System Sang Immortal

System Sang Immortal
Gelang Sabit Kesadaran


__ADS_3

Zhang Liong putus asa ketika pencariannya tidak membawakan hasil, dia lesu setiap hari dan mulai memikirkan cara untuk melupakan Mue Lian.


Suatu hari, salah satu petinggi sekte Bintang Surgawi datang menghampiri Zhang Liong dan menanyakan alasan kenapa dia selalu murung akhir-akhir ini.


Zhang Liong awalnya ragu untuk menceritakan masalahnya, namun setelah merenung cukup lama ia memutuskan untuk memberitahunya.


Nama dari petinggi tersebut adalah Zhang Li, adik dari ayahnya, Zhang Yuan.


"Begitu, ya. Nona Lian memang cantik, normal jika kau menyukainya..." Zhang Li mengelus dagunya, "Aku mempunyai sebuah cara, tapi bisa dibilang ini cukup jahat karena kita berasal dari kultivator Aliran Putih."


Zhang Liong mengerutkan alis dan bertanya, "Cara jahat? Apa maksudnya, paman?"


Zhang Li tersenyum tipis dan dia mengibaskan tangan kanannya ke samping, "Ini adalah Gelang Sabit Kesadaran, sebuah artefak tingkat Langit yang mampu menghentikan kesadaran makhluk hidup yang mengenakannya." Ucap Zhang Li menjelaskan, lalu melanjutinya, "Biasanya artefak ini dipakai untuk mengintrogasi seseorang, jika kau mau maka gunakan ini pada Nona Lian. Walaupun dia seorang Spiritual God Emas tetapi di hadapan Artefak ini, dia bukanlah apa-apa..."


"Paman! Kau sudah gila, ya?" Zhang Liong tak habis pikir, meski sifat serakahnya bisa dibilang cukup buruk namun bukan berarti dia harus memakai cara licik untuk mendapatkan wanita yang dicintainya.


Zhang Li sedikit mengangkat alisnya, "Kalau begitu, kau mau membiarkan Nona Lian begitu saja? Bukankan dia adalah cinta pertamamu?"


"Tapi bukan begitu caranya, Paman! Meskipun cara ini berhasil, tapi untuk apa jika Lian'er tidak menyukaiku balik!" Jawab Zhang Liong dengan nada yang mulai kesal.


Zhang Li tertawa kecil saat mendengar itu, "Wanita akan mencintai seorang laki-laki yang selalu ada untuknya, jika kau terus berada di sampingnya dan memberikan perhatian penuh padanya, maka cepat atau lambat dia akan berpindah hati padamu meski kau menggunakan cara seperti itu..."


Perkataan Zhang Li tentu membuat Zhang Liong terdiam, ia menundukkan kepala dan merenungkan sesuatu dengan raut wajah serius.


Beberapa saat kemudian, Zhang Liong kembali mengangkat kepalanya dan menghela nafas panjang, "Tapi, apa yang terjadi setelahnya? Maksudku, orang-orang pasti akan menyadari dengan tingkah Lian'er yang berubah dan juga gelang di lengannya."


Zhang Li tertawa kecil dan menjawab, "Kita hanya perlu menggunakan Artefak lain untuk menyembunyikan keberadaan Gelang Sabit Kesadaran. Dan untuk tingkah Nona Lian, bukankah dia dari dulu memang tertutup dengan orang lain? Tingkahnya yang sedikit berubah pasti tidak akan disadari oleh orang-orang..."


Zhang Liong kembali termenung mendengarnya, sifat serakah untuk memiliki Mue Lian memenuhi hatinya.

__ADS_1


Setelah melakukan berbagai pertimbangan, Zhang Liang memutuskan untuk menjalankan rencana yang disarankan oleh Pamannya.


.....


"Lian'er, aku mempunyai sebuah hadiah untukmu." Zhang Liong tersenyum sambil menatap Mue Lian yang sedang memandangi langit malam.


Mue Lian sendiri langsung menolak tanpa menoleh sedikitpun, "Tidak perlu berusaha mendekat lagi, Zhang. Mau sebanyak apapun usahamu, aku tetap tidak akan mencintaimu."


Zhang Liong tersenyum tipis sembari mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam polos, "Aku mengerti. Tapi, tolong terima hadiahku untuk terakhir kalinya..." Pintanya sambil mengulurkan kotak tersebut.


Mue Lian menghela nafas berat lalu menoleh ke pemuda di sebelahnya, matanya melirik dan mendapati kotak hitam yang tampak biasa saja, "Apa itu?" Tanya Mue Lian dengan raut wajah datar.


"Buka saja, nanti kamu akan mengetahuinya..." Jawab Zhang Liong sambil tersenyum.


Mue Lian tidak berkata lebih jauh lalu mengambil kotak hitam itu, ia membukanya dan alisnya sedikit terangkat ketika melihat sebuah gelang perak yang terdapat ukiran bulan sabit, "Gelang ini tampak familiar..." Batin Mue Lian dan berusaha untuk mengingatnya.


"Itu adalah gelang yang akan melindungimu jika suatu saat nanti kamu dalam situasi bahaya, aku harap kamu memakainya terlebih dahulu karena aku ingin melihat, apa ukurannya cocok denganmu atau tidak..." Zhang Liong berkata dan membuat Mue Lian sedikit tersentak.


Zhang Liong mengangguk sekali, Mue Lian terdiam sejenak dirinya tampak ragu untuk memakainya.


Selang beberapa waktu, Mue Lian memutuskan untuk memakainya agar Zhang Liong bisa cepat-cepat pergi dari sini.


Ketika Mue Lian memakainya pergelangan tangan kanannya, ia mengerutkan alis karena merasa ada sesuatu yang salah, "Hm, gelang macam ap-"


Belum sempat Mue Lian melanjutkan kata-katanya, pupil matanya menjadi lebih gelap dan terasa kosong.


Zhang Liong sedikit melebarkan mata dan dirinya memastikan kalau gelang tersebut sudah berfungsi.


"Wah... Lian'er, apa yang terjadi padamu." Zhang Liong menyeringai seram, ia mencoba meraba tangan Mue Lian dan tidak mendapati tanda-tanda penolakan, "Berhasil ternyata, hehehe..."

__ADS_1


Zhang Liong terkekeh pelan, ia tiba-tiba saja merasa bergairah dan mencoba meraba ke salah satu tempat intim Mue Lian. Namun ketika tangannya ingin menyentuh, tiba-tiba saja Mue Lian menepisnya dan membuat jantung Zhang Liong berdetak lebih cepat.


"Apa-apaan..." Zhang Liong langsung melihat mata Mue Lian, tetapi ia tidak menemukan sesuatu yang janggal, "Apa hanya kebetulan saja?" Zhang Liong bertanya-tanya dalam hati, ia kemudian mencoba untuk melakukan hal yang serupa seperti tadi dan Mue Lian kembali menepis tangannya dengan raut wajah datar serta tatapan kosong.


"Begitu ya, insting..." Zhang Liong terdiam sejenak usai mengatakan itu, lalu bertanya dalam hati, "Hal ini, apa akan berlangsung selamanya? Bukankah itu percuma? Haruskah kupaksa sampai instingnya tidak menganggapku berbahaya lagi?"


Banyak pertanyaan yang muncul di kepala Zhang Liong, namun ia langsung menampar pipinya dan menggeleng cepat, "Tidak, tidak! Aku benci dengan pemerkosaan, itu tidak akan berakhir baik jika aku melakukannya!"" Zhang Liong menyadarkan dirinya, diakhiri dengan anggukan pelan.


"Aku harus bertemu paman, dia pasti tau cara mengatasinya." Zhang Liong menoleh ke arah Mue Lian, dia memutuskan untuk membawa wanita cantik itu ke kediamannya.


***


"Aku tidak mempunyai solusinya, Liong." Zhang Li menggeleng pelan setelah mendengar cerita keponakannya, "Lagipula, kau sepertinya sudah gila, ya. Kenapa kau melakukan hal semacam itu? Maksudku, kau terlalu terburu-buru... Apa kau hanya menyukai fisiknya saja?"


"Tidak paman! Itu... Itu..." Zhang Liong bingung harus berkata apa, "Pokoknya, aku mencintai Lian'er dengan tulus! Bukan dari fisiknya saja!"


"Aku mengerti..." Zhang Li menghela nafas panjang, "Aku pikir kau harus menghabiskan waktu bersamanya. Maksudku, sering-sering ajak dia ke tempat yang indah, aku yakin cepat atau lambat instingnya akan bereaksi mulai melemah padamu..." Zhang Li memberikan saran.


Zhang Liong langsung memegang dagu setelah mendengarnya, ia tersenyum tipis dan berpikir kalau itu bukanlah sebuah ide yang buruk, "Baiklah, terima kasih paman atas sarannya!"


Zhang Li mengangkat alis dan tertawa kecil, "Tentu. Ah, dan juga kau tidak boleh lupa, jangan sampai hal ini diketahui oleh orang lain... Akan merepotkan jika tindakanmu tersebar luas." Zhang Li mengingatkan dengan raut wajah serius.


"Baik paman, kau tidak perlu khawatir tentang masalah itu..." Sahut Zhang Liong sambil tersenyum.


"Bagus..."


Zhang Liong kemudian mengobrol sebentar dengan pamannya itu, lalu pergi dari sana.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2