System Sang Immortal

System Sang Immortal
Salah Paham


__ADS_3

Melihat Khatz terus menatap-nya dengan tatapan tajam membuat Fang Lin tertawa pelan, "Hahaha... Rubah ungu, Hentikan tatapan tajam-mu. Aku benar-benar tidak ingin melukai Sylvia" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Mata kiri Sylvia langsung melebar ketika mendengar ucapan Fang Lin, "Manusia... Dari mana kau tau kalau wujud-ku adalah seekor rubah? Terlebih lagi kau juga mengetahui warna bulu-ku" Tanya Khatz dengan nada penuh selidik.


Fang Lin tersenyum tipis dan berkata, "Tentu aku mengetahui wujud-mu dari kakek tua yang kau segel ingatan-nya" Jawab Fang Lin dan sekali lagi membuat Khatz terkejut.


Khatz semakin waspada dengan keberadaan Fang Lin. Sudah hampir ratusan juta tahun diri-nya tidak sewaspada ini, Terakhir kali dia berada di kewaspadaan seperti ini disaat diri-nya bertarung melawan musuh yang kuat.


"Manusia... Kau kuat, Dapat membuka paksa segel ingatan yang ku-buat? Bahkan aku tidak pernah membayangkan hal itu terjadi" Ucap Khatz lalu menimpali perkataan-nya, "Lalu apa yang ingin kau lakukan pada Sylvia? Kupikir kau adalah manusia baik, Karena sedari tadi aku tidak merasakan niat buruk dari-mu" Timpal Khatz bertanya dan membuat Fang Lin tersenyum tipis.


"Aku hanya penasaran dengan asal-usulnya, Terlebih lagi aku ingin dia menceritakan secara detail tentang dunia Evangellion dan makhluk bencana primodial seperti-mu" Jawab Fang Lin dengan jujur, Tanpa berbohong sedikit-pun.


Melihat raut wajah Fang Lin yang tidak menunjuk-kan kebohongan sedikitpun, Khatz hanya menggelengkan kepala-nya pelan, "Manusia sialan, Ku-pikir kau ingin melakukan sesuatu kepada Sylvia" Ucap Khatz menghela nafas lega.


"Kalau begitu, Bisa-kah aku mempercayai-mu untuk menjaga Sylvia sementara waktu? Aku ingin mencari cara untuk mengisi Mana-ku kembali" Ucap Khatz memohon. Meskipun diri-nya masih belum percaya sepenuh-nya dengan Fang Lin, Akan tetapi diri-nya mau tak mau harus melakukan itu karena Mana dalam diri-nya mulai menipis.


Fang Lin menaik-kan satu alis-nya saat mendengar ucapan Khatz, "Energi Mana? Kau membutuhkan-nya untuk mengisi Mana-mu yang sudah menipis?" Tanya Fang Lin dengan nada memastikan.


Khatz mengangguk-kan kepala-nya pelan untuk merespon apa yang dikatakan Fang Lin, "Benar, Jika saja Mana-ku habis maka susah bagi-ku untuk melindungi Sylvia di masa depan" Jawab Khatz menjelaskan.


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan lalu mengelus-eluskan dagu-nya, "Yue, Apakah semua jenis energi ada di Abyss? Setau-ku kau dapat menyesuaikan energi yang ku-punya di dunia Abyss bukan?" Tanya Fang Lin memastikan. Seingat-nya Yue pernah berkata kalau Yue dapat menyesuaikan energi di dunia jiwa, Jika Fang Lin memiliki energi yang ingin disesuaikan.


[Hehehe... Maaf tuan, Sebenar-nya saya berbohong waktu itu. Dunia Abyss memang memiliki semua jenis energi, Tetapi energi itu hanya bisa diserap jika pemilik tubuh mempunyai energi yang dimaksud di dalam tubuh-nya]


Sekali lagi Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Lalu bagaimana aku mempunyai energi Mana? Bukan-kah aku tidak mempunyai Mana sebelum-nya?" Tanya Fang Lin kembali.

__ADS_1


[Itu karena tuan mempunyai Tubuh Tak Terbatas, Sebuah tubuh yang dapat menyerap semua jenis energi. Lalu tuan mempunyai Tubuh Terlarang yang dapat menyerap energi secara otomatis tanpa perlu berkultivasi]


[Artinya secara tidak langsung tuan sudah menyerap seluruh jenis energi yang ada di dunia Abyss tanpa tuan sadari dan tuan adalah salah satu makhluk hidup yang mempunyai banyak jenis energi]


Fang Lin mendengar penjelasan Yue hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, Pantas saja diri-nya seringkali merasakan energi asing dalam tubuh-nya, "Ternyata memang aku memiliki hampir semua jenis energi dalam tubuh-ku" Gumam Fang Lin pelan.


Di sisi lain, Khatz menjadi keheranan ketika melihat Fang Lin terus mengangguk-kan kepala-nya, "Kau tampak sedang berpikir keras" Ucap Khatz dan membuat Fang Lin tersadar.


"Ah... Maafkan aku, Aku sedang memikirkan sesuatu untuk mengisi Mana-mu" Ucap Fang Lin lalu dengan segera menimpali perkataan-nya, "Di dunia Abyss, Terdapat banyak sekali energi, Salah satu-nya adalah Mana. Jika kau ingin, Kau dapat ke dunia Abyss dan mengisi Mana-mu kembali" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


"Dunia Abyss ya? Aku tidak pernah mendengar-nya, Hmm..." Batin Khatz berpikir.


"Tuan Khatz, Kenapa kita tidak mengikuti-nya saja? Sepertinya dia benar-benar tidak memiliki niat jahat pada kita" Ucap Sylvia melewati telepati. Meskipun saat ini setengah kesadaran-nya telah di ambil oleh Khatz, Akan tetapi dia dapat mendengar semua percakapan yang mereka lakukan sedari tadi.


"Kau benar, Tetapi bukan hal yang tidak mungkin kalau seseorang menyembunyikan niat buruk-nya, Terlebih lagi orang itu memiliki aura yang begitu pekat dalam tubuh-nya" Balas Khatz dan membuat Sylvia keheranan.


"Aura membunuh, Sebuah aura yang didapat dari membunuh makhluk hidup. Dan orang didepan kita memiliki aura membunuh yang sangat pekat, Bahkan aku tidak tau dia sudah membunuh berapa banyak makhluk hidup" Jawab Khatz menjelaskan. Meski Fang Lin sudah menutupi aura membunuh-nya tetapi bukan hal yang tidak mungkin kalau Khatz dapat melihat-nya.


Khatz sama sekali tidak menyadari kalau aura membunuh yang dia lihat hanya-lah sebagian dari aura membunuh Fang Lin.


Sylvia menarik napas dingin ketika mendengar ucapan Khatz, Ia lalu melirik Fang Lin dan melihat-nya sedang menatap diri-nya sambil tersenyum.


"Ayo kita ikuti orang itu, Jika saja orang itu jahat maka mau tak mau kita harus kabur dari sana" Ucap Sylvia memutuskan.


Khatz yang mendengar keputusan Sylvia hanya menghela nafas panjang, "Baik-lah, Kami berdua sudah memutuskan untuk ikut" Ucap Khatz dan membuat donat es yang mengikat kedua kaki Sylvia hancur.

__ADS_1


"Kalau begitu berdiri-lah" Ucap Fang Lin mengulurkan tangan-nya dan dengan segera tangan kiri Sylvia meraih tangan Fang Lin.


Fang Lin yang mendapati tangan kiri Sylvia langsung menarik-nya untuk bangun. Khatz yang masih merasuki setengah kesadaran Sylvia langsung kembali ke tempat-nya.


Seketika itu juga Sylvia mendapatkan seluruh kesadaran tubuh-nya, Namun disaat itu juga tubuh-nya tiba-tiba merasa lemas dan pandangan-nya mulai kabur.


Fang Lin yang menyadari Sylvia ingin pingsan langsung menggendong-nya seperti tuan putri.


Wakah Sylvia langsung memerah ketika Fang Lin menggendong diri-nya, Namun beberapa saat kemudian pandangan-nya perlahan menggelap dan pingsan di gendongan Fang Lin.


"Baju-nya sungguh tipis, Seperti-nya aku harus menyuruh Mue Lian atau Shui Ru untuk mengganti-kan baju-nya" Guman Fang Lin lalu berjalan mendekati Zhong Li.


Di sisi lain, Zhong Li yang sedari tadi mengamati mereka berdua hanya diam. Ia tadi cukup terkejut ketika melihat Sylvia mengeluarkan energi asing dari tubuh-nya, Tetapi diri-nya lebih terkejut kalau tuan baru-nya juga ikut mengeluarkan energi yang sama dari tubuh-nya.


Fang Lin yang berjalan ke arah Zhong Li langsung menghentikan langkah-nya, Ia saat ini sudah berada di dekat Zhong Li.


"Pegang pundak-ku, Kita akan pergi dari sini" Ucap Fang Lin tanpa basa basi.


Zhong Li yang mendengar ucapan tuan-nya sedikit keheranan, Namun dia tetap melakukan apa yang diperintah-kan tuan-nya.


~Whoooshhh~


Disaat Zhong Li memegang pundak kanan tuan-nya, Mereka bertiga dalam sekejap menghilang dari sana tanpa jejak.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >>COMMENT


__ADS_2