System Sang Immortal

System Sang Immortal
Master!


__ADS_3

Setelah diajak berkeliling Akademi, Anna membawa Fang Lin ke Gedung Asrama tahun ajaran pertama.


"Asrama pria dan wanita berada di lantai yang berbeda." ucap Anna sembari menatap Gedung yang menjulang tinggi, "Lantai satu sampai tiga adalah lantai Asrama wanita, sedangkan Asrama pria berada di lantai empat sampai enam."


"Aku mengerti." Fang Lin menganggukkan kepalanya sekali.


Anna kemudian memberikan sebuah kunci ke Fang Lin, ada sebuah gantungan di kunci tersebut yang memperlihatkan nomor kamar.


"Kalau ingin menanyakan sesuatu, kamu bisa datang ke ruangan nomor 307, itu adalah kamarku." ucap Anna tanpa memudarkan senyum lembutnya.


Fang Lin hanya mengangguk untuk menanggapinya, kemudian mereka berdua berpisah di sana.


Kamar Fang Lin berada di lantai paling atas, yaitu, lantai enam. Nomor kamarnya adalah 689.


Ketika Fang Lin menaiki tangga menuju ke lantai paling atas, ia bertemu dengan banyak murid dari ajaran pertama.


Tidak ada satupun dari mereka semua yang tidak melirik Fang Lin, ada banyak murid perempuan yang menghalanginya dan mengajaknya berkenalan.


Fang Lin menghadapi beberapa dari mereka, lalu menggunakan Sihir Stealth untuk menghindari mereka semua.


"Akhirnya sampai juga." Fang Lin diam-diam menghela nafas panjang, lalu membuka pintu kamarnya.


Fang Lin masuk ke dalam dan mengamati interior kamar barunya itu. Ada meja untuk belajar, lemari kayu, tempat tidur minimalis, jendela kamar, dan sebuah batu cahaya di langit-langit ruangan.


"Tempat tinggalku selama sebulan, ya? Lumayan..." Fang Lin bergumam pelan, lalu berbaring di atas tempat tidur.


Rencana Fang Lin di Akademi Bintang ini adalah melatih Arthur Nelton sampai menjadi kuat, satu bulan sebenarnya adalah waktu yang lebih dari cukup untuknya melakukan itu, ia berniat mengisi sisa waktunya untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan di akademi ini.


"Setelah keluar dari Akademi ini, mungkin aku akan kembali ke Dunia Jiwa dan membawa mereka kemari." Fang Lin kembali bergumam sembari mensimulasikan itu.


Fang Lin tidak mempunyai rencana lagi setelah semua itu terjadi, dan mungkin dirinya akan mulai berkultivasi kembali agar bisa mencapai ranah Absolute.


Setelah setengah jam berbaring, Fang Lin langsung menyebarkan Kesadaran Spiritual untuk mencari keberadaan Arthur.


Hanya butuh waktu kurang dari satu detik bagi Fang Lin untuk menemukannya, ia mendapati pemuda itu sedang berjalan bolak-balik di kamarnya sembari memasang raut wajah rumit.


"Dia sedang menungguku, ya? Haruskah aku mengejutkannya?" Fang Lin bertanya-tanya, lalu menghilang dari kamarnya dalam sekejap.


Di sisi lain, jantung Arthur saat ini cukup berdebar kencang. Dirinya sama sekali tidak menyangka kalau pemburu yang ia temui lusa lalu akan benar-benar datang kemari.

__ADS_1


"Dia benar-benar serius, aku hampir tidak mempercayai ini." ucap Arthur pelan, padahal waktu itu dirinya berpikir kalau pria misterius bermantel hitam tersebut hanya ingin bermain-main dengannya, "Bagaimana aku harus memperlakukanya? Apakah dia akan melatih diriku? Lalu, dengan sebutan apa yang bisa aku panggil padanya?"


"Kau terlalu banyak berpikir."


Suara orang lain terdengar dari belakang dan pada saat yang bersamaan ada yang memegang pundak Arthur.


"Uaaakhh!"


Arthur langsung melompat maju ke depan karena saking terkejutnya, raut wajahnya menjadi tambah terkejut ketika menemukan Fang Lin yang sedang tersenyum.


"K-kau... Bagaimana bisa kau di sini?!" Arthur bertanya sembari menunjuk ke arah Fang Lin, nadanya benar-benar sangat terkejut.


"Hei, hei... Bukankah tidak sopan menunjuk seperti itu ke arah mastermu sendiri?" ucap Fang Lin seraya duduk di atas tempat tidur.


"M-masterku?"


"Ya, kau adalah muridku sampai satu bulan ke depan." Fang Lin tersenyum tipis sembari melipat kedua tangannya di depan dada.


Arthur terdiam sejenak untuk mencerna situasi sekarang dan raut wajahnya tampak terlihat bingung.


"Hm, apakah kau tidak ingin dilatih olehku dan hidup sebagai pecundang di akademi ini?" Fang Lin tidak ingin membuat Arthur banyak berpikir, dan ia bertanya demikian.


Untung saja Fang Lin sudah menyelimuti ruangan ini menggunakan Qi-nya agar kedap suara, jadi teriakan Arthur barusan tidak akan terdengar oleh tetangga sebelah.


"Keputusan yang tepat, aku menyukainya." Fang Lin kemudian bangkit berdiri, lalu menciptakan Domain Penjara Es Suci.


Arthur yang melihatnya dirinya seperti berpindah tempat dalam sekejap langsung terkejut, nafasnya tertahan ketika hanya melihat Es di sekitarnya.


"T-tempat apa ini? K-kenapa aku tiba-tiba bisa ada di sini?!" Arthur tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.


"Domainku, sebuah dimensi yang biasanya aku gunakan untuk membunuh lawan." ucap Fang Lin menjelaskan.


Kedua lutut Arthur seketika menjadi bergetar, ia ingin mengatakan sesuatu tetapi suaranya seakan tertahan di tenggorokannya.


"Hahahaha... Tidak perlu takut, aku tidak berniat membunuhmu." Fang Lin langsung tertawa ketika melihat ketakutan pemuda itu, ia kemudian menambahkan, "Lagipula kalau aku berniat melakukannya, untuk apa aku repot-repot mengeluarkan domain ini?"


Arthur menelan ludahnya dengan kasar ketika mendengar itu, sementara Fang Lin terkekeh melihatnya.


"Tidak perlu basa-basi lagi, sekarang ayo kita mulai latihannya." Fang Lin menciptakan pedang panjang melalui skill Creator, lalu melemparnya ke dekat Arthur, "Ambil itu."

__ADS_1


Arthur tanpa ragu mengambil pedang tersebut, lalu bertanya, "Apakah kita akan sparring?"


"Begitulah, tapi sebelum itu..."


Fang Lin kemudian memberikan salah satu jurusnya yang baru saja dibeli di System Shop melalui skill Gift, jurusnya adalah Lima Gerakan Bintang.


"Eh?"


Arthur merasakan ada sesuatu yang aneh dalam dirinya, berbagai ingatan asing muncul di kepalanya.


"Apa ini?"


"Serang aku menggunakan jurus itu." ucap Fang Lin memberi perintah.


Arthur terdiam sejenak untuk mencerna situasi, lalu menganggukkan kepalanya, "Baik, Master."


Whooosh!


Arthur langsung bergerak maju menggunakan kecepatan penuh yang dia miliki, pedang yang ada di tangannya mulai dilapisi oleh cahaya oren.


"Gerakan pertama, Bintang Menari!"


Arthur mulai mengayunkan pedangnya dengan sangat indah dan lincah, dia bergerak ke belakang dan melakukan banyak serangan tipuan.


Fang Lin menghindari dan sesekali menangkis semua serangan yang dilancarkan oleh Arthur. Lima Gerakan Bintang adalah jurus di tingkat Kuno, seseorang setidaknya bisa menghancurkan sebuah Kerajaan jika menguasai keseluruhan dari jurus ini.


"Di masa depan nanti, mungkin kau bisa menjadi orang terkenal. Aku harap kau bisa memanfaatkan semua jurus yang kuberikan." Fang Lin memikirkan itu sembari menghindari semua serangan Arthur.


Keinginan Fang Lin adalah Arthur memanfaatkan semua pelajaran yang ia berikan hari ini dan bulan depan sebaik mungkin. Tidak peduli apa yang Arthur lakukan di masa depan nanti, mau jadi baik ataupun sebaliknya bukanlah masalah baginya.


"Gerakan kedua, lintasan bintang!"


Arthur melakukan gerakan menusuk ke lawannya, dia menggunakan Mana di bagian kakinya untuk meningkatkan kecepatan geraknya.


"Lumayan, manfaatkan semua gerakan yang kau bisa selama itu menguntungkanmu. Kerahkan seluruh tenagamu di pertarungan ini seolah-olah kita sedang bertarung hidup dan mati." Fang Lin mulai memberikan beberapa arahan, ia juga memperbaiki setiap serangan Arthur yang memiliki celah terlalu lebar.


Arthur sendiri merapatkan giginya dan mengikuti semua arahan yang dikatakan oleh Master barunya.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2