
Meskipun saat ini pasukannya sudah terbilang kuat jika melawan Alam 100 Pelangi, Akan tetapi tetap saja pasukan yang dimiliki Alam Agung akan menurun drastis jika berperang melawan mereka.
Dirinya juga mendapat kabar burung bahwa Raja dari Alam 100 Pelangi telah menyewa banyak pasukan dan ahli kultivator yang mereka rekrut dari alam yang berbeda.
"Jika aku mempunyai 10 juta pasukan yang berada di Ranah Tyrant dan 50 juta di ranah Immortal maka ada kemungkinan kalau aku akan menang di peperangan ini" Batin Dian Qi berpikir.
"Tetapi, Aku tidak tau seberapa kuat ahli kultivator yang mereka rekrut untuk peperangan ini" Batin Dian Qi dengan nada heran.
"Jika aku mengutus beberapa ranah To God untuk memata-matai hal tersebut, Aku tidak yakin mereka bisa pulang dengan selamat" Lanjut Dian Qi membatin.
Dia saat ini cukup pusing untuk memikirkan hal tersebut dan lagi banyak orang penting dari pihaknya sedang ditugaskan di alam yang berbeda seperti Ki Teng, Pi Yu, Wen Li dan yang lainnya.
Jadi dirinya tidak dapat meminta saran yang bagus untuk rencana ini, Dian Qi hanya berdecak pelan lalu melihat ke arah tiga anak-anaknya, "Dian Wu, Dian Wei dan Dian Zi. Kalian pergi ke Alam yang para petinggi ditugaskan, Kunjungi mereka secara bersamaan agar lebih aman dan suruh mereka kembali ke Istana Surgawi" Ucap Dian Qi sambil melirik anaknya satu persatu.
Dian Wei yang mendengar itu sedikit menaikkan satu alisnya, "Memangnya ayah tidak bisa menelepati mereka? Dan kenapa harus kami yang mengunjungi mereka?" Tanya Dian Wei dengan nada heran. Ia bertanya seperti itu karna memang aneh dan juga dia sangat malas untuk berpergian saat ini.
Dian Qi yang mendapatkan 2 pertanyaan sekaligus langsung berdecak kesal, "Anak ini... Kau pikir aku dapat menelepati seseorang yang sudah berada di alam yang berbeda? Dan lagi aku menyuruh kalian pergi agar kalian mendapatkan pengalaman yang bagus di Alam berbeda" Ucap Dian Qi menjelaskan. Memang dirinya tidak bisa menelepati orang dari Alam yang berbeda karna dirinya masih terlalu lemah untuk melakukan itu.
Dian Wei yang mendengar penjelasan ayahnya hanya mendengus pelan, "Baiklah... Baiklah, Kapan kita harus pergi?" Tanya Dian Wei memastikan.
"1 minggu lagi, Kalian sudah harus berangkat... Aku akan menyiapkan portal untuk kalian" Jawab Dian Qi dan segera diangguki oleh ketiga anaknya.
Dian Qi lalu kembali ke tempat yang biasa di berkultivasi, Ia ingin menggunakan beberapa energi Kehidupannya untuk mengembalikan sedikit kemudaannya, Dia tidak ingin berperang menggunakan tubuh rapuh seperti ini.
***
Di Dunia Jiwa Fang Lin, Gua Wilayah Luar Hutan Terlarang.
Fang Lin perlahan membuka matanya dan mulai bangun, Ia lalu melihat ke arah kiri dan kanannya namun dirinya tidak melihat kedua calon istrinya saat ini.
__ADS_1
"Dimana mereka?" Gumam Fang Lin dengan nada heran.
Fang Lin lalu berdiri dari kasur dan berjalan pelan ke arah luar gua, Ia ingin membetulkan kawah yang ada di wilayah inti sebelumnya.
Dia tidak ingin kawah tersebut mengganggu para penghuni hutan terlarang yang sedang beraktivitas disana.
Sebelum dirinya pergi, Fang Lin langsung menyebarkan kesadarannya hingga 5 Kilometer, Dia ingin mencari tau dimana posisi Mue Lian dan Shui Ru saat ini.
Saat kesadarannya menyebar, Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya saat menemukan Mue Lian dan Shui Ru sedang mengumpulkan buah-buahan disekitar hutan.
"Untuk apa mereka mencari buah? Padahal jika mereka ingin, Mereka tinggal mengatakannya padaku" Gumam Fang Lin keheranan.
Fang Lin langsung teleportasi ke arah mereka berdua, Tidak lupa dia menggunakan energi tak kasat mata untuk melindungi pintu masuk gua.
~Whooosh~
Hanya dalam kejapan saja Fang Lin sudah menghilang dari sana.
***
Mue Lian saat ini sedang memetik banyak buah apel, Setiap dia memetik buah apel yang bagus, Dia langsung memasukkan apel tersebut ke dunia jiwanya.
Di sisi lain, Shui Ru juga tidak ingin kalah dengan Mue Lian, Dia juga ikut mengumpulkan buah-buahan yang bermacam-macam dan memasukkannya ke cincin penyimpanan.
"Kalian sedang apa mengumpulkan buah yang banyak?" Terdengar suara yang familiar di telinga Mue Lian dan Shui Ru.
Mereka berdua langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati Fang Lin yang sedang menatap mereka dari bawah.
Mue Lian dan Shui Ru langsung lompat dari dahan pohon kemudian berjalan ke arah Fang Lin secara bersamaan, "Fang Gege!" Ucap mereka berdua serempak.
__ADS_1
Fang Lin hanya tersenyum menanggapi itu, "Kenapa kalian bangun begitu pagi hanya untuk memetik buah?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
Mue Lian dan Shui Ru yang mendapati pertanyaan seperti itu langsung menatap satu sama lain, Mereka berdua langsung menganggukkan kepalanya secara bersamaan dan kembali menatap Fang Lin.
"Tadaa!!! Ini buah untuk Fang Gege makan!" Ucap Mue Lian sambil mengeluarkan dua buah apel dari dunia jiwanya.
Shui Ru juga ikut mengeluarkan buahnya dari cincin penyimpanan, Dia saat ini mengeluarkan sebuah pisang yang sudah matang untuk dimakan.
Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum lembut, "Terima kasih, Nanti akan kuberikan kalian makanan yang enak" Ucap Fang Lin sambil mengambil satu buah yang berada di tangan Mue Lian dan Shui Ru.
Fang Lin dengan segera menghabiskan pisang dan apel tersebut dan kemudian mengambil sisanya yang berada ditangan mereka berdua.
Di sisi lain, Mue Lian dan Shui Ru langsung tersenyum lebar saat melihat calon suaminya memakan buah yang mereka petik dengan lahap.
Mue Lian langsung bertanya ke Fang Lin saat buah yang baru mereka petik telah habis di tangan Fang Lin, "Bagaimana Fang Gege? Enak bukan?" Tanya Mue Lian dengan mata berbinar-binar. Dia saat ini ingin mendapatkan pujian dari Fang Lin.
Fang Lin yang melihat raut wajah Mue Lian hanya menggosokkan tangannya ke kepala Mue Lian, "Buah apel milikmu sangat enak, Nanti di gua berikan aku lagi ya?" Puji Fang Lin sambil tersenyum.
Mendengar itu Mue Lian hanya menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk Fang Lin.
Melihat Mue Lian memeluk dirinya, Dia hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke Shui Ru, "Pisang yang kamu berikan juga enak, Kamu ingin memberikan kepadaku lagi?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum.
Shui Ru yang mendengar itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan, Ia lalu ikut memeluk Fang Lin dengan erat sambil tersenyum.
Fang Lin hanya menerima hal tersebut dengan lapang dada, Ia lalu teleportasi ke gua bersamaan dengan calon-calon istrinya.
Dia berpikir untuk memberikan hadiah yang spesial untuk istrinya karena telah memiliki inisiatif untuk memberikannya makan, Walaupun itu hanya buah-buahan.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.