
Setelah membunuh ular raksasa itu dengan racunnya, Shui Ling Fang langsung beranjak pergi dari sana. Ia keluar dari hutan tersebut dan langsung melesat ketika hanya mendapati padang rumput tanpa ujung.
Berhari-hari Shui Ling Fang berlari tanpa henti, hingga akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat sementara waktu. Nafasnya memburu, wajahnya yang cantik kini dipenuhi dengan keringat.
"Haah... Haah... Aku belum pernah merasa selelah ini." Shui Ling Fang membaringkan badannya di rumput hijau, ia melihat langit yang sangat cerah dan tanpa sadar dirinya mulai tertidur lelap.
Di kekosongan tanpa batas, Fang Lin menepuk jidatnya saat melihat putrinya tertidur di tempat terbuka tanpa membuat keamanan terlebih dahulu.
"Shui Ling terlalu ceroboh..." Fang Lin bergumam pelan, dan tidak lama setelah itu matanya sedikit menyipit ketika melihat ada segerombolan kereta kuda melesat dari kejauhan, "Itu bangsawan, ya?"
Fang Lin memerhatikan segerombolan kereta kuda itu dalam diam, alisnya sedikit terangkat ketika mereka sedang bergerak menghampiri Shui Ling Fang berada.
Ketika belasan kereta kuda itu berhenti, seorang pemuda tampan yang tampaknya berusia 20 tahun lebih keluar dari salah satu kereta kuda. Setelahnya, seorang perempuan cantik ikut keluar dari kereta kuda yang sama.
Mereka berdua menghampiri Shui Ling Fang yang tertidur, lalu saling menatap satu sama lain dan mengobrol.
Fang Ling yang mendengar obrolan mereka berdua sedikit mengerutkan alisnya, "Mereka berdua berencana membawa Putriku ke Mansion untuk diadopsi? Apakah mereka sudah gila?" Fang Lin tidak bisa untuk tidak terkejut mendengarnya, bagaimana mungkin mereka bisa berpikir untuk membawa seorang anak kecil yang tidak diketahui asal-usulnya dan berniat mengadopsinya?
"Tunggu..." raut wajah Fang Lin menjadi serius ketika perempuan tersebut mengeluarkan botol cairan berwarna ungu cerah, "Itu... Cairan apa?"
Setelah mengobrol selama beberapa waktu, perempuan tersebut hendak memasukkan cairan ungu di botol tersebut ke mulut Shui Ling Fang.
Namun belum sempat perempuan itu mendekatinya, mata Shui Ling Fang terbuka dan ia langsung melompat mundur menjauh saat mendapati dua orang asing di dekatnya.
"Siapa kalian?!" Shui Ling Fang mengerutkan alisnya, dan ia mengeluarkan dua pisau racun sekaligus.
"Ah, anak kecil... Kami hanya ingin membangunkanmu." pemuda tampan itu tersenyum tipis.
"Benar, kamu juga terlihat haus-- jadi aku berniat memberikan jus anggur ini padamu." perempuan itu memperlihatkan botol cairan ungu cerah di tangan kanannya.
Shui Ling Fang menatap botol cairan tersebut, lalu senyum mengejek terukir di wajahnya, "Jus anggur? Jelas sekali kalau itu adalah racun tidur."
Raut wajah pemuda dan perempuan itu menjadi dingin ketika mendengar hal tersebut, mereka saling menatap sebelum menganggukkan kepala secara bersamaan, "Prajurit! Tangkap anak itu! Dia sepertinya kultivator racun, jadi berhati-hatilah..."
Belasan prajurit yang membawa kereta kuda langsung muncul di belakang kedua orang itu, mereka mengeluarkan pedang yang tersarung di pinggang dan tanpa basa-basi langsung melesat ke arah Shui Ling Fang berada.
"Mereka... Aku tidak bisa menghadapi semuanya sekaligus." ketakutan muncul di hati Shui Ling Fang, matanya kemudian sedikit melebar ketika belasan prajurit itu tiba-tiba saja diam mematung, "Eh, kenapa mereka diam?"
Shui Ling Fang merasakan ada sesuatu di belakangnya, dan ketika ia menoleh ia menjadi terkejut karena menemukan dinding hitam raksasa.
"Ah, ini bukan dinding! Ini makhluk bayangan punya ayah..." Shui Ling Fang bisa melihat ada seekor beruang setinggi tujuh meter tepat di belakangnya, "Halo beruang!"
__ADS_1
"Halo nona... Saya adalah Zu, komandan bayangan milik Tuan."
"Wah, keren sekali... Tapi kenapa kamu tidak muncul sejak awal? Aku kan bisa menumpang padamu dan tidak perlu capek-capek berlari!"
"Saya tidak diizinkan oleh Tuan untuk keluar selama Nona tidak berada dalam keadaan bahaya."
"Oh, begitu ya..."
"Omong-omong, Nona. Saya akan membunuh mereka karena telah menjadi ancaman anda..."
Zu bisa melihat orang-orang itu sedang kabur menggunakan kereta kuda semenjak ia dan Nona-nya mengobrol.
Shui Ling Fang mengalihkan pandangannya, ia bisa melihat belasan orang yang sebelumnya mengarahkan pedang padanya kini sedang kabur ketakutan.
"Oh, boleh saja. Tolong bunuh mereka, ya!"
"Kalau begitu, saya permisi dulu, Nona."
Shui Ling Fang mengangguk cepat dan beruang tersebut menghilang dalam sekejap mata, ia sendiri kemudian melakukan segel tangan dan menciptakan kubah pelindung di sekitarnya, "Dengan begini, aku bisa tidur!" ucapnya dengan semangat, lalu mulai membaringkan tubuhnya di rumput yang hijau itu.
Ketika baru saja berbaring, Zu telah kembali sembari membawa kepala pemuda tampan dan perempuan cantik sebelumnya.
"Hiiyy~ Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menunjukkan kepala-kepala itu padaku!" Shui Ling Fang hampir saja mengumpat marah karena saking terkejutnya.
"Apaa?" Shui Ling Fang bangkit, ia langsung menatap ke langit dan berseru dengan suara lantang, "Ayah~! Berhenti menjahiliku~!"
Di kekosongan tanpa batas, Fang Lin langsung tertawa ketika melihat reaksi anaknya saat melihat dua kepala tersebut, ia kemudian menyuruh Zu untuk membakar dua kepala tersebut lalu memasuki bayangan putrinya.
"Duh... Kamu sungguh lucu." Fang Lin tertawa kecil melihat putrinya mengeluarkan ekspresi kesal, di detik selanjutnya raut wajahnya berubah menjadi serius, "Mereka berdua... Sebenarnya siapa?"
Kedua orang yang kepalanya baru saja dipenggal oleh Zu mempunyai anak-anak seumuran Shui Ling Fang-- yang disimpan di dalam kereta kuda. Anak-anak itu berada dalam kondisi tertidur, dan jika apa yang Fang Lin simpulkan benar-- mereka tertidur karena diberikan cairan ungu cerah yang ditawarkan pada putrinya tadi.
"Aku menyuruh Zu untuk meninggalkan anak-anak itu, tapi entah kenapa aku merasa sedikit kasihan karena mereka seumuran dengan putra dan putriku."
Fang Lin menghela nafas pendek, ia kemudian mengeluarkan sebuah makhluk bayangannya dan memerintahkannya untuk membawa anak-anak itu ke kota terdekat.
"Ah, gunakan wujud manusia untuk melakukannya. Kau akan membuat kehebohan jika terus berada dalam wujud semacam itu " ucap Fang Lin, dan seketika makhluk bayangan di dekatnya berubah menjadi seorang pemuda tampan dengan pakaian yang mewah.
"Oh! Ternyata kau mempunyai selera yang bagus!" Fang Lin entah kenapa merasa bangga pada dirinya sendiri, ia kemudian menyuruh makhluk bayangan itu bergerak sekarang juga.
Setelah makhluk bayangan itu menghilang dari kekosongan tanpa batas, Fang Lin mengalihkan pandangannya ke layar yang lain dan ia menemukan Fang Li Dao yang sedang makan di sebuah restoran mewah.
__ADS_1
Saat ini, di sebuah restoran mewah. Seorang anak kecil tampan berambut putih sedang memakan makanan di meja dengan lahap, banyak sepasang mata yang memerhatikannya tapi tampaknya dia tidak peduli dengan semua itu.
"Uahh... Kenyang sekali..." Fang Li Dao tersenyum lebar setelah memakan semua makanan yang ia pesan sebelumnya, "Pelayan, aku mau bayar makananku!" Fang Li Dao berseru lantang, dan seorang pelayan pria buru-buru datang padanya.
"Totalnya dua koin emas, Tuan muda." ucap pelayan tersebut cepat.
Fang Li Dao mengangguk dan ia mengeluarkan dua koin emas dari udara kosong, "Ambil saja kembaliannya." ucapnya dan berjalan pergi menuju pintu keluar restoran tersebut.
"Ambil saja kembaliannya? Dia sudah gila, ya?" pikir pelayan tersebut, lalu menepis pikirannya dengan segera dan melanjutkan pekerjaannya.
.....
Setelah keluar dari restoran, Fang Li Dao langsung berjalan di tengah keramaian. Ia kemudian memasuki sebuah gang kecil di sana dan mengikuti jalannya.
"Eh, rupanya tidak ada jalan..." Fang Li Dao hanya melihat jalan buntu ketika dirinya berada di belokkan, ia kemudian berbalik dan menemukan tiga orang kultivator aliran hitam yang menghadang jalannya menuju ke luar gang, "Siapa kalian?!" tanya Fang Li Dao waspada.
"Hehehehe... Kami? Kenapa aku harus memberitahumu?"
"Anak kecil, sepertinya kamu mempunyai banyak uang. Berikan semuanya pada kami dan kau mungkin akan selamat dari kematian."
"Ternyata kalian perampok, ya!" Fang Li Dao menunjukkan raut wajah ketakutan, "Aku akan memberikan semuanya, tapi berjanjilah untuk melepaskanku!"
"Hehehehe... Tentu saja." salah satu dari mereka mengiyakan sembari memberikan senyum menyeramkan.
Tubuh Fang Li Dao bergetar, ia kemudian mengeluarkan sebuah kain putih yang cukup besar dan membuat ketiga kultivator itu keheranan.
"Anak kecil, apa yang sedang kau lakukan sekarang? Apakah kau mau bermain-main dengan kami?"
"Tidak, tidak. Tunggu dulu! Kain ini adalah tempatku menyimpan harta!" ucap Fang Li Dao buru-buru, lalu melanjutinya, "Lihat ini."
Fang Li Dao melemparkan kain putih tersebut ke arah mereka, dan membuat pandangan ketiganya menjadi terhalang.
"Bocah sialan! Sepertinya kau mema- eh? Kenapa pandanganku menjadi terbalik."
Kepala dari ketiga kultivator tersebut tiba-tiba saja terpenggal dalam sekejap mata. Tentu saja kejadian itu membuat mereka bertiga terkejut, hal terakhir yang mereka lihat adalah Fang Li Dao sedang memegang sebilah pedang dan menatap mereka dengan tatapan dingin.
"Kroco seperti kalian ingin merampokku? Bodoh sekali..." Fang Li Dao berkata dengan nada menghina, sedari awal ia memang memancing ketiganya ke gang sepi dan berpura-pura ketakutan untuk menurunkan kewaspadaan mereka, "Pergilah ke Neraka, dasar sampah."
Fang Li Dao menyimpan pedangnya kembali ke cincin penyimpanan, ia melewati ketiga mayat tersebut lalu memasang raut wajah ceria seolah tidak terjadi apa-apa.
Di kekosongan tanpa batas, Fang Lin yang menyaksikan sifat putranya itu tidak bisa untuk tidak berdecak kagum, "Hebat sekali... Ternyata selama ini Li Dao menyembunyikan sifat semacam itu dariku." gumam Fang Lin kagum, ia merasa kalau putranya yang ini sangat berbakat dalam bersandiwara.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.