
Sesaat setelah itu, Fang Lin tiba-tiba saja dipindahkan kembali ke Kerajaan Zivon. Di sana, ia sedikit terkejut ketika menemukan Yue bersama Li Fan dan juga Sylvia.
"Sayang..." Yue terbang menghampiri suaminya, raut wajahnya terlihat serius, "Apakah seorang Absolute yang memindahkanmu?"
"Ya, begitulah." Fang Lin mengangguk pelan lalu menceritakan kejadian itu pada Yue secara detail.
Yue tidak memberikan ekspresi apapun, ia mengalihkan pandangan pada empat makhluk yang tidak lain adalah Dewa-Dewi dari dunia atas sedang berbaris sejajar dan mematung.
"Kembali."
Ketika Yue berkata demikian, keempat makhluk itu langsung menghilang dalam sekejap.
Fang Lin yang menyaksikan itu sedikit memiringkan kepalanya, "Apa yang kau lakukan pada mereka?" tanya Fang Lin penasaran, entah kenapa ia bisa merasakan ketakutan tak berujung dari mereka.
"Hanya sedikit gambaran masa depan." Yue menjawab, lalu bertanya, "Jadi, apa yang kamu rencanakan? Apakah kamu berencana untuk pindah ke Alam Semesta sebelumnya?"
"Apa kau ingat tentang sosok berzirah hitam yang dulu pernah aku ceritakan?"
Yue terdiam sejenak sebelum menyadari sesuatu, "Ah, kamu berniat pindah ke Alam Semesta dia lewat portal yang telah kamu salin waktu itu?"
"Begitulah. Karena kamu sudah menelitinya dan mengatakan kalau itu bukan menuju ke Dunia Evangellion, aku kepikiran untuk pergi ke sana."
Yue mengangguk seolah memahaminya, ia kemudian menjepit ujung dagunya dengan dua jari lalu mulai mempertimbangkan keputusan suaminya.
Fang Lin membiarkan Yue berpikir mengenai itu, ia mengalihkan pandangannya pada Li Fan dan Sylvia yang memasang ekspresi suram.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Fang Lin kebingungan.
Mereka berdua diam sampai akhirnya Li Fan membuka mulutnya, "Setelah Guru menghilang, bibi langsung datang dan menanyakan apa yang terjadi. Kemudian aku menjelaskannya, dan bibi terlihat seperti marah."
Meskipun kemarahan tersebut tidak ditunjukkan pada mereka berdua, namun Li Fan dan Sylvia merasa sangat bersalah atas menghilangnya Fang Lin.
"Lalu, di mana orang tua itu berada?" Fang Lin bertanya sembari mengedarkan pandangannya.
"Dia tiba-tiba menghilang ketika bibi sedang mengurus empat Dewa-Dewi tadi." jawab Sylvia cepat, kemungkinan besar Aslan menggunakan teleportasi untuk melarikan diri dari sana.
Fang Lin menghela nafas usai mendengarnya, ketika ia ingin menyebarkan Kesadaran Spiritualnya-- niatnya diurungkan saat mendapatkan telepati dari Yue.
"Jangan melakukannya, sayang."
"Eh, kenapa?"
"Aku sudah melenyapkan tubuh dan jiwanya, keberadaan dia sudah menghilang secara menyeluruh di Alam Semesta ini."
"Apa alasanmu melakukan itu?"
__ADS_1
"Karena dia adalah akar permasalahannya, aku tidak suka jika membiarkan orang semacam itu hidup."
Fang Lin tidak menjawab melainkan menatap langit malam yang sekarang sudah cukup sunyi.
"Kamu marah?" Yue bertanya ketika dirinya tidak mendapatkan balasan apapun dari suaminya.
"Tidak, sama sekali tidak." Fang Lin menjawab, lalu berkata, "Tiba-tiba saja aku kepikiran, apa yang sudah terjadi padaku jika dirimu tidak ada."
"Namamu pasti sudah terkenal di Alam Tanah Kultivator."
"Sepertinya itu benar, hahaha..." Fang Lin terkekeh kecil, ia juga berpikir demikian.
Mereka berdua kemudian mengobrol kecil, dan setelah itu Fang Lin menghentikan obrolannya lalu menatap Li Fan serta Sylvia.
"Maafkan Yue, dia sudah melenyapkan Aslan secara diam-diam." ucap Fang Lin dengan tenang, Yue kemudian muncul di sebelahnya dan menambahkan, "Karena aku menganggap dia sebagai akar permasalahannya, aku tidak membiarkan dia hidup lebih lama dan melenyapkannya. Maafkan aku jika telah mencampuri urusan kalian dengan lancang."
Yue sedikit menundukkan kepalanya, meskipun derajatnya bisa dibilang lebih tinggi daripada mereka berdua, ia sama sekali tidak keberatan untuk merendahkan kepalanya.
"Ah, anda tidak perlu meminta maaf sampai seperti itu, Nona Yue" entah kenapa Sylvia menjadi panik, "Dia memang pantas mendapatkan hukuman dari anda karena sampai membuat Tuan Fang Lin menghilang tanpa jejak."
Li Fan juga memberikan kata-kata yang hampir serupa, ia jadi sedikit panik melihat bibinya bertindak demikian untuk pertama kalinya.
Yue tersenyum tipis, sementara Fang Lin menanyakan tentang apa yang mereka lakukan pada Kerajaan Zivon ini.
Li Fan dan Sylvia tampak berpikir, Yue yang mendengar itu memberikan beberapa pendapat sehingga membuat keduanya dapat memutuskan dengan cepat.
"Kami mengerti." Li Fan dan Sylvia menjawab pada saat yang bersamaan.
Fang Lin mengangguk sekali, dalam sekejap dirinya bersama Yue menghilang dari saja tanpa meninggalkan jejak.
"Maafkan aku, sayang. Aku tidak berpikir masalahnya akan sampai seperti ini." Sylvia menghela nafas, raut wajahnya terlihat muram.
"Tidak perlu seperti itu, kita berdua sudah memutuskan untuk datang ke sini dan menyelesaikan masalahmu. Apapun resikonya, kita sepakat untuk tidak saling menyalahkan, bukan?" Li Fan mengusap kepala istrinya sembari tersenyum.
Sylvia mengangguk, pipinya sedikit merah merona.
***
Setelah berada di halaman Mansion, Fang Lin dan Yue berjalan santai masuk ke dalam sana. Keduanya mengobrol kecil mengenai masalah sebelumnya dan juga rencana berikutnya.
"Yue, aku cukup penasaran akan sesuatu."
"Apa itu?"
"Kenapa seorang Absolute tidak membaca ingatanku? Apakah kau melakukan sesuatu terhadapku tanpa aku ketahui?" tanya Fang Linn penasaran.
__ADS_1
"Hm, tidak. Aku sama sekali tidak melakukan semacam itu terhadapmu." Yue menggelengkan kepalanya pelan, lalu menambahkan, "Satu hal yang kulakukan adalah menanamkan energi semesta-ku di dalam tubuhmu agar aku bisa mengetahui keberadaanmu setiap waktu."
"Eh, sejak kapan kamu melakukannya?"
"Sejak... Aku mempunyai tubuh fisik."
"Ah, saat itu ternyata." Fang Lin menganggukkan kepalanya beberapa kali, lalu bertanya, "Omong-omong, bagaimana kejadian ini terulang kembali ketika kita berada di Alam Semesta itu?"
"Bukankah aku pernah bilang kalau ada makhluk yang lebih kuat dari Absolute, dan bahkan jumlahnya lebih banyak?"
"Ya? Kenapa kamu tiba-tiba membicarakan itu?"
"Mereka disebut sebagai Celestial Absolute, makhluk yang hampir mendekati kata 'Sempurna'."
Fang Lin masih belum mengerti, apa hubungannya Celestial Absolute dan Alam Semesta yang menjadi pemberhentian mereka berikutnya.
Melihat raut wajah kebingungan suaminya, Yue tersenyum tipis lalu menjelaskan dengan tenang, "Setiap Celestial Absolute mempunyai teritori mereka masing-masing yang disebut sebagai Multiverse. Multiverse itu sendiri adalah gabungan dari Alam Semesta yang tak terhitung jumlahnya."
Yue terdiam sejenak sesaat berkata demikian, lalu melanjutinya, "Misalnya begini, kamu mempunyai sebuah tong besar yang diisi oleh ribuan kerikil. Nah, anggap saja tong besar yang kumaksud sebagai Multiverse sementara kerikilnya sebagai Alam Semesta."
"Itu... Apakah Celestial Absolute memang sehebat itu?" Fang Lin tertegun dengan penjelasan Yue.
"Begitulah, kamu akan mengerti jika waktunya telah tiba." sahut Yue sambil tersenyum.
"Lalu, apa hubungannya penjelasanmu itu dengan Alam Semesta berikutnya?" Fang Lin masih kebingungan.
"Karena Alam Semesta itu adalah satu bagian kecil dari Multiverse. Bisa dibilang, kita akan pergi ke teritori milik seorang Celestial Absolute." jawab Yue dengan tenang.
"Bukankah itu akan berbahaya? Berhadapan dengan seorang Absolute saja membuatku tidak berkutik, apalagi Celestial Absolute?"
Tidak sulit bagi Fang Lin untuk membayangkan nasibnya jika berhadapan dengan seorang Celestial Absolute.
"Tidak, karena akses untuk masuk dan keluar dari Multiverse tidak dikunci sama sekali. Jadi, kamu bebas menetap di sana ataupun tidak." jawab Yue, lalu melanjutinya, "Bahkan jika kamu mengacaukan satu Alam Semesta di Multiverse tersebut, Celestial Absolute itu tidak akan bergerak sedikitpun."
"Huh, kenapa?" Fang Lin mengerutkan alisnya.
"Ada banyak persyaratan bagi Celestial Absolute untuk menciptakan Multiverse, salah satunya adalah Alam Semesta di Multiverse tersebut harus bertambah setiap waktunya."
"Jadi bagi Celestial Absolute itu, kehilangan satu Alam Semesta ataupun lebih tidak akan sampai membuatnya turun tangan, begitu?"
"Benar sekali. Itulah mengapa kebanyakan Absolute mengunci Alam Semestanya, karena selain berjaga-jaga agar tidak ada makhluk lain yang masuk tanpa izin, alasannya lainnya adalah agar Alam Semesta ciptaan mereka tidak ditelan oleh Multiverse milik Celestial Absolute."
"Begitu, ya?" Fang Lin sudah cukup mengerti sebagian besarnya, ia sebenarnya mempunyai beberapa pertanyaan yang masih tanda tanya di dalam otaknya tetapi untuk sekarang dirinya akan berhenti karena melihat anak-anaknya datang menghampiri.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: kalau ada yang bingung, silahkan komentar. Nanti Author akan jawab.