System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kabar Bagus Untuk Zhou Fan


__ADS_3

Saat ini, Fang Lin bersama Yue dan Xue Hua sedang memasak makanan di dapur Istana Es. Ketiganya sudah selesai memasak sebagian besar makanan yang nantinya akan dihidangkan.


Ketika Fang Lin sedang memotong beberapa bawang dengan pisau dapur, ia terdiam sejenak ketika Diablo menghubunginya lewat telepati.


"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Fang Lin bertanya, dan ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Maaf karena telah mengganggu anda, Tuan. Jadi begini..." Diablo mulai menjelaskan apa yang telah dilewatinya beberapa waktu lalu, dan Fang Lin sendiri mendengarkan cerita itu dengan seksama tanpa melewati satu kalimat-pun.


Selang beberapa waktu, Fang Lin menganggukkan kepalanya beberapa kali dan ia menghela nafas pendek, "Bilang pada Zhou Fan kalau dia tidak perlu khawatir, aku bisa menghidupkan kembali anaknya. Lanjutkan saja perangnya, aku ingin dia menjadi Dewa Iblis selanjutnya..."


"Saya mengerti, Tuan. Kalau begi-"


"Apa kau memerlukan bala bantuan?"


"Tidak, Tuan."


"Baiklah... Lain kali, jangan remehkan lawanmu. Meskipun dia lebih lemah darimu, namun bukan berarti kau boleh sombong. Mengerti?"


"Maafkan saya, Tuan. Dan, saya mengerti..."


Fang Lin tidak berkata lebih jauh lagi dan ia memutuskan telepatinya. Di sisi lain, Diablo menghela nafas panjang dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya, "Huuh... Untung saja Tuan tidak terlalu mempermasalahkan itu. Sialan kau, Dewa Iblis! Aku bersumpah akan membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan." Diablo bergumam dengan nada marah.


Pandangan Diablo kemudian teralih kepada Zhou Fan yang kini sudah berdiri sembari memegang kepala anaknya dengan hati-hati.


"Maafkan saya karena sudah merepotkan anda, Tuan. Saat ini, saya membutuhkan waktu untuk sendiri..."


Zhou Fan dengan lemas melangkahkan kakinya menuju pintu keluar ruangan, ia tersentak ketika Diablo menahannya saat hendak pergi dari sana.


"Tuan berkata kalau dia bisa menghidupkan anakmu kembali..." Ucap Diablo dengan suara tenang.


Tentu saja perkataan dari Diablo berhasil membuat Kaisar Iblis itu terkejut, matanya melebar dan dia langsung menoleh ke tempat Diablo berada, "Apa aku tidak salah dengar?" Zhou Fan bertanya untuk memastikan.


"Kau tidak salah dengar. Tuan bisa menghidupkan kembali anakmu, tetapi dengan syarat kau harus menjadi Dewa Iblis selanjutnya..." Jawab Diablo cepat.

__ADS_1


Zhou Fan menahan nafasnya, harapan untuk bertemu kembali dengan anaknya mulai tumbuh. Raut wajah Kaisar Iblis itu menjadi cerah, "Aku akan berusaha sebaik mungkin..." Zhou Fan berkata dengan penuh tekad, "Tapi, bagaimana jika aku gagal?"


Meskipun Zhou Fan sudah kembali bersemangat, tetapi bukan berarti ia yakin dapat memenangkan perangnya.


"Kau tidak perlu khawatir, aku bersamamu. Dewa Kegelapan itu sama sekali bukan masalah, jadi kau santai saja..." Diablo dengan santai menjawab.


Zhou Fan terdiam sejenak mendengarnya, ia kemudian menangkupkan tangannya dan berkata, "Terima kasih, Tuan. Saya akan mengingat ini.."


"Sama-sama. Tapi kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan 'Tuan', keberadaan kita sama di mata Tuan Fang Lin jadi panggil aku 'Diablo' saja." Diablo berkata dengan suara santai.


"Baiklah, Diablo." Zhou Fan tersenyum tipis, "Kalau begitu, aku akan memberitahukan kejadian ini kepada seluruh bawahanku. Apa kau bisa mengawasi kapal terbang ini untuk sementara waktu sampai aku kembali?"


"Tentu saja." Diablo menganggukkan kepalanya pelan.


Zhou Fan tidak berkata apa-apa lagi, sebelum ia pergi dari sana ia menyimpan kepala anaknya di dalam Dunia Jiwanya.


.....


Kabar mengenai pengkhianatan Zhang Wei dan kemunculan Dewa Iblis sudah tersebar ke seluruh pasukan Aliansi Istana Iblis, dan kini keberadaan Diablo menjadi perbincangan hangat di antara mereka semua.


"Apa yang terjadi jika dia tidak datang tepat waktu? Sialan, aku merasa merinding saat membayangkannya."


"Entah kenapa aku jadi tambah bersemangat dengan adanya orang kuat di sisi kita, apalagi dia adalah utusan sang 'Dewa Agung'! Tuannya Kaisar kita!"


"Kau benar! Tadinya aku tidak terlalu yakin kalau kita bisa memenangkan perang ini, tetapi setelah kemunculannya membuatku membuang pikiran itu."


Di salah satu ruangan yang ada di sana, Zhou Fan tersenyum senang ketika mendengar perbincangan yang dilakukan oleh para pasukan Aliansi Istana Iblis, "Sudah kuduga, dengan menyebarkan berita ini-- moral pasukan kita akan bertambah..." Zhou Fan terkekeh pelan.


"Em... Kaisar, mengapa anda sekarang terlihat senang? Mengingat Zhang Wei menjadi seorang pengkhianat, seharusnya anda merasa kesal bukan?" Salah satu Pilar bertanya dengan nada kebingungan.


Zhou Fan mengangkat alisnya, suasana hatinya sedang baik karena anaknya akan dihidupkan kembali. Tetapi ia tidak menceritakan bagian itu, karena menghidupkan kembali makhluk hidup adalah suatu hal yang tabu di Alam Semesta ini.


"Aku sudah tidak peduli dengan pengkhianat itu, dan suasana hatiku lagi baik karena kemenangan sudah berada di dalam genggaman kita..." Zhou Fan menjawab dengan alasan yang masuk akal.

__ADS_1


Keempat belas Pilar hanya mengangguk paham, Zhou Fan kemudian melakukan rencana ulang untuk strategi perang karena berpikir kalau Zhang Wei sudah membeberkan strategi perang sebelumnya pada Dewa Iblis.


Setelah beberapa hari berlalu, Zhou Fan langsung menutup rapat usai berhasil menyusun ulang strategi perang yang baru bersama keempat belas pilar.


"Si Yuen, ikut aku..." Zhou Fan bersama pilar yang bernama Si Yuen-- langsung menghilang dari ruangan itu dalam sekejap.


Ketigabelas pilar yang tersisa tidak mengatakan apa-apa, mereka semua langsung keluar dari sana dan kembali ke kapal terbang masing-masing.


***


Di ruang pengendali kapal terbang, saat inj Diablo sedang mengawasi lorong dimensi dengan kedua tangan yang melipat di depan dada, kemunculan dua orang di belakangnya membuat ia berbalik.


"Maafkan karena telah membuatmu menunggu lama, Diablo. Mari kita pergi ke tempat lain, biarkan bawahanku yang mengambil alih mulai sekarang..." Zhou Fan tersenyum tipis, Diablo sendiri mengangguk dan keduanya melangkahkan kaki ke pintu keluar ruang pengendali kapal.


Si Yuen sendiri kurang lebih sudah mengetahui situasinya, tanpa dijelaskan ia mengerti kalau diminta untuk mengendalikan kapal terbang sampai ke Alam Iblis.


Ketika keduanya sudah keluar dari ruang pengendali kapal, Zhou Fan langsung mengajak Diablo ke salah satu ruangan yang paling mewah di sana.


Perlu diketahui, di kapal terbang itu-- hanya ada Zhou Fan, Diablo dan Si Yuen saja. Itu dikarenakan Zhou Fan tidak mau kapal terbangnya ramai dan menjadi terlalu berisik.


"Silahkan duduk, Diablo." Zhou Fan mempersilahkan pemuda berkemeja hitam itu ke salah satu kursi yang ada di sana.


Diablo sendiri mengangguk dan duduk di kursi yang jaraknya paling dekat dengannya, Zhou Fan juga ikut duduk dan keduanya mulai mengobrol bersama.


***


Di lorong dimensi, sebuah bayangan hitam kini sedang melesat dengan kecepatan yang melebihi cahaya. Dia tidak lain adalah Dewa Iblis yang sedang berusaha untuk kembali ke Alam Iblis secepat mungkin.


Selama di perjalanan, Dewa Iblis berulang kali mengumpati Diablo dengan perasaan yang begitu marah. Dalam semasa hidupnya, baru kali ini ia dipermalukan sampai sebegitunya oleh satu Iblis asing.


"Kubunuh... Kau akan kubunuh... Bersiaplah dasar keparat, tidak ada kematian yang mudah bagi dirimu!" Dewa Iblis mengepalkan kedua tangannya dengan erat, aura membunuh yang kental terus merembes keluar dari tubuhnya.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


__ADS_2