System Sang Immortal

System Sang Immortal
"Bunuh Atau Tidak?"


__ADS_3

Fang Lin saat ini sedang di suruh mengungsi oleh Manajer A, Ia menghela nafas panjang dan mau tak mau mengikuti Manajer A ke tempat aman.


Di sisi lain, Jin Mu yang melihat Manajer A sedang melakukan apa yang dia suruh langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah iblis yang mulai berdiri.


Sang iblis menatap tajam ke Jin Mu dan mengatakan dengan nada penuh amarah, "Kau!!! Kau orang yang menyerang-ku disaat aku sedang bertarung bukan?!!" Tanya Iblis sambil menunjuk ke arah Jin Mu.


Jin Mu mendengus dingin mendengar perkataan sang iblis, "Hentikan ocehan-mu, Biar-kan aku menghukum-mu dulu karena telah merusak pelelangan-ku" Ucap Jin Mu lalu mengeluarkan aura Holy Moncarh *4.


~Whoooshhh~


Tubuh sang iblis sedikit bergetar ketika merasakan aura tersebut, Namun dia menggelengkan kepala-nya dengan cepat lalu mengeluarkan aura Immortal-nya disertai aura membunuh yang pekat.


~Whoooshhh~


Aura sang iblis dan aura Jin Mu bertemu seketika. Jin Mu sedikit terkejut ketika merasakan kalau aura membunuh yang dikeluarkan iblis didepan-nya cukup kuat.


Jin Mu dengan segera mengeluarkan sebuah pedang hitam pekat dari dunia jiwa-nya lalu melesat ke arah iblis itu dengan cepat.


~Traaannggg~


Kali ini sang iblis sudah melakukan persiapan sebelum-nya, Dia sudah membuat 2 pedang Qi di kedua tangan-nya dan menahan serang dari Jin Mu.


"Lemah..." Bisik Jin Mu pelan dan seketika lengan kanan iblis terputus.


~Slashhh~


Tangan kanan sang iblis langsung terjatuh ke tanah dan membuat-nya terkejut, Ia dengan segera menjauh dari kakek didepan-nya, "Sial... Perbedaan aku dengan kakek itu sangat-lah jauh, Terlebih lagi kekuatan-ku saat ini belum pulih sepenuhnya" Batin iblis sambil menghentikan pendarahan yang mengucur di tangan kanan-nya.


Jin Mu menatap sang iblis dengan sinis, Ia lalu berkata dengan nada rendah, "Tinggal satu tangan lagi yang tersisa, Kau ingin menyerahkan diri atau ku-putus tangan kiri-mu itu"

__ADS_1


Sang iblis yang mendengar perkataan Jin Mu hanya menggertak-kan gigi-nya dengan kuat, "Sial! Sial! Kenapa aku harus terjebak disini" Gumam Iblis mengumpat. Ia lalu melihat sekitar-nya dan mendapati seorang manusia bertopeng hitam sedang mengamati-nya dari jauh.


Sang iblis yang merasakan kalau manusia tersebut tidak mengeluarkan aura apapun langsung tersenyum lebar, Ia dapat menebak jika manusia tersebut hanya-lah manusia biasa.


~Whoooshh~


Dalam sekejap sang iblis melesat ke arah manusia bertopeng hitam itu. Jin Mu melebarkan mata-nya seketika saat mengetahui kalau iblis tersebut mengincar salah satu peserta lelang.


Jin Mu yang tau pria bertopeng tersebut adalah pelelang yang duduk di kelas 1 langsung melesat ke arah-nya dan berniat untuk melindungi-nya, Namun diri-nya hanya bisa berdecak kesal saat tau dia akan terlambat, "Iblis bajing*n!!! Hentikan itu!!" Teriak Jin Mu dengan nada kesal. Ia tidak bisa membiarkan peserta lelang yang duduk di kelas 1 mati, Kalau saja dia mati maka akan jadi masalah bagi pelelangan ini.


Sang iblis semakin tersenyum lebar ketika mendengar teriakan itu, Ia semakin yakin kalau manusia bertopeng yang ingin dia serang adalah peserta lelang yang penting.


Sang iblis mengarahkan tinju kiri-nya ke arah pria bertopeng hitam itu sambil melapisi Qi iblis ditangan-nya, Sedangkan Fang Lin yang melihat itu hanya diam, "Bunuh atau tidak?" Itulah yang dipikirkan-nya saat ini.


"Bunuh..." Gumam Fang Lin pelan.


~BUGGHHH~


Kepala dan tubuh sang iblis langsung terpisah lalu terjatuh ketanah, Sang iblis saat ini sedang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada diri-nya, "Ada apa ini? Kenapa aku dapat melihat tubuh-ku sendiri?" Tanya Iblis dengan nada penasaran dan beberapa saat kemudian pandangan menjadi gelap.


Di sisi lain, Jin Mu berhenti dari lesatan-nya saat melihat kepala dan tubuh iblis didepan-nya terpisah, Mata-nya sedikit melebar lalu melihat ke arah pria bertopeng hitam itu, "Kau! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Jin Mu berteriak marah.


Fang Lin menaik-kan alis-nya mendengar teriak kakek didepan-nya, "Hentikan omong kosong-mu atau kau yang akan menjadi target berikut-nya" Ucap Fang Lin dengan nada tenang namun penuh penekanan.


Jin Mu menggertak-kan gigi-nya ketika mendengar itu, Ia lalu menatap tajam ke arah pintu yang menjadi tempat pengungsian dan melihat pintu-nya dilapisi sebuah es.


Tatapan-nya berubah menjadi kerutan ketika melihat pintu tersebut, Ia kemudian membuat bola Qi kecil dan melesatkan-nya ke arah pintu yang telah dilapisi es tersebut.


~BOOM~

__ADS_1


Ledakan kecil terjadi dan membuat asap menghalangi penglihatan Jin Mu, Ia melambaikan tangan-nya ke arah samping untuk menghilangkan asap tersebut.


Mata-nya langsung melebar saat melihat es yang melapisi pintu tidak rusak sama sekali, Bahkan lecet sedikit saja tidak terlihat sedikit-pun dan membuat-nya terkejut.


Jin Mu lalu melihat kembali ke arah pria bertopeng sebelum-nya namun diri-nya tidak dapat melihat pria bertopeng tadi.


Jin Mu langsung meningkatkan kewaspadaan-nya dan menyebarkan kesadaran-nya sebisa mungkin.


"Domain Wilayah: Penjara Es Suci" Sebuah suara tenang terdengar jelas di telingan Jin Mu saat dia ingin menyebarkan kesadaran-nya.


Tiba-tiba Jin Mu berada di tempat yang dipenuhi es dan membuat-nya terkejut kembali, Ia mencoba menyebarkan kesadaran-nya namun usaha-nya sia-sia.


Jin Mu saat ini seperti sedang terjebak di sebuah ruangan yang dipenuhi es, Bahkan kesadaran yang dia miliki tidak dapat menembus keluar dari ruangan es ini.


"Seorang Holy Moncarh *4 berada di alam rendah ini... Apakah melanggar peraturan yang ditetap-kan hanya-lah masalah sepele bagi-mu" Tanya Fang Lin yang kemunculan-nya seperti sebuah udara.


Jin Mu terkejut ketika melihat pria bertopeng hitam tiba-tiba muncul didepan-nya, Ia sedikit mundur menjauh dengan keadaan yang penuh waspada, "Kau adalah orang yang membunuh Manajer Jun bukan?" Tanya Jin Mu menebak.


Fang Lin yang mendengar ucapan kakek tua tersebut sedikit menaik-kan alis-nya, "Manjer Jun? Hmm... Apakah dia pria besar yang menempati penginapan 'Para Dewa'?" Tanya balik Fang Lin dengan nada heran.


"Benar... Kau-lah yang merubah mereka menjadi bongkahan es dan menghilangkan-nya" Ucap Jin Mu yang mulai berkeringat dingin.


Fang Lin mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Apakah kau ketakutan sekarang? Tenang saja, Aku tidak akan membunuh-mu" Ucap Fang Lin santai.


Jin Mu mendengar-nya kembali mengerutkan alis-nya, Meski begitu dia tidak menurunkan waspada sama sekali dan kini tingkat kewaspadaan-nya sudah berada di tingkat tinggi.


Bersambung...


LIKE >> VOTE. >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2