System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pergi ke Masa Lalu


__ADS_3

"Eh? Apa yang terjadi?" Fang Lin merasakan pandangannya semakin buram, tapi itu tidak berlangsung lama sebelum kembali normal seperti biasanya.


Pupil mata Fang Lin yang tadinya berwarna merah berubah menjadi biru safir, ia tentu menyadari kalau darah turun dari pelupuk matanya.


"Semakin lama digunakan efek samping dari Mata Kehancuran semakin parah, ada baiknya aku tidak selalu mengandalkan mata ini." Gumam Fang Lin pelan sambil menggeleng.


Fang Lin yakin kalau efek samping dari Mata Kehancuran tidak bisa disembuhkan hanya dengan regenerasi semata, bisa saja dirinya menjadi buta secara permanen jika terus bergantung pada mata itu.


Note: Buta permanen disini gak bisa disembuhin, bahkan jika Fang Lin menciptakan mata baru menggunakan skill Creator.


Fang Lin kemudian menghilang dari tempatnya usai membersihkan darah yang keluar dari pelupuk matanya itu.


***


Dunia Jiwa.


Saat ini para bawahan inti, kedua orang tua Fang Lin dan juga kekasih dari pria tampan itu sedang berkumpul di satu tempat. Raut wajah mereka begitu serius, karena masih bingung dengan keadaan di luar sana.g


Tiba-tiba saja, Fang Lin muncul di depan mereka sambil menunjukkan senyum lembut di wajahnya, "Terima kasih atas kontribusi kalian selama peperangan tadi. Aku sangat senang, karena kita semua bisa memenangkan perang ini tanpa adanya korban berjatuhan..." Ucap Fang Lin dengan suara tenang.


Raut wajah mereka seketika berubah menjadi cerah saat mendengar perkataan Fang Lin, senyum lebar terukir jelas di wajah masing-masing yang menunjukkan kebahagiaan teramat dalam.


Fang Lin tersenyum ketika melihat mereka begitu bahagia, namun senyumannya tidak bertahan lama karena peperangan tadi bukanlah yang terakhir. Jika turnamen semesta sudah dimulai, kisah yang baru saja dilalui oleh mereka saat ini masihlah permulaan.


Di sisi lain, Yue yang menyadari senyuman Fang Lin memudar langsung menghampirinya, "Jangan berpikir terlalu jauh, untuk sekarang kamu harus merayakan kemenangan kita..." Yue berkata saat sudah berada di samping pria tampan itu.


Fang Lin sedikit tersentak sebelum kembali tersenyum, "Baiklah, maafkan aku..."


Yue tersenyum, lalu menggenggam tangan kanan Fang Lin dengan erat.


Tidak jauh dari mereka berdua terdapat Shui Ru yang sedang menyaksikan itu.


Shui Ru berjalan menghampiri mereka berdua kemudian terkekeh pelan, "Jadi, apa nona Yue sudah mempunyai hubungan dengan Fang Gege?" Tanyanya sambil menggandeng lengan kiri Fang Lin.


Yue terkekeh, "Yeah, begitulah. Kau tidak keberatan bukan, saudari Ru?"


"Tentu saja tidak, nona Yue. Jika Fang Gege menambah sepuluh kekasih pun, aku sama sekali tidak keberatan..." Jawab Shui Ru sambil tersenyum.

__ADS_1


Yue menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis, sedangkan Fang Lin hanya bisa diam mendengar percakapan mereka berdua.


Setelah itu, Fang Lin mengadakan pesta untuk perayaan kemenangan. Pesta tersebut digelar dengan meriah, dan berlangsung selama satu minggu berturut-turut.


***


Waktu berlalu begitu cepat.


Sudah satu tahun semenjak Fang Lin mengalahkan Xu Yuan, tidak ada yang istimewa dan dia menikmati hari-harinya dengan tenang bersama dengan kedua kekasihnya.


Saat ini, di sebuah kekosongan putih tanpa batas. Fang Lin sedang berdiri tegak, tepat di hadapannya terdapat Yue yang sedang memejamkan mata.


Wanita cantik bergaun ungu itu perlahan membuka mata, senyum tipis terukir di wajahnya, "Apa kamu sudah siap?" Tanya Yue untuk memastikan.


Fang Lin mengangguk cepat, "Tentu. Aku harus tau, sosok yang kehilangan identitasnya itu..."


"Pergi ke masa lalu bukanlah suatu hal yang rumit, tapi memerlukan energi yang sangat banyak untuk melakukannya. Jangan sampai lupa untuk kembali, karena jika telat dan portal ke masa lalu tertutup. Rohmu akan terjebak di garis waktu itu, dan menciptakan paradoks waktu yang berulang..." Yue mengingatkan dengan nada tegas.


Fang Lin sekali lagi mengangguk paham, "Baiklah, Yue'er. Aku akan mengingatnya..."


Fang Lin tidak mengatakan apa-apa dan menuruti apa yang dikatakan oleh Yue. Dia melakukan posisi lotus, lalu memejamkan matanya.


Disaat yang bersamaan, Yue menciptakan sebuah portal berwarna hijau cerah tidak jauh dari tempatnya berada.


Beberapa saat kemudian, roh Fang Lin perlahan keluar dari tubuhnya, ketika berhasil matanya langsung menatap Yue, "Aku akan segera kembali..."


Yue tersenyum lembut, "Berhati-hatilah. Aku akan menunggu di sini..."


Fang Lin ikut tersenyum, lalu terbang memasuki portal hijau yang diciptakan oleh Yue.


***


Lorong waktu.


Roh Fang Lin melesat dengan sangat cepat, suasana di dalam lorong waktu terbilang cukup dingin dan terdapat suara asing yang tidak pernah didengar olehnya semasa hidup.


Cukup lama Fang Lin melesat, dia tersenyum lebar ketika melihat ujung lorong yang mengeluarkan cahaya putih.

__ADS_1


Whoop!


Seakan tertelan oleh cahaya, Fang Lin mau tak mau memejamkan matanya. Dia kemudian berada di sebuah tempat yang begitu familiar, dan ada Mansion sederhana di depannya.


Fang Lin tanpa banyak bicara langsung memasuki Mansion tersebut, ia mengitari setiap sudut dan tidak ada satu orangpun.


Hingga akhirnya, Fang Lin berada di sebuah lapangan hijau yang tidak terlalu luas. Di sana, terdapat seorang pria tampan berjubah putih dan anak kecil yang sedang bermeditasi seakan sedang melakukan sesuatu yang luar biasa.


Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya dan terbang mendekati mereka berdua. Saat sampai, alis Fang Lin semakin mengerut karena melihat anak kecil yang sedang bermeditasi itu adalah dirinya kurang dari tiga dekade.


"Apa itu diriku? Tapi, aku sama sekali tidak mengingat kalau pernah ke tempat ini..." Fang Lin mengedarkan pandangannya untuk memastikan sekali lagi, dan dirinya tetap tidak mengetahui nama dari tempatnya berada sekarang ini.


Pria tampan berjubah putih itu pergi dari sana dengan kecepatan tinggi. Fang Lin yang melihatnya tanpa banyak berbicara langsung mengikutinya dari bekang.


***


Puncak Gunung.


Pria tampan berjubah putih itu berdiri di depan sebuah altar yang terdapat pola Yin dan Yang. Dia kemudian mengangkat tangan kanannya ke depan, dan sorot cahaya putih dari balik awan muncul menyinari altar tersebut.


Pria tampan itu kemudian berbalik, kepalanya sedikit mendongak dan menatap roh Fang Lin yang sedang melayang di udara.


Tentu saja itu membuat jantung Fang Lin berdegup kencang, ia merasa kalau pria tampan berjubah putih tersebut sedang menatap dirinya.


"Begitu, ya. Kau sudah besar, Fang'er..." Suara keluar dari pria tampan berjubah putih itu, senyum hangat terukir di wajahnya.


Fang Lin melebarkan mata, entah apa alasannya air mata turun dari pelupuk matanya, "S-siapa kau..."


"Ah, apa kau sudah lupa dengan gurumu? Aku Yuan Zhong, sang Dewa Perang..."


Yuan Zhong melipat kedua tangannya di belakang pinggang.


"Guru...?" Fang Lin tidak tau harus mengatakan apa lagi, mau berpikir sekeras apapun ia tidak pernah mengingat kalau dirinya mempunyai guru yang bernama 'Yuan Zhong'.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2