System Sang Immortal

System Sang Immortal
Invasi Kelompok Setan Kuno II


__ADS_3

Sesuai apa yang Fang Lin pikiran sebelumnya, dalam waktu sepuluh menit saja ia berhasil membunuh empat dari tujuh Supreme Being tingkat rendah.


"Kalian sepertinya terlalu bodoh, ya?" ucap Fang Lin sembari tersenyum mengejek, kemudian ia mengeksekusi jurus Penghunus Surga dan berhasil membunuh satu lagi Supreme Being.


Hal itu tentu saja membuat dua Supreme Being yang tersisa menjerit putus asa, dalam pikiran mereka sudah tidak ada kesempatan lagi untuk bertahan hidup.


Fang Lin sendiri tidak membuang banyak waktu lagi, ia langsung melancarkan jurus-jurusnya yang lain sementara lawannya hanya diam dan memasrahkan diri.


Boooom!


Ledakan besar terjadi ketika serangan yang Fang Lin lancarkan meledak saat berbenturan dengan serangan dari keempat Supreme Being tingkat menengah di kejauhan.


"Hm...?" Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, padahal ia sudah mengalirkan Qi Semesta yang lumayan banyak pada serangan terakhir tetapi mereka mampu membuat serangannya itu berhenti? Itu menarik.


Fang Lin bisa merasakan fluktuasi yang begitu dahsyat keluar dari keempat Supreme Being tingkat menengah tersebut, ia sendiri merasa sedikit tertekan karena pada dasarnya dirinya mempunyai basis kultivasi lebih rendah daripada mereka.


Fang Lin kemudian meniadakan beberapa hukum yang hanya berlaku pada lawannya, namun semua usaha yang sudah ia lakukan tidak berakhir memuaskan.


Keempat Supreme Being tingkat menengah itu mulai memberikan serangan beruntung yang mengarah ke tempat Fang Lin berada, sedangkan kedua Supreme Being di tingkat rendah langsung melarikan diri sejauh mungkin menggunakan kecepatan yang melampaui cahaya.


Fang Lin menggunakan Supreme Barrier untuk menangkis semua serangan mereka, sejenak ia teringat dengan Kaisar Dewa dan membandingkan kekuatannya dengan keempat Supreme Being tingkat menengah terasbut.


"Entah kenapa, aku merasa yakin kalau Kaisar Dewa jauh lebih kuat dari mereka." gumam Fang Lin tenang, memang basis kultivasi biasanya dijadikan tolak ukur kekuatan tetapi bukan berarti kau akan menjadi pemenangnya jika melawan orang yang berada di bawahmu, "Yah, itu seharusnya sudah jelas, bukan? Kaisar Dewa adalah pemimpin dari para Dewa di Alam Semestaku sebelumnya, meskipun tidak seimbang dalam perkembangan kekuatan tetapi Kaisar Dewa tetaplah Kaisar Dewa... Cecunguk seperti mereka tidak bisa dibandingkan dengannya."


Fang Lin menggeleng kecil usai menggumamkan hal tersebut, ia kemudian menatap keempat Supreme Being tingkat menengah yang sedari tadi melancarkan serangan lalu mulai mengalirkan Qi Semesta dalam jumlah banyak ke pedang Raja Surgawi.


Whooossh!


Fluktuasi energi yang begitu dahsyat merembes keluar dari tubuh Fang Lin, ia mengangkat pedang Raja Surgawi ke atas dan pada saat yang bersamaan Supreme Barrier mulai menghilang.


Whoooosh!


Tidak sampai satu detik, Fang Lin berhasil mengayunkan pedang Raja Surgawi secara vertikal dan menciptakan lekungan raksasa yang terbuat dari elemen Cahaya.


Slasssh!


Keempat Supreme Being hanya bisa melotot ketika lekungan raksasa tersebut mengarah ke tempat mereka berada, karena tidak sempat bereaksi tubuh mereka berempat terbelah menjadi dua dan hal yang serupa juga terjadi pada roh mereka.


"Fuh..." Fang Lin langsung menghela nafas lewat mulut setelah berhasil membunuh sekaligus melenyapkan roh dafi keempat Supreme Being tersebut.

__ADS_1


Fang Lin kemudian menatap ke satu arah dan menemukan dua Supreme Being di tingkat rendah yang sedang melesat di udara dengan kecepatan sangat tinggi, ia tentu merasa kasihan pada mereka berdua tetapi tidak ada pilihan lain lagi selain membunuh keduanya.


Meskipun Fang Lin bisa menjadikan mereka makhluk bayangannya tetapi ia tidak berniat melakukan hal itu, alasannya karena jumlah makhluk bayangannya sudah lebih dari cukup.


Tidak ada gunanya menambah makhluk bayangan, jumlah yang banyak tidak akan berguna jika dihadapkan oleh lawan yang kuat.


Fang Lin kemudian menghabisi kedua Supreme Being tingkat rendah itu menggunakan elemen Es Sucinya, memerlukan beberapa menit baginya untuk melakukan hal tersebut dikarenakan kecepatan Elemen Es Sucinya tidak secepat gerakan mereka.


Setelah tidak ada lagi makhluk hidup yang berada di dalam domain Penjara Es Suci, Fang Lin menghilang dalam sekejap dari sana.


Fang Lin kembali muncul di atas langit kota Hanzhong, Kesadaran Spiritualnya menyebar ke seluruh arah dan mendapati kondisi kota yang tidak separah sebelumnya.


Tanpa banyak basa-basi lagi Fang Lin langsung melesat di udara lalu menghabisi semua anggota kelompok Setan Kuno yang ditemuinya, tindakannya tersebut tentu saja menarik perhatian banyak kultivator dan di antara mereka adalah sekelompok Supreme Being yang di bawah perintah langsung Guard Emperor.


"Kuat sekali... Apakah dia benar-benar seseorang di tingkat rendah?" Supreme Being yang mempunyai basis kultivasi sama seperti Fang Lin berdecak kagum, ia mengakui kalau pemuda itu berkali-kali lipat jauh lebih kuat darinya.


"Kita harus berterima kasih padanya setelah semua ini berlalu, dia adalah orang yang paling banyak berkontribusi dalam menyelamatkan kota ini..."


"Omong-omong, di mana kelompok Supreme Being lawan? Aku sempat merasakan belasan Supreme Being yang mempunyai aura Iblis."


"Aku juga penasaran, ke mana mereka pergi."


"Hentikan percakapan ini, masih ada banyak kultivator Setan Kuno di kota ini."


Tujuh Supreme Being yang mendengar ucapan dari pria paruh baya di tingkat tinggi itu langsung mengangguk patuh, mereka sama-sama memutuskan telepati dan fokus dengan apa yang ada di depan mereka saat ini.


Di sisi lain, empat Supreme Being dari kelompok Setan Kuno yang diperintahkan menjaga tongkat hitam sedang berdiskusi lewat telepati.


"Ini masalah, koneksi telepati dengan tim penyerang menghilang tanpa jejak. Aku yakin, ada masalah serius yang terjadi pada mereka."


"Jangan membuat kesimpulan seperti itu, mereka sepertinya sedang sibuk melawan musuh di Domain sehingga tidak sempat membalas kita."


"Tapi ini sangat aneh, bukan? Seharusnya ada salah satu tim penyerang di kota ini, kenapa mereka semua malah berada di Domain pada waktu yang bersamaan?"


"Kau benar ini memang aneh, tetapi berpikirlah secara positif. Kita semua sudah mengukur kekuatan dari rata-rata kultivator yang tinggal maupun singgah di kota ini, jadi jangan khawatir."


"Wong, tidak biasanya kau diam terus. Apa yang terjadi padamu?"


"Kalian sedang menyebarkan Kesadaran Spiritual, bukan?"

__ADS_1


"Ya, tentu saja."


"Lihat pemuda tampan yang membantai anggota kita dengan mudah, aku bertemu dengannya sebelum invasi terjadi."


"Lalu...?"


"Waktu itu aku merasakan dia adalah seseorang di ranah Saint, tapi sekarang sudah berbeda. Bagaimana kalau dia adalah variabel yang tidak pernah kita pikirkan dalam rencana ini?"


"Apa kau takut kalau dia adalah orang yang mampu mengacaukan invasi kita?"


"Begitulah."


"Jadi, apa rencanamu? Kabur dari sini?"


"Tidak. Apa kau berpikir aku seorang pengecut, huh?"


"Hahaha... Maaf, maaf. Aku hanya menguji saja, kupikir kau orang lain."


"Leluconmu buruk."


"Ya, ya... Jadi, apa rencanamu?"


"Bagaimana kalau kita mengepungnya dan menghabisinya di dalam domainku?"


"Itu rencana yang tergesa-gesa, kita tidak tau seberapa kuat dia."


"Kau benar, tapi memangnya tindakan macam apa yang bisa dilakukannya di hadapan empat Supreme Being tingkat rendah sekaligus?"


"Kita tidak tau, bisa saja dia punya kemampuan untuk melakukannya, bukan?"


"Ayolah, kau terlalu meremehkan dirimu sendiri dan juga kami."


"Wong benar, kita bisa mengurangi beban tim penyerang dengan menghabisinya. Toh, tidak akan ada masalah jika harus meninggalkan tugas selama beberapa jam."


Mereka berempat melakukan beberapa pertimbangan sampai akhirnya rencana Wong disetujui oleh ketiga Supreme Being lainnya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2