
Ji Shaolong, Fang Lin dan Qiao Yu sampai di pemukiman kecil yang terdapat beberapa bangunan mewah beserta ratusan tenda.
"Tempat ini adalah markas peperangan sementara Aliran Putih, Tuan. Nona Xue seharusnya ada di bangunan itu, namun saya harus memastikannya terlebih dahulu...". Ji Shaolong berkata sembari menunjuk salah satu bangunan mewah di sekitar sana, ia kemudian menyebarkan kesadaran spiritual untuk mencari keberadaan Xue Hua secara pasti.
Fang Lin sendiri ikut menyebarkan kesadaran spiritualnya. Tak butuh waktu lama, Fang Lin menemukan Xue Hua yang sedang terbaring lemas di atas tempat tidur dan tidak jauh darinya ada seorang pria tampan berambut perak yang sedang memandanginya dengan raut wajah rumit.
"Siapa dia?" Fang Lin bertanya dengan alis yang sedikit terangkat.
Pertanyaan Fang Lin membuat Ji Shaolong berkeringat dingin, "Dia... Adalah Ice King, Bing Feng." Jawab Ji Shaolong sedikit ragu.
"Apa mereka dekat?" Fang Lin kembali bertanya.
Ji Shaolong mengangguk, "Beberapa tahun terakhir mereka cukup dekat, tapi tidak sampai ke tahap sepasang kekasih."
Fang Lin terdiam sejenak, sedangkan Qiao Yu mulai khawatir kalau Xue Hua sudah berpindah hati. Dia sudah menganggap Xue Hua sebagai saudari angkatnya, seandainya itu terjadi mungkin mereka berdua tidak akan bertemu lagi selamanya.
"Kenapa orang-orang memandangi kita?" Fang Lin bertanya beberapa pasang mata memandanginya dengan tatapan berbeda-beda.
Ji Shaolong tersenyum pahit, membawa orang asing yang mempunyai aura tak biasa tentu saja menarik perhatian banyak orang, apalagi Qiao Yu yang tidak menyembunyikan basis kultivasinya.
"Saudara Ji, siapa mereka berdua?"
Beberapa orang mulai medekati Ji Shaolong, masing-masing dari mereka berada di ranah Spiritual God Perak sampai Berlian.
Ji Shaolong melotot memberikan tanda untuk mereka minggir, ia takut Fang Lin tersinggung karena orang-orang di depannya berani menghentikan mereka.
"Saudara Ji, apa dia berhubungan dengan pemilik aura beberapa saat yang lalu?" Lao Yun bertanya tanpa takut, ia mempunyai perawakan feminim dan selalu membawa kipas lipat di tangan kirinya.
Jantung Ji Shaolong seakan berhenti sesaat, ketika ia ingin membuka mulut untuk mengalihkan pembicaraan, Fang Lin lebih dulu mendahuluinya.
"Halo, tuan-tuan sekalian. Namaku adalah Fang Lin, aku kemari ingin bertemu Nona Xue." Fang Lin menangkupkan tangannya sambil tersenyum tipis.
"Nona Xue? Apa yang kau perlukan dengannya?" Ju Jao bertanya penasaran, dia seorang pria paruh baya dengan kumis tipis dan jubah merah mencolok.
"Hm... Aku mau membawanya." Jawab Fang Lin cepat.
"Membawanya? Apa aku tidak salah dengar?" Lao Yu sedikit mengerutkan alisnya.
__ADS_1
Ji Shaolong buru-buru memotong sebelum situasi menjadi panas, dia tidak mau memperpanjang dan akan menjelaskannya pada mereka nanti.
Para Spiritual God itu menatap Fang Lin dengan tatapan menyelidik, tatapan mereka kemudian berganti ke arah Qiao Yu yang mengeluarkan aura kultivasi Menuju Dewa level 5.
"Saudara, kalau boleh tau kalian berdua berasal darimana?" Ju Jao bertanya dengan hati-hati.
"Saudara Ju! Bukankah sudah kubilang untuk bertanya nanti saja!" Ji Shaolong kehilangan kesabaran, ia benar-benar takut kalau Fang Lin akan marah.
Ju Jao mengerutkan alisnya, Lao Yu dan beberapa Spiritual God juga bereaksi sama.
Fang Lin menghela nafas panjang dan membuat Ji Shaolong tambah panik.
"T-tuan, m-mereka..."
Fang Lin melirik Ji Shaolong dan membuatnya langsung terdiam dengan sekujur tubuh yang dipenuhi keringat dingin, tingkah Ji Shaolong membuat beberapa Spiritual God di sana sedikit ketakutan dan mulai berpikir kalau menyinggung orang yang salah.
"Tidak perlu dipikirkan..."
Fang Lin kemudian mengibaskan tangannya dan dalam sekejap sekelompok Spiritual God itu menghilang tanpa jejak.
Ji Shaolong menahan nafasnya, lututnya bergetar hebat dan dia berusaha untuk tidak jatuh.
Fang Lin menyampaikan dengan suara tenang, ia kemudian meminta Ji Shaolong untuk tidak mengikuti mereka berdua lagi dan mengurus orang-orang di sekitar yang menatapnya dengan tatapan takut.
Ji Shaolong hanya bisa mengangguk pelan, Fang Lin dan Qiao Yu kemudian menghilang dari sana dalam sekejap.
***
Bing Feng kini sedang merasa khawatir, selain kondisi Xue Hua yang memburuk, aura asing yang menekannya tadi membuatnya panik.
"Aku sudah menghubungi pilar Immortal yang lain, tapi tidak ada seorangpun yang tau tentang aura itu. Apa yang terjadi sebenarnya..." Bing Feng larut dalam pikirannya, dan kemudian ketukan pintu menyadarkannya.
Tok. Tok.
Bing Feng mengerutkan alis, kesadaran spiritualnya menyebar ke luar pintu dan mendapati dua orang asing.
"Siapa mereka?" Bing Feng menggerakkan jarinya, seketika pintu masuk ruangan tersebut terbuka lebar, "Ada keperluan apa kemari?"
__ADS_1
Bing Feng bertanya tanpa bergerak dari tempat duduknya. Fang Lin tersenyum dan melangkahkan kakinya ke depan, diikuti oleh Qiao Yu.
"Hm? Tidak berniat menjawabku?" Aura dingin merembes keluar dari tubuh Bing Feng, bahkan hampir membekukan seluruh barang yang ada di ruangan tersebut.
Bing Feng semakin mengerutkan alisnya saat melihat mereka berdua tidak berpengaruh pada aura dinginnya, dia bangkit berdiri dan memperingatkan keduanya untuk berhenti.
"Diam saja, mengerti?"
Fang Lin mengeluarkan Aura Naga dan membuat aura dingin Bing Feng menghilang sepenuhnya, pemuda berambut perak itu langsung berlutut dan muntahan darah segar keluar dari mulutnya.
"Aura ini..." Bing Feng melebarkan mata, tatapannya kemudian menyorot ke arah Fang Lin yang sedang mendekati Xue Hua, "Brengsek! Apa yang ingin kau lakukan padanya?!"
Fang Lin tidak menghiraukannya dan memeriksa kondisi Xue Hua.
Qiao Yu sendiri berdiri di samping Fang Lin, tatapannya begitu khawatir melihat wajah Xue Hua menghitam dengan bintik-bintik merah cerah yang memenuhi tubuhnya.
"Tenang saja, racunnya tidak begitu berbahaya."
Fang Lin mengelus kepala Qiao Yu sambil tersenyum, ia menjentikkan jari dan api putih langsung menyelimuti tubuh wanita cantik berambut perak itu.
"Kau keparat! Apa yang sedang kau lakukan padanya?!" Bing Feng tiba-tiba saja muncul di belakang Fang Lin, ketika pedangnya hampir menyentuh leher orang itu, dia terpental ke belakang dan membentur dinding hingga retak.
Pufff.
Bing Feng kembali memuntahkan darah segar, kali ini muntahannya lebih banyak dari yang tadi.
"Berbahaya sekali. Apa kau baru saja menghentikan waktu?" Fang Lin berbalik dan senyum tipis terukir di wajahnya, "Kenapa kau masih mendekati Xue Hua, padahal dia sama sekali tidak menyimpan perasaan padamu."
Bing Feng melebarkan mata, raut wajahnya menjadi serius dan sorot matanya kembali menatap Fang Lin, "Apa urusannya denganmu!? Bedebah sialan!"
Bing Feng kembali menghilang dan kali ini dia muncul di samping Xue Hua dan berniat untuk membawanya pergi, tetapi hal itu disadari oleh Fang Lin dan membuat kedua tangan Bing Feng terputus seketika.
"Arrrgghhhh!" Bing Feng menjerit kesakitan, dia tidak bisa banyak meronta ketika aura yang menekan tubuhnya semakin berat.
"Aku semakin yakin kau baru saja menghentikan waktu, itu berbahaya. Untung saja kau lemah..." Fang Lin terkekeh pelan, dia kemudian menghilang dari sana bersama Qiao Yu dan Xue Hua.
Ketika Aura Naga sudah tidak menekan tubuh Bing Feng lagi, dia langsung meraung marah dan raungannya terdengar sampai ke seluruh markas sementara aliran putih.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.