System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pertarungan Li Fan


__ADS_3

Pertarungan bawahan inti masih terus berlangsung, "Li Fan, apakah kau ingin melakukan pertarungan di dalam sana?" Tanya Yue menawarkan.


Li Fan yang ditanya langsung terdiam mendengarnya, ia menganggukkan kepalanya pelan lalu mengeluarkan pedang Naga Hitam dari Dunia Jiwanya, "Baiklah... Aku juga memerlukan pengalaman agar bisa bertarung." Jawab Li Fan dengan penuh keyakinan.


Yue tersenyum tipis mendengarnya, "Kau masih menggunakan pedang itu? Kenapa tidak menggantinya saja? Aku akan memberikanmu pedang yang lebih baik." Tanyanya sambil melirik pedang hitam legam yang ada di tangan kanan Li Fan.


Li Fan menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Pedang Naga Hitam ini kudapat dari cincin dimensi yang Guru berikan, meskipun kakek yang memberikannya padaku tetapi ini adalah pedang yang sering dipakai oleh guru... Jadi sebagai muridnya, aku akan terus merawat dan juga memakainya."


Yue hanya tersenyum mendengar jawaban dari pria muda berjubah hitam itu, "Baiklah... Semoga beruntung!"


Whoosh!


Dalam sekejap Li Fan yang sebelumnya berada di luar kubah kini sudah berpindah ke dalam.


Li Fan yang baru saja datang langsung mendapatkan serangan kejutan dari berbagai arah dan mengharuskannya menciptakan penghalang energi.


Boom!


Penghalang yang Li Fan ciptakan berhasil menangkis serangan kejutan itu.


"Hohoho... Ternyata anda, tuan Li Fan." Seorang kakek tua berjubah putih berkata sembari mengelus janggutnya yang sedikit panjang.


"Guo Ren, kau memang berniat membunuhku ya..." Li Fan berkata dan disaat yang bersamaan penghalang energi yang diciptakannya lenyap.


"Memangnya apa lagi? Kita harus bersikap profesional di arena pertarungan ini." Guo Ren tersenyum dan aura membunuh keluar dari tubuhnya.


Guo Ren mengangkat pedangnya lalu melesat ke arah Li Fan dengan cepat, ketika sampai ia langsung mengayunkan pedangnya dan membuat pria muda berjubah hitam itu sedikit kesulitan.


Meski begitu Li Fan tidak hanya bertahan saja, ia mengeluarkan beberapa jurusnya sekaligus dan membuatnya kini dalam posisi menyerang.


Saking cepatnya serangan Li Fan sampai membuat ayunan pedangnya tak terlihat oleh mata biasa.


Ketika keduanya sedang bertarung dengan sengit, tiba-tiba saja sesosok manusia datang dalam keadaan terpental dan menabrak keduanya yang sedang bertarung.


Brugh.


Mereka bertiga terjatuh ke tanah dan salah satu dari mereka mengeluarkan darah segar.


"Bajingan kau, Ji Xi! Kenapa kau menggangguku bertarung?!" Guo Ren berteriak marah lalu bangkit berdiri dan menyerang iblis itu dengan cepat.


Ji Xi sendiri tidak tinggal diam dan bangkit berdiri, ia menangkis serangan Guo Ren menggunakan pedang miliknya.


Melihat mereka berdua bertarung membuat Li Fan terdiam, ia kemudian menatap ke arah langit dan mendapati sosok pria paruh baya yang sedang melesat ke arahnya.


Dia adalah Zhong Li yang kini sedang menghunuskan ujung tombaknya ke arah Li Fan.


"Sial!" Li Fan bangkit berdiri lalu bersiap menangkis serangan dari pria paruh baya berjubah merah tua itu.


Bam!


Pedang Li Fan dan tombak Zhong Li saling bertabrakan, tanah yang Li Fan pijaki menjadi retak karena tekanan.

__ADS_1


"Jurus Seribu Tombak!" Zhong Li yang melayang di udara melesatkan ujung tombaknya dengan cepat.


Sedangkan Li Fan yang masih berdiri di atas tanah hanya bisa menghindar dan juga menangkis serangan tersebut.


Selang beberapa detik, Zhong Li berhenti sesaat untuk mengeluarkan jurusnya kembali namun Li Fan memanfaatkan hal tersebut dengan meninjunya.


Bam!


Zhong Li terpental ke langit dengan muntahan darah dari mulutnya, ketika ia ingin menyeimbangkan kembali tubuhnya, tiba-tiba saja pisau angin berbentuk melengkung datang dari berbagai arah dan membuatnya terluka parah.


Swoosh!


Zhong Li langsung menghilang di langit, dia kini dipindahkan ke luar kubah atas kehendak hukum yang ditetapkan.


Li Fan yang melihatnya begitu terkejut, yang menciptakan pisau angin tersebut bukanlah dirinya.


"Hahahaha.... Jackpot! Aku mengalahkannya dalam sekali serang." Seorang pria tampan berjubah putih berkata dengan nada kegirangan, dia memiliki rambut putih panjang yang mencapai punggung.


"Kaukah itu... Paman Bai Hu?" Tanya Li Fan ragu dengan kepala yang mendongak ke atas.


Sosok yang dipanggil Bai Hu menatap ke sumber suara tersebut, "Oh... Jadi kau juga ikut pelatihan Li Fan? Baiklah, mari kita uji kekuatanmu sekarang!"


Bai Hu tersenyum lebar dan melesat ke arah Li Fan dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata.


Li Fan sendiri begitu terkejut melihat Bai Hu sudah berada tepat di hadapannya, ia dengan segera meninjunya dengan tangan kiri dan pria tampan berambut putih panjang itu langsung menahannya dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada.


Bam!


Kughh...


Bai Hu sekali lagi memuntahkan darah segar dari mulutnya, ia menatap Li Fan dari jauh menggunakan mata dewanya, raut wajahnya benar-benar tidak percaya dengan kejadian barusan, "Gila! Aku tak menyangka dia sudah sekuat itu..." Bukannya ragu, tetapi Bai Hu semakin kegirangan.


Ia kemudian menciptakan sepasang pedang angin yang sangat tajam lalu menghela nafas pelan, "Jurus Dewa Harimau Putih, Insting Raja Binatang..." Pupil mata Bai Hu berubah menjadi seperti taring berwarna putih.


Whoosh!


Bai Hu menghilang dari tempatnya dan kembali muncul di depan Li Fan, ia melakukan serangan mendadak dengan sangat cepat.


Li Fan sendiri sedari awal sudah mengira, ia tersenyum tipis dan rantai api muncul dari bawah tanah dan mengunci kedua kaki Bai Hu.


"Paman, apakah kau meremehkanku?" Senyum mengejek terukir jelas di wajah Li Fan, ia kemudian menghunuskan ujung pedang Naga Hitam ke dada Bai Hu.


Bang!


Serangan Li Fan tertahan oleh sepasang pedang angin yang di pegang oleh Bai Hu, "Sebenarnya kau yang meremehkanku, bocah..."


Whooosh!


Tiba-tiba saja Li Fan terpental oleh sesuatu yang tak kasar mata, dan ketika sedang terpental sebuah Laser Pembunuh datang ke arahnya.


Melihat itu Li Fan langsung menghindarinya dengan cara teleportasi, ia muncul kembali di atas langit dan matanya tertuju ke arah rantai api yang kini sudah hancur.

__ADS_1


Li Fan yang melihatnya langsung mengedarkan pandangannya, betapa terkejutnya ia ketika mendapati ratusan ribu pisau angin berbetuk melengkung datang ke arahnya dari berbagai arah.


"Bahaya!" Ketika Li Fan ingin melakukan teleportasi, tiba-tiba saja sebuah domain tercipta dan melenyapkan hukum teleportasi.


"Bajingan!" Li Fan menciptakan penghalang Qi berbentuk kotak karena pisau-pisau angin itu masih melesat ke arahnya.


Bang!


Bang!


Ratusan ribu pisau angin menabrak dinding penghalang milik Li Fan, namun tidak ada satupun dari serangan itu yang dapat menembusnya.


Ketika serangan tersebut berakhir, Li Fan langsung menghela nafas panjang.


"Hebat..." Bai Hu tiba-tiba saja muncul tidak jauh dari hadapan Li Fan.


Domain milik Harimau Putih adalah Gunung Batu tak terbatas yang tingginya menembus awan.


"Karena kau sudah terjebak di dalam Domainku, maka bersiap-siaplah untuk keluar dari arena pertarungan..." Bai Hu begitu percaya diri ketika mengatakannya. Meskipun begitu itu hanyalah gertakan saja agar membuat semangat bertarung Li Fan menurun.


Faktanya, Qi milik Bai Hu hampir habis dikarenakan pertarungan-pertarungan yang ia lakukan sebelum ini, jika saja Li Fan tidak peduli dengan gertakannya, ia bisa saja kalah.


Li Fan tersenyum tipis, "Kau sungguh percaya diri, paman. Sayangnya, aku tidak peduli..." Setelah mengatakan itu, penghalang yang melindungi Li Fan lenyap dan membuatnya langsung melesat maju ke arah Bai Hu.


"Serangan Naga, Teknik Ke-2: Naga Emas Mengoyak Langit!" Li Fan menghunuskan ujung pedang Naga Hitam yang sudah dilapisi aura emas.


Bai Hu yang menyaksikannya langsung berdecak kesal, ia menciptakan penghalang buatan di depannya dan kembali menyilangkan kedua pedang anginnya di depan dada.


Boom!


Penghalang tersebut hancur berkeping-keping dengan mudah, pedang Naga Hitam langsung menabrak dua pedang angin yang menjadi pertahan terakhir Bai Hu.


Melihat serangannya dapat ditahan, Li Fan langsung melayangkan tinju kirinya dan membuat Bai Hu terpental jauh hingga menghancurkan gunung-gunung batu yang ditabraknya.


Selang beberapa detik setelah Bai Hu terpental, domain milik pria berambut putih panjang itu perlahan lenyap.


"Dimana dia?" Li Fan bertanya-tanya ketika dirinya tidak mendapati keberadaan Bai Hu.


"Dia sudah keluar... Kerja bagus, Li Fan. Meskipun Bai Hu tidak berada dalam kondisi primanya, namun mengalahkannya adalah suatu prestasi yang dapat kau banggakan." Tiba-tiba suara Yue terdengar di pikirannya.


Li Fan tersenyum, "Terima kasih, kakak Yue. Ini semua berkat dirimu dan juga Guru..."


"Kekuatanmu didapat dari hasil kerja kerasmu, aku dan tuan hanya memberikan jalan kepadamu untuk menjadi kuat..."


"Baiklah, kakak Yue. Kita sudahi obrolan ini, aku ingin melanjutkan pertarungan..."


"Baiklah."


Obrolan keduanya berakhir sampai disitu. Li Fan sendiri langsung melesat dan mencari para bawahan inti yang lainnya untuk dijadikan lawan bertarung.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2