System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta XII


__ADS_3

Shanzi bersiul kecil setelah Fang Lin dan Childe telah pergi dari sana, "Dia seperti karakter utama dalam cerita, ya?" Shanzi tertawa kecil, ia jelas menikmati kejadian barusan.


"Aku benci mengakuinya, tapi kau benar." Nalimi yang sedari awal tidak berbicara maupun ikut campur buka suara kali ini.


"Kita ini karakter utama dalam kehidupan masing-masing, kalian terlalu berlebihan!" Marak menanggapi dengan nada tinggi.


"Haisss... Kau itu tidak diajak, urus saja tanganmu yang masih belum sembuh itu." Shanzi kembali menjadi acuh tak acuh, begitupula dengan Nalimi.


"Grr... Dasar brengsek, akan kuhajar kalian setelah aku kembali ke kondisi prima." ucap Marak kesal.


Shanzi dan Nalimi tidak menanggapi, mereka terus bertindak acuh tak acuh sementara Cassiel mencoba menenangkan pemuda itu.


......................


Sudah tiga tahun semenjak Pertempuran Kelompok dimulai, kelompok Fang Lin telah kehilangan dua anggota mereka. Namun meskipun kekurangan dua tiang kekuatan, mereka berhasil mengumpulkan 846 Orb.


Yang paling banyak mengumpulkan Orb di kelompok Fang Lin adalah Kirisan, dia telah membunuh setidaknya 300 Absolute dalam kurun waktu 3 tahun saja.


Saat ini di padang rumput tanpa ujung ada Cassiel, Fang Lin, Liu Bei, Childe, Nalimi dan Marak. Sementara Kirisan dan Shanzi sedang berada di luar wilayah, mereka ditugaskan untuk mengintai wilayah musuh agar rencana kedua bisa dijalankan.


"Apa-apaan...? Jadi aku ditugaskan dalam tim penyerang?!" Nalimi langsung tidak terima setelah mendengar rencana dari Cassiel.


"Sejauh ini pelindung milik Fang Lin dan juga Childe tidak bisa ditembus oleh setiap Absolute yang datang untuk menyerang, jadi akan lebih efektif jika kau berada dalam posisi penyerang dan membantu mereka yang berada di garis depan.


"Sialan, aku tidak suka berada di tim penyerang!" Nalimi tetap menolak keras.


"Kau ini pengecut, ya? Apa kau takut mati?" Marak bertanya, nadanya terdengar mengejek.


"Tentu saja aku takut mati, apa kau pikir makhluk Absolute itu dapat menghindari segala kematian?" balas Nalimi cepat dengan tatapan yang tajam.


"Hahahaha... Itu artinya kau lemah! Karena kau tidak percaya diri dengan kemampuanmu!" Marak tertawa dengan lantang, seolah puas berkata demikian.


"Dasar brengsek, kau saja hampir mati tiga kali dalam tiga tahun ini!" Nalimi tidak mau kalah, dia sedikit termakan provokasi Marak kali ini.


"Apa bedanya dengan kau? Kau juga hampir mati tiga kali, dan ketiga di antaranya adalah aku penyelamatmu!" ucap Marak dengan urat yang terlihat jelas di wajahnya.


Mereka berdua terus berdebat sampai akhirnya Cassiel memisahkan dan mencoba menenangkan mereka.


Menurut Fang Lin, Cassiel tidak hanya mempunyai penampilan seperti seorang Malaikat, tetapi dia adalah wanita baik dan juga tegas.


Kalau Fang Lin bandingkan Cassiel dengan sifat dari kelima istrinya, sifatnya itu lebih mirip ke Mue Lian.


"Ah... Memikirkan mereka membuatku menjadi rindu." Fang Lin diam-diam menghembuskan nafas berat dari mulutnya.

__ADS_1


"Teman Lin, apa yang sedang kau pikirkan?" Liu Bei menghampiri Fang Lin dengan senyum lebar seperti biasanya.


"Tidak, bukan apa-apa." Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, bersama Liu Bei selama tiga tahun membuatnya mengetahui kalau pemuda itu adalah tipe orang yang mudah penasaran dan dipenuhi rasa ingin tahu.


Bisa dibilang setiap pertanyaan Liu Bei yang pernah dilontarkan pada Fang Lin bukan untuk menganalisa kemampuannya, namun dia hanya murni penasaran saja.


Meskipun begitu, Liu Bei tetap bisa mengukur kemampuan Fang Lin melalui jawaban dari semua pertanyaan itu. Dia akan menjadi berbahaya kalau menjadi musuh yang dulunya pernah dekat.


"Oh, ayolah... Kenapa kau sering berkata seperti itu, apa kau tidak suka padaku?" Liu Bei memasang ekspresi lemas seolah hatinya sedang terluka karena itu.


"Aku hanya merindukan keluargaku yang ada di Dunia Abyss..." Fang Lin dengan sedikit terpaksa menjawab, ia tidak mau menciptakan situasi canggung yang nantinya akan mempengaruhi rencana kedua mereka.


"Ah, benar... Kau mempunyai keluarga di Dunia Abyss." Liu Bei mengangguk beberapa kali, lalu bertanya, "Apa keluarga kalian bahagia?"


"Ya, kau bisa menganggapnya seperti itu." jawab Fang Lin, lalu melirik ke arah Liu Bei, "Bagaimana denganmu? Apa kau juga memiliki keluarga di Dunia Abyss?"


Ekspresi Liu Bei sedikit berubah menjadi muram sebelum tersenyum pahit, "Sayangnya, aku sama sekali tidak mempunyai keluarga." jawab Liu Bei, kemudian menatap ke arah langit, "Selama ratusan ribu tahun, aku selalu sendiri di Dunia Abyss. Meskipun bisa menciptakan makhluk hidup dengan jentikan jari saja, tapi... Itu membosankan."


"Apa maksudmu membosankan?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya.


"Karena dengan menciptakan mereka, aku jadi bisa menebak jalan pikir mereka." Liu Bei menjawab dengan tenang.


Perlu diketahui, setiap jiwa Manusia mempunyai sifat bawaan yang sudah ditetapkan. Sederhananya, kalau Fang Lin menciptakan sebuah jiwa maka dia akan secara otomatis bisa mengetahui sifat asli dari jiwa tersebut nantinya.


Pengaruh lingkungan memang mempunyai peran penting dalam membangun sifat Manusia, tapi pada akhirnya sifat bawaan lah yang akan menjadi pemenangnya.


"Lalu, kenapa kau tidak mencari orang lain saja? Seperti kekasih atau istri...?" Fang Lin sengaja tidak menyinggung tentang keluarganya karena takut kalau ada peristiwa buruk dibaliknya.


Senyuman pahit di wajah Liu Bei semakin terlihat dan membuat Fang Lin yakin kalau pertanyaan itu adalah hal yang sensitif untuknya.


"Kau tidak perlu terpaksa menjawab jika tidak menginginkannya." timpal Fang Lin segera.


"Tidak masalah, jangan khawatir." balas Liu Bei, kemudian menceritakan masa lalunya.


Dahulu, Liu Bei adalah Kultivator paling jenius di Dunianya. Selain jenius dalam bela diri, dia memiliki wajah tampan serta hati yang baik.


Mungkin jika dalam cerita novel, Liu Bei adalah sosok pemeran utama yang bertugas untuk menyelamatkan Dunia dari orang-orang jahat.


Hidup Liu Bei semakin bahagia seiring berjalannya waktu, sehingga dia jatuh cinta pada seorang Putri dari Kerajaan kecil.


Hubungan Liu Bei dengan Putri tersebut semakin dalam, dan pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah.


Namun, sesuatu yang di luar nalar terjadi setelah pernikahan mereka baru menginjak satu tahun. Seorang makhluk yang entah dari mana menetapkan Liu Bei sebagai peserta Turnamen Semesta.

__ADS_1


Tentu saja awalnya Liu Bei menolak keras karena kehidupannya yang tenang baru saja dimulai, tetapi takdir berkata lain... Dia sama sekali tidak bisa menentang perkataan makhluk itu dan dibawa secara paksa olehnya untuk dilatih.


Selama puluhan tahun Liu Bei dipaksa berlatih di kekosongan putih tanpa batas, sampai akhirnya makhluk tersebut mengizinkan dia untuk kembali ke Dunianya.


Awalnya Liu Bei begitu senang dan juga antusias, sampai perasaan senangnya itu pupus ketika dia kembali dan menemukan istrinya itu sedang berhubungan intim dengan orang lain.


Orang tersebut adalah orang yang begitu dekat dengan Liu Bei, dia tidak lain adalah kakaknya sendiri, Liu Shen. Dia adalah satu-satunya keluarga Liu Bei yang masih hidup.


Melihat kejadian itu jelas membuat Liu Bei sangat marah, dia langsung menghancurkan istana milik Kerajaan tersebut tetapi tanpa adanya satu korban berjatuhan.


Meskipun akal Liu Bei hampir hilang karena melihat kejadian itu, tetapi dia tidak bisa melukai orang-orang yang sama sekali tidak bersalah.


Setelah mengamuk sejadi-jadinya, Liu Bei langsung pergi dari sana tanpa berbicara sedikitpun kepada istri maupun kakaknya itu.


Liu Bei terus menyendiri selama bertahun-tahun di berbagai tempat tersembunyi, sampai akhirnya makhluk itu kembali datang kepadanya.


Liu Bei jelas menyalahkan makhluk itu karena dia adalah penyebab dari semua masalah yang terjadi padanya. Namun, makhluk itu mengelak dan mengatakan kalau cinta istrinya itu sama sekali tidak tulus.


Wanita itu ingin menjadi istri Liu Bei bukan karena dia mencintainya, tetapi karena pada saat itu Liu Bei adalah satu-satunya orang yang bisa membantu Kerajaannya melewati kondisi kritis yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.


Sebenarnya Liu Bei tidak langsung percaya, tetapi dia langsung terdiam setelah makhluk itu memberikan simulasi tentang masa depan yang akan terjadi dengan kemungkinan 99%.


Liu Bei kemudian diberikan penawaran oleh makhluk itu, dia akan memberikan wanita yang sempurna untuknya asalkan Liu Bei mau tinggal di Dunia Abyss selamanya.


Membutuhkan waktu yang lama bagi Liu Bei untuk mengambil penawaran tersebut, dia akhirnya diberikan wanita yang sempurna oleh makhluk itu dan mulai tinggal di Dunia Abyss.


Tidak lama setelah itu Liu Bei dan wanita tersebut menjadi sepasang suami istri, mereka berdua kemudian dilatih oleh makhluk itu selama puluhan ribu tahun sampai akhirnya menjadi pasangan yang sangat kuat.


Pada saat mereka sudah tepat 100 ribu tahun tinggal di Dunia Abyss, istrinya hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.


Liu Bei tentu menyayangi anaknya itu dengan penuh kasih sayang, sehingga membuat istrinya itu merasa begitu cemburu.


Istrinya yang selalu Liu Bei anggap adalah wanita yang paling sempurna di seluruh Alam Semesta ternyata adalah sebuah kesalahan besar, dia membunuh anaknya sendiri tepat di depan matanya.


Istrinya mengatakan kalau dia tidak mau Liu Bei membagi cintanya kepada orang lain, meskipun itu adalah anak dari darah daging mereka berdua.


Pada saat itu Liu Bei begitu marah, dia sangat marah sehingga tanpa pikir panjang langsung menusuk perut istrinya menggunakan pedang pemberian dari makhluk itu.


Istrinya itu sama sekali tidak melawan ketika Liu Bei menusuk perutnya, dia malah tersenyum lembut dan mengatakan "Aku mencintaimu, sayangku."


Liu Bei langsung menangis sejadi-jadinya dan berusaha untuk menyembuhkan istrinya itu, akan tetapi pedang yang ia gunakan mempunyai fungsi untuk menahan segala jenis regenerasi ataupun teknik penyembuhan, sehingga pada akhirnya dia hanya bisa melihat kematian istrinya itu dengan mata kepalanya sendiri.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2