System Sang Immortal

System Sang Immortal
Masalah Alam Agung


__ADS_3

Beberapa menit kemudian.


Tubuh Dian Wei yang sebelum-nya kurus kering seperti tidak ada daging, Kini telah berubah menjadi lebih berisi.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis, Ia cukup lega karena bisa menyelamatkan orang yang ada di depan-nya, "Sekarang, Aku harus membawa-nya kemana?" Gumam Fang Lin pelan lalu mengingat kejadian sebelum-nya.


"Sepertinya dia berasal dari Alam Agung" Gumam Fang Lin kembali saat mengingat Ao Zhang yang berasal dari Alam 100 Pelangi ingin membunuh Dian Wei.


Fang Lin kemudian mengangkat kerah belakang jubah Dian Wei, Ia lalu membalik-kan badan-nya dan melesat ke arah barat.


~Whoooshhhh~


Di Pasukan Kubu Alam Agung.


Para pasukan dari Alam Agung kini masih melesat maju ke arah benteng Alam 100 Pelangi, Sedangkan para petinggi-nya hanya mengawasi para pasukan dari belakang saja.


"Dimana Dian Wei? Aku belum melihat-nya beberapa bulan belakangan ini" Tanya Dian Qi pada putra pertama-nya, Dian Wu.


Dian Wu sendiri mengangkat bahu-nya tidak tau ketika mendapati pertanyaan itu dari ayah-nya, "Aku tidak melihat-nya, Seingat-ku terakhir kali dia berkata ingin bertemu tetua Wen Li di medan perang" Jawab Dian Wu dengan cepat.


"Wen Li? Kenapa dia ingin bertemu dengan-nya?" Gumam Dian Qi bertanya-tanya lalu menelepati Wen Li.


"Hey Wen Li, Apakah kau bersama Dian Wei saat ini?" Tanya Dian Qi dengan nada penasaran.


"Tidak raja" Jawab Wen Li ketika menerima telepati dari raja-nya.


"Hmm? Bukan-kah dia bersama dengan-mu terakhir kali?" Tanya Dian Qi kembali dengan alis yang ter-angkat.

__ADS_1


"Itu sudah beberapa bulan yang lalu raja. Setelah dia berbicara sebentar pada-ku, Dia pergi tanpa berbicara satu patah kata-pun" Jawab Wen Li cepat.


Mendengar jawaban Wen Li, Dian Qi hanya menghela nafas panjang, "Baik-lah kalau begitu" Ucap Dian Qi pelan dan langsung memutus-kan telepati-nya


"Dasar bocah itu, Berani sekali berkeliaran tanpa seizinku" Ucap Dian Qi dengan nada marah.


Dian Wu yang melihat ayah-nya marah hanya tersenyum kecut, "Tenang-lah ayah. Jika dia berkeliaran, Mungkin tidak akan jauh dari area ini" Ucap Dian Wu yang mencoba untuk menenangkan ayah-nya.


Dian Qi yang mendengar-nya hanya bisa menghela nafas panjang, "Haah... Ku-harap begitu" Balas Dian Qi pelan lalu menatap kembali ke arah depan.


Dian Wu yang melihat ayah-nya sudah lebih tenang hanya tersenyum tipis, Ia kemudian kembali menatap ke arah yang di lihat ayah-nya.


Di sisi lain, Fang Lin yang sedang melesat secepat cahaya di atas langit langsung berhenti ketika diri-nya sudah berada tepat di bawah sebuah barisan besar yang sedang melesat, "Pasukan Alam Agung, Ku-harap kalian tidak sengaja membunuh-nya" Ucap Fang Lin lalu tanpa ragu melepaskan cengkraman-nya yang sedang memegang Dian Wei.


~Whooooshhh~


Dian Wei yang masih dalam kondisi pingsan langsung terjatuh dari langit ketika Fang Lin sudah tidak memegang-nya.


Pria berjubah merah itu langsung melesat ke arah orang yang sedang terjatuh dari langit dengan rasa penasaran sekaligus waspada.


Beberapa saat kemudian, Pria berjubah merah yang sedang melesat di langit tiba-tiba melebarkan mata-nya ketika diri-nya mengetahui sosok yang sedang terjatuh itu, "Tuan Wei! Kenapa bisa dia ada disini?!" Tanya pria berjubah merah dengan nada terkejut.


Pria berjubah merah itu menggelengkan kepala-nya dan melesat lebih cepat dari sebelum-nya, Ia tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang terjadi kepada Dian Wei, "Aku harus menyelematkan-nya terlebih dahulu" Gumam pria berjubah merah dengan nada serius.


~Whooosshhhhh~


Tak butuh waktu lama untuk pria berjubah merah tersebut sampai ke tempat Dian Wei, Ia dengan segera meraih Dian Wei lalu membopong-nya ke belakang punggung, "Ini... Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi tuan Wei?" Tanya pria berjubah merah tersebut dengan raut wajah terkejut sekaligus tidak percaya.

__ADS_1


Pria berjubah merah itu tidak bisa untuk menahan rasa penasaran-nya, Ia dengan segera mengalirkan Qi ke dalam tubuh Dian Wei untuk memeriksa-nya lebih lanjut.


Di saat pria berjubah merah itu memeriksa tubuh Dian Wei, Ia sama sekali tidak merasakan adanya yang janggal hingga pada akhirnya dia melebarkan mata-nya, "B-bagaimana mungkin?!! Kenapa Dantian milik tuan Wei menghilang?!!" Tanya pria berjubah merah dengan nada terkejut ketika dirinya tidak merasakan pusat energi milik Dian Wei.


"Ini sangat gawat, Aku harus melaporkan situasi tuan Wei pada raja sekarang juga" Gumam pria berjubah merah tersebut dengan nada serius lalu melesat ke arah timur dengan kecepatan tinggi.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat pria berjubah merah tersebut pergi sembari mengangkut Dian Wei hanya diam, "Ku-pikir tugas-ku disini sudah selesai. Sekarang aku hanya perlu menunggu perang ini berakhir dan membangkitkan seluruh mayat yang ada di medan perang ini" Ucap Fang Lin dan seketika dia menghilang dari tempat-nya.


~Whooooshhhhh~


***


Di Sebuah tenda besar milik Alam Agung.


Dian Qi, Dian Wu beserta beberapa petinggi Alam Agung kini sedang mengelilingi Dian Wei yang terbarung lemas di meja, "Fu Rao... Kau benar-benar tidak melihat siapa pelaku yang melakukan ini pada anak-ku?" Tanya Dian Qi sambil menatap Fu Rao dengan tatapan dingin.


Fu Rao sendiri yang mendengar itu langsung menggelengkan kepala-nya cepat, "S-saya sama sekali tidak berbohong raja. Saya sebelum-nya sempat menyebarkan kesadaran saya, Namun saya sama sekali tidak merasakan ada sosok apapun di atas langit" Jawab Fu Rao sedikit gugup.


Mendengar jawaban Fu Rao membuat Dian Qi menghela nafas panjang, "Haah... Kalian keluar-lah. Aku membutuhkan tempat yang hening untuk berpikir" Ucap Dian Qi dengan nada pelan.


Semua petinggi yang ada disana langsung keluar dari sana tanpa mengatakan satu patah kata-pun, "Ayah... Bagaimana kedepan-nya? Kemungkinan perjanjian kita dengan Alam Tinggi dibatalkan" Ucap Dian Wu dengan nada penuh kekhawatiran.


Dian Wu sebenarnya tidak ingin menambah beban pikiran ayah-nya, Namun ini adalah masalah yang menyangkut Alam Tinggi, Jadi diri-nya mau tak mau harus membicarakan masalah ini sekarang juga.


Mendengar ucapan anak pertama-nya Dian Qi hanya diam, Ia berjalan ke arah kursi di dekat-nya kemudian menduduki-nya, "Biarkan aku berpikir terlebih dahulu" Balas Dian Qi sembari menyenderkan tubuh-nya ke belakang kursi.


Dian Wu yang melihat ayah-nya duduk di kurso sembari memejamkan mata-nya hanya diam, Ia paham kalau saat ini ayah-nya sedang berpikir keras mengenai masalah yang ada.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2