System Sang Immortal

System Sang Immortal
Perjanjian Dengan Ji Hoon Dan Juga Ji Shang


__ADS_3

Fang Lin berbicara dengan Luan Ling, sedangkan Yue bermain dengan anak-anak di dalam rumah.


Waktu berlalu cukup cepat dan kini hari sudah mulai gelap. Yue langsung berhenti bermain dengan anak-anak panti asuhan, lalu menggiring mereka ke tempat tuannya.


Yue dapat melihat kalau tuannya itu sedang mengobrol santai bersama dengan Luan Ling, kedatangannya dengan anak-anak membuat obrolan keduanya terhenti.


"Apakah kalian sudah lapar?" Luan Ling bertanya dan dengan segera diangguki oleh para anak-anak.


"Ya, kakak~!"


"Baiklah. Aku akan menyiapkannya, kalian bersihkan diri lalu kembalilah ke sini." Ucapnya sambil tersenyum.


"Baik~!" Mereka semua dengan segera berlarian ke kamar mandi dan membersihkan diri mereka.


Luan Ling sendiri langsung berjalan menuju dapur yang tidak jauh dari sana, ia mengumpulkan kayu di satu tempat lalu mencoba membakarnya dengan pemantik api.


"Biar aku bantu!" Yue berjalan mendekati Luan Ling lalu membantunya menyalakan api dengan Elemen Api miliknya.


Melihat itu Fang Lin hanya diam dan terus duduk di kursi sembari melihat keduanya memasak makanan.


Saat sedang memasak makanan, Yue melambaikan tangannya ke samping dan dalam sekejap puluhan keranjang mewah muncul di lantai.


"Semua keranjang itu berisi bahan makanan, aku memberinya untukmu dan juga anak-anak panti." Yue berkata sambil tersenyum.


Luan Ling terkejut melihat itu semua, bukannya merasa senang dia malah terlihat sedih.


"Ada apa? Kenapa raut wajahmu berubah menjadi sedih?" Tanya Yue penasaran.


"Sebenarnya... Aku merasa tidak enak kepada anda dan juga tuan anda. Selama setahun ini, anda telah banyak membantu saya dan juga anak-anak panti, tetapi saya sendiri belum membalas satupun dari semua kebaikan anda." Ucap Luan Ling dengan nada yang terdengar sedih.


Yue tersenyum mendengarnya lalu berkata, "Aku murni membantumu bukan karena ingin dibalas ataupun mendapatkan pujian. Aku hanya ingin membantumu karena kau layak mendapatkannya..."


Luan Ling tersenyum haru mendengar itu, ia langsung memeluk Yue dengan erat dan terus-menerus berterima kasih kepadanya.


"Apakah kau menginginkan pekerjaan, Luan Ling?" Tanya Fang Lin penasaran.


Luan Ling yang mendengarnya langsung melepaskan pelukan lalu menatap pria berjubah hitam yang sedang duduk di kursi, "Saya akan sangat berterima kasih jika anda ingin memperkerjakan saya."


Fang Lin tersenyum, "Tentu. Besok pagi, datanglah ke Asosiasi Bunga Emas, aku akan memberikanmu suatu pekerjaan di sana."


Mata Luan Ling berubah menjadi antusias ketika mendengarnya, "Baik tuan!" Balasnya dengan semangat.


Luan Ling dan Yue akhirnya kembali memasak, butuh waktu sekitar 1 jam untuk menyelesaikan masakan mereka.


Anak-anak panti asuhan juga sudah berada di ruang makan dan mereka terlihat bahagia ketika melihat banyak sekali masakan enak.

__ADS_1


Mereka semua akhirnya makan dan setelah itu membersihkan piring masing-masing.


Setelah semua itu, Fang Lin dan Yue pamit pergi karena mereka berdua ingin pergi ke Asosiasi Bunga Emas.


Kepergian mereka berdua membuat anak-anak menjadi muram, namun itu tidak berlangsung lama setelah mereka mendapatkan hadiah dari Fang Lin.


***


Gedung Asosiasi Bunga Emas.


Karena sudah malam hari, gedung tersebut tidak memiliki banyak pengunjung.


Fang Lin dan Yue langsung berjalan memasuki gedung tersebut, dan disaat keduanya masih berada di lantai 1, tiba-tiba saja seorang kakek tua yang terlihat familiar menghampirinya bersama dengan seseorang bertopeng emas.


Tentu Fang Lin yang mengetahuinya hanya diam, begitu juga dengan Yue.


"Akhirnya anda disini, Tuan Lin!" Ji Hoon berkata dengan raut wajah senang sekaligus antusias.


"Saya telah mencari anda kemana-mana, namun saya tetap tidak menemukan keberadaan anda..." Timpal Ji Hoon cepat.


"Aku ada urusan mendesak, jadi maafkan aku..."


"Hahahaha... Anda tidak perlu sungkan! Oh ya, kebetulan saya ingin memperkenalkan seseorang kepada anda." Ji Hoon berkata lalu mempersilahkan orang yang ada di belakangnya untuk maju beberapa langkah.


"Aku adalah Fang Lin..."


Ji Shang dan Fang Lin melakukan basa-basi selama beberapa saat, lalu keduanya pergi ke ruang Manajer yang berada di lantai 3.


***


Di Ruang Manajer.


Fang Lin, Yue, Ji Hoon dan Ji Shang sedang duduk di bangku panjang, mereka berempat saling berhadap-hadapan dan membicarakan tentang bisnis mengenai penjualan pil tingkat 5.


"Anda ingin menjual pil tingkat 5 dengan syarat anda mendapatkan 50% saham Asosiasi Bunga Emas? Bukankah itu terlalu berlebihan?"


Ji Shang tentu tidak bisa menerima hal tersebut, karena dirinya tau itu merugikannya dan juga Ji Hoon.


"Aku paham. Namun sebagai gantinya aku akan terus menyuplai pil tingkat 3 dan 4 setiap tahunnya dalam jumlah yang banyak, tidak hanya pil saja tetapi tanaman spiritual dan juga buku seni bela diri." Ucap Fang Lin menjelaskan.


"Hmm? Buku bela diri dan tanaman spiritual? Tingkat berapa?" Tanya Ji Shang penasaran.


"Untuk tanaman spiritual aku akan memberikan tingkat menengah, sedangkan untuk buku bela diri berada di tingkat tinggi." Jawab Fang Lin cepat. Ia tidak ingin berlebihan dalam menyuplai, karena dirinya tidak ingin keseimbangan Alam ini goyah karenanya.


Mendengar itu tentu membuat Ji Shang dan Ji Hoon terkejut, keduanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


"Baiklah. Aku dan kakakku setuju dengan itu, lantas dengan cara apa kita membuat kontraknya?" Tanya Ji Shang penasaran. Melibatkan Kekaisaran dalam membuat kontrak sama saja memberitahu keberadaan Fang Lin, mereka tentu tidak ingin hal tersebut terjadi karena akan merugikan dan juga merepotkan mereka.


Fang Lin melambaikan tangannya dan sebuah kertas berwarna coklat tua muncul di udara, "Baca dan pahami isi dari kertas tersebut... Jika kau menyetujuinya, tempelkan cap jempol menggunakan darahmu di bagian bawah kertas itu." Ucap Fang Lin dan perlahan kertas tersebut melayang ke arah Ji Shang.


Ji Shan sendiri langsung meraihnya dan membaca isi kertas tersebut dengan teliti, sesudahnya ia membiarkan kakaknya Ji Hoon untuk membaca isi dari kertas tersebut.


Butuh waktu satu menit untuk Ji Hoon membaca seluruh isi dari kontrak perjanjian, "Hmm... Tidak ada yang salah dari kontrak ini, namun satu pertanyaan untukmu, tuan Lin." Ji Hoon berkata lalu menimpalinya, "Siapa yang jadi penengah dalam kontrak ini? Jika hanya sebatas kertas saja, masing-masing dari kita bisa saja berkhianat."


"Hukum Alam Semesta yang akan menjadi penengah kita... Jika salah satu dari kita melanggar perjanjian, kita akan mendapatkan konsekuensi langsung dari Alam Semesta dengan cara menurunkan petir kuat yang bisa menghancurkan tubuh serta roh kita." Jelas Fang Lin.


Ji Shang dan Ji Hoon mengerutkan alisnya ketika mendengar itu, "Hukum Alam Semesta? Bagaimana bisa kita percaya?" Tanya Ji Shang heran. Selama hidupnya, ia sama sekali belum pernah mendengar kalau Alam Semesta bisa menjadi saksi atas perjanjian kontrak seseorang.


"Kenapa kau tidak mencobanya?" Tanya Fang Lin dengan senyum tipis dibalik topengnya.


Ji Shang menelan ludahnya dan menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, aku mempercayaimu." Ji Shang melukai jempolnya lalu menempelkannya ke kertas tersebut, hal sama juga dilakukan Ji Hoon.


Ketika keduanya selesai melakukan cap darah, Fang Lin ikut melukai jempolnya, ia juga melakukan hal yang sama agar kedua orang di depannya percaya padanya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Promo Novel: Legenda Raja Kultivator.


Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.


Kekayaan? Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.


Kekuatan, itu adalah Tujuanku!


Menjadi kuat hingga dijuluki Raja Kultivator, adalah kepuasan dari seorang kultivator bernama Xiao Chen.


Namun dia tidak tau kalau masih banyak orang yang jauh lebih kuat darinya.


Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.


Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi kuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.


Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!


Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?


Pantau terus Novel: Legenda Raja Kultivator!


__ADS_1


__ADS_2