
"Tampaknya aku terlalu meremehkan kalian..." Fang Lin melipat kedua tangannya di belakang pinggang sembari tersenyum tipis.
Istana yang tadinya berdiri kokoh di depannya kini sudah lenyap tanpa tersisa sedikitpun-- seolah keberadaannya tidak pernah ada di dimensi ini.
"Siapa kau?"
Seekor Naga Biru muncul di atas langit, tubuhnya begitu besar sehingga suasana di bawahnya menjadi sedikit gelap.
Fang Lin mendongakkan kepalanya, ia sejenak memandang dalam diam lalu menunjuk ke arah depan, "Bukankah tidak sopan berbicara dengan wujud seperti itu? Kemarilah dan berdiri di hadapanku." ucap Fang Lin tenang, ia tidak mengeluarkan aura dominasi atau semacamnya untuk memaksa dia.
Naga biru tersebut tidak mengatakan apa-apa, dia tampaknya sedang berpikir saat ini.
Beberapa saat kemudian, cahaya terang keluar dari tubuhnya dan wujudnya perlahan berubah menjadi seorang pemuda tampan.
Dia mempunyai simbol di tengah dahinya, rambutnya berwarna biru cerah dan panjangnya mencapai pinggang.
Cahaya terang yang keluar dari tubuh pemuda itu perlahan menghilang, dia kemudian terbang turun dan melayang beberapa belas meter di hadapan Fang Lin.
"Memerintahkan seluruh bawahanmu untuk pergi dari sini. Kau sungguh mulia, ya."
Fang Lin yang pertama kali membuka percakapan.
"Apa kau seorang Dewa?"
Naga biru yang telah berubah menjadi seorang pemuda tampan itu bertanya dengan raut wajah serius sekaligus waspada, dia sepenuhnya mengabaikan ucapan Fang Lin.
"Dewa, ya? Lebih tepatnya sih setengah Dewa." Fang Lin menjawab dengan santai.
Naga biru hanya mengeluarkan sedikit reaksi di pupil matanya, kemudian kembali bertanya, "Apa tujuanmu ke dimensi ini?"
"Tujuanku? Hanya membuang waktu saja." Fang Lin kembali menjawab, nadanya terdengar acuh tak acuh, "Kau adalah sosok yang telah mempermainkan grupku selama ini, bukan? Apakah itu sesuatu yang menyenangkan?"
Beberapa tetes keringat dingin muncul di pipi pemuda tampan itu, ia sebenarnya melakukan semua itu hanya bermaksud untuk mengisi waktu luangnya saja.
"Aku akan membawa keluar dirimu dan juga rombonganmu jika mau." Naga biru berkata, perasaannya cukup kacau sekarang.
"Sejak awal dimensi ini bagaikan butiran debu di mataku, aku bisa menghancurkannya jika aku mau. Apakah kau berpikir aku membutuhkanmu?" Fang Lin bertanya, senyum di wajahnya perlahan memudar dan membuat suasana menjadi tegang.
"Itu..." Naga biru tidak bisa mengatakan apa-apa, tenggorokannya terasa ada sesuatu sehingga membuat suaranya sulit untuk dikeluarkan.
Meskipun ucapan Fang Lin terdengar sombong, tetapi Naga biru merasa sangat yakin dengan kata-katanya. Dia baru pertama kali bertemu dengan seorang manusia yang sekuat ini.
"Begini saja... Kau pergi dari dimensi ini dan membiarkan anggota grupku menyelesaikan dungeon ini, dengan begitu tidak akan ada korban dari pihakmu." Fang Lin memberikan suatu usulan yang sangat menggiurkan bagi Naga biru.
Namun, Naga biru tidak bisa menerima itu. Bukan karena dirinya tidak sayang dengan nyawanya, hanya saja bos dungeon tidak bisa keluar dari sarangnya dan akan terkurung di sini selamanya.
Naga biru menjelaskan dengan hati-hati tentang alasan dirinya menolak usulan tersebut, ia sebenarnya sudah pasrah jika Fang Lin akan membunuhnya sekarang ini.
"Begitu, ya. Situasinya jadi merepotkan..." Fang Lin memegang dagunya dan berpikir sejenak, "Khatz dan Sylvia tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya, tapi aku sudah menyimpulkan satu hal kalau itu adalah salah satu peraturan dari Alam Semesta."
Melihat Fang Lin terdiam dalam waktu yang lama membuat Naga biru ketakutan, dia tidak henti-hentinya menelan ludahnya secara kasar.
__ADS_1
"Baiklah, sudah kuputuskan." Fang Lin tersenyum, dan membuat seluruh tubuh Naga biru bergetar hebat.
Fang Lin tertawa kecil melihat reaksi pemuda tampan itu, "Tidak perlu takut, kau hanya perlu membawa mereka keluar dari sini."
Naga biru sejenak mematung sebelum menghela nafas lega, meskipun begitu dia masih tetap waspada karena tidak bisa mempercayai sepenuhnya omongan tersebut.
"Omong-omong, apakah kau salah satu Hewan Bencana Primordial?" Fang Lin bertanya karena merasa penasaran.
"Benar. Namaku adalah Glaucus, aku adalah makhluk yang pernah membuat kekacauan di daratan Evangellion."
Naga biru tanpa berusaha menyembunyikannya-- menjawab sembari mengangguk pelan.
"Itu artinya, kau mengenal Khatz?"
"Khatz, apa maksudmu Rubah Ungu itu?"
Fang Lin menganggukkan kepalanya untuk menanggapi itu.
"Aku mengenalnya, dari yang kudengar dia telah menghilang beberapa ratus tahun yang lalu."
"Apa kau mengetahui alasan mengapa dia menghilang?"
"Sayangnya aku tak mengetahui itu, aku tidak dekat dengannya jadi tidak pernah berniat mencari tau alasannya lebih dalam."
"Lalu, apa kau mengenal Diablo?"
"Diablo... Sang Iblis Primordial, bukan?"
"Aku hanya mengetahui namanya, dia sepertinya berada di Dunia bawah."
Fang Lin melipat kedua tangannya di depan dada, lalu memandangi langit merah.
"Kau mau menjadi bawahanku?"
Setelah suasana menjadi hening selama beberapa waktu, Fang Lin bertanya sembari memandangi Glaucus.
Glaucus sendiri tampak terkejut ketika mendapati pertanyaan tiba-tiba seperti itu.
"Uh, aku tidak mau." Glaucus menjawab dengan cepat, lalu menjelaskan alasannya, "Aku tidak suka berada di bawah kaki makhluk lain."
"Begitu... Sayang sekali." Fang Lin tidak berniat memaksanya, "Baiklah, aku serahkan sisanya padamu."
Glaucus mengangguk pelan, "Aku mengerti."
Whooosh!
Sesaat setelah Glaucus menjawab demikian, Fang Lin menghilang dari tempatnya dalam sekejap mata.
***
Di dalam formasi sihir.
__ADS_1
Fang Lin melayang di udara dengan menggunakan sihir Stealth-nya, ia bisa menemukan anggota grupnya yang sedang melaju menggunakan kuda iblis.
"Ternyata hanya membutuhkan waktu setengah jam saja untuk menyelesaikan masalah dengan bos dungeon ini." Fang Lin bergumam, lalu melanjutinya "Kalau begitu, aku akan kembali."
Whooosh!
Dalam sekejap Fang Lin menghilang, dan ia muncul di atas kuda karena sudah bertukar tempat dengan boneka bayangannya.
Beberapa saat kemudian, cahaya terang muncul dari atas langit biru dan membuat Gwen beserta yang lainnya berhenti dalam kondisi sangat waspada.
Ketika Gwen ingin menciptakan perisai pelindung dari elemen es-nya, cahaya tersebut semakin terang sehingga membuat mereka semua terpaksa menutup mata masing-masing.
"Apa-apaan!"
"Apa yang terjadi?!"
"Aku takut..."
"Merlin, lakukan sesuatu!"
"Sialan!"
Semua orang yang ada di sana menjadi sangat panik, kecuali Fang Lin.
Ketika mereka semua dilanda kepanikan, Glaucus melakukan sihir teleportasi dan mengeluarkan mereka semua dari dungeon ini.
Cahaya terang yang muncul di atas mereka perlahan meredup, dan ketika satu-persatu dari mereka mulai mendapatkan penglihatan kembali-- keterkejutan sekaligus kebingungan terjadi.
"Tunggu, kenapa kita bisa di sini?!" Gwen terkejut bukan main ketika melihat sekitarnya, reaksi yang lainnya kurang lebih juga sama.
"Bagaiman mungkin!"
"Mustahil! Siapa yang memindahkan kita semua?!"
Kegaduhan terjadi selama beberapa waktu sampai akhirnya Gwen meminta mereka untuk tenang.
"Aku harap kalian bisa menenangkan diri, dan pastikan kalau ini bukanlah ilusi atau semacamnya. Mengerti?" Gwen memberikan instruksi pada mereka semua, lalu berjalan ke arah Merlin berada, "Apakah kau mengetahui sesuatu?"
"Tidak, aku juga sama bingungnya denganmu." Merlin menjawab sembari menggeleng pelan, raut wajahnya terlihat sangat serius, "Tapi yang pasti, kita dipindahkan ke sini melalui sihir teleportasi."
"Aku juga memikirkan hal yang sama, hanya saja... Siapa yang melakukannya?" Gwen menatap satu-persatu anggota grup, dan matanya berhenti di tempat Fang Lin berada, "Mungkinkah...?"
"Tidak, tidak. Dia hanya seseorang yang mempunyai Mana Circle di tingkat dua." Gwen langsung menepis pikirannya itu, ia kemudian memegang dagu dan berpikir keras tentang masalah ini.
Melihat raut wajah Gwen yang begitu serius, Merlin hanya menatapnya dalam diam. Ia kemudian memejamkan mata dan menghela nafas lega, entah kenapa dirinya merasa bersyukur bisa keluar hidup-hidup dari dungeon Labyrinth of The Death.
"Dungeon ini sangatlah berbahaya, aku tidak boleh masuk ke dalam sini lagi." pikir Merlin sembari membuka matanya perlahan, ia kemudian memasukkan semua familiarnya ke dalam dimensi miliknya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1