
Setelah urusan-nya dengan Liu Bei selesai, Fang Lin langsung teleportasi ke zona milik Alam Agung, Ia menyebarkan kesadaran-nya dan mencari keberadaan Dian Qi.
Tak butuh waktu lama bagi diri-nya untuk menemukan keberadaan orang tersebut, Fang Lin dengan segera teleportasi ke tempat Dian Qi berada.
~Whoooshhhh~
***
Di Salah Satu Barisan Pasukan Alam Agung.
Dian Qi, Dian Wu dan beberapa petinggi Alam Agung sedang melayang di udara sambil memerhatikan para pasukan Alam Agung yang sedang melesat ke arah benteng Alam 100 Pelangi.
"Ayah, Apakah kita tidak menarik pasukan kita? Bukan-kah orang misterius itu akan mengurusi masalah kita ini?" Tanya Dian Wu dengan nada heran.
Mendengar itu Dian Qi menghela nafas pelan, Ia melirik ke arah Dian Wu yang berada di sebelah-nya dan berkata, "Kita akan menunggu orang itu menyelesaikan masalah kita, Jika sudah selesai aku akan menarik pasukan Alam Agung dan pergi dari Alam ini" Jawab Dian Qi cepat.
Dian Wu yang mendengar-nya semakin keherenan, "Kenapa kita harus menunggu orang itu menyelesaikan masalah kita? Apakah karena ayah tidak ingin dicurigai oleh tuan Liu dan tuan Zhao?" Tanya Dian Wu sekaligus menebak.
"Benar. Jika aku menarik pasukan Alam Agung, Kedua utusan itu akan mencurigai kita" Jawab Dian Qi dengan suara yang tenang.
Dian Wu yang mendengar jawaban ayah-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya paham.
Beberapa saat setelah obrolan tersebut terhenti, Tiba-tiba saja seorang pria bertopeng hitam muncul di hadapan Dian Qi dan Dian Wu, Tentu hal itu membuat mereka berdua terkejut.
Para petinggi Alam Agung juga ikut terkejut ketika melihat kemunculan pria bertopeng hitam tersebut, Mereka semua tentu mengenali siapa orang tersebut.
"Kau? Kenapa kembali? Apakah ada sesuatu yang kau butuh-kan?" Tanya Dian Qi dengan nada heran. Ia berkata seperti itu karena diri-nya dan orang itu baru berpisah selama beberapa jam saja.
__ADS_1
Fang Lin sendiri yang mendengar itu langsung menggelengkan kepala-nya pelan, "Tidak... Aku hanya ingin mengatakan, Kalau permasalahan-mu dengan Alam Tinggi sudah ku-bereskan" Jawab Fang Lin dengan nada santai.
Mendengar itu tentu membuat Dian Qi, Dian Wu dan petinggi Alam Agung terkejut, Mereka semua tentu tidak percaya dengan perkataan Fang Lin barusan.
"Apakah kau benar-benar serius?" Tanya Dian Qi memastikan.
Fang Lin sekali lagi mengangguk-kan kepala-nya, "Kalau kau tidak percaya, Kau bisa cari kedua utusan itu. Jika kau tidak menemukan mereka maka perkataan-ku barusan adalah kebenaran" Jawab Fang Lin dengan nada tenang.
Dian Qi yang mendengar-nya langsung menoleh kepala ke arah para petinggi Alam Agung, "Kalian semua cari kedua utusan itu. Kalau tidak ketemu, Kalian tanyakan pada jendral-jendral yang mengawasi seluruh barisan pasukan Alam Agung" Ucap Dian Qi memberi perintah.
Para petinggi Alam Agung yang mendengar-nya langsung mengiyakan perintah tersebut dan izin pamit dari sana.
Mereka semua dengan cepat melesat ke berbagai arah untuk mencari Liu Bei dan juga Zhao Yun.
Di sisi lain, Fang Lin hanya menghela nafas panjang ketika melihat itu semua, "Mau tak mau aku harus menunggu..." Batin Fang Lin pasrah.
Beberapa jam kemudian, Seluruh petinggi dari Alam Agung telah kembali ke tempat Dian Qi, Raut wajah mereka semua saat ini pucat pasi seperti orang ketakutan.
Dian Qi sendiri yang menyadari itu menjadi keheranan, Namun ia mengabaikan-nya dan memilih untuk menanyakan laporan dari mereka terlebih dahulu.
"Bagaimana? Apakah kalian menemukan tuan Liu dan tuan Zhao?" Tanya Dian Qi dengan nada penasaran.
Mendengar itu para petinggi hanya diam dan beberapa saat kemudian, Seorang pria paruh baya berjubah hijau melayang maju dan mendekati Dian Qi.
Pria paruh baya berjubah hijau itu langsung memberitahu informasi yang ia dapatkan setelah menanyakan beberapa hal ke salah satu jendral Alam Agung.
Raut wajah Dian Qi terus berubah ketik mendengar apa yang dikatakan pria berjubah hijau tersebut, Ia menelan ludah-nya cukup kasar ketika mendengar akhir dari informasi tersebut.
__ADS_1
"A-apakah kau menceritakan yang sebenar-nya?" Tanya Dian Qi gugup.
Pria berjubah hijau itu mengangguk-kan kepala-nya cepat, "Kejadian itu di-lihat oleh beberapa barisan pasukan kita, Jadi tidak mungkin kalau mereka berbohong" Jawab pria berjubah hijau itu cepat.
Dian Qi hanya bisa menahan nafas-nya mendengar itu, Ia membalik-kan badan-nya dan mendapati Fang Lin yang sedang menatap-nya, "Sepertinya anda benar-benar menyelesaikan masalah kami, Jadi saya selaku raja Alam Agung berterima kasih akan hal itu" Ucap Dian Qi dengan nada sopan.
Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ada dua lagi... Apakah kalian masih memiliki masalah?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
Mendengar iti Dian Qi langsung menggelengkan kepala-nya cepat, "Tidak ada tuan. Anda bisa lupakan perjanjian itu karena kami sudah tidak membutuhkan-nya lagi" Jawab Dian Qi dengan tubuh yang sudah dipenuhi keringat dingin. Ia memilih untuk melupakan perjanjian itu dari pada harus ber-urusan dengan monster di depan-nya.
Fang Lin sendiri yang mendengar itu langsung tersenyum tipis, "Baik-lah kalau begitu..." Ucap Fang Lin dan dengan cepat menghilang dari sana.
Melihat kepergian Fang Lin, Mereka semua langsung menghela nafas panjang, "Haah... Monster itu sangat gila, Dia dapat mengalahkan tuan Liu dan tuan Zhao hanya dalam kurun waktu beberapa menit" Ucap Dian Wu tidak menyangka. Sebenar-nya ia masih sedikit tidak percaya tentang kejadian yang menimpa Liu Bei dan Zhao Yun, Namun suasana-nya saat ini membuat-nya mau tak mau harus percaya akan hal itu.
"Lupakan itu. Kalian semua pergi ke tempat seluruh pasukan Alam Agung berada, Perintah-kan mereka untuk mundur sekarang juga" Ucap Dian Qi lalu menimpali-nya dengan cepat, "Kita akan akhiri perang ini lalu pulang ke Alam Agung" Timpal Dian Qi memberi perintah.
Mendengar itu para petinggi Alam Agung termasuk Dian Wu langsung mengangguk-kan kepala paham, Mereka semua pamit pergi dan melesat ke berbagai arah untuk memberikan perintah mundur.
Dian Qi yang melihat kepergian mereka semua langsung turun ke daratan, Ia saat ini berniat untuk pergi ke tenda per-istirahatan dan menemui Dian Wei.
***
Di Tengah-Tengah Medan Tempur.
Fang Lin tiba-tiba saja muncul di atas langit, Ia dapat melihat kalau saat ini pasukan kedua kubu masih bertempur, "Sepertinya perang ini akan berakhir lebih cepat dari yang ku-duga..." Gumam Fang Lin lalu membuat kursi es di belakang-nya. Ia memilih untuk menunggu peperangan ini berakhir dan membangkitkan seluruh mayat yang ada di area medan tempur.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.