System Sang Immortal

System Sang Immortal
Lian Qianchen II


__ADS_3

"Uh... Dimana aku?" Lian Qianchen perlahan membuka mata, dan ketika mendapati wajah Diablo-- ia tanpa basa-basi lagi langsung menyerangnya.


Tentu saja Diablo langsung reflek menghindarinya, dan melepaskan bopongannya. Lian Qianchen yang sedang berada dalam bopongan pemuda itu langsung terjatuh, matanya melebar kalau ia tidak bisa menggunakan Qi-nya untuk terbang, "Apa-apaan ini~!" Lian Qianchen menatap ke bawah dan ia menemukan permukaan air yang tiada ujungnya.


Ketika jarak antara Lian Qianchen dengan permukaan air sudah tersisa beberapa meter lagi, Diablo tiba-tiba saja muncul di dekatnya dan kembali membopongnya.


"Aku harap kau sudah mengerti situasimu, jika kau berusaha memberontak maka aku tidak akan menyelamatkanmu lagi." ucap Diablo dengan tatapan yang terus mengarah ke depan.


Lian Qianchen mengerutkan alisnya dan ia mencoba untuk mengetahui situasinya sekarang. Setelah terdiam selama beberapa saat, ia membuka mulut dan bertanya, "Dimana kedua Iblis itu?"


"Aku langsung membunuh keduanya setelah kau pingsan di tengah-tengah pertarungan."


"Aku pingsan? Berapa lama?"


"Baru beberapa menit."


Lian Qianchen tersedak nafasnya sendiri ketika mendengar itu, kalau benar ia baru pingsan selama beberapa menit saja-- lalu bagaimana bisa Diablo bisa membunuh kedua iblis tersebut dalam waktu sesingkat itu?


"Apa dia memang benar-benar sangat kuat sesuai dengan cerita yang aku dengar?" Lian Qianchen memikirkan hal itu sepanjang perjalanan, tetapi di sisi lain ia juga merasa gugup karena selama hidupnya baru kali ini seorang Pria membopong dirinya.

__ADS_1


Note: Author baru tau kalau bopong sama gendong itu beda wkwkwk.


.....


Satu batang dupa berlalu.


Diablo dan Lian Qianchen akhirnya sampai ke sebuah Hutan yang cukup luas. Pemuda berambut putih itu kemudian terbang turun memasuki Hutan, dan ia meletakkan perempuan yang dirinya bopong ke salah satu pohon besar di sana.


"Apa yang ingin kau lakukan sekarang?" Diablo bertanya tanpa basa-basi.


"Aku akan berkultavasi untuk memulihkan beberapa persen Qi-ku. Jika kau sibuk, pergi saja sana." jawab Lian Qianchen ketus.


Diablo sedikit memiringkan kepalanya dan bertanya untuk memastikan, "Kau yakin?"


Suasana menjadi hening setelah raungan tersebut berhenti, Lian Qianchen kemudian menatap Diablo dan tatapannya mengandung sebuah arti.


"Ah... Aku berubah pikiran." Diablo tersenyum tipis, lalu melanjutinya, "Katakan 'tolong' dan aku akan menjagamu, tapi jika tidak maka jangan salahkan aku jika kau tiba-tiba berada dalam perut seekor monster."


Raut wajah Lian Qianchen menjadi buruk setelah mendengar ucapan Diablo, ia mendengus kesal dan ketika ingin berkata sesuatu-- nafasnya langsung tertahan saat suara raungan itu kembali terdengar dan kali ini jauh lebih keras dari sebelumnya.

__ADS_1


Melihat raut wajah ketakutan Lian Qianchen membuat Diablo tersenyum mengejek, ia ingin tau apakah perempuan dari ras Xana ini lebih memedulikan harga dirinya atau nyawanya.


Suasana kembali menjadi hening dan raut wajah Lian Qianchen semakin buruk seiring berjalannya waktu. Diablo yang sudah menunggu selama beberapa waktu berkata, "Jika dalam satu menit kau tidak menjawab, aku pergi."


Lian Qianchen langsung tersentak ketika mendengar itu, kepalanya menunduk dan wajahnya menjadi gelap.


"Sepuluh detik lagi." Diablo mengingatkan dengan acuh tak acuh.


Tubuh Lian Qianchen bergetar dan pandangannya kemudian mengarah ke Diablo, dengan wajah yang memerah ia berkata, "T-tolong lindungi aku..."


Diablo diam-diam tertawa mengejek dan ia duduk bersila di salah pohon yang ada di dekatnya, "Baiklah, aku akan menolongmu." ucapnya dengan suara pelan sembari tersenyum tipis.


Lian Qianchen menggertakkan giginya, saat ini ia merasa sangat malu sampai-sampai ingin menghilang dari Dunia. Ia kemudian menenangkan dirinya, lalu bermeditasi dan mulai menyerap energi spiritual di sekitarnya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Visual Lian Qianchen:

__ADS_1




__ADS_2