
Cukup lama Zhou Fan memikirkan penawaran Fang Lin, Hingga akhir-nya ia memutuskan untuk menerima-nya, "Baik-lah... Aku akan terima penawaran-mu, Tetapi bagaimana kau bisa menghidupkan anak-ku kembali?" Tanya Zhou Fan dengan nada penasaran.
Mendengar itu Fang Lin hanya tersenyum tipis, "Nanti kau akan tau..." Ucap Fang Lin lalu mengeluarkan selembar kertas di udara.
"Ini adalah kertas perjanjian kita. Baca dulu isi-nya, Setelah itu teteskan darah-mu di kertas ini" Lanjut Fang Lin sambil mengulurkan tangan-nya ke arah Zhou Fan.
Zhou Fan sendiri langsung meraih kertas tersebut, Ia dengan segera membaca kertas-nya dengan teliti dan beberapa saat kemudian ia melapiskan Qi di jari telunjuk tangan kanan-nya.
~Sret~
Telunjuk Zhou Fan yang sudah di lapisi Qi langsung menggores ibu jari-nya dan membuat ibu jari-nya itu terluka sampai meneteskan darah.
Darah yang menetes itu Zhou Fan langsung mengarahkan-nya ke arah kertas yang di pegang dengan tangan kiri-nya.
~Sriiinngg~
Seketika sebuah sinar putih muncul dari kertas yang di pegang-nya selama beberapa saat. Zhou Fan sendiri sedikit menaik-kan satu alis-nya ketika melihat kertas yang di pegang-nya di lapisi oleh Qi Dewa, "Apa yang terjadi dengan kertas ini?" Tanya Zhou Fan dengan nada heran.
"Tidak ada. Kertas itu hanya di-lapisi Qi agar tidak bisa dirusak dan juga itu adalah kertas perjanjian, Yang dimana jika kau melanggar-nya maka kau akan dihukum oleh petir kesengsaraan yang abadi" Ucap Fang Lin menjelaskan.
Zhou Fan yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya paham, Ia sudah membaca isi dari kertas tersebut dan tentu mengerti akan hukuman yang ia dapat jika melanggar perjanjian-nya.
"Baik-lah, Kalau begitu ayo kita pergi ke Kapal Terbang milik-mu. Umumkan perjanjian ini kepada para bawahan-mu dan setelah itu aku akan menghidupkan kembali anak-mu..." Ucap Fang Lin sambil menghilangkan ruangan Qi yang dibuat-nya
"Baik tuan..." Ucap Zhou Fan sambil menunduk-kan badan-nya.
Zhou Fan kemudian terbang ke arah barat dan di-ikuti oleh Fang Lin dari belakang.
......
__ADS_1
Butuh waktu sekitar 2 hari untuk Fang Lin dan Zhou Fan keluar dari area medan tempur, Tak jauh dari sana mereka berdua dapat melihat 16 Kapal Terbang yang sedang berkumpul di satu tempat.
"Itu adalah Kapal Terbang milik saya, Tuan" Ucap Zhou Fan sambil menujuk ke arah Kapal Terbang yang paling besar dan juga mewah.
Fang Lin sendiri hanya mengangguk ketika mendengar itu, "Sepertinya ada seseorang yang menyadari keberadaan kami..." Gumam Fang Lin pelan.
Benar saja, Tak lama setelah itu, Tiba-tiba muncul seorang pria paruh baya dengan jubah biru gelap di hadapan mereka berdua.
"Kaisar..." Ucap Mo Fuli sambil berlutut di hadapan Zhou Fan.
Zhou Fan hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan ketika melihat kemunculan Mo Fuli, "Kumpulkan seluruh pilar dan bawa mereka ke ruang rapat, Aku ingin mengadakan rapat penting..." Ucap Zhou Fan memberi perintah.
"Baik, Kaisar..." Ucap Mo Fuli lalu berdiri. Ia menatap Fang Lin selama beberapa saat dan kemudian melesat pergi dari sana.
Fang Lin yang menyadari tatapan itu hanya diam, Ia kemudian terbang mengikuti Zhou Fan yang sudah melesat pergi ke arah Kapal Terbang.
Di sisi lain, Mo Fuli yang sedang melesat di udara sedikit mengerut-kan alis-nya ketika mengingat pria bertopeng hitam yang berada di belakang kaisar-nya, "Siapa dia? Apakah dia adalah orang yang membuat kubah array sebelum-nya?" Batin Mo Fuli bertanya-tanya.
***
Di Dalam Kapal Terbang Zhou Fan.
Fang Lin dan Zhou Fan kini berada di ruangan yang dikhususkan untuk rapat, Mereka berdua saat ini sedang mengobrol santai sembari menunggu Mo Fuli dan para pilar datang.
"Jadi tuan memiliki pasukan yang ada di Dunia Jiwa tuan dan juga di dimensi yang berbeda?" Tanya Zhou Fan memastikan.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan dan berkata, "Ya... Kurang lebih-nya seperti itu. Aku melatih mereka karena aku sedang mempersiapkan perang yang akan datang..." Ucap Fang Lin tanpa berbohong sedikit-pun.
"Perang? Siapa yang ingin tuan perangi?" Tanya Zhou Fan dengan alis ter-angkat.
__ADS_1
"Aku tidak tau siapa nama-nya, Tetapi yang pasti dia sangat kuat... Dan dia juga telah merampas salah satu bawahan-ku yang berharga, Maka dari itu aku harus memerangi-nya" Jawab Fang Lin memberitahu.
Mendengar itu Zhou Fan mengangguk-kan kepala-nya paham, "Kalau begitu biarkan saya mengikuti perang itu tuan, Saya yakin kekuatan saya di butuhkan disana..." Pinta Zhou Fan dengan nada serius.
Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan ketika mendengar itu, "Tidak, Aku ingin melihat kekuatan pasukan-ku... Jika kau beserta pasukan-mu ikut dalam peperangan-ku, Aku tidak akan bisa melihat perkembangan pasukan yang sudah ku-latih" Ucap Fang Lin menjelaskan.
Zhou Fan kembali mengangguk-kan kepala-nya ketika mendengar ucapan tuan-nya, Ia kemudian menatap ke arah pintu keluar dan tak lama setelah itu pintu tersebut perlahan terbuka.
~Kriieeet~
Setelah pintu tersebut terbuka lebar, Fang Lin dan Zhou Fan dapat melihat 16 orang dengan aura yang berbeda-beda berada di luar pintu.
Puluhan orang tersebut masuk ke dalam ruang rapat lalu menangkupkan tangan mereka ke arah Zhou Fan, "Salam, Kaisar..." Ucap mereka semua secara serempak.
Zhou Fan sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan dan menyuruh mereka semua untuk duduk di kursi dekat meja rapat.
Semua orang yang baru sampai itu langsung duduk di kursi rapat, Mereka kemudian menatap Fang Lin dengan tatapan penasaran.
Zhou Fan yang berada di sebelah Fang Lin langsung berdiri ketika 15 pilar sudah duduk di tempat duduk mereka masing-masing, "Baik-lah... Tanpa perlu basa-basi, Aku disini ingin menyampaikan kalau mulai sekarang kita akan membatalkan koneksi dengan Dewa Iblis" Ucap Zhou Fan dengan nada tenang.
Mendengar itu tentu membuat para pilar terkejut termasuk Mo Fuli yang duduk di dekat Zhou Fan, "A-apa?! Apakah Kaisar tidak salah ucap?" Tanya Mo Fuli memastikan.
Zhou Fan menggelengkan kepala-nya pelan, "Tidak... Aku serius tentang ini, Dan juga kita akan membatalkan perang dengan Alam Tinggi lain-nya..." Ucap Zhou Fan kembali dan membuat seluruh pilar yang ada disana terkejut.
Zhou Fan kemudian menatap ke arah Fang Lin dan menunjuk-nya secara sopan, "Aku juga ingin memberitahu, Kalau tuan Fang Lin akan menjadi tuan baru-ku... Namun berbeda dengan Dewa Iblis, Aku akan mematuhi-nya secara mutlak" Lanjut Zhou Fan dan membuat suasana menjadi hening.
Mo Fuli dan para Pilar saat ini sedang mencoba mencerna semua perkataan Zhou Fan, Mereka sekarang sedang menatap Kaisar mereka dengan tatapan terkejut sekaligus tidak percaya.
"Kaisar? Apakah anda benar-benar mengatakan yang sebenar-nya? Bagaimana mungkin anda bisa menjadi bawahan seorang manusia semacam dia?" Tanya salah satu pilar sambil menunjuk ke arah Fang Lin.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.