
Fang Lin memasuki kaki Pegunungan Khavarion yang dipenuhi dengan pepohonan lebat, kemudian menciptakan lapisan pelindung di sekitarnya yang mempunyai kemampuan untuk membunuh semua Chimera dalam radius lima meter.
Karena semua Chimera di pegunungan ini berjumlah puluhan ribu, Fang Lin bertemu dengan beberapa Chimera setelah beberapa menit berjalan menuju puncak gunung.
"Mereka sangat unik, ya. Tapi di sisi lain, aku merasa cukup kasihan pada mereka."
Penggabungan sel antara dua hewan berbeda pasti mempunyai proses yang sulit, Fang Lin tidak akan terlalu terkejut kalau hasil dari semua Chimera ini membutuhkan pengorbanan yang tak terbayangkan.
Meskipun begitu, itu hanya spekulasi tanpa dasar Fang Lin. Menurutnya, kejeniusan dan keberuntungan akan menjadi faktor utama dari keberhasilan pembuatan semua Chimera ini.
"Omong-omong, aku harus mencari tau alasan mengapa puluhan ribu Chimera ini bisa ada. Tetapi apa yang harus kulakukan?" Fang Lin setidaknya membutuhkan sebuah bukti agar bisa menyelesaikan misinya.
Fang Lin belum mengedarkan Kesadaran Spiritualnya setelah sampai di pegunungan ini, jadi dirinya tidak mengetahui makhluk hidup apa saja yang tinggal di sini.
Waktu berlalu dengan cepat, Fang Lin sudah setengah hari berjalan dan dia belum bisa sampai ke puncak gunung.
"Jadi membosankan, tidak seru." Fang Lin menghela nafas panjang karena tidak menemukan sesuatu yang membuatnya terhibur, "Langsung teleportasi aja deh."
Whooosh!
Sesaat setelah berkata demikian, Fang Lin menghilang dari tempatnya dalam sekejap-- kemudian kembali muncul di puncak gunung.
Fang Lin mulai mengedarkan Kesadaran Spiritualnya dan menemukan sebuah Gua yang mempunyai anak tangga menuju ke bawah.
Di dalam sana, Fang Lin bisa merasakan energi kegelapan yang tidak murni.
"Menjijikan... Aku tidak terlalu menyukai energi ini." Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, lalu melambaikan tangannya ke samping.
Whooosh!
Dalam sekejap mata, energi kegelapan yang tidak murni itu menghilang tanpa tersisa sedikitpun dan digantikan oleh energi alam.
"Yah, ini jauh lebih baik." Fang Lin bergumam, lalu memasuki gua tersebut.
Ketika Fang Lin menuruni anak tangga, Chimera mulai berdatangan ke arahnya tetapi mereka langsung mati sebelum bisa mencapai dirinya.
"Sepertinya Penyihir Hitam yang ada di dalam Gunung ini sudah menyadari keberadaanku." Fang Lin bergumam sembari tersenyum tipis, "Dia mungkin panik, tapi sayangnya aku tidak bisa membiarkannya kabur."
__ADS_1
Sebelum Penyihir Hitam menyadari keberadaan Fang Lin, dia sudah lebih dulu menciptakan penghalang yang membatasi hukum teleportasi, robekan ruang dan semacamnya. Bisa dibilang, seluruh akses untuk keluar dari Gua ini sudah dikunci oleh Fang Lin.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin berhasil menuruni anak tangga dan menemukan tiga lorong yang berbeda.
Fang Lin tanpa ragu memasuki lorong kiri karena keberadaan Penyihir Hitam ada di sana, sisanya hanya sekumpulan Chimera beserta jebakan yang tidak berguna.
Berbagai jebakan juga ada di lorong kiri, tetapi Fang Lin sama sekali tidak mempedulikannya karena tidak ada satupun dari semua jebakan itu yang bisa menyentuh kulitnya.
Setelah keluar dari lorong kiri, Fang Lin mendapati ruangan besar yang sebagian besarnya dipenuhi barang-barang untuk penelitian.
Fang Lin kemudian mengalihkan pandangannya ke satu arah, sebuah penghalang tebal tercipta di sana-- saking tebalnya seseorang dengan mata biasa tidak bisa menembus sesuatu yang ada di baliknya.
Fang Lin menghancurkan penghalang tersebut dengan mudah dan memperlihatkan seorang pria berusia 50 tahun-an yang mengenakan mantel hitam, dia begitu terkejut ketika penghalang yang diciptakannya hancur.
Suara tidak bisa keluar dari orang itu ketika menemukan Fang Lin yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh, dia bergetar ketakutan sampai-sampai jatuh bertekuk lutut.
"Aku diberikan misi untuk mencari tau alasan mengapa ada banyak Chimera di Pegunungan Khavarion, aku yakin kau adalah jawaban dari alasan tersebut, bukan?" Fang Lin berjalan mendekati pria tua itu, lalu mengangkatnya sampai berdiri menggunakan Qi-nya.
"Aku beri dua pilihan. Mati dengan tenang setelah mematuhi perintahku, atau terjebak selamanya di Ilusi Neraka?" Fang Lin bertanya, ia memberikan tatapan yang menandakan bahwa dirinya sedang tidak bercanda.
Pria tua itu menelan ludahnya berulang kali sampai kering, kemudian dia memilih pilihan yang pertama.
Fang Lin membawa pria tua itu ke dimensi kekosongan, lalu menghilang dari sana dalam sekejap.
***
Di lorong jalan sepi kota Heinz, Fang Lin muncul dari balik bayangan dengan mantel hitam yang dikenakannya. Kemudian dirinya pergi ke Serikat Pemburu untuk menyelesaikan misinya.
Di Serikat Pemburu, suasana masih ramai meskipun sudah tengah malam. Itu dikarenakan, ada banyak pemburu yang suka beraktivitas di malam hari.
Fang Lin datang ke meja resepsionis dan menemukan seorang pemuda berusia 17 tahun-an, tanpa banyak basa-basi ia mengeluarkan kertas misinya dan berkata, "Aku membawa orang yang bersangkutan mengenai misi ini, apa yang harus kulakukan?"
Pemuda tersebut cukup terkejut mendengarnya, ia kemudian meminta Fang Lin untuk menunggu lalu buru-buru pergi dari sana.
Beberapa saat kemudian, pemuda itu datang bersama seorang Kakek Tua. Dia adalah Vulhan, Ketua dari Serikat Pemburu ini.
"Oh, anak muda yang waktu itu. Kau sudah menyelesaikan misi?" Vulhan bertanya sembari tersenyum hangat.
__ADS_1
"Begitulah..." Fang Lin menjawab secara singkat.
"Aku sudah mendengar penjelasan dari keponakanku, jadi mari ikut aku..." Vulhan berbalik ketika mendapatkan anggukan dari Fang Lin, mereka berdua kemudian pergi ke sebuah ruangan yang ada di lantai dua.
"Ruangan ini dibangun dengan material khusus, dan memang diperuntukkan untuk menginterogasi seseorang." Vulhan menjelaskan tanpa memudarkan senyumannya, untuk berjaga-jaga-- ia melapisi pelindung di ruangan itu menggunakan Mana-nya.
Fang Lin tidak banyak berkata, lalu mengeluarkan seorang pria tua yang berada di dimensi kekosongannya.
Vulhan cukup terkejut dengan kemunculan seorang pria tua bermantel hitam dari udara, "Dimensi buatan dan Teleportasi, ya? Hohoho... Menarik."
Fang Lin tidak menghiraukannya dan menyuruh pria tua itu untuk berdiri di hadapan Vulhan.
"Jawab semua pertanyaan dia."
Fang Lin memberikan perintah, dan pria itu langsung mengangguk cepat.
Vulhan tidak tau apa yang diperbuat oleh Fang Lin sampai membuat pria tua ini ketakutan.
"Pemburu Fang Lin, aku mempunyai sihir untuk membaca ingatan seseorang. Aku akan menggunakan itu, apakah anda tidak masalah?" Vulhan bertanya.
Sebenarnya Vulhan tidak membutuhkan izin dari Fang Lin, karena pada dasarnya dia adalah atasannya. Namun tanpa alasan yang jelas, ia tetap melakukan itu.
Fang Lin terdiam sejenak mendengarnya seolah sedang memikirkan ucapan tersebut, kepalanya kemudian mengangguk pelan dan berkata, "Tidak masalah, tapi aku minta satu hal darimu."
"Aku akan mendengarkannya." Vulhan setuju tanpa banyak berpikir.
"Sembunyikan fakta tentang apa yang kau lihat tentangku di ingatan dia." ucap Fang Lin dengan tenang.
"Tidak masalah, aku berjanji akan menutup mulut selama itu tidak membahayakan aku dan keluargaku." Vulhan menyahuti.
"Kalau begitu, lakukanlah."
Vulhan mengangguk kemudian mengangkat tangan kanannya lalu memegang kepala pria tua itu, fluktuasi Mana perlahan menyebar dari sana dan ia mulai menyerap ingatan-ingatan asing yang masuk ke dalam kepalanya.
Fang Lin sendiri hanya mengamati situasi itu dalam diam, alasannya meminta Vulhan untuk menutup mulut karena ia cukup yakin kalau dalam ingatan tersebut ada tampilan mengenai medan energi yang berubah dalam sekejap.
Karena Fang Lin mengubah energi kegelapan yang tidak murni menjadi energi alam, itu pasti adalah peristiwa yang di luar nalar bagi Penyihir Hitam dan juga Vulhan.
__ADS_1
Bersambung......
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.