System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta XXIV


__ADS_3

"Dulu aku sama sekali tidak mengerti kenapa Mika ingin memberikan keselamatan pada orang-orang yang tinggal di pemukiman modern, dan memberikan hidupnya sebagai imbalan. Tapi, sekarang aku mulai memahaminya melalui penalaranku..." Fang Lin bergumam, lalu tersenyum tipis, "Mereka mirip seperti aku yang ingin melindungi keluargaku serta semua bawahan inti."


Itulah mengapa Fang Lin memberikan janji yang sama sekali tidak menguntungkannya.


Setelah tiga menit menit berlalu, ketiga raksasa itu berhenti berdiskusi dan menatap Fang Lin secara bersamaan.


"Kami sudah membuat keputusan." ucap raksasa pertama, lalu menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan melalui mulut, "Kami mempercayai janjimu, tapi masih ada satu pertanyaan yang mengganggu pikiran kami."


"Apa?" Fang Lin sedikit menaikkan alisnya.


"Ketika seorang Peserta gagal dalam melindungi Mahkotanya, dia dan semua orang yang bersamanya akan didiskualifikasi dari Turnamen Semesta. Itulah yang dikatakan oleh Avatar Gabriel, apa kau mempunyai solusinya?" tanya raksasa pertama dengan suara yang rendah.


"Tidak perlu mengkhawatirkan itu, aku mempunyai sebuah Artefak yang bisa menyimpan jiwa." ucap Fang Lin sembari tersenyum tipis, lalu melanjutinya, "Lagipula di sana masih ada seekor Kera yang terkurung, mungkin dia akan senang jika mendapatkan teman-teman baru meskipun hanya sementara saja."


"Seekor kera?" mereka bertiga mengerutkan alisnya.


"Tidak perlu dipikirkan, dia hanya seekor Kera yang tidak berguna." balas Fang Lin santai.


Mereka bertiga terdiam sejenak sebelum akhirnya menghela nafas panjang.


"Kalau begitu, kami siap." mereka bertiga berkata secara serempak.


Fang Lin mengangguk kecil dan sebelum menghabisi mereka semua, ia lebih dulu bertanya, "Siapa di antara kalian bertiga yang seorang peserta?"


"Aku adalah orangnya." raksasa pertama langsung menjawab.


"Baiklah... Kalau begitu, sampai jumpa." ucap Fang Lin dengan tenang, itu adalah kata-kata terakhir yang didengar oleh ketiga raksasa tersebut.


Fang Lin membunuh ketiganya dengan tebasan, tetapi tidak ada rasa sakit sedikitpun yang mereka terima. Ia kemudian melakukan hal serupa pada setiap raksasa yang masih hidup di wilayah itu


......


Membutuhkan beberapa waktu bagi Fang Lin untuk menyelesaikan tugasnya, ia kemudian menarik jiwa mereka semua sekalian menugaskan Absolute bayangannya untuk mengambil Mahkota yang ditempatkan di salah satu bangunan wilayah itu.


Setelah menempatkan semua jiwa tersebut ke dalam sebuah bola energi seukuran telapak tangannya, makhluk bayangan muncul tepat di depannya dan membawakan sebuah Mahkota yang bertuliskan 'Shajin'.


"Oh, jadi jiwa itu namanya Shajin, ya?" gumam Fang Lin sembari menatap sebuah jiwa yang melayang di kejauhan.


Jiwa tersebut tidak Fang Lin tempatkan ke dalam bola energi karena dia adalah jiwa dari peserta Turnamen Semesta, jiwa itu akan didiskualifikasi setelah Mahkotanya memasuki batas dari wilayahnya.


Perlu diketahui, meskipun seorang Peserta telah mengalami kematian tetapi jiwanya masih tetap ada, dia masih belum didiskualifikasi selama Mahkota miliknya masih berada di wilayahnya dan masih mempunyai kesempatan untuk kembali.

__ADS_1


Fang Lin terdiam sejenak sembari menatap jiwa tersebut, lalu meninggalkannya dan kembali ke wilayahnya.


......................


Kurang lebih selama satu jam bagi Fang Lin untuk kembali ke wilayahnya, situasi terlihat aman setelah ia memeriksanya menggunakan Kesadaran Spiritual.


Fang Lin kemudian pergi ke pemukiman dan berdiri tepat di depan pintu bangunan yang tidak lain adalah tempat untuknya menaruh barang-barang berharga.


Suasana di pemukiman sangat sepi, bahkan hampir tidak ada keluarga atau bawahan intinya yang beraktivitas di luar.


"Sepi juga..." Fang Lin bergumam, rata-rata keluarga dan bawahan intinya sedang melakukan kultivasi tertutup di rumah masing-masing.


"Sayang, jiwa-jiwa siapa yang kamu bawa?" Yue tiba-tiba saja muncul di sebelah suaminya itu.


"Ah, kau mengejutkanku." Fang Lin menoleh ke samping kanan lalu tersenyum lembut.


"Bohong sekali, kau saja sudah menyadari kalau aku mengawasimu semenjak masuk ke wilayah ini." balas Yue dengan ekspresi datar.


"Maksudku, aku terkejut karena kamu semakin cantik tiap harinya." ucap Fang Lin dan mengakhiri tawa kecilnya.


Yue sendiri sedikit tersipu ketika mendengar gombalan garing dari suaminya itu, "Di situasi seperti ini saja kamu masjh menggombal." Yue menggelengkan kepalanya sembari berdecak beberapa kali.


"Hehehehe, maaf." Fang Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu menjawab pertanyaan Yue sebelumnya, "Ini adalah jiwa-jiwa dari raksasa yang tinggal di wilayah lain, agak sulit bagiku untuk menjelaskan secara detail jadi lebih baik kamu melihatnya sendiri."


Setelah menerima ingatan tersebut, Yue menganggukkan kepalanya paham. Ia sejenak menatap bola energi itu, kemudian bertanya, "Bukankah ada peraturan yang di mana seorang peserta Turnamen Semesta akan didiskualifikasi bersama orang-orang yang mempunyai dengannya, bagaimana kau mengatasi itu?"


"Sejak mereka berada di bola energi ini, mereka sudah menjadi milikku." ucap Fang Lin sembari tersenyum tipis.


Yue sedikit mengangkat alisnya, lalu mengalihkan pandangan ke arah bola energi yang melayang di dekat suaminya itu.


"Tunggu, itu adalah segel kontrak Tuan dan Budak?" tanya Yue memastikan, nadanya sedikit terkejut.


"Yap, bisa dibilang bola energi ini adalah teknik daur ulang dari salah teknik Arrayku." jawab Fang Lin dengan tenang.


"Apakah kau menciptakan secara mendadak, ya?" Yue bertanya sekali lagi, dan suaminya itu menganggukkan kepalanya, "Luar biasa, rupanya kamu seseorang yang cepat tanggap, ya?"


Fang Lin hanya tertawa kecil, lalu mengalihkan pembicaraan dengan cara membuka pintu gedung yang ada di depannya saat ini.


"Omong-omong, kau menyimpan Mahkota di sini, bukan?" tanya Fang Lin sembari memasuki gedung.


"Ya, dan aku memerintahkan Lien Juan untuk selalu menjaganya." jawab Yue yang mengekorinya dari belakang.

__ADS_1


"Lien Juan...?" Fang Lin sedikit memasang ekspresi bingung sebelum membuat ekspresi mengingat sesuatu, "Dia sekarang di mana?"


Ketika Fang Lin baru menyelesaikan kata-katanya, Lien Juan atau disebut sebagai Mika muncul tepat di hadapannya sembari berlutut.


"Lien Juan menghadap Tuan dan Nona." ucap seorang perempuan cantik dengan nada penuh hormat.


"Apa sejauh ini situasinya baik?" Fang Lin bertanya ketika melewati Lien Juan yang berlutut, tidak jauh dari tempatnya berada ia menemukan podium yang di atasnya diletakkan sebuah Mahkota mewah.


"Sejauh ini, saya tidak menemukan masalah, Tuan." ucap Lien Juan tenang.


"Baguslah..." balas Fang Lin, lalu meletakkan Mahkota milik peserta Raksasa ke dekat kaki podium, "Aku akan membawa Mahkota-Mahkota lainnya, kuharap kamu bisa menjaganya dengan baik."


"Saya mengerti, Tuan." Lien Juan mengangguk patuh tanpa adanya keluhan.


Fang Lin tersenyum tipis, lalu menggunakan energi semestanya untuk mengambil sebuah botol berwarna coklat tua yang terlihat bersih.


Botol itu sendiri disebut sebagai Botol Penyegel Dewa, di dalam botol tersebut ada Sun Wukong yang sudah dikurungnya semenjak perang melawan Alam Dewa berakhir.


"Rasanya cukup nostalgia setelah mengingat namanya..." Fang Lin diam-diam tertawa dalam hati, lalu memasukkan jiwa-jiwa raksasa ke dalam sana.


"Apakah baik-baik saja menempatkan mereka di sana?" tanya Yue setelah Fang Lin menutup Botol Penyegel Dewa dengan tutupnya.


"Tidak masalah, karena di dalam botol ini mereka tidak akan bisa saling memakan satu sama lain sehingga jiwa mereka dipastikan tetap aman." Fang Lin menjelaskan, lalu melanjutinya, "Selain itu, para jiwa raksasa masih terpengaruh dengan kontrak Tuan dan Budak milikku, jadi aku bisa mengetahui situasi mereka jika ada yang tidak beres."


Fang Lin kembali menempatkan botol Penyegel Dewa ke tempatnya semula, lalu berjalan pergi dari sana bersama Yue.


"Kamu cukup cepat dalam membuat solusi, ya?" jujur saja, Yue terkesan dengan cara penanganan suaminya itu.


"Setelah hidup selama ini, itu sama sekali bukan sesuatu yang hebat." balas Fang Lin, tetapi ia terlihat sombong saat mengatakannya.


Yue tentu mengetahuinya tetapi ia hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya.


Setelah pintu gedung telah ditutup dan meninggalkan Lien Juan di dalam sana, Yue menatap suaminya lalu bertanya, "Apa kamu akan merebut Mahkota lainnya?"


"Ya, karena batas waktu dari pertandingan ini hanya tiga tahun saja. Aku perlu mengumpulkan Mahkota sebanyak-banyaknya agar aku bisa masuk ke dalam sepuluh posisi teratas." Fang Lin menjelaskan secara singkat.


"Aku mengerti." Yue mengangguk paham, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, berhati-hati lah..."


"Tentu." jawab Fang Lin sembari tersenyum lembut, lalu pergi dari sana dan meninggalkan istrinya tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2