System Sang Immortal

System Sang Immortal
Mengingkari Perjanjian?


__ADS_3

Baru beberapa saat setelah Fang Lin membuat array kontrak tuan dan budaknya, tiba-tiba saja Xiao Chen muncul di belakang punggungnya dalam bentuk aura, "Tuan, setelah proses tuan dan budak selesai... Bisakah anda memanggil Xia Mei kemari?" Pinta Xiao Chen bertanya.


"Xia Mei? Siapa dia?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


"Dia adalah istri saya tuan..." Jawab Xiao Chen cepat.


Fang Lin menganggukkan kepalanya paham ketika mendengar itu, "Baiklah... Aku akan memanggilnya setelah ini." Fang Lin menerima permintaan dari Xiao Chen.


"Terima kasih banyak tuan..." Xiao Chen berterima kasih dengan tulus lalu kembali ke dalam bayangan tuannya.


Fang Lin hanya diam mendengarnya, Ia kemudian melesat terbang ke arah timur untuk bertemu dengan orang-orang yang tidak ingin mengikutinya.


Tak butuh waktu lama bagi Fang Lin untuk sampai di wilayah bagian timur, Ia dapat melihat jutaan manusia dan monster yang kini sedang berdiam di daratan dan udara seakan mereka sedang menunggu seseorang.


"Hmm... Mengembalikan mereka ke alam Tanah Kultivator tentu akan membuat pondasi alam itu kacau balau karena ranah mereka yang berada di Spiritual God sampai Prajurit Dewa." Gumam Fang Lin sambil mengelus dagunya pelan, Ia memutar otaknya dan mencari Alam yang cocok untuk mereka tempati.


Saat sedang berpikir, Xiao Chen tiba-tiba muncul kembali di belakang punggungnya dalam bentuk aura, "Tuan... Kenapa tidak bunuh saja mereka dan jadikan mereka sebagai pasukan bayangan anda." Xiao Chen memberikan saran pada tuannya.


"Huh? Apa maksudmu? Di dalam perjanjian yang kita buat sebelumnya, bukankah aku sudah berjanji padamu untuk tidak menyentuh para pengikut mu yang tidak ingin bergabung dengan ku? Dan kenapa sekarang kau menyarankan ku untuk membunuh mereka semua?" Fang Lin bertanya dengan nada penasaran sekaligus terkejut, Ia tidak mengira kalau Xiao Chen akan mengatakan hal ini padanya.


"Saya berubah pikiran tuan, saya ingin balas dendam kepada Michael dan tentu saya harus kuat bukan? Tidak hanya itu, saya juga memerlukan kekuatan tempur yang banyak agar dapat mengalahkan pasukan orang itu." Jawab Xiao Chen menjelaskan.


"Jadi kau ingin meminjam pasukan bayanganku saat kau ingin balas dendam dengan Michael? Apakah kau yakin dapat membunuhnya? Perkiraan kasar ku dia sudah mencapai ranah Absolute Universe dan tentu sulit bagimu untuk mengalahkannya." Fang Lin mengatakan ini dengan suara yang tenang.


"Saya paham tuan... Tetapi tidak ada cara lain selain ini."


Fang Lin terdiam sesaat ketika mendengar itu, Ia kemudian memejamkan matanya dan bertanya kepada Yue, "Apakah kau bisa memperkirakan sekuat apa Michael dalam cerita yang Xiao Chen ceritakan, Yue?"


[Cerita Xiao Chen tidak begitu detail, namun perkiraan saya sama seperti tuan. Orang itu setara dengan Absolute Universe atau bahkan lebih.]


Mendengar itu Fang Lin menganggukkan kepalanya setuju, Ia kemudian menghela nafas panjang dan berkata, "Apakah kau benar-benar yakin untuk membunuh para pengikut mu?" Tanya Fang Lin memastikan.


"Ya tuan... Saya yakin." Xiao Chen dengan cepat menjawab.

__ADS_1


"Baiklah..." Fang Lin mengangkat satu tangannya ke atas dan seketika sebuah kubah es raksasa tercipta.


Kubah es tersebut mengurung orang-orang yang berada di bagian timur dan membuat mereka semua panik sekaligus takut.


"Maafkan aku..." Fang Lin bergumam dan jutaan pedang yang terbuat dari elemen es suci muncul di dalam langit-langit kubah es tersebut.


Orang-orang yang terkurung di dalam kubah es tersebut tentu terkejut mereka berbondong-bondong membuat lapisan Qi untuk berjaga-jaga kalau pedang es tersebut terjatuh.


Benar saja! Beberapa menit kemudian, jutaan pedang es tersebut terjatuh dan dengan mudahnya menembus ribuan lapisan Qi yang dibuat oleh orang-orang yang terkurung di sana.


BOOOMM!


BOOOMM!


SLASHHH!


SLASHHH!


Ledakan keras tiba-tiba saja terjadi dan tak lama setelah itu terdengar bunyi seperti potongan-potongan daging yang terbelah oleh benda tajam.


Puluhan menit telah berlalu, kini tidak terdapat suara bergemuruh lagi dan hanya terdapat suara semilir angin saja. Fang Lin menjentikkan jarinya dan seketika kubah raksasa yang menutupi bagian timur menghilang.


[Tuan, proses kontrak tuan dan budak telah selesai. Array Dewa yang telah anda buat akan otomatis dinonaktifkan.]


Fang Lin yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya pelan dan menatap ke arah bawah, tepat dibawahnya terdapat lautan darah dan tumpukan mayat yang tiada habisnya.


"Haah... Bangkitlah..." Ucap Fang Lin usai menghela nafas panjang dan seketika kumpulan aura hitam menutupi wilayah bagian timur yang memiliki luas ratusan kilometer itu


"Job anda sungguh mengerikan tuan. Saya sangat iri dengan job yang tuan miliki... Tetapi di sisi lain saya juga takut memiliki job semacam itu." Xiao Chen berkata dengan nada sedikit ngeri.


"Apa maksudmu?" Fang Lin bertanya setelah melirik ke arah Xiao Chen.


"Tuan akan mengerti seiring berjalannya waktu..." Jawab Xiao Chen pelan.

__ADS_1


Fang Lin mengangkat satu alisnya ketika mendengar jawaban Xiao Chen namun ia tidak memusingkan hal itu dan kembali menatap ke arah bawah.


Butuh beberapa menit untuk aura hitam tersebut menutupi wilayah bagian timur, perlahan aura hitam menghilang dan memperlihatkan jutaan makhluk bayangan yang kini sedang berlutut dihadapannya.


"Kami para bayangan menghadap ke Dewa Kematian." Para bayangan itu berkata secara serempak.


"Masuklah..." Ucap Fang Lin dan ia menjentikkan jarinya.


Klik.


Dalam sekejap jutaan pasukan bayangan tersebut masuk ke dalam bayangan Fang Lin.


"Aku bisa saja memberi nama para bayangan yang berada di ranah Dewa dan Spiritual God, tetapi jumlah mereka terdapat ribuan sampai puluhan ribu... Jadi mustahil bagiku untuk melakukannya." Fang Lin bergumam sembari menghela nafas pendek.


Fang Lin kemudian kembali melesat ke arah barat dan tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk sampai di wilayah barat, "Nama istrimu Xia Mei bukan?" Tanya Fang Lin memastikan.


"Ya tuan..."


Mendengar itu Fang Lin menganggukkan kepalanya dan berkata dengan suara pelan, "Seorang wanita bernama Xia Mei, datanglah kemari dan menghadap ke aku."


Fang Lin diam usai mengatakan itu dan beberapa saat kemudian seorang wanita cantik yang mengenakan gaun berwarna merah muda terbang ke arah Fang Lin.


Wanita tersebut berlutut sembari menundukkan kepalanya, "Saya Xia Mei menghadap ke tuan baru..." Xia Mei mengatakan ini dengan suara yang lembut.


"Ada yang ingin bertemu denganmu..." Ucap Fang Lin dan tiba-tiba kepulan aura hitam muncul entah dari mana.


"Mei'er..." Xiao Chen kini melayang tepat di belakang Xia Mei.


Xia Mei sendiri melebarkan matanya, Ia langsung berdiri dan membalikkan badannya, "Chen Gege..." Suara Xia Mei bergetar ketika mendapati sosok Xiao Chen di depannya, Ia dengan segera memeluknya dan menangis di pelukan makhluk bayangan itu.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat itu semua hanya tersenyum, Ia kemudian terbang pergi dari sana dan membiarkan sepasang kekasih itu menghabiskan waktu mereka.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2