
Di atas langit, Fang Lin tiba-tiba saja muncul di salah satu wilayah benua tengah, Ia kemudian terbang ke salah satu kota dan mengambil seluruh budak yang ada disana.
......................
1 Hari Kemudian.
Fang Lin keluar dari kota tersebut dan kini melesat pergi ke kota-kota lain-nya, Ia tidak peduli dengan kegemparan mengenai hilang-nya para budak di kota tersebut.
Fang Lin terus mengambil para budak yang ada di seluruh benua tengah dan membunuh semua orang yang tidak sengaja melihat-nya, Ia tidak pernah pandang bulu dalam membunuh orang-orang yang berada di tempat perbudakan.
Puluhan sampai ratusan kota kini sudah Fang Lin ambil alih budak-nya. Ia saat ini berada di atas langit sambil melihat kota yang ada di bawah-nya, "Penjagaan di kota ini sangat-lah ketat, Setiap orang yang memasuki kota tersebut setidaknya akan di kawal oleh 10 kultivator ahli" Gumam Fang Lin pelan lalu mengedarkan kesadaran-nya ke seluruh kota tersebut.
~Whoooshhh~
Di Dalam kesadaran-nya Fang Lin dapat melihat penjagaan yang begitu ketat di kota tersebut, Bahkan di gang kecil sekalipun terdapat kultivator ahli yang sedang berjaga, "Mungkin bagi orang lain menyusup ke kota ini tanpa ketahuan sangat-lah mustahil, Tetapi bagi-ku ini tidak ada bedanya dari permainan anak-anak" Gumam Fang Lin sambil tersenyum tipis.
~Whooooshhhh~
Tanpa basa-basi Fang Lin langsung melesat turun dari atas langit, Ia memilih untuk turun di tempat yang sedikit jauh dari kota tersebut.
Saat sampai di daratan, Fang Lin menghentak-kan kaki-nya ke tanah dan seketika tanah yang ia pijaki bergetar cukup hebat.
~Krakkkk~
~Krakkkk~
Di saat tanah yang Fang Lin pijaki berhenti bergetar, Tiba-tiba saja tanah di depan-nya retak seperti jaring laba-laba lalu tak lama kemudian tanah tersebut runtuh dan memuncul-kan sebuah jalur bawah tanah.
Melihat jalur bawah tanah di depan-nya, Fang Lin hanya tersenyum tipis, Ia kemudian berjalan ke jalur tersebut dengan santai.
__ADS_1
Fang Lin terus berjalan dan tak lama kemudian diri-nya berhenti, "Mungkin aku sudah berada di salah satu tempat perbudakan?" Guman Fang Lin menebak lalu menyebarkan kesadaran-nya ke atas.
~Whoooshh~
Tepat di atas Fang Lin adalah sebuah tempat penjualan budak, Di dalam kesadaran-nya ia dapat melihat banyak orang yang sedang berada di tempat itu, "Hmm... Apakah sebagian dari mereka sedang menyamar?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya. Ia berkata seperti itu karena memang sebagian pengunjung berada di ranah raja ke atas.
Fang Lin mengangkat kedua pundak-nya seolah tidak peduli akan hal itu, "Lagi pula mau sebanyak apapun jumlah mereka, Jika mereka masih berada di ranah Fana atau To God jangan pernah berharap untuk menyentuh-ku" Gumam Fang Lin kembali sambil tersenyum tipis.
Fang Lin lalu membuat pedang Qi di tangan kiri-nya kemudian menerobos tanah di atas-nya.
~BOOM~
Ledakan kecil terjadi ketika Fang Lin menerobos tanah di atas-nya. Kedatangan Fang Lin tentu membuat semua orang yang ada disana terkejut, Namun beberapa saat kemudian mereka semua mengeluarkan senjata mereka masing-masing seakan sudah siap dengan kedatangan Fang Lin.
"Hahahaha... Kalian ternyata sudah bersiaga ya..." Ucap Fang Lin sambil tertawa pelan.
Seorang pria paruh baya yang mendengar-nya langsung menatap Fang Lin dengan tatapan marah, "Jadi kau bajing-" Belum sempat pria paruh baya tersebut melanjutkan perkataan-nya, Tiba-tiba saja tubuh-nya terbelah menjadi dua.
Sedangkan Fang Lin yang selesai mengayunkan pedang-nya hanya menatap malas mayat-mayat itu, Ia kemudian membangkitkan para mayat tersebut dan menyuruh mereka untuk masuk ke dalam bayangan-nya.
Seperti biasa-nya, Fang Lin terus membunuh orang-orang yang ada di tempat penjualan budak itu. Dari anak kecil hingga lansia, Selama orang itu ada di tempat penjualan budak, Maka ia akan membunuh mereka tanpa ampun.
Fang Lin kemudian melepaskan para budak dari penjara besi dan memberikan mereka dua pilihan.
Para budak yang memilih untuk pergi langsung keluar dari sana, Sedangkan budak-budak yang memilih untuk mengikuti Fang Lin hanya diam di tempat.
Melihat jumlah para budak yang mengikuti-nya cukup banyak membuat Fang Lin tersenyum tipis, Ia kemudian menyuruh mereka berbaris rapi untuk memasuki gerbang dunia jiwa yang baru ia munculkan tadi.
Butuh waktu sekitar 15 menit untuk mereka memasuki gerbang jiwa-nya. Di sisi lain, Fang Lin yang melihat para budak sudah memasuki gerbang dunia jiwa-nya langsung menghilangkan gerbang tersebut.
__ADS_1
Fang Lin langsung pergi dari sana dan menuju ke tempat penjualan budak yang lain.
......................
Tidak sampai dua hari untuk Fang Lin mengambil alih para budak yang ada di kota tersebut. Saat ini Fang Lin berada di sebuah gua dekat kota terakhir yang ia ambil budak-nya.
Fang Lin kini sedang duduk di sebuah kursi es mewah yang dibuat-nya, Ia memejamkan mata-nya lalu menghela nafas-nya secara perlahan, "Haah... Sudah hampir 5 bulan dan aku baru saja selesai mengambil para budak yang ada di benua ini" Gumam Fang Lin pelan.
"Perang antara Alam Agung dan juga Alam 100 Pelangi sebentar lagi akan di mulai. Saat itu terjadi, Aku akan mengambil kesempatan untuk mengambil senjata, Artefak dan buku tingkat Dewa yang mereka miliki" Lanjut Fang Lin bergumam dan menimpali-nya dengan cepat, "Tetapi sebelum perang itu terjadi, Aku harus membawa ibu-ku pulang" Timpal Fang Lin dengan nada tenang.
Fang Lin kemudian berdiri dan berniat untuk pergi ke Alam Agung, Namun baru saja ia ingin melangkah-kan kaki-nya untuk keluar gua, Tiba-tiba saja ia mendapatkan sebuah telepati dari salah satu boneka bayangan-nya.
"Ada apa?" Tanya Fang Lin saat menerima telepati tersebut.
"Tuan, Saya sudah menemukan markas dari orang itu" Lapor salah satu boneka bayangan dengan nada rendah.
Fang Lin yang mendengar itu langsung tersenyum, "Kalau begitu kirim lokasi-nya ke dalam ingatan-ku, Setelah itu kalian semua kembali dan lindungi kota Fang" Ucap Fang Lin dengan nada memerintah.
Boneka bayangan yang mendapatkan perintah dari tuan-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, "Baik tuan..." Ucap bayangan tersebut lalu memutuskan telepati dengan tuan-nya.
Sesaat setelah boneka bayangan-nya memutuskan telepati, Fang Lin tiba-tiba saja mendapatkan sebuah ingatan dari bawahan-nya itu, Ia tersenyum tipis ketika mendapatkan koordinat lokasi Xiao Chen.
"Hahaha... Bagus, Kalau begitu setelah pasukan-ku siap, Aku akan mendeklarasikan perang pada-nya" Gumam Fang Lin sambil berjalan ke arah luar gua.
Sesampai-nya di luar gua, Fang Lin langsung mengeluarkan Kapal Terbang Star Universe-nya, Ia kemudian teleportasi ke tempat pengendalian kapal tersebut dan mengalirkan energi Dewa-nya untuk menyalakan kapal terbang tersebut.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1
NOTE: Up 1 lagi hari ini atau mungkin 2.