
30 Menit kemudian.
Fang Lin langsung menghentikan permainan serulingnya dan melihat ke sekitarnya, "Sepertinya mayat disekitar ku sudah hilang semua" Gumam Fang Lin lalu mengedarkan kesadarannya ke seluruh arah hingga 100 kilometer.
"Sepertinya dalam jarak 100 kilometer juga sudah musnah" Lanjut Fang Lin bergumam lalu menarik kesadarannya.
Dia kemudian menyimpan seruling kematian lalu mendongak ke atas, "Aku sudah selesai... Kalian tidak ingin keluar?" Ucap Fang Lin tersenyum tipis sambil menatap langit yang kosong.
Seketika beberapa sosok monster tingkat tinggi muncul seperti Ular berkepala 4 yang muncul dari bawah tanah, Phoenix Api dan Elang Merah yang muncul dari udara dan turun ke samping Ular berkepala 4.
Ketiga monster tersebut langsung menatap tajam Fang Lin sambil mengeluarkan aura mereka, "Manusia... Kau sangat kuat, Tetapi bukankah membantai kaum monster termasuk berlebihan?!" Ucap Phoenix Api dengan tenang, Namun dibalik ketenangannya ada sebuah kemarahan yang berkobar di hatinya.
Fang Lin yang mendengar itu langsung tertawa kecil, "Kenapa kau tidak menghentikanku?"
"Apakah kau tidak punya kemampuan untuk menghalangiku? Atau monster sekelas hewan suci takut akan kematian?" Timpal Fang Lin tersenyum mengejek.
Kedua bola mata Phoenix Api langsung melebar ketika mendengar itu, "Berani sekali manusia sepertimu berbicara seperti itu?!!" Geram Phoenix Api sambil meningkatkan aura yang dimilikinya.
~Whoosshh~
Fang Lin langsung merasakan hembusan angin panas yang kuat sedang menerpanya, Bahkan jubahnya hampir terbakar oleh angin tersebut, Dengan segera dia langsung melapisi tubuhnya dengan Qi, "Fyuhh... Untung saja aku cepat melapisi tubuhku dengan Qi, Jika tidak bajuku akan terbakar" Ucap Fang Lin menghela nafas panjang setelah melihat jubahnya yang masih mulus.
Fang Lin lalu melihat ke arah Phoenix Api sambil menyipitkan matanya, "Kau ingin mengadu aura denganku?" Ucap Fang Lin lalu mengeluskan aura membunuhnya yang pekat.
~Whooosshhh~
~Krakkkkk~
__ADS_1
Aura membunuh Fang Lin langsung menelan ketiga aura yang dikeluarkan oleh hewan suci didepannya dan membuat ketiga monster didepannya menunduk.
Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis, "Hanya mengeluarkan 10% aura membunuhku saja dapat membuat ketiga hewan suci spiritual god menunduk, Bagaimana kalau 100%?? Mungkin kalian akan mati seketika" Ucap Fang Lin disertai tawa kecil, Ia lalu melihat ke arah tanah yang ketiga monster tersebut pijaki dan melihat sebuah retakan yang cukup besar seperti jaring laba-laba.
"Aura membunuh ini sedikit mengerikan, Sepertinya setelah semua ini selesai aku harus membeli tubuh yang dapat menampung aura membunuhku" Batin Fang Lin lalu menatap kembali ke arah ketiga monster didepannya.
Ketiga monster yang mendengar itu hanya menatap manusia didepan mereka dengan tatapan marah sambil mengumpat dalam hati, Kini mereka mulai menyesal karena bertindak gegabah menghampiri manusia didepan mereka.
Jiwa mereka bertiga juga sedikit terguncang saat merasakan aura membunuh dari manusia didepan mereka, "Bajing*n... Kenapa mereka hanya mengawasi dari jarak jauh dan tidak membantu kami?!" Batin Elang Merah marah saat merasakan ada hewan suci lainnya yang sedang mengawasi mereka dari jarak jauh.
Di sisi lain, Fang Lin sedikit keheranan saat merasakan perasaan tak nyaman dalam hatinya, "Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa tidak nyaman?" Gumam Fang Lin lalu menyebarkan seluruh kesadarannya hingga 500 kilometer.
~Whoosshhh~
~Deg~
Ketiga monster yang terbebas dari aura pembunuh manusia didepan mereka menjadi sedikit bertanya-tanya, Namun mereka bertiga langsung mengabaikan pikiran itu dan segera mundur menjauh beberapa kilometer dari manusia tersebut.
Fang Lin yang melihat ketiga hewan suci didepannya mundur hanya mengabaikannya dan langsung melapisi dirinya dengan Qi Dewa, "Mustahil untuk aku bisa menang dari sosok tersebut" Gumam Fang Lin lalu berteleportasi.
"Eh? Kenapa aku tidak bisa berteleportasi?!" Batin Fang Lin heran dan segera melihat ke arah sekitar, Kini dirinya di tempat berbeda, Dia saat ini berada di sebuah tanah berwarna emas tanpa ujung
[Tuan saat ini sedang terjebak di sebuah wilayah domain yang diciptakan sosok yang tuan lihat, Tetapi tuan tidak perlu khawatir... Karena sosok tersebut tidak berniat melukai tuan]
Fang Lin yang mendengar itu langsung terkejut, "Wilayah domain? Dan dia tidak berniat melukaiku? Apa maksudmu?" Tanya Fang Lin keheranan.
[Benar... Karena tuan memiliki darah dewa dan sosok tersebut mengetahui kalau tuan adalah calon penerus seorang dewa]
__ADS_1
Fang Lin yang mendengar itu langsung menghela nafas lega, "Pantas saja... Aku sempat merasakan sedikit aura dewa yang dikeluarkan sosok itu, Kupikir aku salah... Dan lagi sepertinya sosok itu merupakan Dewa" Ucap Fang Lin lalu sedikit penasaran dengan apa yang dikatakan Yue sebelumnya.
"Yue, Bisakah kau jelaskan apa yang dimaksud 'Wilayah Domain'? Aku sedikit tertarik untuk mempelajarinya" Ucap Fang Lin dengan nada penasaran.
[Wilayah Domain adalah sebuah teknik yang dapat membuat sebuah ruangan terpisah dengan cara menggunakan Qi, Teknik ini memiliki konsep yang sama dengan ruang hampa, Akan tetapi wilayah domain dikhususkan untuk menyerang musuh atau bertahan dari serangan musuh.
Di Wilayah Domain yang dibuat oleh pengguna, Jika musuh terjebak di dalam domain pengguna maka serangan yang dilakukan pengguna domain akan memiliki presentase 70% untuk mengenai musuh, Dan untuk pertahanan itu semua tergantung oleh Qi yang digunakan pengguna]
Fang Lin yang mendengar penjelasan Yue hanya menganggukkan kepalanya secara berkali-kali, "Apakah teknik ini memiliki kelemahan?" Tanya Fang Lin.
[Kelemahan dari teknik Wilayah Domain adalah, Jika musuh memiliki Wilayah Domain lebih kuat dari pengguna, Maka Wilayah Domain pengguna akan hancur dan digantikan oleh Wilayah Domain yang dibuat oleh musuh.
Jika pengguna terjebak di dalam Wilayah Domain musuh yang kuat, Maka 80% pengguna akan mati ditangan musuh dan 20% untuk lolos adalah mendapatkan bantuan dari luar atau Qi yang dimiliki musuh sudah habis]
Fang Lin yang mendengar penjelasan dari Yue mau tak mau menjadi terkejut, "Memangnya tidak bisa melakukan teleportasi untuk berpindah tempat?" Tanya Fang Lin sambil mengeluarkan ekspresi wajah yang rumit.
[Tidak bisa tuan, Teknik perpindahan tempat tidak bisa digunakan oleh musuh yang terjebak, Kecuali jika musuh lebih kuat dari pembuat domain]
"Hmm... Teknik ini seperti semacam pertaruhan, Jika lawan mu lemah maka kau akan menang dengan mudah, Akan tetapi jika lawan mu lebih kuat darimu maka kau memiliki presentase kalah lebih tinggi" Gumam Fang Lin sambil mengelus-eluskan dagunya.
"Tetapi kenapa informasi seperti ini tidak ada di ingatan yang diwariskan oleh guru?" Batin Fang Lin bertanya-tanya.
Saat memikirkan itu, Tiba-tiba langit yang sebelumnya cerah kini menjadi mendung dan beberapa saat kemudian terjadi sebuah hujan petir.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >>RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1