
Cukup lama Fang Lin menyiksa Dewa Kera, hingga akhirnya ia berhenti melakukannya karena dirinya harus menghentikan peperangan terlebih dahulu.
"Kau beruntung... Meski aku belum puas menyiksamu, tetapi ada banyak pekerjaan yang harus kulakukan." Fang Lin menatap tajam ke arah Sun Wukong yang setengah sadar itu.
Setelah menyembuhkan Sun Wukong dari luka bakar, Fang Lin mengeluarkan Artefak Botol Penyegel Dewa dari inventorynya, "Selamat beristirahat..."
Fang Lin membuka tutup dari botol tersebut dan dalam sekejap tubuh Sun Wukong yang sudah terlepas dari jeratan rantai es terhisap ke dalam.
Sun Wukong sama sekali tidak melawan, tubuhnya benar-benar tidak memiliki tenaga dan membiarkan dirinya terhisap ke dalam Artefak itu.
Setelah memasukannya ke dalam botol Penyegel Dewa, Fang Lin langsung teleportasi ke sisi domain yang berbeda.
Tepat di depan Fang Lin sekarang, terdapat sebuah penghalang es semacam ruangan tertutup yang sama sekali tidak memiliki ventilasi sedikitpun.
Di dalam ruangan tersebut terdapat Kaisar Dewa yang sedang terkurung.
Tanpa banyak bicara Fang Lin langsung menghilangkan kurungan yang mengurung Kaisae Dewa.
Fang Lin tersenyum tipis ketika mendapati Kaisar Dewa yang terduduk lemas dengan tubuh yang kurus mengering.
Li Zu Xing sendiri langsung berdiri, tak lama setelahnya tubuhnya kembali berisi seperti semula.
Lu Zu Xing menatap Fang Lin dengan tatapan tajam dan disaat yang bersamaan ia menyebarkan kesadarannya ke penjuru arah.
Kedua alisnya mengerut ketika dirinya sama sekali tidak menemukan jejak keberadaan Sun Wukong, "Dimana dia?" Tanya Li Zu Xing dengan raut wajah serius.
Fang Lin tersenyum tipis dan menjawab, "Entahlah... Siapa yang tau? Mungkin saja dia sudah mati."
Li Zu Xing menggertakkan giginya ketika mendengar itu, ia tidak mengatakan apa-apa lagi dan hanya diam.
Fang Lin yang melihatnya langsung menciptakan rantai di kaki Li Zu Xing dan setelahnya ia melambaikan tangannya ke samping.
Whoosh.
Dalam sekejap muncul seorang pria tampan berambut putih di depan Fang Lin, yang tidak lain adalah Bai Hu.
"Ah, tuan? Ada apa?" Bai Hu bertanya sembari menatap tuannya, ia sama sekali belum menyadari keberadaan Li Zu Xing yang ada di belakangnya.
__ADS_1
Di sisi lain, Li Zu Xing yang menyadari kemunculan Bai Hu hanya bisa melebarkan matanya, aura yang dikeluarkan oleh pria tampan di depannya sangat mirip dengan menantunya yang tidak lain adalah Dewa Harimau Putih, Bai Shang Hu.
"Kau..." Suara serak keluar dari mulut Li Zu Xing, perasaan bersalah dan sedih bercampur aduk dalam hatinya.
Fang Lin tersenyum tipis, sedangkan Bai Hu mengerutkan alisnya dan berbalik.
"Hm? Siapa dia tuan?" Tanya Bai Hu penasaran.
"Dia adalah Kaisar Dewa, Li Zu Xing." Jawab Fang Lin santai.
Mata Bai Hu sedikit melebar ketika mendengarnya, ia tidak tau harus bereaksi seperti apa dan hanya diam dengan kedua tangan yang mengepal erat.
Suasana menjadi hening selama beberapa saat, hingga akhirnya Li Zu Xing berbicara.
"Maafkan aku..." Li Zu Xing berlutut dengan kepala yang sedikit menunduk di depan Bai Hu, "Aku menyesal karena tidak dapat membantu kedua orang tuamu disaat hal itu terjadi."
Meskipun Li Zu Xing tidak ada sangkut pautnya dengan kematian kedua orang tua Bai Hu tetapi ia tetap merasa bersalah karena telah gagal melindungi mereka meskipun dirinya sudah menyandang gelar Kaisar Dewa.
Bai Hu tidak bisa berkata apa-apa, ia jelas mengetahui kalau Kakeknya tidak terlibat dengan kematian kedua orang tuanya, namun dirinya merasa kesal karena dia tidak berbuat sesuatu yang lebih jauh untuk menemukan pelakunya.
Di Luar Domain, Fang Lin dapat melihat pasukan bayangannya yang masih berperang dengan kubu Alam Dewa, ia menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Chen.
Fang Lin tersenyum tipis ketika mendapati salah satu komandan pasukan bayangannya itu masih bertarung dengan Anggota Kekaisaran serta Binatang Primordial.
Tanpa banyak bicara Fang Lin langsung melesat ke arah mereka, dan tidak butuh waktu sampai 1 detik untuk dirinya sampai ke sana.
"Berhenti..." Fang Lin mengeluarkan seluruh aura Naganya dan membuat seluruh pertempuran dalam radius ribuan kilometer berhenti seketika.
"Hentikan peperangan ini. Percaya atau tidak, aku sudah mengalahkan Kaisar Dewa dan juga Dewa Kera..." Fang Lin berkata dan suaranya terdengar jelas di telinga pasukan Alam Dewa.
Mereka yang berada di luar jangkauan Aura Naga ikut berhenti ketika mendengarnya, tentu saja apa yang dikatakan Fang Lin tidak dapat dipercaya oleh mereka.
Fang Lin tentu mengetahui isi pikiran mereka yang tidak mempercayai, ia langsung menjentikkan jarinya dan dalam sekejap sebuah layar di atas langit mengejutkan mereka semua yang ada di langit maupun di daratan.
Layar tersebut menampilkan seorang Kaisar Dewa yang berlutut dengan kepala yang menunduk di hadapan pria tampan berambut putih, yang tidak lain adalah Bai Hu.
"Lihat, aku tidak berbohong bukan? Lebih baik kita akhiri saja peperangan ini daripada korban harus terus berjatuhan." Ucap Fang Lin dengan suara tenang lalu suasananya berubah menjadi dingin, "Tetapi jika kalian ingin peperangan ini terus berlanjut, aku tidak masalah sama sekali... Tetapi ingatlah, aku sudah menawarkan kesempatan yang tidak akan pernah terjadi untuk kedua kalinya."
__ADS_1
Suasana menjadi begitu hening setelah Fang Lin menyelesaikan perkataannya.
Binatang Primordial saling mengirim telepati satu sama lain, begitu juga dengan anak-anak dari Li Zu Xing.
"Siapa dia?!! Kenapa ayah berlutut dihadapannya?!" Li Shang Hao merasa marah, ayah yang selama ini dia hormati direndahkan oleh pria tampan berambut putih itu.
Li Yun Qin selaku anak perempuan dari Li Zu Xing sedikit mengerutkan alisnya, "Apakah kalian menyadarinya? Dia sedikit mirip dengan adik perempuan kita, Li Quan Shi."
Li Quan Shi adalah Perempuan paling bungsu di keluarga Li Zu Xing, dia menikah dengan Bai Shang Hu yang tidak lain adalah Dewa Harimau Putih.
Li Xiang Zi menganggukkan kepalanya pelan, begitu juga dengan Li Jin Xhan.
"Melihat raut wajah ayah yang menunjukkan kesedihan serta penyesalan... Sepertinya kau benar, dia adalah anak dari mereka berdua." Li Xiang Zi berkata dengan raut wajah serius.
Jantung mereka sedikit berdegup lebih kencang dari sebelumnya, tentu jika kejadian itu diusut kembali maka mereka hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi nantinya.
Pastinya dia (Bai Hu) akan balas dendam jika kejadian tersebut terungkap, mereka tidak dapat meminta bantuan dari ayah mereka sebab Fang Lin akan bertindak lebih lanjut.
Beberapa menit setelah layar yang di langit muncul, Fang Lin kembali menjentikkan jarinya dan seketika layar tersebut menghilang tanpa jejak sedikitpun.
"Jadi... Bagaimana dengan keputusan kalian? Lanjut atau tidak?" Fang Lin bertanya dengan senyum tipis di wajahnya.
BERSAMBUNG...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Anggota Keluarga Kaisar Dewa yang masih hidup.
Kaisar Dewa: Li Zu Xing
Anak laki-laki, Pertama: Li Xiang Zi
Anak laki-laki, Kedua: Li Jin Xhan
Anak Perempuan, Ketiga: Li Yun Qin
Anak Laki-laki, Keenpat: Li Shang Hao
__ADS_1