System Sang Immortal

System Sang Immortal
Berendam II


__ADS_3

Ruang Hampa adalah sebuah ruangan yang hanya terdapat kekosongan tanpa batas di dalam-nya. Ruang Hampa tersendiri bisa dibuat secara alami dan tidak alami.


Ruang Hampa alami biasa-nya terbuat secara tidak sengaja oleh hukum alam semesta, Sedangkan yang tidak alami biasa-nya dibuat oleh seseorang.


Ruang Hampa hampir memiliki konsep yang sama dengan Wilayah domain. Tetapi berbeda dengan Wilayah Domain yang bisa membuat apa saja selama mempunyai pemahaman dan Qi, Di dalam Ruang Hampa meskipun orang tersebut mempunyai pemahaman dan Qi yang cukup, Dia tidak dapat membuat sesuatu di dalam ruang hampa.


Di sisi lain, Mue Lian dan Shui Ru yang mendengar penjelasan Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala mereka pelan, "Memang-nya petir semesta sekuat apa Fang Gege? Kenapa kamu harus sampai pindah ke ruang hampa untuk menghadapi petir itu?" Tanya Shui Ru sekali lagi.


"Emm... Singkat-nya tubuh tingkat Spiritual God kebawah akan menjadi abu jika terkena sambaran petir semesta" Jawab Fang Lin dan membuat mereka menahan nafas-nya seketika.


Seseorang yang mempunyai tubuh tingkat Spiritual God kebawah dapat menjadi abu jika terkena sambaran petir semesta? Itu gila! Bagaimana mungkin tubuh yang bahkan lebih kuat dari sebuah planet bisa menjadi abu hanya karena tekena sambaran petir?.


Mue Lian dan Shui Ru hanya bisa melebar-kan mata-nya tidak percaya, "A-apakah telinga-ku tidak salah dengar?" Gumam Shui Ru memastikan.


Fang Lin yang mendengar gumam-man Shui Ru hanya menggelengkan kepala-nya pelan, "Ekspresi kalian tidak berbeda jauh ketika aku mengetahui tentang petir semesta" Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.


Mue Lian dan Shui Ru hanya bisa menghela nafas panjang ketika melihat Fang Lin sesantai itu, "Fang Gege, Jika kau sudah tau se-berbahaya apa petir semesta, Kenapa diri-mu masih ingin melakukan malapetaka petir itu?" Tanya Shui Ru dengan nada serius. Ia berkata seperti itu karena khawatir dengan calon suami-nya, Meskipun diri-nya tau Fang Lin adalah sosok pria yang paling kuat dimata-nya, Akan tetapi diri-nya tidak bisa untuk tidak khawatir ketika Fang Lin ingin menghadapi petir sedahsyat itu.


Mue Lian juga mengangguk setuju dengan pertanyaan Shui Ru, Ia sangat penasaran kenapa Fang Lin begitu ingin menghadapi malapetaka petir semesta? Apakah hanya untuk kekuatan saja? Kalau iya maka lupakan-lah hal itu.


Sedangkan Fang Lin yang mendapati pertanyaan dari Shui Ru langsung merubah raut wajah-nya menjadi serius, "Aku tidak ingin kalah dengan musuh-musuhku di masa depan nanti" Ucap Fang Lin dan segera menimpali-nya, "Jika aku lebih lemah dari musuh-ku, Maka aku bisa saja kehilangan orang-orang tersayang-ku" Timpal Fang Lin dengan suara pelan.


Mendengar jawaban Fang Lin membuat Mue Lian dan Shui Ru menghela nafas pasrah. Mereka berdua tidak tau 'Siapa' musuh Fang Lin di masa depan nanti, Akan tetapi mereka yakin kalau Fang Lin tidak akan berbohong jika mengatakan sesuatu dengan serius.

__ADS_1


.....


NOTE: INI BAGIAN 18+, Jadi bagi yang gak suka bisa skip.


Suasana kembali hening dan membuat keadaan menjadi canggung kembali. Mue Lian saat ini sudah berani menatap Fang Lin meskipun diri-nya masih sangat malu untuk melakukan-nya.


Sedangkan Shui Ru yang sudah terbiasa dengan keadaan-nya langsung berdiri dari duduk-nya, Ia berjalan pelan ke arah Fang Lin tanpa menutupi bagian-bagian tubuh-nya yang berharga.


Di sisi lain, Fang Lin yang menyadari keadatangan Shui Ru hanya diam, Ia hanya bisa menelan ludah-nya sambil mengalihkan pandangan-nya ke arah yang lain.


"Fang Gege..." Suara bisikan pelan terdengar di telinga Fang Lin dan membuat-nya menoleh ke arah suara tersebut.


Fang Lin dapat melihat Shui Ru yang kini sudah berada duduk di dekat-nya sambil tersenyum ke arah-nya, "Ada apa? Kenapa kau kemari?" Tanya Fang Lin berpura-pura bodoh dan mencoba menenangkan diri-nya.


Fang Lin sendiri yang merasakan sensasi lembut di lengan kanan-nya hanya bisa diam, Ia tidak tau harus bereaksi apa karena hal ini adalah pengalaman pertama-nya.


Di sisi lain, Mue Lian yang sedari tadi melihat tingkah Shui Ru yang menggoda Fang Lin hanya diam, Ia juga ingin melakukan apa yang dilakukan Shui Ru, Akan tetapi diri-nya masih terlalu malu untuk mendekati Fang Lin.


"Tidak, Tidak... Bukan saat-nya untuk bersikap malu-malu" Gumam Mue Lian menggelengkan kepala-nya pelan dan langsung berdiri dari duduk-nya.


Mue Lian langsung berjalan ke arah Fang Lin dan duduk di sebelah kiri-nya, Ia mendekat-kan tubuh-nya ke arah Fang Lin dengan tubuh yang sedikit bergetar.


Fang Lin yang melihat Mue Lian dan Shui Ru mulai mengapit-nya dari arah yang berbeda hanya bisa diam, Ia mulai merasakan sensasi yang besar dan nyaman di kedua lengan-nya.

__ADS_1


Melihat kedua calon istri-nya terus mengapit kedua lengan-nya dengan erat membuat Fang Lin menghela nafas panjang, "Ayo kita lakukan...." Ucap Fang Lin dan tanpa menunggu jawaban dia langsung menyerang bibir Mue Lian.


~Cup~


Mue Lian yang mendapati ciuman di bibir-nya hanya pasrah, Mereka berdua langsung berciuman dengan mesra secara bergantian


"Kalian sungguh hebat" Ucap Fang Lin tersenyum lembuat disaat diri-nya menyudahi hal itu.


Mereka berdua yang mendengar itu tidak menjawab dan langsung membuang muka dengan wajah yang memerah, Fang Lin yang melihat tingkat malu-malu dari kedua calon istri-nya hanya menggelengkan kepala-nya pelan.


Fang Lin kembali melakukan hal yang sama kepada kedua calon istri-nya, Ia tidak membiarkan mereka menyudahi-nya meskipun itu hanya mengambil napas saja.


Melihat calon suami-nya yang begitu agresif membuat mereka berdua senang, "Sepertinya Fang Gege sangat suka melakukan-nya" Batin Mue Lian dan diam-diam tersenyum.


Sedangkan Shui Ru hanya terus menikmati-nya tanpa memikirkan yang lain lagi, Ia seperti sudah terbawa arus oleh ciuman Fang Lin.


Fang Lin sendiri terus melakukan-nya tanpa mengenal lelah, Ia mulai melakukan apa saja kepada kedua calon istri-nya sampai pagi.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Jangan macem-macem ya lu pada, Udah malem ini. Pertama dan terakhir bikin ginian.

__ADS_1


__ADS_2