
Di Langit Zona Alam Agung.
Terlihat ratusan Kapal Terbang melayang tepat di atas zona Alam Agung. Di sisi lain, Dian Qi yang berada di salah satu Kapal Terbang tersebut langsung mengarahkan bawahan-nya untuk membuat portal dimensi.
Di sela-sela pembuatan Portal Dimensi, Dian Qi melirik ke arah Dian Wu yang ada di sebelah-nya, "Apakah Wei'er masih berada di ruangan-nya?" Tanya Dian Qi dengan nada penasaran.
Dian Wu yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya, Ayah... Dia terlihat sangat putus asa setelah mengetahui dantian-nya menghilang" Jawab Dian Wu dengan nada pelan. Sekarang Dian Wei bukan lagi seorang kultivator, Melainkan manusia biasa tanpa adanya Qi.
Mendengar jawaban Dian Wu, Dian Qi langsung menghela nafas pelan, Ia sebenar-nya merasa kasihan kepada putranya itu namun sekarang bukan-lah situasi yang tepat untuk menghibur atau menolong anaknya.
"Raja, Portal Dimensi sudah terbuat..." Ucap bawahan yang sedang mengendalikan Kapal Terbang.
Dian Qi mengangguk-kan kepala-nya pelan lalu menelepati orang-orang yang sedang mengendalikan Kapal Terbang, "Bersiap-siap lah untuk masuk ke dalam portal dimensi" Ucap Dian Qi menelepati lalu memutuskan-nya.
Usai menelepati mereka semua, Dian Qi langsung menyuruh bawahan tersebut untuk masuk ke dalam portal dimensi.
***
Di Kubu Alam 100 Pelangi.
Yun Fu cukup terkejut ketika dirinya mendapati laporan kalau kubu Alam Agung sedang pergi dari Alam ini, "Apa yang terjadi? Kenapa mereka pergi?" Gumam Yun Fu dengan nada heran sekaligus curiga. Ia berpikir kalau kepergian Alam Agung ada hubungan-nya dengan Aliansi Istana Iblis.
Sedangkan Ao Zhang yang berada di sebelah Yun Fu memilih untuk diam, Ia saat ini sama sekali tidak berniat untuk mengobrol dengan Yun Fu.
***
Di Atas Langit Medan Tempur.
Zhang Wei dan ketiga pria paruh baya lain-nya hanya bisa diam tak bergerak ketika mengetahui kalau Alam Agung telah mundur dari medan perang.
"Kubu Alam Agung pergi? Apa yang terjadi?" Batin Zhang Wei bertanya-tanya. Ia kemudian menyebarkan kesadaran-nya ke zona yang di tempati oleh Alam Agung dan mencari keberadaan Liu Bei.
Alis-nya mengerut ketika diri-nya tidak menemukan sosok Liu Bei, Bahkan jejak-nya saja tidak ada di zona Alam Agung, "Hey, Kalian... Bantu aku cari keberadaan Liu Bei" Pinta Zhang Wei dengan nada tenang. Ia berpikir akan cepat menemukan Liu Bei jika mencarinya secara bersamaan.
Sedangkan ketiga orang yang berada di dekat Zhang Wei hanya mengangguk-kan kepala patuh, Mereka bertiga langsung menyebarkan kesadaran mereka ke seluruh penjuru arah.
.....
__ADS_1
Beberapa Menit Kemudian.
Zhang Wei kembali menarik kesadaran-nya ketika diri-nya tidak dapat menemukan keberadaan Liu Bei, "Ck, Kemana perginya orang itu" Ucap Zhang Wei berdecak kesal.
"Hey, Ayo masuk... Sepertinya Liu Bei sudah lama pergi" Ucap Zhang Wei sembari berjalan ke pintu masuk Kapal Terbang.
Ketiga pria paruh baya tersebut hanya mengangguk-kan kepala dan berjalan mengikuti Zhang Wei dari belakang, Mereka bertiga diam karena tidak ingin membuat suasana hati Zhang Wei menjadi buruk.
***
Dunia Jiwa Fang Lin, Padang Rumput Yang Luas.
Saat ini Fang Lin berada di atas langit, Di bawah-nya ia dapat melihat puluhan ribu rumah bersejejer di padang rumput tersebut, "Mereka semua sepertinya bekerja sama untuk membuat puluhan ribu rumah itu" Gumam Fang Lin pelan saat melihat banyak-nya rumah yang terbuat dari kayu.
Di dunia jiwa-nya, Fang Lin dapat membuat matahari buatan, Hutan, Danau dan gunung. Ia dapat membuat itu semua karena hal tersebut adalah salah satu keutungan di ranah Dewa Petarung.
"Meskipun begitu aku harus memberikan Qi alam-ku ke dunia ini, Sebab aku masih belum bisa memproduksi sebuah Qi..." Gumam Fang Lin pelan.
Perlu diketahui kalau seluruh budak yang ada di dunia jiwa Fang Lin menyerap Qi langsung dari diri-nya, Jadi secara tidak langsung setiap detik-nya Qi milik Fang Lin akan terus berkurang jika mereka berkultivasi.
"Aku bersyukur mempunyai Qi melimpah dan juga tubuh spesial, Jika tidak mungkin aku akan terus merasa lemas" Lanjut Fang Lin bergumam lalu terbang ke arah padang rumput yang kosong.
Di sisi lain, Zu yang sedang berdiri sambil mengawasi para budak berkultivasi sedikit tersentak ketika diri-nya merasakan aura tuan-nya, Ia langsung mendongak-kan kepala-nya ke atas dan tak lama setelah itu ia berlutut.
"Salam tuan..." Ucap Zu memberi salam dengan nada hormat.
Fang Lin mengangguk-kan kepalanya dan menoleh ke arah para budak, Ia terdiam sesaat dan mengeluarkan seluruh bayangan inti-nya.
~Whoooshhh~
Dalam sekejap semua bayangan yang ia sudah beri nama muncul di hadapan Fang Lin, Mereka semua berlutut sambil menunduk-kan kepala mereka, "Salam Tuan!" Ucap mereka secara serempak.
Ucapan para bayangan Fang Lin tentu membuat para budak yang sedang berkultivasi terkejut, Mereka semua langsung berhenti berkultivasi untuk mengetahui apa yang terjadi.
Alangkah terkejut-nya mereka ketika mendapati 7 sosok bayangan yang kini sedang berlutut di hadapan seorang pria bertopeng hitam.
"Itu Raja!" Teriak kecil salah satu budak yang berada di barisan paling depan.
__ADS_1
Tentu para budak lain-nya ikut terkejut ketika mendengar teriakan budak tersebut, Mereka semua langsung berlutut ke arah Fang Lin sambil menunduk-kan kepala, "Salam Raja!" Ucap para budak dengan serempak.
Di sisi lain, Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum, Ia lalu menyuruh para bawahan inti-nya untuk berdiri di belakang-nya.
Para bayangan inti yang mendengar itu langsung mengangguk-kan kepala patuh, Mereka bertujuh dengan segera berdiri dan berjalan ke arah belakang tuan mereka.
Fang Lin yang melihat mereka sudah pindah ke belakang-nya langsung melirik ke barisan paling kiri budak hingga yang paling kanan, "Aku disini hanya ingin mengumumkan kalau pengawas yang mengawasi kalian akan bertambah..." Ucap Fang Lin dengan nada tenang.
Para budak yang mendengar-nya tentu terkejut, Namun mereka hanya diam dan menyimak perkataan Fang Lin sampai selesai.
"Dan juga setelah kalian berada di ranah Asal Mula, Kalian akan di pindahkan ke dunia Abyss" Lanjut Fang Lin dengan nada tenang.
Fang Lin sudah memutuskan untuk memindahkan para budak jika mereka sudah sampai di ranah Asal Mula, Ia akan terus menampung mereka di dunia jiwa jika mereka masih berada di tingkat Fana.
Usai Fang Lin berkata seperti itu, Para budak hanya diam dan tidak menjawab, Mereka semua tidak tau harus berkata apa karena tidak mengerti tentang Dunia Abyss.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Bayangan Inti, Bayangan yang sudah di beri nama oleh Fang Lin.
Oh ya, Kalo ada bayangan inti yang kelupaan atau ranah-nya salah, Kalian bisa koreksi.
Bayangan Inti:
- Zu ( Beruang ) Ranah: Dewa Pemula Level 10
- Zhao ( Singa ) Ranah: Dewa Pemula Level 1
- Zhuan ( Manusia ) Ranah: Spiritual God Emas Tanda Hitam
- Xuan ( Manusia) Ranah: Spiritual God Berlian Tanda Hitam
- Glu ( Manusia ) Ranah: Spiritual God Berlian Tanda Putih
- Glo ( Manusia ) Ranah: Spiritual God Berlian Tanda Putih
__ADS_1
- Liu Bei ( Manusia ) Ranah: Dewa Asal Mula Level 1