System Sang Immortal

System Sang Immortal
Xana Vs Hiu Petir


__ADS_3

Setelah membantu kedua Vampir Darah tadi, Diablo kembali melanjutkan tujuannya. Selama di perjalanan, ia membantu beberapa kelompok yang berasal dari kubunya dan membuat namanya mulai dikenali banyak orang.


Diablo tentu mengetahui itu tetapi ia tidak terlalu memikirkannya karena hal tersebut sudah ia prediksi sebelumnya.


***


Di sebuah lautan tanpa ujung, terlihat lima orang ras Xana yang kini sedang bertarung dengan tiga ekor ras Hiu Listrik. Meskipun mereka yang berasal dari ras Xana menang dalam hal jumlah, namun kekuatan mereka berlima sama sekali tidak bisa mengimbangi ketiga lawannya.


Selain kekuatan mereka yang tidak berimbang, ras Hiu Listrik adalah salah satu musuh yang paling menyulitkan bagi ras Xana. Sebab, elemen listrik mereka adalah lawan alami dari elemen air ras Xana.


"Percuma saja, kita tidak akan bisa menang melawan mereka bertiga." ucap perempuan cantik berambut coklat keriting.


"Aku setuju! Untuk sekarang, lebih baik kita mundur. Tidak ada baiknya untuk memaksakan pertarungan ini." jawaban perempuan cantik lainnya.


Seorang perempuan bergaun ungu muda terlihat memikirkan perkataan mereka berdua, ketika ia ingin mengatakan sesuatu-- ketiga Hiu Listrik yang menjadi lawan mereka kembali menyerang.


"Tidak semudah itu untuk melarikan diri dari kami. Tempat ini adalah wilayah utama Hiu Listrik, akan ada banyak teman-teman kami yang menghadang kalian jika mencoba kabur." seekor Hiu Listrik berkata sembari tersenyum mengejek. Dia mempunyai wujud seperti Hiu pada umumnya tetapi dengan kaki dan tangan yang sama persis seperti manusia.


"Hmph! Kalian beruntung karena kakak tertua sedang tidak ada di sini. Jika dia ada, maka kalian bisa terbunuh dalam sekejap mata!" ucap perempuan bergaun hijau sembari mendengus kesal.


Ketiga Hiu Listrik yang mendengarnya langsung tertawa mengejek, "Gahahaha... Lucu sekali, kau berkata seperti itu di saat terpojok oleh lawan yang kuat? Sungguh memalukan." ucap satu Hiu Listrik dengan kepala yang menggeleng pelan.


"Meskipun dia bisa membunuh kami dengan mudah, belum tentu dia bisa membunuh bos kami. Gahahaha... Mungkin di hadapannya, kakak tertua kalian hanyalah seekor semut!" timpal Hiu Listrik lainnya.


"Oh, ya? Apa aku tidak salah dengar?" tiba-tiba saja seorang perempuan cantik bergaun biru muncul dari balik awan, ia mempunyai tatapan mata yang tajam dan rambut hitam panjang.


"Kakak Mu Lan! Akhirnya kamu datang juga!" perempuan bergaun hijau itu tampak senang dengan kehadirannya.

__ADS_1


"Bao En, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mu Lan ketika sudah berada di samping adiknya.


"Hehehe... Aku baik-baik saja, Kak! Mereka tidak cukup pantas untuk melukaiku!" jawab Bao En sombong sembari menunjuk tiga Hiu Petir di depannya.


Plak!


Mu Lan menjintak kepala adik perempuannya itu dan berkata dengan nada kesal, "Padahal kamu tidak bisa membunuh salah satu dari mereka, tapi kenapa kamu sangat sombong?"


Bao En sendiri langsung mengusap bagian kepala yang baru saja dijitak oleh kakaknya, "Aduh, kakak... Aku cuma sengaja saja! Mereka itu tidak pantas melihat kekuatan asliku!" jawabnya membela diri.


Plak!


"Omong kosong lagi! Dasar adik payah, saat pulang nanti kamu harus berlatih lebih giat." Mu Lan kembali menjitak kepala adiknya, dan membuat Bao En mengerang kesakitan.


"Duh, duh! Kak, baiklah! Maafkan aku. Jangan jitak aku lagi..." Bao En menutup kepalanya dengan kedua tangan, ia bahkan sampai melapisi dengan Qi walaupun itu sama sekali tidak berguna di hadapan kakaknya.


"Wah, wah... Kalian mau kabur, ya?" sebuah suara terdengar jelas di telinga ketiga Hiu Petir, dan membuat mereka merasa merinding.


"Hiiyy~" ketiga Hiu Petir terkejut ketika mendapati Mu Lan sedang berada tepat di atas mereka.


"Berpen-" belum sempat menyelesaikan kata-katanya, pandangan ketiga Hiu Petir menjadi berputar dan membuat mereka menjadi bingung.


"Tubuh kita terbelah..." suara bergetar keluar dari mulut Hiu Petir yang pertama kali menyadarinya.


Wajah dua Hiu Petir yang mendengar itu menjadi pucat pasi, mereka baru menyadari kalau bagian bawah tubuh mereka seperti mati rasa. Ketikw mereka ingin memastikan perkataan dari rekannya, cahaya yang begitu terang menyilaukan mata ketiganya dan dalam sekejap pandangan mereka berubah menjadi gelap gulita.


Di sisi lain, Mu Lan hanya diam saat melihat tiga Hiu Petir itu meledak menjadi tak tersisa karena serangan keduanya. Sebenarnya memotong tubuh mereka menjadi dua bagian sudah lebih dari cukup untuk membuat ketiganya terbunuh, tetapi ia tidak mau ambil resiko karena bisa saja mereka mendapatkan kesempatan yang tak terduga dan membuat mereka bertahan hidup selama beberapa waktu.

__ADS_1


"Kakak, kamu cepat sekali~" Bao En dan keempat wanita ras Xana lainnya menghampiri Mu Lan, "Apakah mereka sudah terbunuh?" tanya Bao En penasaran.


Mu Lan mengangguk dan menjawab, "Ya..."


Bao En langsung tersenyum lebar ketika mendengarnya, "Hehehe... Kakak memang terbaik! Ayo kita cari lawan yang lainnya!" ucapnya dengan nada semangat.


Mu Lan menghela nafas panjang sebelum menganggukkan kepalanya, ketika mereka berenam hendak pergi dari sana-- muncul kelompok Hiu Petir dalam jumlah yang cukup banyak.


"Hohoho... Kalian tidak perlu susah payah mencari musuh, kami sendiri sudah datang menghampiri kalian. Jadi, tolong sambut kami dengan baik." seekor Hiu Petir yang tubuhnya berukuran 18 meter berkata sembari menyeringai seram, dia adalah Ming Kau-- seorang Bos yang dimaksud oleh tiga Hiu Petir sebelumnya.


"Sialan! Bagaimana bisa aku telat menyadari keberadaan mereka?!" Mu Lan mengumpat dalam hati, ia mengedarkan pandangannya dan menemukan ada lebih dari seratus ekor Hiu Petir yang mengepung mereka, "Ini buruk! Mereka terlalu banyak, dan lagi beberapa di antaranya memiliki kekuatan yang melebihi Bao En serta lainnya."


"Kakak..." Bao En menjadi ketakutan setelah kemunculan mereka, ia jelas tau kalau sekarang dihadapkan dengan situasi yang sangat buruk.


Empat perempuan ras Xana lainnya juga bereaksi sama seperti Bao En, mereka ketakutan dan mulai berpikir kalau kematian akan datang sebentar lagi.


"Baiklah, tidak perlu basa-basi lagi." Ming Kau mengangkat tangan kanannya ke depan, "Habisi mereka..."


Ratusan Hiu Petir itu langsung melesat ke kelompok ras Xana sembari mengeluarkan jurus-jurus mereka.


Mu Lan sendiri langsung menciptakan kubah pelindung raksasa yang mencangkup dirinya dan juga lainnya. Ia tidak berniat untuk menyerang balik mereka karena menurutnya itu adalah tindakan bodoh di situasi semacam ini, usaha yang ia bisa lakukan sekarang adalah melindungi diri serta yang lainnya dari serangan musuh dan mulai menghubungi bala bantuan.


"Gahahahaha... Sebelumnya kalian terlihat sangat percaya diri, tapi kenapa sekarang kalian seperti seekor tikus yang terperangkap?" Ming Kau tertawa mengejek, "Oh, apa kalian sedang mengulur waktu dan mengharapkan bala bantuan? Gahahaha..... Setelah mereka datang, mayat kalian pasti sudah mengambang di lautan luas ini!"


Sesaat setelah mengatakan itu, Ming Kau juga ikut menyerang penghalang yang diciptakan oleh Mu Lan. Menurutnya, sesuatu yang buruk akan terjadi jika ia membiarkan mereka hidup lebih lama lagi-- dan juga sepertinya Mu Lan sudah menghubungi bala bantuan lewat sebuah Giok Penghubung.


Bersambung......

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2