
Setelah memikirkannya selama beberapa saat, Shanzi menghela nafas panjang sebelum mengangguk pelan, "Baiklah, mari kita bekerja sama."
Sebenarnya Shanzi di sini hanya untuk mengukur kekuatan tempur mereka, ia tadinya ingin bertarung setelah berhasil memulihkan energinya dari pertarungan yang dirinya lakukan sebelumnya melawan seorang Absolute musuh.
Namun, rencana itu berubah setelah mendapatkan penawaran dari Fang Lin. Dengan bantuannya, mungkin mereka berdua bisa menghabisi ketiga Vampir tersebut meskipun sudah tidak dalam keadaan prima.
"Kalau begitu, coba tarik perhatian mereka supaya bisa keluar dari perisai itu." ucap Fang Lin, dan segera melanjutinya, "Aku akan menggunakan teknikku tadi untuk menyerang musuh dari titik buta.
Shanzi tidak langsung menyetujuinya, ia lebih dulu memikirkan berbagai kemungkinan yang mungkin akan terjadi. Kemudian, tatapan matanya berubah menjadi tajam ke arah Fang Lin, "Kau tidak berusaha menjebakku, bukan?"
"Bodoh, kau berpikir terlalu jauh." Fang Lin memasang ekspresi malas, lalu melanjutinya, "Kita adalah rekan tim di sini, mana mungkin aku mau menjebak rekan sendiri yang akan mengurangi presentase kemenangan dalam Pertempuran Kelompok ini?"
Fang Lin tidak berbohong sama sekali atas ucapannya itu, ia memang tidak akan membunuh siapapun orang yang bisa merugikan dirinya.
Shanzi menatap Fang Lin tanpa berkedip sedikitpun, kemudian menghela nafas dan berkata, "Baiklah, akan kuikuti rencanamu."
"Itu bagus..." Fang Lin mengangguk puas karena tidak ada keluhan lagi dari pemuda itu, lalu melanjutinya, "Aku mengandalkanmu."
Sesaat setelah berkata demikian, Fang Lin menghilang dari tempatnya dalam sekejap. Dia saat ini masih berada di tempatnya, namun keberadaannya sudah menghilang secara menyeluruh seperti lenyap tak tersisa.
"Bahkan sekelas Absolute sepertiku tidak bisa merasakan kehadirannya meskipun dia menghilang tepat di depan mataku." pikir Shanzi dengan perasaan yang sedikit gelisah, "Tekniknya itu benar-benar mengerikan, kuharap dia bukan orang yang harus kuhadapi di masa depan."
Meskipun benci untuk mengakuinya tetapi Shanzi mengakui kalau dia bisa saja kalah telak jika harus satu lawan satu dengan Fang Lin.
Sementara itu, Fang Lin yang melihat Shanzi diam di tempat sembari memperhatikan tempatnya menghilang sedikit memiringkan kepalanya.
"Apa yang sedang dia pikirkan?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, lalu pertanyaan itu langsung ditepisnya ketika melihat dia telah bergerak.
__ADS_1
Shanzi sendiri mulai melancarkan berbagai serangan ke perisai yang melindungi wilayah para Vampir itu.
Keempat Vampir itu memperlihatkan ekspresi serius pada saat Shanzi menyerang perisai mereka, dan tidak lama setelah itu dua di antara mereka keluar dari perisai lalu menyerang pemuda tersebut secara bersamaan.
Shanzi sedikit terkejut ketika dua Absolute Vampir menyerangnya sekaligus, ia menggertakkan gigi karena dalam beberapa menit saja dirinya sudah berhasil dipojokkan.
"Tsk, mereka benar-benar kuat." Shanzi berkata dalam hati, gertakkan giginya semakin kuat karena Fang Lin masih belum melakukan pergerakan, "Ke mana perginya bajingan itu? Tidak mungkin dia meninggalkanku, 'kan?!"
Baru saja Shanzi memikirkan itu, salah satu Vampir yang sedang menyerangnya tiba-tiba saja terdiam lalu tidak lama setelah itu kepalanya terpenggal dan satu Orb yang tertanam di jiwanya langsung terserap ke tempat yang tak kasat mata.
Kejadian itu berlangsung sangat cepat, satu Vampir yang tersisa tentu saja langsung menciptakan lapisan pelindung yang tak terhitung di sekitarnya.
Vampir itu melebarkan mata karena terkejut, ia berusaha memahami situasi dengan cara menyebarkan Kesadaran Spiritual sampai ke batas dirinya bisa.
Di sisi lain, Fang Lin yang berhasil menyerap Orb dari Vampir yang dibunuhnya langsung menghubungi Shanzi melalui telepati, "Serang dia lagi, jangan biarkan dia kembali ke dalam perisai itu."
Vampir tersebut tidak tinggal diam, dia berusaha untuk kembali ke perisai yang melindungi wilayahnya karena tidak mau mengambil resiko setelah melihat kejadian aneh barusan.
Tentu saja Shanzhi tidak tinggal diam saja setelah mengetahui niatnya, ia menggunakan berbagai cara supaya makhluk itu tidak melewati perisai yang melindungi wilayah di bawah mereka.
Fang Lin sendiri juga membantu Shanzi secara diam-diam, ia tidak mau kemampuan sihir Stealthnya diketahui oleh dua Vampir yang mengamati dari balik perisai wilayah.
Setelah beberapa waktu berlalu, perisai yang tercipta dari energi semesta murni hancur berkeping-keping dan membuat Vampir itu terkejut bukan main.
Shanzi tentu saja tidak mau membuang kesempatan itu, dia menjadi lebih agresif dan menyerang Vampir tersebut secara beruntun tanpa adanya istirahat.
Fang Lin juga terus membantu secara diam-diam sampai akhirnya Shanzi berhasil membunuh Vampir itu dan segera menyerap Orb yang tertanam di jiwanya sebelum makhluk itu memakai trik lain.
__ADS_1
"Sialan, dia benar-benar lincah." Shanzi hampir saja kalah dalam pertarungan itu, "Lebih baik aku pergi dari sini, kalau aku memaksakan diri itu bisa jadi kerugian untukku "
Shanzi sengaja berkata demikian supaya Fang Lin bisa mengerti niatnya.
Fang Lin jelas langsung memahami maksud dari ucapan Shanzi, ia masih tetap menggunakan sihir Stealth dan mengikuti kepergian pemuda itu dari belakang.
Setelah mereka berdua sudah berada di luar jangkauan Kesadaran Spiritual dari kedua Vampir yang tersisa, Fang Lin membatalkan sihirnya di kejauhan lalu menghampiri Shanzi yang sudah menyadari keberadaannya itu.
"Kau cukup bagus." Fang Lin memuji dengan suara yang tenang.
"Tanpa bantuanmu, aku tidak akan bisa mengalahkan mereka." Shanzi memuji balik, lalu melanjutinya, "Sebaiknya kita kembali, meskipun hanya mendapatkan dua Orb tetapi ini sudah lebih dari cukup."
"Kau kembali saja sendiri, aku masih ingin merebut Orb lain." Fang Lin menolak untuk kembali karena ia masih mempunyai jumlah energi yang cukup untuk melawan beberapa Absolute.
"Hm, baiklah..." Shanzi sama sekali tidak melarang, "Kalau begitu, aku pergi.'
Fang Lin mengangguk kecil, dan Shanzi langsung menghilang dari tempatnya dalam sekejap.
Melihat kepergian pemuda itu, Fang Lin terdiam sejenak sebelum melesat kembali ke wilayah para Vampir tersebut.
"Tsk, sepertinya aku terlambat, ya?" Fang Lin berdecak kesal ketika melihat ada lima Vampir di balik perisai wilayah tersebut, "Tapi untunglah Shanzi berhenti, kalau dilanjutkan maka situasinya bisa menjadi merepotkan dan akan sulit baginya untuk lepas dari pandangan mereka."
Setelah memikirkan beberapa hal, Fang Lin pergi dari sana untuk mencari target lain. Sepanjang perjalanan, ia sama sekali tidak menemukan sesuatu meskipun Kesadaran Spiritualnya juga sudah menyebar ke berbagai arah.
Perlu diketahui, setiap kelompok dalam Pertempuran Kelompok ini memang dipisahkan dengan jarak yang sangat jauh. Meskipun demikian, tidak ada larangan mengenai batas jarak wilayah antar kelompok, jadi bukan sesuatu yang mustahil kalau ada dua kelompok yang hanya dipisahkan dengan jarak ratusan kilometer saja.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.