
Pertempuran kembali terjadi ketika Naga Putih selesai bertransformasi. Kali ini Ji Xi dan Guo Ren terpojok, kekuatan dan kecepatan mereka berdua dikalahkan telak oleh Naga Putih.
"Bajingan... Kita harus pergi, daripada kita kalah!" Guo Ren berteriak.
Sedangkan Ji Xi langsung berdecak kesal, "Kalau begitu pergilah! Aku akan menahannya..."
"Tidak! Kau yang pergi! Kau lebih kuat dariku, anggota yang lain pasti akan membutuhkan kekuatanmu!" Guo Ren berkata lalu mengeluarkan beberapa jurusnya untuk membuat jarak.
Bam!
Naga Putih terpental beberapa kilometer ketika terkena serangan beruntun Guo Ren.
"Sekarang saatnya!" Teriak Guo Ren dan diangguki cepat oleh Ji Xi.
Ji Xi tanpa banyak bicara. langsung melesat pergi dari sana, Naga Putih yang berniat mengejarnya langsung dihalau oleh Guo Ren.
"Kau merepotkan, Guo Ren..." Naga Putih berkata dengan suara yang sedikit kesal.
Guo Ren sendiri tersenyum tipis, "Ayo kita sama-sama tersingkir..." Guo Ren melesat maju dan sembari menghunuskan pedangnya.
Naga Putih hanya menghela nafas panjang, "Aku akan menyingkirkannya dan juga Ji Xi, sebelum transformasi ini berakhir." Batinnya membuat berencana.
Keduanya bertarung dan Guo Ren langsung dibuat terpojok oleh Naga Putih, karena perbedaan kekuatan mereka berdua yang sangat jauh.
***
Di hamparan padang rumput, terdapat sebuah penghalang besar berbentuk kotak yang tercipta dari elemen Cahaya.
Di dalam penghalang tersebut, Yang Jian dan Nie Li sedang bertarung melawan seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah Zhong Li.
Saat ini Zhong Li dalam keadaan terdesak, melawan 2 orang sekaligus adalah kekalahan telak bagi dirinya, terlebih lagi tingkat kultivasi mereka berdua berada di atasnya.
Tubuh Zhong Li dipenuhi luka, namun dia tetap bertarung dengan penuh semangat seolah-olah tubuhnya berada di dalam kondisi prima.
"Kenapa kau tidak menyerah saja, Zhong Li? Kau tidak akan pernah bisa menang melawan kami berdua..." Yang Jian bertanya dengan nada serius di sela-sela pertarungan.
Waktu yang dimilikinya sudah banyak terbuang hanya untuk melawannya.
"Hmph! Tidak peduli! Aku akan terus mengulur waktu sampai tim penyerang dari kelompokku menghancurkan kristal milik kalian." Jawab Zhong Li acuh tak acuh.
Yang Jian hanya bisa berdecak kesal ketika melihat kegigihan Zhong Li, ia semakin mempercepat serangannya dan membuat luka yang ada di tubuh pria paruh baya tersebut semakin parah.
Beberapa hari yang lalu, Yang Jian dan Nie Li bertemu dengan Zhong Li. Belum sempat mereka berdua bersiaga, tiba-tiba saja mereka bertiga terkurung di dalam sebuah penghalang kotak yang tercipta dari elemen cahaya.
Yang Jian mencoba teleportasi sesaat setelah terjebak, namun ia gagal dan membuatnya terkejut. Dia meminta Nie Li untuk mencoba teleportasi tetapi hasilnya juga sama.
Zhong Li berkata kalau penghalang ini adalah jurus yang baru pertama kali dipakai olehnya, dapat meniadakan hukum teleportasi sama seperti di dalam sebuah domain.
Tentu mereka berdua terkejut ketika mendengarnya, satu-satunya jalan untuk keluar dari penghalang ini adalah mengalahkan Zhong Li. Mereka berdua hampir mengerahkan semua kekuatan mereka untuk mengalahkannya, namun pria paruh baya tersebut sangatlah tangguh, dia dapat bertahan selama beberapa hari meskipun kedua lawannya mempunyai kekuatan yang berada di atasnya.
Boom!
__ADS_1
Zhong Li terpental ketika dirinya menerima serangan dari Nie Li, ia menabrak dinding penghalang dan memuntahkan air mancur darah dari mulutnya.
Pandangannya mulai memudar namun Zhong Li tetap bangkit berdiri, di setiap pergerakan yang dilakukan olehnya menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Zhong Li terbatuk darah, ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menetralisir rasa sakit yang diterimanya menggunakan Qi.
"Sepertinya tidak lama lagi aku akan dipindahkan... Aku harus mengeluarkan jurus terakhir, setidaknya dapat memperlambat mereka." Batin Zhong Li sambil menatap tajam ke langit.
Yang Jian dan Nie Li melayang di udara, mereka kemudian saling menatap satu sama lain, "Kondisinya sudah sangat parah, tetapi belum cukup untuknya dipindahkan ke luar kubah. Siapa yang ingin melakukan serangan terakhir?" Yang Jian bertanya dengan raut wajah serius.
Nie Li terdiam sejenak untuk memikirkannya, ia menghela nafas panjang dan menjawab, "Biar aku saja..."
Nie Li mengangkat tangan kanannya yang sudah dilapisi aura hijau dan memunculkan sebuah batang kayu dari telapak tangannya.
Whoosh!
Batang kayu yang ujungnya lancip itu langsung melesat ke arah Zhong Li yang sedang berdiri di atas tanah.
Zhong Li sendiri yang melihatnya langsung mengangkat tombak yang di genggamannya lalu melakukan posisi siap melempar, tombak tersebut dilapisi oleh aura putih dan tidak sampai satu detik sudah melesat di udara.
Tombak dan batang kayu yang melesat di udara saling melewati dengan jarak satu milimeter, dan masing-masing dari kedua benda tersebut menembus dan tertancap di perut lawan.
Couggh.
Nie Li langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya ketika tombak tersebut menancap di perutnya, ia hampir saja kehilangan keseimbangan jika bukan Yang Jian yang memeganginya.
"Hey! Nie Li! Kau tidak apa-apa?!" Yang Jian bertanya dengan nada panik, ia tidak sempat menangkis serangan barusan karena kejadian tersebut berlalu sangat cepat.
Nie Li menganggukkan kepalanya, "Ugh... Tak apa, aku baik-baik saja." Jawabnya sembari melepaskan tombak tersebut dari perutnya.
"Ah, untung saja aku membawanya." Yang Jian mengeluarkan kantung hitam dari balik jubahnya lalu memberikan satu pil berwarna hijau.
Nie Li langsung meraih pil tersebut dan menelannya, beberapa saat kemudian ia menghela nafas panjang ketika melihat perutnya yang bolong sudah mulai beregenerasi, "Zhong Li, dia sangat pintar..." Ucapnya sembari menatap ke daratan dan tidak mendapati seorangpun di sana kecuali batang kayu miliknya yang tertancap di tanah.
Yang Jian tersenyum dan membalas, "Kau benar. Aku yakin di masa depan nanti, dia akan menjadi salah satu bawahan inti yang terkuat..."
Nie Li hanya tersenyum tipis, ia mengedarkan pandangannya dan mendapati penghalang disekitarnya mulai lenyap, "Kau duluan saja pergi, aku akan disini sementara waktu untuk memulihkan lukaku." Ucap Nie Li sambil menatap Yang Jian.
Yang Jian sendiri terdiam sesaat mendengarnya, ia kemudian menyarungkan kembali pedangnya lalu berkata, "Kalau begitu aku akan pergi, berhati-hatilah disini..."
Nie Li tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.
Melihat itu Yang Jian langsung pergi dari sana dengan kecepatan penuh.
***
Di Luar Kubah.
Yue hanya bisa berdecak kagum menyaksikan pertempuran tersebut, "Hebat... Dia menciptakan jurus semacam itu seorang diri? Sangat berbakat!"
Mungkin setelah kompetisi ini, Yue akan membantu Zhong Li untuk mengembangkan jurusnya itu serta elemen cahaya yang dimilikinya.
__ADS_1
Yue kemudian mengawasi pertempuran yang ada di dalam kubah, namun baru beberapa saat kemudian ia sedikit mengerutkan alisnya, "Dia kembali? Dan kali ini membawa beberapa orang? Sepertinya dia ingin mengawasi tuan..." Yue bergumam ketika mendapati 11 sosok di Dunia Abyss yang sedang mengawasi tuannya berkultivasi dari jarak jauh.
"Ah, tunggu. Aku memiliki ide bagus." Yue tersenyum tipis dan dalam sekejap menghilang dari sana.
***
Dunia Abyss.
Terdapat 11 sosok yang tidak lain adalah utusan Xu Yuan, mereka semua sekarang berada di Gunung Bersalju yang jaraknya ratusan kilometer dari posisi Fang Lin.
7 dari mereka sedang bersantai di dalam Gua dengan api unggun yang menyala, sedangkan 4 lainnya berada di luar Gua untuk mengawasi keberadaan Fang Lin.
Tanpa mereka sadari, Yue sudah berada di balik pohon yang tidak jauh dari lokasi Gua.
Meskipun mereka sudah sangat waspada dan juga sudah menyebarkan Kesadaran Spiritual mereka, namun tidak ada satupun dari mereka yang menyadari keberadaan Yue.
Yue kemudian keluar dari balik pohon dan berjalan santai menuju Gua, di detik selanjutnya ia berhenti ketika 11 sosok muncul dan mengelilinginya sembari mengacungkan senjata mereka masing-masing.
"Kalian tega? Melukai gadis cantik sepertiku?" Yue tersenyum lebar ketika mengatakannya.
Mereka bersebelas tidak menjawab, hingga akhirnya pria paruh baya berjubah hitam yang tidak lain adalah Hong Wan mengatakan sesuatu, "Kau pengikut dia bukan?"
Sebenarnya Hong Wan hanya basa-basi saja, ia jelas sudah mengetahui kalau gadis remaja di depannya adalah bawahan dari Fang Lin.
Hong Wan tidak bertindak gegabah dan mencari waktu yang tepat untuk melarikan diri, ia tentu jelas mengetahui kalau Yue adalah gadis yang menakutkan.
Yue sendiri tertawa pelan, "Kalau kau ingin kabur silahkan saja, itupun jika bisa..."
Tanpa mereka sadari, Yue sudah menciptakan penghalang yang meniadakan hukum teleportasi atau perpindahan yang lainnya.
Hong Wan mengerutkan alisnya, ia mencoba untuk teleportasi namun selalu gagal, "Apa-apaan?! Kenapa aku tidak dapat berteleportasi?!" Batinnya terkejut.
Hong Wan tanpa banyak bicara melesat menjauh dari sana, ia melarikan diri dan meninggalkan pasukan Fiend Moon.
Sedangkan Para Low Pilar yang melihat Hong Wan melarikan diri langsung menyerang Yue, mereka berniat untuk mengulur waktu sebisa mungkin agar pria paruh baya berjubah hitam itu dapat melarikan diri sejauh mungkin.
Yue sendiri hanya tersenyum tipis dan disaat yang bersamaan 10 Low Pilar Fiend Moon langsung lenyap tanpa jejak seakan mereka semua tidak pernah ada.
Di sisi lain, Hong Wan melesat di udara dengan kecepatan yang melebihi cahaya, tetapi tiba-tiba saja ia terjatuh ke tanah begitu saja.
"Eh?! Apa ini?!" Hong Wan begitu terkejut ketika dirinya sedang merangkak di tanah.
"Hahahaha... Lucu sekali melihatmu jatuh ke dalam ilusiku." Yue tiba-tiba saja muncul di samping Hong Wan dan langsung menginjak punggungnya dengan satu kaki.
Sejak Hong Wan melarikan diri, dia sudah terperangkap dengan ilusi yang dibuat oleh Yue. Hong Wan memang merasa melesat terbang di langit dan menjauh, tetapi faktanya dia sedang merangkak di tanah seperti seekor cacing.
"Kau!!! Sebenarnya siapa kau?!!" Hong Wan tidak bisa mengendalikan rasa takutnya, dalam seumur hidupnya ia baru merasakan ketakutan semacam ini.
Yue menatap Hong Wan dengan tatapan dingin, "Kau adalah makhluk rendahan, eksistensimu jauh berada di bawahku. Sangat tidak pantas bagimu menanyakan hal semacam itu."
Usai menyelesaikan kata-katanya, Yue mengangkat kakinya yang menginjak punggung Hong Wan dan dalam sekejap pria paruh baya berjubah hitam itu menjadi serpihan debu yang terbawa oleh hembusan angin hingga menyatu dengan Alam.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.