System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta XIX


__ADS_3

Melihat Liu Bei dan Kirisan mengalami kekalahan telak melawan makhluk itu membuat Marak sedikit merinding, namun di sisi lain hasrat bertarungnya meningkat karena mendapatkan lawan yang kuat.


Marak maju mendekati makhluk itu dan mulai bertukar serangan dengannya, meskipun telah mendapat serangan bantuan dari yang lain tetapi dirinya tetap tidak sanggup untuk seimbang dengan makhluk itu.


Dalam waktu kurang dari 30 menit saja, dia dibuat babak belur dan dipentalkan ke daratan. Kekalahannya saat menghadapi makhluk itu jauh lebih cepat daripada Liu Bei dan Kirisan.


Makhluk itu mengincar satu-persatu dari semua orang yang ada di sana, tetapi anehnya dia tidak melancarkan serangan yang membuat mereka terbunuh.


Ketika Nalimi dan Childe sudah tumbang, makhluk itu mengarah ke tempat Cassiel berada tetapi belum sampai di sana, Fang Lin muncul tepat di hadapannya dan tanpa banyak bicara langsung menyerangnya.


Kali ini, Fang Lin sudah siap dengan teleportasi yang akan dilakukan oleh makhluk itu. Ia menganggap makhluk itu bisa dengan bebas melakukan Hukum Ruang, sementara dirinya tidak.


Pertarungan Fang Lin dan makhluk itu menjadi imbang setelah Cassiel serta yang lain memberikan serangan pendukung.


Di sisi lain, kelompok Iblis yang sedang memulihkan diri dari balik perisai ciptaan Dazai kini mengamati pertempuran yang ada.


"Apa dia mau terus terusan begitu? Kalau saja dia menggunakan energinya, mereka pasti sudah mati sedari tadi." Hizen, salah satu iblis yang mempunyai wujud seram sedikit mengeluh.


"Sayangnya aku tidak bisa mengendalikan dia, aku memang punya kontrak dengannya tetapi isi dari kontrak itu adalah dia akan melakukan perintahku dengan caranya sendiri. Kalau aku memaksa, kontraknya akan batal dan dia bisa bebas..." Mazore menghela nafas panjang usai berkata demikian, lalu melanjutinya, "Tapi sejauh ini, dia tidak pernah gagal dalam menjalankan perintahku. Meski tindakannya terkadang membuatku kesal, namun tingkat keberhasilannya sempurna."


"Singkatnya, kau tidak perlu khawatir, Hizen." Raquel menimpali, lalu segera melanjutinya, "Kalaupun dia gagal, mereka pasti sudah sangat lemah dan kita bisa membunuh mereka dalam waktu yang singkat."


"Selain itu, Dazai, kenapa kau memberitahunya kalau makhluk yang kukeluarkan hanya akan bertahan selama tiga hari saja?" Mazore menatap Dazai dengan tatapan datar.


"Hahaha... Maafkan aku, karena aku merasa sudah di atas langit jadi kuberitahu saja mengenai itu padanya." balas Dazai sembari tertawa hambar.


"Dasar bodoh, itu adalah informasi berharga bagi mereka dan pastinya akan mempengaruhi rencana yang mereka bangun." ucap Mazore sembari menggeleng kecil.


Memang makhluk itu mempunyai tingkat keberhasilan yang sempurna dalam menjalankan perintah Mazore tetapi bukan berarti kegagalan adalah sesuatu yang mustahil.


"Ya, sudahlah. Tidak perlu dibahas lebih jauh, sekarang ada baiknya untuk mengamati pertempuran di depan sana sambil memulihkan diri sebisa mungkin." ucap Raquel menengahi sebelum terjadi perdebatan, "Waktu kita hanya tersisa kurang dari tiga hari, ingat itu."


Mereka hanya mengangguk paham dan tidak lagi berdebat lebih jauh.

__ADS_1


***


Selama dua hari lebih, Fang Lin dan yang lain terus bekerja keras melawan makhluk itu, hampir semua orang telah kehabisan sebagian energi dalam diri mereka.


"Tersisa 3 jam lagi sebelum kontrak itu berakhir, jangan lupa untuk menghemat energi kalian sebanyak mungkin!" Cassiel mengingatkan melalui telepati.


Namun sesaat Cassiel mengatakan itu, makhluk hitam yang menjadi lawan mereka mengeluarkan aura Iblis yang begitu mengerikan dan membuat mereka merasa merinding untuk kedua kalinya.


"Kalian sangat menyenangkan, tapi waktu bermain kita sudah hampir habis. Sekarang, adalah waktunya untuk serius."


Untuk pertama semenjak kemunculannya, makhluk itu mengeluarkan suara berat dari mulutnya.


Setelah itu, kedua tangannya memanjang dan membentuk bilah pedang yang dipenuhi oleh mata.


"Supaya menyenangkan, aku beritahu satu hal." makhluk itu terdiam sejenak, lalu melanjutinya, "Setiap mata yang ada di tubuhku mempunyai kemampuannya tersendiri, aku harap kalian mampu menanganinya."


Makhluk itu dalam sekejap menghilang dari tempatnya usai berkata demikian, ia muncul tepat di depan Nalimi lalu dengan sangat cepat menusuk perutnya.


Fang Lin sendiri yang melihatnya tidak tinggal diam, ia melesat dengan cepat dan mengayunkan pedang Pembunuh Absolute secara Vertikal.


Namun, Fang Lin langsung terpental ke belakang ketika salah satu mata yang ada di belakang punggung makhluk itu memancarkan energi iblis.


Kirisan serta yang lain juga melakukan hal yang sama seperti Fang Lin, dan nasib mereka tidak jauh berbeda darinya.


Sementara itu, tubuh Nalimi dibelah menjadi dua dan jiwanya terserap ke dalam salah satu mata yang ada di tubuh makhluk itu.


Ketika itu terjadi, Fang Lin bisa merasakan kalau makhluk tersebut menjadi tambah kuat.


"Keparat, padahal tinggal beberapa jam lagi tetapi dia malah menjadi serius." Fang Lin merapatkan giginya karena marah, "Apa aku harus menggunakan Mata Kehancuran? Tapi..."


Fang Lin sulit untuk membayangkan rasa sakit macam apa yang akan diterimanya jika membunuh makhluk itu menggunakan Mata Kehancuran.


"Tidak, itu terlalu beresiko. Aku akan melakukannya jika itu adalah pilihan terakhir." Fang Lin menggeleng cepat, dan makhluk itu tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya lalu kembali muncul tepat di belakang Marak, "Tidak, awas!"

__ADS_1


Peringatan Fang Lin sudah terlambat karena kepala Marak langsung hancur dalam sekejap mata, dan di detik selanjutnya jiwanya ditarik secara paksa lalu diserap oleh makhluk itu.


Kedua mata Fang Lin langsung terbuka secara sempurna ketika melihat kejadian itu, Niat Membunuh merembes keluar dari tubuhnya dan menarik perhatian dari makhluk itu.


"Niat Membunuh yang sangat mengerikan..." makhluk itu bergerak ke arah Fang Lin, lalu melancarkan berbagai serangan yang kali ini bukan pukulan seperti sebelumnya.


Fang Lin sendiri menangkis serta menghindari semua serangan itu, ia mengeksekusi beberapa teknik pedangnya lalu mengatakan pada semua anggota yang tersisa untuk berlindung sementara dirinya akan mengurus makhluk itu seorang diri.


Di sini Fang Lin bukan ingin menjadi seorang pahlawan atau semacamnya tetapi dia tidak mau mendapatkan kerugian yang banyak mengingat Pertempuran Kelompok masih tersisa dua tahun lagi.


Tentu saja ada penolakan dari mereka tetapi Fang Lin memberitahu kalau dia mempunyai teknik serangan tingkat Kosmis yang ingin dicobanya, ia juga meminta Childe menciptakan lapisan pelindung yang sangat banyak karena kemungkinan teknik itu mempunyai dampak yang besar.


Mereka akhirnya menyetujui ucapan Fang Lin dan kemudian berkumpul di satu tempat, sebelum Childe menciptakan lapisan pelindung, Cassiel lebih dulu memberikan buff padanya supaya lapisan pelindungnya menjadi lebih kuat daripada yang aslinya.


"Apa ini...? Kau mau mengorbankan dirimu, huh?" makhluk itu bertanya di sela-sela pertukaran serangan, nadanya terdengar meremehkan, "Niat baikmu itu akan sia-sia, karena mau sehebat apapun tempat persembunyian mereka, aku dapat dengan mudah menghancurkannya."


"Kau sungguh berisik, bajingan." tatapan mata Fang Lin menjadi dingin, dan tubuhnya tiba-tiba saja dilapisi dengan aura biru cerah.


Whoooosh!


Saking kuatnya rembesan aura itu membuat makhluk dengan penuh mata di tubuhnya mundur menjauh karena merasa cukup terkejut.


"Apa dia mau melancarkan teknik tingkat Kosmis?" makhluk itu menyipitkan mata dan mencoba mengukurnya, "Sepertinya benar..."


Makhluk itu bisa melihat aura biru yang merembes keluar dari tubuh Fang Lin semakin lama semakin kuat dan meluas.


"Sepertinya kau ingin melakukan sesuatu yang menarik..." makhluk itu bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi atas usaha Fang Lin, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, aku juga akan menghadapimu dengan serius."


Aura iblis merembes keluar dari makhluk itu, dan menyaingi aura biru cerah milik Fang Lin.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2