System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menyerap Aura Pembunuh


__ADS_3

Saat ini Fang Lin sedang mengedarkan seluruh kesadarannya ke seluruh gunung kabut merah dan tak butuh waktu lama dia menemukan sebuah gua yang kecil, Menurutnya gua itu cukup untuk menyerap aura pembunuh dari seruling kematian.


Fang Lin langsung memegang pundak Mue Lian dan berteleportasi ke depan gua yang dia temukan.


~Whossh~


Seketika Fang Lin dan Mue Lian hilang dari sana, Lalu beberapa saat kemudian didepan gua kecil itu, Fang Lin dan Mue Lian tiba-tiba muncul disana.


Mue Lian sedikit kebingungan dimana dia berada saat ini, Saat mengedarkan kesadarannya, Ia masih di gunung yang sama namun berbeda lokasi.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat raut wajah kebingungan Mue Lian, Langsung menjelaskan bahwa dia akan menyerap sebuah aura pembunuh dari sebuah senjata dewa.


Mue Lian yang mendengar itu menjadi terkejut, "Senjata Dewa? Bahkan Tuan mempu~ Tidak... Maksudku Fang Gege mempunyai senjata tingkat dewa? Senjata yang paling langka bagi seluruh alam, Tetapi Fang Gege mempunyai salah satunya?! Itu sangat hebat!" Puji Mue Lian dengan nada antusias, Wajar dia begitu antusias, Karena baru kali ini dia melihat orang seunik dan sehebat Fang Lin.


Fang Lin yang mendengar itu hanya tertawa pelan, "Kau boleh kemana saja... Karena menyerap aura pembunuhnya akan butuh waktu yang cukup lama, Jadi kupikir kau boleh berjalan-jalan agar tidak bosan menunggu terlalu lama" Ucap Fang Lin sambil mengelus kepala Mue Lian secara perlahan.


Diperlakukan seperti itu membuat wajah Mue Lian memerah, Namun dengan segera dia menggelengkan kepalanya, "Aku lebih baik menunggu didepan saja sekalian menjaga Fang Gege" Balas Mue Lian tersenyum sambil memasang wajah yang imut.


Wajah Fang Lin sedikit memerah saat melihat wajah imut Mue Lian, Ia lalu mencubit kedua pipi Mue Lian dan menggoyangkannya, "Kamu sangat imut..." Ucap Fang Lin sambil mencubit pipi Mue Lian dengan gemas.


"Itwhuu sakwiet, Twloeng lwepaskwan Fwang Gwewe (Itu sakit, Tolong lepaskan Fang Gege)" Ucap Mue Lian dengan tidak jelas, Namun dia tidak berusaha melepaskan cubitan dari Fang Lin.


Fang Lin terus mencubit kedua pipi Mue Lian dan mengabaikan perkataan dari Mue Lian, Hingga beberapa dia melepaskan cubitannya.


Melihat Fang Lin melepaskan cubitannya, Mue Lian dengan segera mengelus kedua pipinya yang memerah, Fang Lin yang melihat itu menjadi sedikit kasihan, "Maafkan aku... Pasti sakit bukan?" Tanya Fang Lin sambil mengelus pelan kedua pipi Mue Lian.


Mue Lian hanya menggelengkan kepalanya mendengar itu, "Tidak apa-apa Fang Gege, Malah aku suka dengan itu" Ucap Mue Lian dengan tersenyum manis.


Fang Lin mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Baiklah... Aku akan menyerap aura pembunuh terlebih dahulu" Ucap Fang Lin sambil mengelus kepala Mue Lian.


Mue Lian menganggukkan kepalanya pelan saat mendengar itu, "Baiklah... Hati-hati Fang Gege, Jangan sampai pikiranmu menjadi gila karena aura pembunuh itu" Ucap Mue Lian dengan nada kekhawatiran.


Fang Lin tertawa pelan mendengar itu, "Baiklah... Aku akan pergi dulu" Ucap Fang Lin lalu berjalan masuk ke gua yang cukup gelap.

__ADS_1


Mue Lian hanya menatap Fang Lin dalam diam, Hingga Fang Lin sudah tertutup oleh gelapnya gua, "Hmm... Lebih baik aku cari buah-buahan yang segar untuk Fang Gege setelah dia selesai menyerap aura pembunuh" Ucap Mue Lian sambil mengelus dagunya seolah berpikir kemudian melesat ke berbagai arah untuk mencari buah-buahan yang enak.


***


Di tempat Fang Lin, Kini Fang Lin duduk di batu yang datar, Ia lalu mengeluarkan seruling kematiannya dari inventory.


~Whoossh~


Seketika gua tersebut langsung dipenuhi dengan aura pembunuh yang sangat pekat hingga keluar gua, Makhluk hidup yang berada di gua dan disekitar gua langsung mati seketika saat aura pembunuh menyentuhnya.


"Aura pembunuh yang sangat pekat" Gumam Fang Lin sambil melihat seruling kematian, Untung saja dia saat ini berada di gua, Jadi tidak banyak makhluk hidup yang hinggap disini, Jika saja dia mengeluarkannya seruling kematian di tempat terbuka, Ia tidak tau lagi berapa banyak makhluk hidup yang akan mati karena aura pembunuh yang pekat ini.


"Yue, Tolong beli budidaya tingkat tinggi untuk menyerap aura pembunuh" Ucap Fang Lin dengan pelan ke Yue, Kemudian memasukkan kembali seruling kematian ke inventorynya.


[Ding! Tuan dapat membeli Budidaya Pelahap Semesta, Sebuah budidaya yang dapat menyerap aura apa saja yang ada di semesta ini]


Fang Lin mendengar itu langsung menaikkan satu alisnya, "Bukankah budidaya tersebut terlalu mengerikan?" Batin Fang Lin sedikit terkejut. Tentu saja mengerikan karena dapat menyerap seluruh aura apa saja yang ada di semesta ini, Walaupun memiliki manfaat yang sama dengan tubuh tak terbatas, Namun tubuh itu tidak dapat menyerap aura pembunuh yang didapat dari membunuh makhluk hidup.


"Yue... Beli budidaya Pelahap Semesta dan beli juga poin pemahaman tingkat dewa lalu gunakan untuk mempelajari budidaya yang baru kubeli" Ucap Fang Lin memerintah.


[Ding! Ingin meningkatkan pemahaman Pelahap Semesta mengguna 50.000 Poin Pemahaman Tingkat Dewa?]


[YA/TIDAK]


"Ya"


[Ding! Memproses 50.000 Poin Pemahaman Tingkat Dewa pada Teknik Budidaya Pelahap Semesta]


~Whoosssh~


Seluruh tubuh Fang Lin langsung diselimuti dengan cahaya berwarna hijau dan perlahan bermunculan sebuah rune-rune kuno yang mengelilingi tubuhnya dan perlahan memasuki kepalanya.


[Proses pemahaman sedang berlangsung dan membutuhkan waktu selama 3 Hari]

__ADS_1


~Wunggg~


Suara mendesing keluar dari tubuh Fang Lin hingga menggema ke seluruh gua.


.....


3 Hari berlalu


Di sebuah Gua, Fang Lin masih duduk bermeditasi dan masih terdapat rune-rune kuno yang mengelilinginya


Hingga beberapa saat kemudian, Cahaya hijau dan rune-rune kuno yang berada disekitar Fang Lin perlahan menghilang.


[Ding! Berhasil memahami Teknik Budidaya Pelahap Semesta]


Mendengar notifikasi dari system, Fang Lin secara perlahan membuka matanya, Ia lalu melihat kearah jalan keluar gua dan melihat Mue Lian yang masih setia menunggu didepan gua.


"Lebih baik aku menyerap aura pembunuh dari seruling kematian sekarang, Aku kasihan dia menungguku seperti itu" Gumam Fang Lin lalu mengeluarkan seruling kematian.


~Whooshh~


Sekali lagi gua yang Fang Lin tempati diselimuti aura pembunuh yang pekat, Fang Lin dengan segera membuat perisai tak kasat mata yang cukup besar dan membulati dirinya serta seruling kematiannya.


"Dengan begini aura pembunuh bisa ditahan" Ucap Fang Lin lalu memulai menyerap aura pembunuh yang keluar dari seruling kematian.


***


Di Luar Gua.


Mue Lian yang sedang bersandar di pohon langsung terkejut ketika merasakan aura pembunuh yang sangat pekat keluar dari gua, "Jadi ini aura pembunuh dari seruling kematian yang tuan katakan, Bahkan aura supreme beingku bisa ditekan dengan mudah oleh aura pembunuh itu" Ucap Mue Lian dengan nada tidak percaya, Namun beberapa saat setelah berucap seperti itu, Aura pembunuh yang dia rasakan sebelumnya langsung menghilang tanpa jejak.


"Sepertinya aura pembunuhnya sudah ditahan oleh Fang Gege" Gumam Mue Lian menebak-nebak lalu menatap langit yang cerah sambil tersenyum.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2