
Pilih Ras Bawahan]
- Manusia
- Hewan Buas
- Monster
- Roh
- Peri
- Iblis [Locked]
- Dewa [Locked]
Fang Lin yang melihat pilihan Iblis dan Dewa masih terkunci sedikit mengerut-kan alis-nya, "Yue, Bagaimana cara untuk membuka pilihan Dewa dan Iblis?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
[Tuan hanya perlu meng-upgrade System ke V.20, Setelah itu tuan dapat membeli bawahan Dewa dan Iblis]
Mendengar-nya Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya mengerti, Ia lalu meng-klik Ras roh dan seketika layar di depan-nya menampil-kan daftar Roh serta tingkat kultivasi mereka.
Fang Lin kemudian mengusap layar-nya ke atas agar melihat roh yang lebih kuat lagi, Ia sudah tau kalau semakin diri-nya mengusap ke atas maka layar di depan-nya akan menampilkan daftar Roh yang lebih kuat dan juga mahal.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin berhenti mengusap layar-nya ke atas, Ia sedikit menaik-kan alis-nya ketika mendapati Roh Tipe Hutan yang cukup kuat, "Hmm... Sepertinya kekuatan yang dia miliki cukup untuk menjaga Hutan yang mengelilingi Lembah Berkabut" Gumam Fang Lin berpikir kemudian bangun dari rebahan-nya.
"Yue, Aku ingin membeli roh ini" Ucap Fang Lin memerintah.
[Ding! Ingin membeli Roh Hutan, Nie Li? Ranah Dewa Pemula Level 1, Harga 5 Miliyar Poin]
[Beli/Tidak]
Melihat harga-nya Fang Lin hanya menghela nafas panjang, "Beli" Ucap Fang Lin singkat.
[Ding! Membeli Roh Hutan, Nie Li! Mengurangi 5 Miliyar Poin]
[Sisa Poin\= 52 Miliyar]
Tak lama setelah itu, Sebuah lubang hitam muncul di depan Fang Lin dan beberapa saat kemudian seorang wanita cantik yang memiliki tinggi sekitar 180 cm keluar dari lubang hitam tersebut.
Wanita cantik tersebut berjalan ke dekat Fang Lin kemudian berlutut di depan-nya, Ia menunduk-kan kepala-nya dan berkata dengan suara yang lembut, "Saya Nie Li, Menghadap ke hadapan raja"
__ADS_1
Fang Lin tidak menjawab sama sekali dan hanya diam, "Yue, Bukan-kah Roh tidak memiliki wujud?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
[Tuan membeli Roh tingkat tinggi dan salah satu keunikan-nya adalah dapat membuat wujud menjadi sesuka-nya]
Mendengar penjelasan Yue membuat Fang Lin menaik-kan alis-nya sedikit, "Kalau begitu Roh yang berada di hadapan-ku ini sedang dalam wujud acak?" Tanya Fang Lin sekali lagi.
[Tidak tuan, Itu adalah wujud asli-nya. Dia tidak mungkin berani memakai wujud acak di hadapan tuan]
Fang Lin yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya mengerti, Ia lalu melihat Nie Li dari atas hingga bawah, "Berdiri-lah, Lalu panggil aku dengan sebutan 'tuan' saja" Ucap Fang Lin dan seketika membuat Nie Li bangkit dari berlutut-nya.
Setelah itu Fang Lin menjelaskan tugas-tugas yang akan di terima oleh Nie Li nanti dan juga dia menyuruh-nya untuk tetap berada disini karena dia ingin memperkenalkan-nya pada semua orang di rapat besok.
Usai memberitahu-nya, Fang Lin menyuruh Nie Li untuk keluar dari sana dan berkenalan dengan para calon istri-nya. Nie Li sendiri hanya mengangguk patuh ketika diri-nya menerima perintah dari tuan-nya, Ia kemudian pamit dan langsung keluar dari kamar itu.
Melihat Nie Li sudah keluar kamar-nya, Fang Lin kembali merebahkan diri-nya. Alasan dia membeli Nie Li adalah untuk menambah kekuatan tempur pasukan-nya nanti.
Fang Lin kembali membuka Shop System lalu mencari bawahan roh lain-nya. Beberapa saat kemudian, Ia menutup layar di depan-nya dan menghela nafas-nya pelan.
Fang Lin berpikir untuk mencari bawahan lain-nya besok, Ia kemudian memejamkan mata-nya dan berniat untuk tidur.
......................
Matahari yang sudah terbit cukup lama mulai menyinari kamar yang Fang Lin tempati. Fang Lin sendiri sedikit mengerut-kan alis-nya ketika sinar matahari menyinari wajah-nya.
Fang Lin membuka mata-nya perlahan dan melihat langit-langit kamar-nya, Ia kemudian menoleh ke arah kiri dan kanan saat merasakan berat yang menimpat tubuh-nya.
Fang Lin menghela nafas-nya secara perlahan saat mendapati Qiao Yu dan Xue Hua sedang tertidur di kasur dan menggunakan lengan-nya sebagai alas kepala mereka berdua.
"Kalian berdua, Bangun-lah..." Ucap Fang Lin dengan suara lembut.
Fang Lin memanggil mereka berdua berkali-kali dan membuat kedua wanita cantik tersebut membuka mata mereka, "Ehm... Fang Gege, Kenapa kau membangun-kan aku?" Tanya Xue Hua dengan suara lemas.
"Tidak hanya kamu, Aku juga terbangun karna Fang Gege memanggil-ku terus menerus" Balas Qiao Yu yang suara-nya juga lemas.
Mendengar hal itu Fang Lin hanya tersenyum, "Aku sebenar-nya tidak ingin membangun-kan kalian, Namun aku ingin memastikan, Apakah kalian ingin mengikuti rapat atau tidak" Ucap Fang Lin sambil membebas-kan lengan-nya dari kepala mereka berdua kemudian bangun dari kasur-nya.
"Ya... Aku akan ikut Fang Gege" Balas Qiao Yu sambil bangun dari tidur-nya.
Sedangkan Xue Hua hanya diam melihat mereka berdua sudah bangun, Beberapa saat kemudian dia meregangkan badan-nya yang masih rebahan lalu bangun dari tidur-nya.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat mereka berdua sudah siap langsung berjalan ke arah pintu keluar, Sedangkan Qiao Yu dan Xue Hua hanya mengikuti Fang Lin dari belakang.
__ADS_1
***
Mansion, Ruang Tamu.
Mue Lian, Shui Ru serta Nie Li berada di ruang tamu sambil mengobrol. Sebelum-nya mereka berdua cukup terkejut ketika melihat Nie Li keluar dari lorong kamar, Namun mereka hanya mengangguk paham saat Nie Li menjelaskan semua-nya.
Meksipun mereka berdua tidak mengetahui asal usul Nie Li, Mereka tetap menyambut dia dengan baik dan mengobrol dengan-nya.
Mereka bertiga yang sedang mengobrol tiba-tiba berhenti saat Fang Lin, Qiao Yu serta Xue Hua keluar dari lorong kamar. Nie Li sendiri langsung berdiri dari sofa dan berlutut ke arah Fang Lin.
Sedangkan yang lain-nya masih duduk di sofa dan menatap Fang Lin yang sedang berjalan mendekati mereka.
"Apakah Fang Gege ingin memulai rapat sekarang?" Tanya Mue Lian dengan nada penasaran.
Fang Lin yang baru sampai di dekat sofa langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya... Apakah kalian ingin ikut?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
Mue Lian dan Shui Ru langsung mengangguk mau ketika mendengar-nya, Mereka berdua lalu berdiri dan berjalan mendekati Fang Lin.
Fang Lin hanya diam lalu melirik ke arah sekitar-nya, "Apakah Sylvia tidur di kamar?" Tanya Fang Lin kembali dengan nada penasaran.
"Iya, Kata-nya dia memerlukan tidur karena sudah hampir 1 bulan dia tidak ber-istirahat" Jawab Mue Lian cepat.
Mendengar itu Fang Lin tidak bertanya lebih lanjut, Ia lalu melirik ke arah Nie Li dan membuka mulut-nya, "Bangun dan ikut dengan-ku" Ucap Fang Lin kemudian berjalan ke pintu keluar mansion bersama dengan para calon istri-nya.
"Ya tuan" Jawab Nie Li singkat lalu mengikuti tuan-nya dari belakang.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Picture From The Beginning After The End:
Sylvia
Picture From Pinterest:
Shui Ru
__ADS_1