
"Aula Ruang Dan Waktu ya..." Ucap Yuan Zhong berpikir sambil mengeluskan dagunya.
"Sepertinya bisa, Karena kau sudah resmi menjadi pewarisku hari ini" Ucap Yuan Zhong.
Fang Lin langsung bersemangat ketika mendengar itu. "Ayo pergi sekarang" Ucap Fang Lin bersemangat.
Yuan tersenyum tipis melihat Fang Lin begitu bersemangat. "Baiklah bocah, Tunggu sebentar, Aku akan kembali" Jawab Yuan Zhong lalu menghilang tanpa jejak.
"Bai- Eh" Ucapan Fang Lin terpotong karena Yuan Zhong sudah menghilang.
[Ding! Selamat tuan mendapatkan warisan ingatan Dewa Perang!]
[Ding! Mendapatkan Fitur Gratis Upgrade System ke V.10]
[Ding! Mendapatkan Buku Informasi Dasar]
[Ding! Mendapatkan Bunga Lotus Api (Spiritual)]
[Ding! Mendapatkan Bunga Lotus Es (Spiritual)]
[Ding! Mendapatkan 100 Juta Poin Shop]
"Woahh! Bonus lagi hahaha, Kau memang terbaik system" Puji Fang Lin ketika mendengar notifikasi dari system.
[Terima Kasih Tuan]
[Ding! Saya sarankan tuan untuk mengupgrade system sebelum memasuki Aula Ruang Dan Waktu]
"Em, Saran yang bagus, Aku akan membeli beberapa yang kuingin beli dulu" Ucap Fang Lin sambil membuka shop untuk keperluannya di Aula Ruang Dan Waktu.
...
"Sepertinya udah semua" Batin Fang Lin melihat shop system sambil mengeluskan dagunya.
"System, Gunakan fitur gratis upgrade system"
[Mengupgrade system membutuhkan waktu 1 bulan, Mohon ditunggu...]
...
__ADS_1
1 Jam Berlalu
Fang Lin saat ini masih menunggu Yuan Zhong kembali, Dirinya saat ini berada di tepi lapangan atau lebih tepatnya dia saat ini sedang bersandar di tembok kediaman Yuan Zhong, Sebenarnya ia sedikit terkejut saat melihat tempat tinggal Yuan Zhong, Fang Lin melihat sebuah mansion besar yang bahkan hampir sebesar istana kerajaan namun memiliki design unik yang tidak dapat dirinya jelaskan.
"Apakah aku terlalu lama?" Tiba-tiba terdengar suara disamping Fang Lin.
"Tidak" Jawab Fang Lin singkat, Ia sudah terbiasa dengan Yuan Zhong yang selalu muncul tiba-tiba.
Yuan Zhong yang melihat Fang Lin sudah tidak terkejut langsung tertawa. "Hahaha, Kau cepat beradaptasi" Tawa Yuan Zhong sambil memukul pundak Fang Lin.
"Tentu saja, Aku sudah hafal dengan suaramu" Jawab Fang Lin.
"Baiklah, Ayo kita pergi" Ucap Yuan Zhong sambil memegang pundak Fang Lin.
~Whosssh~
Dalam kejapan mata mereka berdua langsung menghilang dari kediaman Yuan Zhong.
***
"Eh, Dimana ini" Tanya Fang Lin mengedarkan pandangannya, Sebelumnya penglihatannya seperti tidak berfungsi selama beberapa detik.
Fang Lin saat ini ada disebuah aula yang cukup besar dan terlihat 5 koridor di bagian kiri dan kanan serta setiap tembok koridor memiliki angka 1 sampai 10 dan ditengah-tengah aula terdapat seorang kakek tua berjanggut putih tanpa kumis yang mengenakan jubah hijau sambil tiduran menghadap ke arah langit-langit tembok.
"Ayo kita hampiri kakek tua itu" Ucap Yuan Zhong dan diangguki oleh Fang Lin.
Mereka berdua berjalan mengarah ke kakek tua yang sedang tertidur itu, Kehadiran mereka berdua membuat semua orang menatap mereka sebentar dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
"Kenapa aura mereka semua kuat sekali" Batinnya Fang Lin mengeluarkan keringat dingin di dahinya, Walaupun Fang Lin tau mereka sedang menahan aura mereka namun dirinya tau jika semua orang yang berada disini kekuatannya melebihi Mue Lian.
"Yo... Kakek tua apakah ada ruangan kosong?" Tanya Yuan Zhong.
Orang yang disebut kakek tua tersebut langsung membuka matanya dan melirik malas ke arah Yuan Zhong. "Ck, Bocah kau dari dulu tidak pernah sopan ya" Ucap kakek tua sambil berdecak.
Yuan Zhong hanya tersenyum lebar, Dirinya memang suka menganggu atau membuat kesal dewa lain, Sebab jika ada Dewa yang kesal padanya, Ia akan mengajak bertarung dewa tersebut untuk mengusir rasa bosannya. Disisi lain kakek tua berjubah hijau tersebut melirik Fang Lin dari atas sampai bawah.
"Ohh, Kau punya pewaris yang bagus dan sebuah prajurit bayangan ya..." Ucap Kakek tua itu sambil beranjak duduk.
Fang Lin langsung terkejut bahkan setaunya Yuan Zhong tidak tau tentang pasukan bayangannya. "Ahh... Salam senior" Ucap Fang Lin menangkupkan tangannya
__ADS_1
"Bocah, Dari mana kau dapatkan bayangan itu?" Tanya kakek tua itu.
Jantung Fang Lin berdetak kencang mendengar itu, Ia segera memutar otaknya untuk mencari alasan yang tepat.
Baru saja Fang Lin ingin membuka mulutnya, Yuan Zhong sudah terlebih dahulu berbicara.
"Gu Yu Fan, Bukankah tidak baik mengetahui rahasia orang lain" Ucap Yuan Zhong sambil tersenyum.
Kakek tua yang dipanggil Gu Yu Fan langsung menggelengkan kepalanya. "Hahahaha, Dewa Perang kau santai saja, Aku hanya penasaran dengan teknik yang hampir mirip dengan dewi kehidupan" Tawanya dengan keras yang membuat suasana menjadi berisik.
Yuan Zhong masih menatap Gu Yu Fan dengan tersenyum, Seakan tau tatapan Yuan Zhong, Gu Yu Fan berhenti tertawa.
"Baiklah... Baiklah kau masuk ke koridor no 3 dan masuk ke pintu No.16" Ucap Gu Yu Fan malas lalu kembali berposisi tidur.
Fang Lin yang melihat itu sedikit bingung, Ia juga baru tau jika Yuan Zhong sudah mengetahui pasukan bayangannya.
"Kau dengar bukan? Masuk saja kesana, Aku pergi dulu" Ucap Yuan Zhong lalu menghilang dari sana.
Fang Lin hanya menghela napas panjang lalu berjalan ke koridor 3.
Disisi lain Gu Yu Fan melirik punggung Fang Lin dan bergumam sambil tertawa kecil "Dewa Perang... Aku tidak tau kau mendapatkan pewaris dari mana, Akan tetapi aku tau jika pewarismu seorang monster"
"Haah... Aku tidak sabar jika anak itu sudah menjadi seorang Dewa" Ucapnya menghela napas pelan lalu menutup matanya.
...
Fang Lin memasuki koridor 3 dan terlihat lorong yang mempunyai banyak sekali pintu di kiri dan kanannya, Ia menghitung total pintu yang ada di koridor ini dan setelah dihitung terdapat 100 pintu.
Fang Lin langsung berjalan ke pintu No.16 dan melihat sebuah batu transparan di atas pintu tersebut, Ia mencoba melihat pintu sekitar dan melihat banyak yang berwarna hijau dan ada juga yang tidak berwarna (bening), Dirinya dapat menebak jika lampu berwarna hijau terdapat seseorang di ruangan tersebut dan yang tidak berwarna berarti tidak ada seseorang di ruangan tersebut.
Tanpa berlama-lama, Dirinya langsung memasuki pintu tersebut, Saat memasuki ruangan itu Fang Lin langsung ditelan oleh kehampaan tanpa batas. Ia saat ini berada disebuah ruangan yang serba putih dan terlihat sebuah kubus hitam seperti menunjukkan waktu.
"Hmm? Kubus itu seperti menunjukkan waktu berapa lama seseorang berkultivasi diruangan ini?" Gumam Fang Lin menebak-nebak.
"Tunggu... Kalau mau keluar bagaimana?!" Ucap Fang Lin dengan panik.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1