
Tidak lama setelah kematian Shanzi, orang-orang mulai mengetahuinya karena aura dia perlahan menghilang dari kubah energi ini.
Fang Lin sendiri sungguh menyayangkan kematiannya karena Shanzi bisa dibilang adalah orang yang paling berkontribusi dalam merebut Orb.
"Kau tidak perlu sedih dengan kematian rekanmu karena nantinya kau akan menyusul dia." ucap Mazore saat melihat sedikit perubahan ekspresi pada lawannya.
"Aku tidak benci pada orang yang percaya diri, tetapi aku tidak suka dengan orang yang tidak sadar diri." balas Fang Lin, lalu meningkatkan kekuatan serangannya dan membuat Mazore berada dalam posisi bertahan, "Kau memang kuat, aku akui itu. Namun, kemampuanmu masih jauh berada di bawahku!"
Setelah berkata demikian, Fang Lin melancarkan teknik pedang yang berada di tingkat Semesta tahap Tiga.
Mazore yang tidak menghindari serangan itu dengan terpaksa menerimanya, dia merapatkan giginya karena serangan tersebut mempunyai daya hancur yang luar biasa.
Kemudian, Mazore terpental karena sudah tidak sanggup menahannya dan membentur kubah energi yang berada sangat jauh di belakangnya.
"Kuaghhhh....!" air terjun darah keluar dari mulut dan jari jemari kedua tangan Mazore, tubuhnya terdapat bolong kecil di bagian dada kiri.
"Aku lupa kalau Absolute tidak membutuhkan titik vital tubuh untuk bertahan hidup." Fang Lin bergumam, lalu menghampiri Mazore.
Mazore saat ini sedang dalam kondisi yang cukup parah, meskipun begitu dia masih bisa bergerak leluasa karena sudah sering melalui pertarungan hidup dan mati seperti ini.
"Itu benar-benar serangan yang mengerikan, kau tau?" Mazore mendongak ke atas dan menemukan Fang Lin yang melayang di udara, lalu melanjutinya, "Kenapa kau tidak menggunakan teknik yang bisa membunuhku dalam sekejap?"
"Kenapa juga aku harus menjawabmu?" Fang Lin membalas dengan acuh tak acuh, lalu mengangkat pedang Pembunuh Absolute, "Lebih baik diam dan mati saja."
Swoooosh!
Fang Lin mengayunkan pedang Pembunuh Absolute, namun yang terjadi selanjutnya sedikit membuatnya terkejut.
Serangan yang Fang Lin lancarkan ditangkis oleh dua Absolute sekaligus, mereka berdua adalah Raquel dan Dazai. Salah satu dari mereka adalah Absolute yang membunuh Dazai.
"Wah, wah... Kupikir aku yang menghampiri 'Rajanya', tapi nyatanya malah sebaliknya, ya?" Fang Lin mengangkat sudut bibirnya, dia tidak gentar jika mereka bertiga akan melawannya.
"Kesombonganmu itu benar-benar luar biasa, haruskah aku memperlihatkan kenyataan pahit padamu?" Raquel menyeringai seram.
"Hahahaha... Coba saja kalau bisa." Fang Lin menanggapi sembari tertawa kecil.
Sesaat setelah Fang Lin mengakhiri tawanya, Raquel dan Dazai menyerang manusia itu dari berbagai arah menggunakan senjata mereka.
Tentu saja Fang Lin menanggapi keduanya dengan serius, ia sebenarnya sedikit terkejut karena kemampuan mereka berada cukup jauh di atas Mazore.
__ADS_1
"Ternyata kalian sedikit melampaui ekspektasiku..." ucap Fang Lin sembari melakukan pertukaran serangan dengan lawannya.
"Dan sepertinya kau cukup mengecewakan kami." Raquel tertawa kecil, lalu melanjutinya, "Kenapa tidak gunakan teknik yang bisa membunuh makhluk Absolute dalam sekejap? Apa ada efek mengerikan sebagai bayarannya? Kekekeke..."
"Kau ini banyak bicara, ya?" Fang Lin memasang ekspresi serius, lalu melanjutinya, "Seorang Raja seharusnya memiliki sifat bermatabat, loh..."
Fang Lin meningkatkan serangan dan kecepatannya sampai batas maksimal yang bisa dirinya lakukan.
Pada saat itu terjadi, kedua lawannya langsung membisu dengan ekspresi serius. Mereka berdua jelas terkejut karena Fang Lin tiba-tiba saja menjadi lebih kuat beberapa kali lipat dari sebelumnya.
"Jangan bermain-main dengannya, kita harus serius!" Mazore datang dan membantu kedua rekannya melawan Fang Lin, "Jangan sampai menerima luka dari senjatanya itu, karena kau tidak akan pulih mau bagaimanapun caranya!"
"Wah, itu sangat merepotkan..." Raquel tersenyum pahit, pantas saja luka kecil yang dia terima dari Fang Lin tidak kunjung pulih, "Ayo gunakan teknik itu."
Raquel mengatakannya melalui telepati.
"Sepertinya memang tidak ada pilihan lain, kalau kita terus dipaksa dalam posisi ini maka kita akan mengalami banyak kerugian meskipun berhasil mengalahkannya." Dazai langsung setuju, begitupula dengan Mazore.
Setelah perundingan itu selesai, Raquel dan Mazore mundur menjauh sementara Dazai seorang yang melawan Fang Lin.
"Hm, apa kalian mau memainkan sebuah trik?" Fang Lin bertanya, namun tidak ada tanggapan dari mereka.
Pusaran tersebut memancarkan aura Iblis yang begitu mengerikan, bahkan Fang Lin dan anggota kelompoknya dibuat merinding oleh aura tersebut.
"Apa-apaan ini...?" Fang Lin bisa menemukan sesosok makhluk keluar dari sana, "Bukankah Hukum Ruang telah dilarang?! Tapi, bagaimana bisa makhluk itu bisa datang kemari?!"
"Selembar kertas tadi adalah kontrak yang di mana dua Absolute akan menyerahkan sebagian energi mereka untuk menggunakan satu teknik Ruang selama tiga hari penuh. Jadi, selama 72 jam ke depan, makhluk itu akan terus berada di sana dan menghabisi kalian tanpa sisa." Dazai menjelaskan, ia sengaja melakukan itu karena merasa yakin kalau takdir kemenangan sudah ada di pihak mereka.
"Sialan, ternyata petinggi Absolute memang keparat semua isinya." Fang Lin berdecak kesal, dia tidak bisa untuk tidak marah saat ini.
Sebuah makhluk hitam raksasa dengan setiap mata di tubuhnya keluar dari pusaran raksasa itu, dia memiliki aura yang kuat dan bahkan hampir setara dengan Yue.
Makhluk hitam itu terdiam sejenak sesaat setelah keluar dari pusaran hitam itu, kemudian bentuknya berubah seperti Manusia hitam tanpa adanya rupa dan hanya ada Mata yang terhitung jumlahnya.
Fang Lin yang tadinya hendak pergi dari sana untuk meminta semua anggotanya berkumpul dikejutkan dengan kemunculan makhluk itu tepat di depannya.
Mata Fang Lin melebar secara sempurna karena saking cepatnya makhluk itu dia sampai tidak sempat bereaksi.
Bugh!
__ADS_1
Makhluk itu melayangkan tinju tepat di ulu hati Fang Lin dan membuatnya langsung terpental ke belakang dengan kecepatan yang luar biasa.
Ketika Fang Lin melayang ke belakang, ada banyak yang terkejut dengan hal itu tak terkecuali mereka dari kelompok Iblis.
Bam!
Fang Lin menabrak pembatas kubah energi yang berada di sisi lain dan memuntahkan darah segar yang amat banyak dari mulutnya.
Semua tulang rusuk Fang Lin hancur dan bahkan serpihan kecilnya juga ikut hancur karena saking kuatnya pukulan itu.
"G-gila..."
Ini adalah kali pertama Fang Lin mendapatkan pukulan yang sangat sakit semenjak mencapai ranah Absolute, ia sama sekali tak menyangkanya atau bahkan kepikiran mengenai variabel tak terduga ini.
Untung saja berkat buff yang Cassiel berikan, Fang Lin bisa pulih dalam beberapa detik saja.
Ketika Fang Lin mendongakkan kepalanya, ia bisa melihat semua anggota kelompoknya sudah berada di sini dan menatapnya dengan penuh keseriusan.
"Kenapa kalian semua ada di sini?" Fang Lin bertanya sembari bangkit berdiri, ia sekalian membersihkan tubuhnya yang penuh dengan darah.
"Mereka tiba-tiba saja mundur dan membelakangi makhluk itu." Cassiel menjawab, lalu bertanya, "Apa kau menerima luka permanen?"
"Tidak, dia hanya menyerangku hanya dengan kekuatan fisik saja." jawab Fang Lin, lalu kembali bertanya, "Omong-omong, di mana makhluk itu?"
"Dia diam, sepertinya menunggu kita memahami situasi sekarang." Kirisan menjawab dengan nada yang sedikit gelisah.
"Dia ingin mempermainkan kita, aku tidak suka itu." Marak mengepalkan kedua tangannya dengan erat, ekspresinya terlihat marah saat ini.
"Untuk sekarang, mari kita buat rencana dulu." ucap Fang Lin, lalu menciptakan kubah Cahaya Segel Aurora dalam sekejap mata.
Childe dan Nalimi juga berinisiatif menciptakan pelindung.
Setelah belasan lapisan kubah pelindung berhasil diciptakan, mereka mulai membangun rencana untuk masalah tak terduga ini.
Sebelum rencana tersebut dibangun, Fang Lin lebih dulu memberitahukan ucapan Dazai sebelumnya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1