
Menyaksikan pertarungan antara empat Supreme Being tingkat puncak adalah pengalaman baru di mata Fang Lin, dari segi serangan dan waktu untuk mengeksekusinya benar-benar sangat tepat.
Tanpa sadar Fang Lin mulai menikmati alur pertarungan tersebut dan berusaha mengingatnya sebagai pelajaran baru. Namun meskipun begitu, ia tidak lupa akan tugasnya dan mulai melenyapkan beberapa hukum yang merugikan lawan tetapi bisa menguntungkan sekutunya.
Tentu saja hal tersebut membuat pertarungan menjadi tidak seimbang, Chun Xien merasa sangat marah terhadap pelakunya tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa dan itu jelas membuat harga dirinya tercabik-cabik.
"Aku bersumpah akan membunuhmu, keparat." Chun Xien melirik sinis ke arah Fang Lin, dan pemuda itu menyadarinya lalu langsung memasang senyum mengejek.
"Grrrrr..." Niat Membunuh Chun Xien hampir tidak terkendali, untung saja rekannya mengingatkan untuk fokus ke dalam pertarungan.
Di sisi lain, Ming Qaoshi meminta Fang Lin untuk melenyapkan beberapa hukum yang bisa merugikan lawan, pemuda tampan itu hanya menurutinya dan berinisiatif melakukan beberapa serangan dari elemen esnya.
Fang Lin mengetahui kalau tindakannya tersebut sia-sia karena kecepatan serangannya tidak akan mampu menandingi kecepatan reaksi mereka, namun ia tetap melakukannya karena hal itu mungkin bisa saja mengganggu konsentrasi lawan.
......................
"Su Qian, kita akan mengalami kekalahan jika terus begini. Apakah kau mempunyai sesuatu yant berguna?"
Sudah hari keempat semenjak pertarungan berlangsung, Chun Xien bersama rekannya yang bernama Su Qian mendapatkan tekanan setiap saatnya sehingga sangat sulit untuk mendominasi pertarungan.
Omong-omong, Su Qian adalah seorang Iblis yang mempunyai bentuk seperti Manusia. Dia mempunyai sepasang tanduk hitam di atas kepalanya, kulitnya sedikit gelap dan mempunyai buntut ungu panjang yang ujungnya runcing.
"Kalau sesuatu seperti Artefak, aku tidak merasa ada yang berguna. Tapi, aku masih belum menggunakan beberapa jurus terlarangku." jelas Su Qian dengan tenang.
"Jurus terlarang seperti apa? Aku ingin mencocokkannya dengan jurus milikku supaya dampak yang musuh terima nantinya akan lebih besar." Chun Xien bertanya.
Su Qian terdiam sejenak sebelum memberitahu jurus terlarang yang nanti akan ia eksekusi.
Chun Xien mendengarnya dalam diam sembari fokus pada pertarungannya. Setelah mendengarnya, ia mulai memikirkan jurus miliknya yang cocok untuk dieksekusi secara bersamaan.
Tidak hanya Chun Xien dan Su Qian saja yang memikirkan itu tetapi lawannya juga berpikir hal serupa.
__ADS_1
Meskipun dalam posisi mendominasi pertarungan, Ming Qaoshi dan Ling Mo memikirkan jurus macam apa yang bisa mereka eksekusi secara bersamaan dan memiliki dampak besar. Kalau mereka terlalu larut dalam pertarungan ini, maka Dunia yang keduanya jaga akan menjadi rawan diserang.
"Kita harus mengikutsertakan pemuda itu dalam rencana, elemen es yang dia miliki akan sangat bermanfaat kalau digunakan dengan baik." ucap Ling Mo serius.
Ming Qaoshi mengangguk pelan, ia setuju dengan hal itu. Kemudian mereka berdua mulai membangun rencana setelah menemukan jurus yang cocok untuk dieksekusi bersama-sama.
Beberapa saat kemudian, Ming Qaoshi langsung melakukan telepati pada Fang Lin setelah membangun rencana bersama Ling Mo.
Fang Lin mendengar rencana yang ingin dilakukan oleh kedua Supreme Being tingkat puncak tersebut, dan kepalanya mengangguk beberapa kali seolah mulai memahaminya.
"Aku mengerti, tapi ini beresiko untukku."
Setelah mendengar penjelasan rencana itu secara menyeluruh, Fang Lin langsung angkat bicara.
"Maafkan kami jika harus menjadikanmu sebagai umpan, tapi kalau rencana ini berhasil maka kita berdua hanya perlu melawan satu orang saja." balas Ming Qaoshi cepat.
Rencananya adalah, Fang Lin menghilangkan pelindung esnya kemudian melakukan provokasi pada Chun Xien. Pada saat Iblis Kerbau itu mulai mengincarnya, ia harus cepat-cepat menggunakan elemen Es Sucinya untuk mengurung lawan.
"Aku tau kalau kecepatanmu kalah telak dengan dia, tapi aku akan membantumu melalui Qi Semestaku tanpa diketahui oleh mereka." Ming Qaoshi sudah menjelaskan hal ini sebelumnya, tapi ia kembali berkata demikian supaya pemuda itu tambah yakin dengan rencana tersebut.
Fang Lin berpikir selama beberapa waktu, dan di sela-sela dirinya mengambil keputusan, ledakan yang besar terjadi ketika Chun Xien dan Sun Qian melakukan serangan gabungan.
Ming Qaoshi dan Ling Mo terluka karena energi iblis mulai memasuki tubuh mereka dan memberikan kerusakan seperti parasit. Untung saja keduanya bukanlah orang lemah sehingga langsung berusaha menetralisir energi iblis tersebut.
Hal itu tentu saja menjadi keuntungan bagi Chun Xien dan Sun Qian, keduanya langsung melakukan serangan habis-habisan untuk memberikan kerusakan yang parah sebelum mereka berhasil menetralisir energi iblis tersebut.
Namun Fang Lin tidak tinggal diam saja ketika melihat itu terjadi, ia mencoba menahan beberapa serangan mereka menggunakan elemen Es Suci.
Chun Xien mengetahui kalau Fang Lin adalah biang kerok yang menangkis serangannya, ia langsung menatap tajam ke arah pemuda di balik pelindung es dan berkata dengan nada mengejek, "Keluarlah dari sana, berhenti menjadi tikus penakut."
"Hahaha... Tikus penakut? Apa tidak salah berkata demikian, padahal kau sendiri berada di sarangnya." Fang Lin membalas ejekan tersebut sembari tertawa kecil.
__ADS_1
Chun Xien mengerti maksud dari perkataan Fang Lin tetapi ia hanya bisa mendengus kencang dan tak lagi menanggapinya karena tidak mau terprovokasi.
Melihat itu Fang Lin menyeringai tipis, lalu mengeluarkan satu komandan bayangannya yang tidak lain adalah seekor Singa.
"Zhao, pergi lah sejauh mungkin dari sini. Sembunyikan hawa keberadaanmu dan lain sebagainya..." ucap Fang Lin sembari memberikan sihir Stealth padanya melalui skill Gift.
"Saya mengerti, Tuan." jawab Zhao, lalu menggunakan sihir Stealth yang baru saja didapatkannya.
Zhao kemudian pergi dari sana dan Fang Lin meniru sihir Stealth tersebut menggunakan skill Copy. Ia melakukan hal itu karena efek samping dari penggunaan skill Gift.
Melihat Zhao sudah menjauh sembari memakai sihir Stealth, Fang Lin langsung menghubungi Ming Qaoshi dan memberitahu kalau dirinya setuju dengan rencana tersebut.
"Itu bagus... Ak-"
Ketika Ming Qaoshi ingin melanjutkannya perkataannya, Fang Lin langsung memotong, "Tidak perlu mengirimkan Qi Semesta padaku, biarkan dia menangkap diriku."
"Tunggu, apa...?!" Ming Qaoshi jelas terkejut dengan ucapan Fang Lin, tetapi pemuda tampan itu menjelaskan rencananya dengan tenang.
"Begitu, ya? Jadi itu alasanmu mengeluarkan makhluk tadi?"
"Ya, apakah kau bisa merasakan keberadaannya?"
"Kalau dalam kondisi bertarung begini, mustahil bisa merasakannya." jawab Ming Qaoshi, lalu melanjutinya, "Tapi jika dalam keadaan tenang, aku bisa memfokuskan diriku dan menemukan keberadaan makhluk itu."
Fang Lin mengangguk beberapa kali ketika mendengarnya, itu artinya seorang Supreme Being tingkat puncak sekalipun akan sulit menemukan keberadaan Zhao setelah menggunakan sihir Stealth.
"Aku mengerti. Kalau begitu, pulihkan dirimu terlebih dahulu dan jalankan rencananya." ucap Fang Lin, dan Ming Qaoshi mengiyakannya sebelum memutuskan telepati tersebut.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1