
15 Menit yang lalu.
Li Fan saat ini sedang berlari menjauh dari lokasi guru-nya, Wajah-nya masih pucat pasi saat membayangkan tumpukan mayat tadi.
"Haah... Haah... S-sial, Mayat-mayat itu sangat mengerikan" Ucap Li Fan dengan nafas terengah-engah.
Li Fan lalu duduk di sebuah pohon yang cukup besar, Ia mengatur nafas-nya sambil mengusap keringat yang membasahi wajah-nya.
Selesai membersihkan keringat di wajah, Li Fan memejamkan matanya, Ia memutuskan untuk beristirahat disini sekalian menunggu guru-nya menyelesaikan urusan-nya dan datang kesini.
.....
15 Menit Kemudian.
"Hey Fan'er... Apakah kau tertidur?" Sebuah suara familiar terdengar di telinga Li Fan, Ia langsung membuka mata-nya dan mendapati guru-nya yang sedang berdiri didepan-nya.
"G-guru? Apakah anda sudah selesai" Tanya Li Fan sambil beranjak berdiri.
Fang Lin mengangguk-kan kepalanya sambil tersenyum, "Ayo kita ke dunia Abyss, Besok pagi aku ada urusan disana" Ucap Fang Lin sambil memegang pundak Li Fan.
Li Fan yang mendengar itu mengangguk patuh dan mengatakan, "Baik guru"
~Whooshhh~
Seketika Fang Lin dan Li Fan menghilang dari sana tanpa jejak.
***
Di dunia Abyss, Kota Fang.
Saat ini Fang Lin dan Li Fan berada di depan mansion yang mewah. Li Fan yang melihat mansion tersebut terus berdecak kagum, Dirinya tidak pernah melihat mansion se-mewah ini dalam hidup-nya.
"Guru! Apakah ini mansion yang guru miliki?" Tanya Li Fan dengan nada antusias.
Fang Lin yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepalanya pelan dan berkata, "Ayo masuk, Kita akan menentukan kamar-mu... Besok semua orang ku kenal akan pindah ke kota ini juga"
"Orang yang guru kenal? Siapa itu guru?" Tanya Li Fan dengan nada heran sambil memasuki mansion bersama guru-nya.
Fang Lin hanya tersenyum tipis ketika mendengar itu, "Nanti kau akan tau..." Jawab Fang Lin yang membuat Li Fan tambah penasaran.
__ADS_1
Tetapi Li Fan tidak menanyakan hal tersebut lebih jauh dan kini dirinya fokus melihat mansion mewah yang dia masuki bersama guru-nya.
Li Fan berdecak kagum ketika dirinya berada di sebuah ruangan yang sangat besar dan terdapat banyak sekali hiasan-hiasan seperti patung, Lukisan, Batu kristal dan lain-lain.
Di sisi lain, Fang Lin juga ikut berdecak kagum ketika melihat desain dan hiasan yang begitu bagus, Bahkan dirinya baru kedua kali melihat mansion se-mewah ini dalam hidup-nya.
"Guru! Bisakah aku memilih kamar-nya?" Tanya Li Fan yang kembali antusias.
Fang Lin yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepalanya pelan sambil tersenyum, "Tentu... Lagi pula mansion ini hanya akan di tinggali ayah dan ibu-ku" Jawab Fang Lin dan membuat Li Fan tersenyum lebar.
Li Fan langsung berlari kecil dan memasuki kamar-kamar yang cocok untuk-nya dengan antusias. Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan teringat akan sesuatu, "Yue, Apakah aku bisa menghadapi malapetaka petir semesta di dunia Abyss?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
[Tidak bisa tuan. Tuan harus pindah ke sebuah ruang hampa tanpa batas, Karena jika tuan melakukan-nya di sebuah planet, Maka planet tersebut akan hancur menjadi debu akibat serangan petir semesta.
Tetapi untuk dunia Abyss tuan tidak dapat melakukan-nya, Karena dunia Abyss tidak akan menerima petir Semesta yang mempunyai daya hancur yang dahsyat]
Fang Lin menaikkan satu alisnya ketika mendengar itu, "Bahkan dunia Abyss tidak ingin menerima petir semesta?" Gumam Fang Lin sedikit terkejut.
Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan dan berkata, "Ya sudah-lah, Aku juga tidak terlalu peduli" Ucap Fang Lin lalu mencari kamar tidur yang kosong. Ia tidak terlalu peduli tentang petir semesta karena dirinya sudah percaya diri dapat melewati petir tersebut.
Setelah mendapat-kan satu kamar, Fang Lin langsung masuk dan tidur disana, Ia besok ingin kembali ke Kota Tang Zhuwan dan membeli budak anak kecil untuk di jadikan murid sekte-nya.
.....
Fang Lin yang sedang tertidur di kasur besar tiba-tiba membuka mata-nya secara perlahan, Ia menatap langit-langit kamar sebentar dan mulai beranjak berdiri dari tidur-nya.
Setelah bangun Fang Lin berjalan ke arah jendela dan membuka-nya, Ia lalu menatap langit yang masih gelap sambil menguap, "Hoamm... Apakah masih jam 4?" Gumam Fang Lin lalu berjalan ke luar kamar.
Fang Lin menyebarkan kesadaran-nya dan melihat Li Fan yang masih tertidur pulas, Melihat itu Fang Lin hanya tersenyum tipis kemudian memutuskan untuk teleport ke Wilayah Inti Hutan Terlarang.
~Whooshh~
Seketika Fang Lin menghilang dari tempat-nya tanpa jejak sedikit-pun.
***
Hutan Terlarang, Wilayah Inti.
Fang Lin tiba-tiba muncul di atas langit, Ia menyipitkan matanya saat melihat beberapa penghuni hutan yang sudah menunggu disini, "Mereka datang cukup pagi" Gumam Fang Lin lalu memejamkan mata-nya perlahan. Ia memilih untuk menunggu mereka semua berkumpul dulu.
__ADS_1
2 Jam kemudian.
Kini di wilayah Inti Hutan Terlarang terlihat banyak monster yang sudah datang, Hampir semua penghuni terlarang sudah datang ke Wilayah Inti termasuk orang-orang terdekat Fang Lin.
Di sisi lain, Fang Lin yang sedang memejamkan mata-nya langsung membuka-nya secara perlahan, Ia menatap para penghuni hutan sebentar lalu mulai turun dari atas langit.
Para penghuni hutan terlarang langsung berlutut sambil menunduk-kan kepala saat melihat tuan mereka turun dari langit.
Fang Lin lalu berhenti dan masih melayang di langit, "Apakah kalian semua sudah berkumpul?" Tanya Fang Lin pelan, Namun suara-nya terdengar di telinga para penghuni huta terlarang.
Para penghuni hutan terlarang saling melihat satu sama lain dan beberapa saat kemudian salah satu dari penghuni hutan menjawab, "Kami sudah siap tuan... Anda bisa meneleportasi-kan kami kapan saja"
Mendengar jawaban itu Fang Lin hanya mengangguk-kan kepalanya pelan, Ia kemudian membuat sebuah energi transparan yang membentuk sebuah bola dalam jangkauan para penghuni hutan terlarang.
Setelah melihat para penghuni hutan terlarang sudah berada di dalam energi bola transparan yang dia buat, Fang Lin langsung memutuskan untuk melakukan teleportasi.
~Whooshhh~
Dalam sekejap Fang Lin beserta para penghuni hutan yang berada di dalam bola energi transparan tersebut langsung menghilang tanpa jejak.
***
Di Sebuah Hutan yang mengelilingi Lembah berkabut.
Tiba-tiba di langit muncul sebuah bola energi transparan yang besar, Terlihat di dalam bola energi tersebut terdapat banyak sekali monster dan beberapa manusia.
Fang Lin yang tidak jauh dari bola energi itu langsung turun ke daratan dan secara tidak langsung bola energi transparan tersebut juga ikut turun ke daratan.
Sesampainya di daratan, Para penghuni hutan terlarang tiba-tiba keluar dari bola energi tersebut, Kecuali orang-orang terdekat Fang Lin dan bawahan inti-nya.
"Kalian tinggal-lah disini, Meskipun Hutan yang kalian tinggali kini sudah berbeda tetapi peraturan yang kubuat di Hutan Terlarang tetap berlaku di hutan ini. Mengerti?" Tanya Fang Lin dan langsung diangguki oleh penghuni Hutan Terlarang.
Melihat anggukan para penghuni Hutan Terlarang, Fang Lin hanya tersenyum tipis, "Bagus, Kalau begitu aku pergi dulu" Ucap Fang Lin dan diangguki kembali oleh para penghuni Hutan Terlarang.
Fang Lin langsung menghilang dari sana bersama dengan bola energi yang menampung para orang-orang terdekat-nya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT
__ADS_1
NOTE: Author gk tau up 1 lagi atau engga, Soalnya pala lagi pusing.