
Di Depan Mansion Fang Qin.
Saat ini Fang Lin langsung ijin pamit, Ia ingin membawa Qiao Yu dan Xue Hua yang sedang melakukan penyerapan ke-sini.
Sang ayah, Fang Qin hanya bisa mengangguk-kan kepala-nya, "Baiklah nak, Kalau begitu ayah dan Fan'er kembali ke-mansion dulu" Ucap Fang Qin sambil meraih tangan Li Fan.
Fang Lin yang mendengar-nya hanya bisa mengangguk-kan kepala-nya, Dan setelah melihat ayah-nya masuk ke dalam Fang Lin membalik-kan badan-nya.
Fang Lin dapat melihat kedua calon istri-nya kini sedang menatap-nya sambil tersenyum, Ia mengangkat kedua tangan-nya dan mengelus masing-masing pipi calon istri-nya, "Kalau begitu aku pergi dulu, Setelah aku membawa Qiao Yu dan Xue Hua, Aku meminta tolong agar kalian menjaga mereka berdua" Ucap Fang Lin dengan nada lembut.
Mue Lian dan Shui Ru hanya mengangguk-kan kepala mereka berdua, "Baik-lah Fang Gege" Jawan mereka berdua serempak.
Fang Lin hanya tersenyum lalu berkata, "Kalau begitu, Aku pergi dulu"
Saat Fang Lin ingin melakukan teleportasi, Tangan-nya tiba-tiba di pegang oleh Shui Ru dan tentu membuat-nya tidak jadi teleportasi.
Fang Lin ingin menanyakan alasan Shui Ru menahan-nya, Namun dalam sekejap topeng-nya terbuka dan mendapatkan ciuman lembut di bibir.
~Cup~
Fang Lin dapat melihat Shui Ru yang sedang mencium-nya penuh nafsu, Namun dia tidak menghiraukan itu dan membiarkan-nya diri-nya terus berciuman.
.....
10 Detik Berlalu.
Fang Lin langsung melepaskan ciuman bibir Shui Ru karena ini sudah cukup lama menurut-nya, Shui Ru hanya tersenyum tipis dan mengusap bibir-nya yang terdapat air liur.
"Lumayan untuk Fang Gege yang masih perjaka, Hahaha..." Ucap Shui Ru sambil tertawa pelan.
Wajah Fang Lin sedikit memerah ketika mendengar perkataan Shui Ru, Namun beberapa saat kemudian niat membunuh terpancar ke arah diri-nya.
Fang Lin yang menyadari-nya langsung melihat ke arah niat membunuh tersebut dan mendapati Mue Lian dengan wajah memerah kesal.
Di sisi lain, Mue Lian yang sebelum-nya melihat mereka berdua berciuman hanya larut dalam keterkejutan, Ia kesal ketika ciuman pertama Fang Lin di dapati oleh Shui Ru.
__ADS_1
Namun kekesalan-nya tiba-tiba padam ketika Fang Lin mencium bibir-nya juga, Raut wajah Mue Lian memerah namun dia tetap membiarkan Fang Lin mencium diri-nya.
10 Detik Kembali Berlalu.
Fang Lin langsung melepaskan ciuman-nya dan berharap agar Mue Lian tidak marah kembali, Sedangkan Mue Lian yang mengetahui Fang Lin melepaskan ciuman-nya hanya diam dan membayangkan hal tadi dengan wajah memerah.
"Mue Lian, Apakah kau masih marah?" Tanya Fang Lin sambil menyentuh kedua pipi Mue Lian dan mengangkat-nya agar dapat melihat wajah-nya.
Mue Lian langsung tersadar dari lamunan-nya dan spontan menjawab, "I-iya F-fang Gege"
Mendengar-nya Fang Lin hanya bisa menghela nafas-nya pelan, "Bagus-lah, Aku pergi dulu" Ucap Fang Lin sambil meraih topeng-nya yang ada di tanah lalu langsung berteleportasi.
~Whoooshhh~
Fang Lin langsung menghilang dari sana dalam sekejap, Shui Ru yang sedari tadi melihat itu hanya bisa tertawa pelan sambil menggelengkan kepala-nya pelan, Ia lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah Mue Lian yang kini sedang menatap-nya dengan tatapan tajam.
Menyadari diri-nya di tatap oleh Shui Ru, Mue Lian hanya bisa mendengus kesal sambil melihat ke arah lain, Ia lalu membalik-kan badan-nya dan berjalan ke arah mansion sebelah sambil menghentak-kan kaki-nya.
Shui Ru hanya menggelengkan kepala-nya sambil tersenyum tipis ketika melihat tingkah kekanak-kanakan Mue Lian, Ia lalu mengikuti Mue Lian dari belakang untuk memasuki mansion.
***
Saat ini Ji Xi masih terus mengamati Qiao Yu dan Xue Hua dari atas pohon, Suasana hutan terlarang begitu sunyi karena sudah tidak ada monster-monster yang tinggal di Hutan ini.
Ji Xi hanya bisa menghela nafas-nya pelan, Ia lalu menatap langit sambil mengagumi tuan-nya dalam hati, Diri-nya masih terus kagum karena telah menjadi bagian tuan-nya, "Haah... Teringat saat aku mengumpati tuan di ruang hampa Pedang Raja Neraka" Ucap Ji Xi menghela nafas pelan sambil menyesal akan kejadian itu.
"Hahahah... Itu bukan salah-mu" Terdengar suara yang familiar di dekat Ji Xi dan membuat-nya terkejut.
"Tuan?!" Ucap Ji Xi sambil melihat ke arah sumber suara tersebut.
Terlihat tuan-nya kini berada di sebelah pohon-nya dan sedang menatap-nya sambil tersenyum, "Ji Xi, Apakah kau merasa bosan?" Tanya Fang Lin sambil menyapa-nya.
Ji Xi mengangkat alis-nya ketika dia melihat tuan-nya, Ia langsung menunduk-kan kepala-nya hingga badan dan mengatakan dengan nada penuh hormat, "Tuan"
Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nua untuk menanggapi hal tersebut dan melihat ke arah Qiao Yu dan Xue Hua yang sedang berkultivasi di pinggir danau, "Bagaimana dengan mereka berdua? Apakah ada masalah?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
__ADS_1
Ji Xi mengangguk-kan kepala-nya lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah Qiao Yu dan Xue Hua, "Sejauh ini belum ada masalah yang saya lihat tuan" Jawab Ji Xi dengan pelan.
"Bagus-lah, Kalau begitu ayo kita pindah ke kota Fang" Ucap Fang Lin sambil menatap Ji Xi.
Sedangkan Ji Xi sedikit menaik-kan alisnya, "Maksud tuan, Kita akan meninggalkan mereka?" Tanya Ji Xi dengan nada heran.
Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan, Lalu teleportasi ke belakang Qiao Yu dan Xue Hua, Ia tersenyum tipis ketika melihat mereka berdua sudah tumbuh besar.
Di sisi lain, Ji Xi yang melihat tuan-nya sudah berada di belakang Qiao Yu dan Xue Hua langsung melesat ke sana.
~Whooshh~
Seketika Ji Xi menghilang dan langsung muncul di belakang tuan-nya. Fang Lin yang menyadari keberadaan Ji Xi hanya diam, Ia lalu mengarahkan tangan kiri-nya ke arah mereka berdua yang sedang bermeditasi.
~Whooop~
Dalam sekejap, Qiao Yu dan Xue Hua dikelilingi oleh energi tak kasat mata, Ji Xi yang melihat itu sedikit keheranan, "Apa yang tuan lakukan?" Batin Ji Xi dengan nada heran.
Sedangkan Fang Lin yang melihat Qiao Yu dan Xue Hua sudah dikelilingi oleh energi tak kasat mata hanya tersenyum tipis, Ia lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah Ji Xi.
Fang Lin langsung memegang pundak-nya dan seketika mereka ber-empat hilang dari sana dalam sekejap.
***
Kota Fang, Di Depan Mansion Fang Lin.
Tiba-tiba muncul dua orang pemuda tampan dan dua malaikat wanita cantik di depan mansion, Mereka ber-empat adalah Fang Lin, Ji Xi, Qiao Yu dan Xue Hua.
Qiao Yu dan Xue Hua kini sedang melayang di langit sambil bermeditasi, Mereka berdua sama sekali tidak menyadari kalau mereka sedang melayang di udara saat ini.
Sedangkan Fang Lin langsung menyuruh Ji Xi pergi dan membantu bawahan yang lain untuk mengurus para penduduk kota Fang yang baru.
Ji Xi hanya mengangguk patuh ketika mendengar perintah tuan-nya, Ia dengan cepat melesat pergi dari sana.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.