
Setelah api emas tersebut padam, Fang Lin terbang ke langit dan kemudian energi yang begitu kuat berfluktuasi di sekitar Pulau.
Pulau tersebut bergetar hebat dan mulai melayang di udara, Fang Lin kemudian memindahkan pulau itu ke daratan kosong yang tidak jauh dari sana.
"Sialan... Ada banyak nyawa yang melayang karena tertimpa Pulau Melayang." Fang Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pemukiman kultivator yang saat ini ada di bawahnya terdapat banyak sekali mayat, "Apa yang harus kulakukan?"
Fang Lin sebenarnya bisa saja menghidupkan kembali mereka dengan cara yang dirinya lakukan kepada orang tua dan juga kekasihnya, tetapi menggunakan cara itu akan memakan waktu yang lama dan juga merepotkan mengingat sebagian besar dari mayat-mayat itu tubuhnya hancur tak tersisa.
Setelah merenung cukup lama Fang Lin memutuskan untuk lepas tanggung jawab, ia akan menganggap mereka sedang bernasib sial saja. Meskipun begitu Fang Lin tidak langsung kabur, dia mengeluarkan ratusan makhluk bayangannya dan memerintahkan mereka untuk mengubur mayat-mayat itu.
Fang Lin bisa melihat kemarahan dari beberapa kultivator ketika makhluk bayangannya sedang mengubur para mayat, ia hanya bisa menghela nafas panjang dan mulai menyesali tindakannya yang sedikit gegabah.
Semua berlalu begitu cepat, para bayangan kini sudah kembali ke Fang Lin dan pemuda tampan itu langsung menghilang dari tempatnya setelah tidak ada urusan lagi di Alam ini.
***
Di kekosongan tanpa batas.
Saat ini Yue sedang berusaha mengubah sebagian besar ingatan Mue Lian, proses untuk melakukannya sedikit memakan waktu karena Yue harus memikirkan skenario untuk ingatan baru wanita cantik itu.
Setelah berhasil mengubah ingatan Mue Lian, Yue berbalik dan mendapati Fang Lin yang sudah mengamatinya sedari tadi.
"Bagaimana?" Fang Lin bertanya sembari berjalan menghampiri Yue.
Yue tersenyum tipis dan menjawab, "Semua berjalan lancar, Mue Lian mungkin akan sadar beberapa jam lagi."
"Bagus... Ngomong-ngomong, apa yang kamu ubah dari ingatannya?"
"Tidak terlalu spesial, dia hanya tersesat di Alam ini dan kemudian berkelana dalam waktu yang lama sampai membuat namanya menjadi besar."
"Begitu, ya... Terima kasih, Yue."
"Sama-sama, Fang Gege." Balas Yue dengan senyum tipis di wajahnya, "Apa kita akan kembali ke Dunia Jiwa?"
"Tentu saja, sudah tidak ada lagi urusan yang harus kulakukan di sini..."
__ADS_1
Fang Lin dan Yue kemudian mengobrol selama beberapa waktu, ketiganya lalu menghilang dari kekosongan tanpa batas itu dalam sekejap.
***
Dunia Jiwa, Istana Es.
Setelah menempatkan Mue Lian di salah satu kamar tidur yang cukup besar, Fang Lin dan Yue pergi ke aula Istana dan bertemu orang tua serta kekasihnya yang sedang duduk di sebuah sofa megah.
"Saudari Lian! Apa itu kamu?!" Qiao Yu sedikit melebarkan mata saat menunjuk Yue.
Fang Lin menggeleng pelan dan berkata, "Dia adalah Yue, salah satu kekasihku yang lain."
Tentu saja pernyataan Fang Lin membuat seisi aula terkejut, kecuali Shui Ru dan Yue itu sendiri.
"Apa?! Nona Yue kamu jadikan istri juga?!" Fang Qin langsung merasa iri, "Astaga, Nak. Ayah jadi ingin mengikuti jejakmu..."
Xia Mei yang tadinya masih dalam keadaan terkejut dengan pernyataan anaknya langsung menjadi kesal ketika mendengar ucapan suaminya, "Apanya yang mengikuti jejak?!" Xia Mei tanpa ragu menjitak kepala suaminya itu sampai benjol.
Fang Lin sendiri hanya tertawa hambar, sedangkan Qiao Yu perlahan menyipitkan matanya, "Fang Gege, sepertinya ucapanmu tentang kapasitas cintamu yang tidak terbatas itu bukan hanya sekedar gurauan saja, ya?!" Nada Qiao Yu berubah menjadi sinis.
Penjelasan yang dilakukan oleh Fang Lin membuat suasana menjadi hening, semua orang tau kalau Yang Jian adalah bawahan pertama Fang Lin, lantas mulai sejak kapan Yue sudah bersamanya?
Semua mata langsung tertuju kepada Yue, mereka sebenarnya ingin bertanya lebih jauh mengenai hal itu akan tetapi mengingat perkataan Fang Lin barusan membuat mereka sungkan untuk bertanya.
Yue sendiri tersenyum tipis saat mendapati tatapan dari orang di sekitarnya, "Kalian sepertinya penasaran, haruskah aku menjelaskannya?"
Semuanya terdiam mendengarnya, di sisi lain Fang Lin hanya diam dengan ekspresi datar akan tetapi saat ini dirinya sedang mengobrol dengan Yue lewat telepati.
"Kamu yakin ingin memberitahu mereka kebenarannya?"
"Aku tidak akan menceritakan tentang 'System', Fang Gege. Kamu tenang saja..."
"Baiklah."
Yue memutuskan telepati lalu menarik nafasnya dalam-dalam, "Dulu sekali, Fang Gege secara tidak sengaja menemukanku di dalam sebuah Gua, pada saat itu aku adalah Roh yang bersemayam di dalam sebuah Artefak." Jelas Yue sebelum melanjutinya, "Ketika Fang Gege mengaktifkan artefak itu, roh-ku tanpa alasan yang jelas bersatu dengan roh Fang Gege. Kami berdua kemudian menjadi teman, tidak ada yang mengetahui hal ini sampai sekarang kecuali kalian."
__ADS_1
Penjelasan Yue jelas membuat semua orang yang ada di sana terkejut, kecuali Fang Lin. Beberapa pertanyaan mulai bermunculan di benak mereka, salah satunya adalah alasan Yue menyembunyikan keberadaannya.
"Alasanku menyembunyikan diri karena aku merasa tidak nyaman jika ada orang lain selain Fang Gege yang mengetahui keberadaanku, dan juga waktu itu aku sedang dalam proses memulihkan kekuatanku." Yue berkata seolah bisa membaca pikiran mereka.
Suasana hening berlanjut selama beberapa waktu sebelum Xue Hua memecahkan keheningan, "Bukankah berarti kakak Yue adalah kekasih Fang Gege yang pertama?" Tanya Xue Hua memastikan.
Fang Lin langsung terbatuk pelan mendengarnya, "Tidak, Yue adalah kekasih terakhirku. Aku bahkan sempat ditolak olehnya..." Sahutnya sambil tersenyum pahit.
"Woah, kamu menolak Fang Gege? Apa alasannya?" Qiao Yu tiba-tiba menjadi penasaran.
Xue Hua dan Shui Ru juga sama penasarannya, bagaimana bisa ada wanita yang menolak cinta Fang Gege? Wajahnya saja begitu tampan, mempunyai kekuatan di luar nalar dan juga sifatnya yang bisa membuat hati wanita manapun meleleh.
Yue tertawa kecil melihat keantusiasan mereka bertiga, ia hanya mengatakan kalau saat itu bukan waktu yang tepat untuk menerima cinta dari Fang Lin.
Mereka bertiga sedikit kecewa mendengar jawaban dari Yue, tetapi mereka tidak mempermasalahkannya lebih jauh dan mulai mengobrol bersama tentang hal lainnya.
Di sisi lain, Fang Lin tersenyum tipis melihat mereka menjadi akrab dalam waktu yang singkat, "Setelah sekian lama, akhirnya kita berkumpul lagi..." Batin Fang Lin dengan perasaan yang senang.
"Nak, bagaimana bisa kamu membuat kekasih-kekasihmu itu akur? Apa kamu mempunyai trik spesial untuk melakukannya? Kalau iya, beritahu caranya pada ayahmu ini..." Bisik Fang Qin dengan hati-hati.
Plak!
"Memangnya kamu mau buat apa, hah?!" Xia Mei menjitak kepala suaminya.
Walaupun Fang Qin sudah berbicara dengan suara pelan akan tetapi Xia Mei masih dapat mendengarnya dengan jelas.
"Sepertinya aku terlalu lembek padamu ya akhir-akhir ini, suami?! Ikut aku!" Xia Mei menjewer telinga Fang Qin dan kemudian keduanya menghilang dari sana dalam sekejap.
"Ayah... Aku hanya bisa mendoakan hal-hal yang baik saja." Fang Lin bergumam dengan nada kasihan.
Sedangkan Yue dan yang lainnya hanya bisa tertawa ketika menyaksikan itu semua.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1