System Sang Immortal

System Sang Immortal
Masa Lalu Go Men


__ADS_3

Di Sarang Kera Api, Kediaman Raja Kera Api.


Puluhan kera api memasuki kedalam kediaman raja dengan raut wajah sedih.


"Kami menghadap raja..." Ucap para petinggi bersamaan termasuk Go Min, Go Yeng, Go Chun.


"Dimana mayat anakku" Ucap Go Men dengan tenang dan mencoba menahan rasa sedih dan amarahnya.


"Mayat mereka ada diluar raja" Ucap Go Min pelan.


Go Men mengerutkan dahinya. "Mereka? Maksudmu pengawal yang bersama anakku?" Tanya Go Men.


"Benar raja, Tapi... Ada beberapa mayat bersama pangeran, Jika ditotalkan ada 25 mayat kera api termasuk pangeran" Ucap Go Yeng.


~BOOM~


Batu besar yang Go Men duduki hancur seketika, Ia mengeluarkan aura membunuh yang pekat dan membuat kediamannya menjadi sesak. "Siapa... Siapaa!!! Yang membunuh mereka!!!" Teriak Go Men yang terus mengeluarkan aura membunuh.


"I-itu... M-manusia yang melakukannya raja" Ucap Go Chun tergagap-gagap


"Manusia?!! Berani sekali mereka membunuh kaumku! Akan kubunuh mereka!!" Ucap Go Men berjalan keluar dari kediamannya.


"Tunggu raja!" Teriak Go Min mencoba menghalangi rajanya.


Go Men langsung terhenti ketika Go Min menghalangi jalannya. "Apa maksudmu?! Kenapa kau menghalangiku!" Teriak Go Men seraya mengeluarkan aura Sainst Emperor *5 nya.


"Tenangkanlah dirimu kak! Manusia yang membunuh kawanan kita tidak sesederhana yang kau bayangkan" Teriak Go Min kepada Go Men.


"Apa maksudmu?!" Ucap Go Men bingung, Baru pertama kali dirinya melihat adiknya meneriakinya dihadapan para petinggi.


"Yang membantai kawanan kita hanya 1 orang dan 2 orang lainnya hanya melihat saja" Ucap Go Min merubah raut wajahnya menjadi serius.


"Menurut Yun Feng si serigala bintang, Dirinya merasakan bahwa yang membantai kawanan kita memiliki kekuatan yang tidak bisa diukur, Dan 2 manusia yang lainnya memiliki kultivasi yang tinggi, satu orang berada di tahapan kaisar surgawi *1 dan Immortal hitam" Ucap Go Min menjelaskan.

__ADS_1


Go Men menahan napasnya mendengar itu, Perlahan aura membunuhnya menghilang dan mencoba tenang.


"Lalu apa lagi yang kau tau?" Tanya Go Men yang sudah tenang.


"Kakak tau kan bukit yang tidak pernah dimasuki oleh seluruh penghuni hutan terlarang?" Tanya Go Min yang menunggu jawaban.


"Maksudmu... Bukit yang dilarang masuk oleh leluhur pendahulu?" Tanya Go Men penasaran.


"Benar... 3 manusia itu hilang dari sana menurut Yun Feng" Ucap Go Min.


Go Men terdiam ketika mendengar itu, Dirinya yakin jika si serigala bintang tidak mungkin berbohong. "Apa yang harus kulakukan sekarang" Batin Go Men bersedih mengingat keluarganya yang sudah mati.


***


(Flashback On)


Dulu sekali sekitar ratusan tahun yang lalu Go Men mempunyai keluarga yang harmonis, Ia mempunyai istri dan 2 anak. Waktu itu istri Go Men meminta izin kepadanya untuk pergi ke luar kediaman bersama dengan anak yang ke-2nya, Go Men saat itu tidak mengizinkannya karena diluar berbahaya dan anak ke-2nya baru lahir beberapa tahun yang lalu namun istrinya tetap memaksa karena ingin mengenalkan apa yang diluar hutan kepada anak ke-2nya, Karena terus memaksa mau tak mau Go Men mengizinkan mereka pergi dan saat itu Go Men tidak bisa menemani istrinya karena sibuk membantu para prajuritnya membuat kediaman untuk mereka, Akhirnya dia menyuruh para petinggi dan prajurit yang kuat untuk mengikuti mereka.


Istri Go Men akhirnya pergi bersama anak ke-2nya dan para suruhan Go Men sedangkan anak pertamanya masih melakukan kultivasi tertutup jadi dia tidak bisa ikut.


Sampai akhirnya serigala bintang berlari ke arah kediamannya dengan sangat cepat, Go Men yang menyadari ada ras lain memasuki sarangnya langsung keluar dari kediamannya.


Go Men melihat serigala bintang lari mengarahnya dengan cepat bahkan para prajurit telat menyadarinya.


"Apa yang kau lakukan di kediamanku? Apakah kau tidak puas menjadi penjaga hutan ini dan ingin menguasai wilayahku?" Tanya Go Men sinis, Ia berkata dengan sinis karena serigala bintang yang membunuh ayahnya.


Serigala bintang memang ditunjuk sebagai penjaga hutan oleh sang penguasa hutan, Namun yang mengetahui itu hanya para raja monster saja karena serigala bintang meminta mereka untuk tidak memberitahu para kawanan mereka sebab dirinya pasti akan dipandang iri oleh sebagian dari mereka.


Karena status menjadi penjaga hutan memiliki hak khusus, Penjaga hutan akan disediakan makanan dan tempat tinggal tanpa harus mencarinya serta dilatih secara khusus oleh penguasa hutan.


...


Serigala bintang yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu berkata "Jangan mulai perdebatan yang tidak berguna, Kaummu diserang oleh manusia dan banyak yang terbunuh disana, Saat itu aku hanya bisa menyelematkan beberapa prajurit sebab para manusia itu memiliki jumlah yang banyak"

__ADS_1


"Apaaa!!!, Dimana mereka?!!" Teriak Go Men marah.


"Mereka berada di selatan, Tepatnya di wilayah luar dekat dengan sarang ular giok beracun, Lebih baik kau cepat pergi karena banyak yang sekarat disana" Ucap Yun Feng menjelaskan.


Go Men langsung melesat ketika mendengan itu.


Dia langsung berteriak menggunakan Qinya agar semua prajurit dan petingginya membantunya.


"Kalian semua ke arah selatan dekat sarang ular giok beracun!, Sekarang!!!" Teriak Go Men yang menggema di sarangnya.


Disisi lain Yun Feng juga mengikuti Go Men karena takut ada manusia lain yang menyerang raja kera api. Para prajurit dan petinggi langsung bersiap-siap ketika mendengar teriakan rajanya lalu pergi secara individu.


...


Go Men akhirnya sampai ditempat kejadian, Dirinya melihat banyak mayat kaumnya berserakan dimana-mana begitu juga dengan ular giok beracun. Ia mengeluarkan aura pembunuh yang pekat sebab melihat banyak kaumnya yang mati.


Go Men melihat ada kera api yang terluka parah sedang bersandar di pohon langsung menghampirinya.


"Apa yang terjadi disini?" Tanya Go Men kepada kera api yang terluka seraya menyembuhkan lukanya dengan Qi.


"Uhuk... Raja... Kami diserang oleh manusia saat ratu dan pangeran sedang berbicara dengan kawanan ular giok beracun" Ucap prajurit kera api mengeluarkan batuk darah.


"Dimana istri dan anakku?" Tanya Go Men dengan khawatir.


"Mereka berada disana" Ucap Prajurit kera api menunjuk ke arah mayat paling banyak.


Go Men langsung menengok kearah yang ditunjukkan prajuritnya dan melihat banyak mayat kera api.


"Baiklah, kau tunggu disini, Para kawanan kita sedang melakukan perjalanan kesini" Ucap Go Men sambil beranjak pergi.


Prajurit kera api hanya mengangguk dan tersenyum, Ia berpikir, Rajanya sangat peduli karena masih memikirkan dirinya walaupun ratu sedang terluka.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Kalo ceritanya bosenin maaf ya, Tapi santuy aja karena beberapa chapter lagi Fang Lin bakal melakukan pembantaian.


__ADS_2