System Sang Immortal

System Sang Immortal
Sampai Di Alam Para Monster Dewa


__ADS_3

Usai mempelajari isi dari kitab Penyegel Langit, Fang Lin langsung menyimpan kitab tersebut ke dalam inventorynya dan disaat yang bersamaan ia mengeluarkan kitab Mata Es.


"Kitab ini mengeluarkan aura dewa sekaligus aura Yin yang cukup kuat." Batin Fang Lin lalu mulai membaca isi dari kitab tersebut.


Tak terasa bagi Fang Lin ketika dia menyelesaikan akhir dari lembaran kitab tersebut, Ia kemudian memejamkan matanya dan mencerna seluruh isi dari kitab Mata Es yang ia baca sebelumnya.


Kitab Mata Es, jika seseorang mempelajari kitab ini dengan sempurna dapat membuat seseorang tersebut semakin kuat dalam manipulasi es.


Fang Lin membuka matanya perlahan lalu berdiri dari duduknya, Ia kemudian menyuruh Diablo untuk masuk ke dalam ruang pengendali kapal dan tak butuh waktu lama bagi iblis itu menghadap ke dirinya.


"Diablo menghadap tuan..." Ucap Diablo menundukkan badannya sembari menaruh salah satu tangannya di dada.


"Aku ingin menguji manipulasi es milikku... Apakah kau bersedia menjadi kelinci percobaan ku?" Fang Lin bertanya dengan suara yang tenang.


Diablo sedikit mengangkat alisnya ketika mendengar itu namun ia dengan segera menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Suatu kehormatan bisa menjadi kelinci percobaan anda tuan..."


Fang Lin tersenyum tipis dan seketika setengah tubuh iblis itu berubah menjadi bongkahan es, tak lama setelahnya tubuh Diablo yang telah berubah menjadi bongkahan es itu hancur berkeping-keping dan menyatu dengan udara.


Diablo sendiri yang melihat itu diam-diam merasa terkejut, tak lama kemudian sebagian tubuhnya yang menghilang kembali beregenerasi seperti sedia kala.


"Hoo... Iblis setingkat Diablo bisa saja ku bunuh dengan mudah, bagaimana jika aku melakukannya pada seorang Dewa?" Fang Lin bergumam sembari mengelus dagunya pelan.


"Diablo, apakah kau dapat bereaksi saat aku menjadikan sebagian tubuhmu menjadi bongkahan es?" Fang Lin bertanya dengan nada penasaran.


Diablo yang mendapati pertanyaan dari tuannya langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak tuan... Bahkan aku telat menyadari kalau tubuhku telah berubah menjadi bongkahan es" Jawab Diablo jujur.


Fang Lin menganggukkan kepalanya paham ketika mendengar jawaban iblis didepannya, Ia kemudian memejamkan matanya dan beberapa saat kemudian ia kembali membuka matanya.


Swooooshh.


Seketika waktu terhenti dan hanya Fang Lin saja yang bisa bergerak, "Ini... Aku dapat menghentikan waktu?" Gumam Fang Lin ragu sekaligus terkejut, Ia mengedarkan pandangannya dan hanya melihat dirinya saja yang bergerak.


"Tuan?" Sebuah suara terdengar jelas di telinganya dan mendapati Diablo yang memanggilnya.


"Kau bisa bergerak?! Bagaimana bisa?!" Fang Lin tidak dapat menahan rasa terkejutnya ketika melihat Diablo dapat memanggilnya.

__ADS_1


"Ya tuan... Saya memiliki tubuh spesial yang dimana saya tidak terikat dengan konsep waktu." Diablo memberitahu tubuh spesial miliknya.


Nafas Fang Lin tertahan ketika mendengarnya, Ia tak menyangka kalau Diablo memiliki tubuh yang begitu spesial, "Kau benar-benar iblis primordial yang hebat." Puji Fang Lin dengan nada takjub.


Diablo tersenyum lebar ketika mendapatkan pujian dari tuannya, "Terima kasih tuan..." Balas Diablo sambil menundukkan kepalanya.


Fang Lin tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, Ia kemudian menyebarkan kesadarannya dan melihat kalau waktu disekitarnya terhenti dalam radius 1 kilometer, "Meskipun aku tidak bisa memperluas jangkauan waktu yang ku hentikan, namun hal ini sudah lebih dari cukup jika aku melakukan pertarungan jarak dekat." Fang Lin tersenyum puas disaat dirinya mengatakan hal itu.


Fang Lin kemudian membuat waktu kembali normal lalu menatap kitab Mata Es yang dipegangnya saat ini, "Aku akan memberikan buku ini kepada orang terdekatku yang memiliki bakat tinggi dalam menggunakan elemen es." Batin Fang Lin lalu menyimpan kembali kitab tersebut.


"Hmm..." Fang Lin mengelus dagunya dan berpikir apa yang dapat ia lakukan dengan elemen esnya.


Fang Lin melambaikan tangannya ke samping dan seketika seekor serigala es tercipta, serigala itu hidup dan membuat Diablo sedikit terkejut.


"Wooof! Wooof!" Serigala tersebut menggonggong dan mendekati Fang Lin.


"Tuan, apakah anda mengalirkan Qi anda ke serigala es tersebut agar dia dapat bergerak?" Tanya Diablo memastikan.


"Benar, bahkan serigala es ini memiliki kesadaran sendiri dan dapat menyerap energi disekitarnya." Ucap Fang Lin sambil mengelus kepala serigala tersebut.


Fang Lin hanya tersenyum ketika mendapat pujian dari Diablo, Ia kemudian melambaikan tangannya dan seketika serigala es yang berada di dekatnya menghilang.


"Kau pergilah... Aku sudah selesai dengan semua percobaannya." Ucap Fang Lin dan diangguki cepat oleh Diablo.


"Baik tuan, kalau begitu saya pergi dari sini." Diablo berkata dan ia menghilang dari tempatnya setelah melihat anggukan tuannya.


Fang Lin hanya diam ketika melihat kepergian Diablo, Ia kemudian kembali duduk di kursinya dan memperdalam kemampuan manipulasi es miliknya yang dapat menghentikan waktu.


"Aku akan memperluas jangkauanku yang dapat menghentikan waktu sebelum sampai ke Alam Para Monster Dewa." Gumam Fang Lin pelan dan mulai memejamkan matanya.


Waktu terus berlalu dengan cepat sampai tak terasa kalau empat bulan sudah terlewati. Pada saat ini, Fang Lin yang sedang memejamkan matanya langsung membuka mata secara perlahan.


Senyum lebar terukir jelas di wajahnya. Selama empat bulan ini Fang Lin sudah memperluas jangkauan yang dapat menghentikan waktu hingga 2 kilometer, walaupun hanya bertambah 1 kilometer itu sudah termasuk prestasi yang besar bagi Fang Lin.


"Jika saja aku dibimbing oleh Yue, mungkin aku dapat memperluas jangkauanku berkali-kali lipat dari ini." Ucap Fang Lin dan ia tidak sabar untuk memberitahu jurusnya yang ini kepada Yue.

__ADS_1


Fang Lin kemudian berdiri dari duduknya dan melihat ujung lorong portal dimensi yang bersinar terang, "Sebentar lagi aku akan sampai di Alam Para Monster Dewa." Fang Lin berkata setelah melihat sesuatu dari balik portal tersebut.


Beberapa menit kemudian, kapal terbang Star Universe keluar dari lorong portal dimensi. Fang Lin dapat melihat disekitarnya hutan raksasa dengan ukuran yang tidak normal.


Hutan dibawahnya memiliki pohon yang memiliki tinggi sekitar 300 meter dan Fang Lin dapat merasakan ribuan monster yang memiliki ukuran di luar nalar sedang mengamati kapal terbang miliknya.


"Ukuran mereka begitu besar dan bahkan ranah yang mereka miliki di atas Spiritual God ke atas, tidak ada satupun dari mereka yang berada di ranah To God atau Fana." Fang Lin bergumam dan ia diam-diam tersenyum jahat.


Fang Lin berniat membunuh mereka semua dan menjadikan mereka sebagai pasukan bayangan, namun sebelum itu ia ingin mencari tau siapa sosok binatang dewa primordial yang menempati alam ini.


"Kalau aku membantai para monster yang ada di alam ini, kemungkinan nasibku akan sama disaat aku membantai para monster di Alam Monster." Gumam Fang Lin pelan, memang ia cukup beruntung saat itu karena Shen Liang tertarik menjadikan dirinya sebagai seorang murid, jika dirinya tidak beruntung waktu itu mungkin sekarang ia hanya tersisa nama saja.


Fang Lin menyebarkan kesadarannya sampai dibatas yang ia bisa dan mengerutkan alisnya ketika melihat sebuah istana mewah serta rumah-rumah yang mengelilingi istana tersebut, "Apakah itu sebuah kerajaan?" Gumam Fang Lin penasaran dan kerutan di alisnya semakin menjadi ketika melihat banyaknya sosok yang memiliki wujud manusia tetapi terdapat telinga berbulu dan ekor yang panjang.


"Huh? Mereka itu apa?" Fang Lin melihat mereka dengan tatapan yang aneh. Ia yakin kalau mereka adalah sekelompok ras langka yang jarang sekali di temui.


Fang Lin tanpa basa-basi langsung mengarahkan kapal terbangnya ke kerajaan tersebut, Ia mendaratkan kapal terbangnya di padang rumput yang tidak terlalu luas dan dikelilingi oleh pepohonan raksasa.


Setelah mendaratkannya Fang Lin langsung keluar dari ruang pengendali kapal dan mendapati puluhan ribu manusia serta monster sedang melakukan aktivitas masing-masing.


"Kalian semua... Aku akan pergi sebentar. Jika ada monster yang mendekati tempat ini, jangan bunuh mereka dan buat pingsan saja." Fang Lin berkata dengan suara yang pelan namun dapat terdengar jelas di telinga mereka.


Tentu ucapan Fang Lin membuat mereka semua berhenti melakukan aktivitas dan menoleh ke arah tuannya itu.


"Baik tuan!" Mereka semua secara serempak menjawab.


Di sisi lain, Diablo tidak jauh dari ruangan pengendali kapal langsung mendekati tuannya itu, "Tuan, izinkan saya mengikuti anda." Diablo berkata sembari menundukkan badannya.


Fang Lin yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menganggukkan kepalanya, "Baiklah..." Ucap Fang Lin dan seketika mereka berdua menghilang dari sana.


Melihat kepergian Fang Lin dan Diablo, mereka semua langsung menyebarkan kesadaran masing-masing lalu kembali melakukan aktivitas seperti sebelumnya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2