System Sang Immortal

System Sang Immortal
Satu Hari Sebelum Perang Di Mulai


__ADS_3

Saat ini mereka berlima termasuk Fang Lin sedang keasikan mengobrol sampai tak sadar waktu sudah menunjuk-kan pukul 1 pagi.


"Hey... Aku sudahi dulu obrolan ini, Karna aku ingin berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan-ku" Ucap Fang Lin berbohong.


Mereka ber-empat yang mendengar itu langsung menatap ke arah Fang Lin, "Kau tak perlu terburu-buru saudara Lin, Kita masih punya waktu sekitar 2 minggu sebelum kita berperang" Ucap Ma Cao santai.


"Benar apa yang dikatakan saudara Cao, Lagi pula jika kau berkultivasi sekarang, Itu tidak akan terlalu berpengaruh di saat peperangan nanti" Timpal Zu Huan yang ikut santai dan diangguki oleh tiga orang lain-nya.


Fang Lin sendiri yang mendengar perkataan mereka berdua hanya menghela nafas pelan, "Baik-lah kalau begitu, Aku akan tetap disini" Ucap Fang Lin pasrah.


Melihat Fang Lin membatal-kan niat untuk pergi, Langsung membuat mereka ber-empat tersenyum senang, "Hahahaha.... Bagus. Sekarang, Mari bersenang-senang! Apakah kalian ada yang mempunyai bir?" Tanya Li Bei dengan penuh semangat.


"Aku ada..." Ucap Fang Lin cepat lalu melambaikan tangan-nya ke samping.


~Bughhh~


Seketika tiga tong bir ber-ukuran besar muncul di tengah-tengah mereka, "Whooaaa... Apakah ini semua adalah bir milik-mu, Saudara Lin?" Tanya Li Bei memastikan.


Fang Lin yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum, "Ya, Ini adalah bir milik-ku... Kalian dapat minum sepuas-nya dan anggap saja bir ini sebagai tanda terima kasih-ku karna kalian telah memperbolehkan aku tinggal di tenda kalian" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Zu Huan, Li Cao, Li Bei dan Ma Cao langsung tersenyum mendengar itu, "Kau memang terbaik, Saudara Lin!" Ucap Ma Cao sambil mengarahkan dua jempol-nya ke arah Fang Lin.


Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepala-nya sambil tersenyum, Ia kemudian menjentik-kan jari-nya dan seketika lima gelas yang terbuat dari es muncul di sekitar tiga tong bir.


Mereka ber-empat yang melihat kemunculan gelas es tersebut menjadi terkejut dan langsung menatap Fang Lin dengan tatapan tak percaya.


"S-saudara Lin, Apakah kau mempunyai elemen es?!" Tanya Li Cao cepat dengan nada tidak percaya.


"Benar, Memang-nya ada apa?" Jawab Fang Lin lalu bertanya dengan nada penasaran

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Fang Lin membuat mereka ber-empat menahan nafas secara bersamaan. Perlu di ketahui, Kalau elemen es adalah salah satu elemen terlangka di Alam Semesta, Jarang sekali ada manusia yang mempunyai elemen es karena presentase manusia untuk mempunyai elemen es hanya-lah 6% saja.


"Woaahhh.... Saudara Lin, Kau sungguh beruntung! Aku tidak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang mempunyai elemen es..." Ucap Ma Cao dengan nada kagum.


Ketiga orang lain-nya juga mengangguk-kan kepala setuju ketika mendengar itu, Mereka kemudian membicarakan tentang elemen es milik Fang Lin sambil meminum bir yang ada di depan mereka.


Fang Lin yang melihat mereka begitu antusias mengobrol tentang elemen es-nya hanya tersenyum tipis, "Ini akan panjang..." Batin Fang Lin tenang.


Mereka berlima kembali mengobrol dan berpesta hingga puas, Terkadang mereka berlima melakukan latih tanding dan di menangkan terus oleh Fang Lin.


......................


Tak terasa 13 hari telah berlalu dan saat ini pemimpin pasukan dari perang gelombang pertama mulai menyuruh orang-orang untuk pergi ke padang rumput tanpa ujung di depan benteng Alam 100 pelangi.


Fang Lin sekarang berada di depan tenda bersama denga ke-empat teman baru-nya, "Kalau begitu aku berpisah disini" Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya dengan cepat, "Semoga di masa depan nanti kita masih bisa bertemu lagi" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Mereka ber-empat yang mendengar itu juga ikut tersenyum dan mulai memberikan salam perpisahan pada Fang Lin.


"Aku juga mendoakan keselamatan-mu, Saudara Lin" Ucap Li Cao yang ikut menangkupkan tangan-nya.


"Saudara Lin, Jika kau selamat... Kita harus melakukan pesta bir seharian" Ucap Li Bei sambil memberikan satu jempol-nya ke arah Fang Lin.


"Kau harus selamat saudara Lin, Karna aku ingin kita berlatih tanding lagi" Ucap Ma Cao sambil tersenyum tipis.


Fang Lin yang mendengar itu semua hanya tersenyum, "Baik-lah, Terima kasih telah mendoakan-ku" Ucap Fang Lin kemudian berjalan ke arah depan benteng Alam 100 Pelangi.


Zu Hua, Li Cao, Li Bei dan Ma Cao yang melihat kepergian Fang Lin hanya diam di tempat, Mereka kemudian kembali masuk ke dalam tenda ketika Fang Lin sudah tidak berada dalam jarak pandang mereka.


Di sisi lain, Fang Lin yang sudah tau kalau mereka ber-empat telah masuk ke dalam tenda langsung terbang menuju atas awan tanpa memedulikan orang lain yang memerhatikan-nya.

__ADS_1


Saat di atas awan, Fang Lin dapat melihat jutaan kultivator kini sedang berbaris di depan benteng Alam 100 pelangi, "Gelombang pertama hanya mengeluarkan 5 juta kultivator ranah Immortal ya..." Gumam Fang Lin pelan lalu melihat ke arah ujung padang rumput yang ada di depan benteng Alam 100 Pelangi.


Fang Lin yang tidak melihat apa-apa dalam jangkauan 15 kilometer kedepan langsung mengaktifkan mata dewa-nya.


Saat pupil mata-nya telah berubah menjadi warna emas, Fang Lin sedikit menaik-kan alis-nya ketika melihat barisan yang berisi 10 Juta kultivator, "Itu pasukan milik alam agung?" Gumam Fang Lin yang sedikit penasaran lalu melihat ke arah lain-nya.


Fang Lin dapat melihat puluhan Spiritual God yang kini sedang mengatur barisan 10 juta kultivator tersebut, "Peperangan yang sedikit tidak adil..." Gumam Fang Lin pelan saat melihat pasukan Alam Agung 2 kali lipat lebih banyak dari Alam 100 Pelangi.


"Bahkan ada dua orang yang berada di ranah dewa? Ck, Ck... Kemenangan ini pasti sudah dimiliki alam Agung" Gumam Fang Lin kembali sambil berdecak pelan.


Fang Lin kemudian membalik-kan badan-nya dan melihat tenda besar yang sebelum-nya ia lihat, "Yue, Apakah kau tau, Dimana Alam 100 Pelangi menyimpan pusaka mereka?" Tanya Fang Lin ke Yue.


[Mereka tidak membawa-nya tuan. Pusaka-pusaka tingkat dewa yang Alam 100 Pelangi miliki, Kini berada di sebuah gunung besar yang berada di daratan Fuzhou]


"Hmm? Mereka benar-benar ingin mempertahankan pusaka yang mereka miliki" Ucap Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan lalu mengeluarkan kapal terbang milik-nya.


Setelah mengeluarkan-nya, Fang Lin tanpa basa-basi langsung teleportasi ke dalam ruang pengendalian kapal, "Yue, Kirim-kan aku lokasi tepat gunung tersebut" Ucap Fang Lin memberi perintah.


[Baik Tuan]


Sesaat setelah Yue menjawab-nya, Tiba-tiba saja Fang Lin mendapatkan sebuah ingatan asing di otak-nya.


Beberapa saat setelah ingatan asing itu muncul, Fang Lin tersenyum tipis dan langsung mengalirkan Qi Dewa ke kapal terbang Star Universe-nya.


Setelah mengisi kapal terbang tersebut dengan Qi Dewa-nya, Fang Lin langsung menjalankan kapal terbang-nya.


~Whoooshhhh~


Dalam sekejap Kapal Terbang milik Fang Lin melesat secepat cahaya ke arah daratan Fuzhou.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2