap Fang Lin.


***


Di sebuah lembah yang sedikit curam.


Saat ini terlihat seorang pria paruh baya yang sedang dikelilingi energi langit dan bumi.


Energi langit dan bumi itu tiba-tiba berkumpul di pria paruh baya tersebut, Lalu tak berapa lama kemudian...


~BOOM~


Terjadi sebuah ledakan energi di tempat pria paruh baya tersebut berkultivasi, Tandanya pria tersebut sudah naik tingkat..


Plok...


Plok...


Plok...


"Ayah tuan memang hebat, Dalam waktu dekat saja sudah menembus ranah Kaisar *3" Ucap Pi Yu sambil menepuk tangannya.


Fang Qin hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar itu, "Itu semua berkat sumber daya dari Fang'er dan bola inti hewan buas yang kau berikan..." Jawab Fang Qin kemudian tersenyum.


"Jika bukan karna kalian, Mungkin aku sedikit lebih lama untuk naik tingkat walaupun Qi di dunia ini sangatlah padat" Timpal Fang Qin dan membuat Pi Yu menggarukan kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Itu semua berkat usaha dan bakat ayah tuan miliki, Jika bukan karna itu mungkin ayah tuan masih berada di ranah Half-Immortal" Ucap Pi Yu. Apa yang dikatakan Pi Yu adalah kebenaran, Jika Fang Qin tidak mempunyai bakat dan tidak terlalu berusaha untuk naik tingkat, Mungkin Fang Qin masih berada di ranah Half-Immortal kebawah.


Fang Qin hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu melihat ke langit yang mulai sore, "Mungkin kekuatan anakku juga sudah meningkat dan bahkan lebih kuat dari pertemuan kita sebelumnya" Gumam Fang Qin berdecak kagum. Sebenarnya dia sedikit penasaran dari mana anaknya mendapatkan kekuatan sebesar itu, Mungkin semenjak anaknya pulang dari Bukit Hijau, Fang Lin diberkahi takdir yang mungkin akan mempengaruhi alam semesta.


"Takdir ya... Takdir apa yang akan diemban anakku di masa depan nanti?" Batin Fang Qin penasaran.


Fang Qin langsung menggelengkan kepalanya pelan dan menepis pikiran itu, "Sudahlah... Lebih baik aku melanjuti kultivasi ku" Ucap Fang Qin dan kembali berkultivasi.


Di sisi lain, Pi Yu hanya tersenyum melihat Fang Qin, "Sepertinya biasanya, Ayah tuan selalu merindukan tuan di sela-sela kultivasinya" Gumam Pi Yu dan dalam sekejap menghilang dari sana.


***


Di Hutan Terlarang.


Seperti biasanya Harimau Putih dan Naga Hitam selalu bersantai setiap hari, Saat ini Harimau Putih langsung bangun dari tidurnya dan merenggangkan badannya seperti kucing.


Harimau putih lalu menguap dan melihat ke arah sekitarnya, "Hoaamm... Ck, Aku lapar sekali" Ucap Harimau Putih berdecak pelan. Walaupun dia berada di tingkat Saints Emperor tapi bukan hal yang tidak mungkin dirinya dapat merasakan lapar.


Dia tidak bisa terus menerus bergantung kepada Qi untuk menggantikan nutrisinya, Ia setidaknya harus memakan daging dan meminum air setelah berbulan-bulan tidak makan.


"Haruskah aku menyuruh bawahanku untuk membawakan ku daging?" Gumam Harimau Putih berpikir, Namun dengan segera dia menepis itu.


Beberapa waktu yang lalu dia pernah menyuruh bawahan yang dia rekrut untuk mencarikan sebuah daging untuknya dan setelah dagingnya didapat kemudian diberikan kepada dirinya, Daging tersebut sangatlah tidak enak dan terlalu keras untuk dimakan.


Mau tak mau dia harus berburu sendiri untuk mendapatkan daging yang menurutnya enak.


Saat ini Harimau Putih sedang melesat dengan kecepatan tinggi sambil menyebarkan kesadarannya, Ia berpikir akan lebih cepat mendapatkan mangsa jika dirinya menyebarkan kesadarannya.


Benar saja! Tak butuh lama dia menemukan seekor singa yang sedang tertidur di atas batu, "Ranah kaisar ya... Sepertinya ini akan sedikit sulit" Gumam Harimau Putih kemudian mempercepat lesatannya, Tak lupa dia menarik kesadarannya agar tidak disadari oleh singa tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2