
Di saat ledakan yang Xiao Chen buat sudah selesai, Dia mengarah-kan kesadaran-nya ke arah lokasi bayangan beruang dan monster bayangan lain-nya, Ia ingin memastikan kalau para monster tersebut sudah musnah di tangan-nya.
Xiao Chen mengerutkan kedua alis-nya ketika melihat monster beruang dan monster bayangan lain-nya pulih kembali, "Makhluk apa itu?! Bahkan dengan Qi Semesta masih belum dapat memusnahkan mereka?" Gumam Xiao Chen dengan nada terkejut. Di dalam kesadaran-nya ia dapat melihat kalau monster-monster bayangan yang sudah musnah sebelum-nya kini sedang beregenerasi.
Mereka yang sudah selesai beregenerasi langsung melesat menjauh dengan cepat. Di sisi lain, Mei Yi yang melihat raut wajah Xiao Chen berubah menjadi keheranan, "Chen Gege, Apa yang terjadi?" Tanya Mei Yi dengan nada penasaran.
Xiao Chen yang mendengar-nya langsung melirik ke arah Mei Yi, Ia menghela nafas panjang dan berkata dengan nada tenang, "Tidak ada... Aku ingin kalian pergi kembali ke istana dan minta orang itu untuk bersiaga. Kita akan berpisah disini karna aku ingin pergi ke suatu tempat"
Mendengar ucapan Xiao Chen membuat Mei Yi mengerutkan kening-nya, "Apa yang terjadi? Kenapa kau menyuruh kami untuk kembali ke istana?" Tanya Mei Yi yang semakin penasaran.
Xiao Chen menghela nafas panjang dan menatap Mei Yi yang berada di sebelah-nya, "Aku ingin pergi mengikuti beruang sebelum-nya, Makhluk tersebut tidak-lah mati dan sekarang makhluk itu melesat pergi dari sini" Ucap Xiao Chen sambil memegang pipi Mei Yi dengan kedua tangan-nya.
"Aku yakin dia akan kembali ke tempat tuan-nya dan aku berniat untuk mengikuti-nya dari jauh. Siapa tau aku dapat menemukan informasi yang menguntungkan-ku" Timpal Xiao Chen dengan nada serius.
Mei Yi yang melihat keseriusan Xiao Chen menghela nafas pelan, "Kalau begitu, Bawa-lah aku juga" Pinta Mei Yi dengan nada serius.
Mendengar permintaan Mei Yi, Xiao Chen menggelengkan kepala-nya pelan, "Aku tidak mau, Karna kau akan menghambat-ku nanti-nya" Jawab Xiao Chen sedikit dingin.
Mei Yi yang mendengar permintaan-nya di tolak mentah-mentah langsung menggelengkan kepala-nya cepat, "Tidak! Aku tetap ingin ikut!" Ucap Mei Yi bersikeras.
Melihat kegigihan Mei Yi, Xiao Chen menghela nafas panjang, Ia mengangkat jari-nya ke dahi Mei Yi lalu menyentil-nya dengan pelan.
~Plak~
Seketika pandangan Mei Yi kabur dan membuat-nya sempoyongan di udara, "Chen Gege....." Lirih Mei Yi dan tak lama kemudian dia jatuh dari udara.
~Whoooshh~
Dengan sigap Xiao Chen menangkap Mei Yi yang terjatuh pingsan, Ia menatap wajah cantik istri-nya dan berkata dengan nada menyesal, "Maafkan aku...."
Xiao Chen kemudian melirik Xiao Meng dan memberikan tanda untuk kemari, Sedangkan Xiao Meng yang sedari tadi memerhatikan langsung segera menghampiri patriak-nya, "Xiao Meng menghadap ke patriak" Ucap Xiao Meng pelan sambil menunduk-kan kepala-nya.
"Bawa Yi'er dan istirahatkan dia di kamar-nya lalu panggil orang itu dan suruh dia untuk bersiaga di istana selama aku tidak berada disana" Ucap Xiao Chen dengan nada memerintah lalu memberikan Mei Yi yang berada di pelukan-nya.
"Baik tuan" Jawab Xiao Meng sambil membawa Mei Yi menggunakan energi tak kasat mata didepan-nya.
__ADS_1
Melihat Mei Yi sedang melayang di udara Xiap Chen hanya diam, "Kalau begitu pergi-lah" Ucap Xiao Chen singkat.
Xiao Meng kembali mengangguk-kan kepala-nya dan pergi dari sana sambil membawa Mei Yi menggunakan energi tak kasat mata yang di buat-nya.
Xiao Chen yang melihat Xiao Meng, Yi'er dan 100 pasukan Asal Mula kembali ke istana langsung membalik-kan badan-nya.
~Whooosshh~
Dengan cepat Xiao Chen melesat dengan kecepatan tinggi ke arah beruang hitam yang sedang melesat itu, Ia berencana mengikuti-nya dari jarak jauh sambil menyamarkan aura keberadaan-nya.
***
Di Ruang Hampa Tanpa Batas.
Fang Lin yang sedang bermeditasi membuka mata-nya secara perlahan, Ia berdecak pelan karena hati-nya saat ini terus-menerus gelisah, "Aku masih tidak tenang, Meskipun semua bawahan-ku berada di kota Fang" Ucap Fang Lin pelan.
Fang Lin kemudian berdiri lalu mendobgak-kan kepala-nya ke atas, "Tuan petir semesta! Bisakah aku melanjutkan proses malapetaka-ku?" Tanya Fang Lin dengan nada lantang.
"Tentu....... Bisa......" Jawab cepat sosok petir semesta dengan suara berat
~Whoooshhhh~
Seketika bola petir raksasa turun dari atas dan sedang mengarah ke arah Fang Lin dengan kecepatan tinggi.
Fang Lin hanya diam ketika melihat bola petir tersebut mengarah ke diri-nya, Ia kali ini tidak melapisi Qi Dewa ke jiwa-nya karena menurut-nya jiwa-nya saat ini sudah cukup kuat, Bahkan tekanan yang di keluarkan bola petir raksasa tersebut tidak mengganggu-nya sama sekali.
~BOOOOM~
~DUUUARRRRRR~
~BRZZZZZZRTTT~
Ruang Hampa tanpa batas kembali bergetar. Di sisi lain, Fang Lin termundur beberapa langkah ketika bola petir raksasa tersebut mengenai-nya.
Fang Lin yang mengetahui kalau tubuh dan jiwa-nya tidak ada yang terluka setelah menerima malapetaka petir semesta ke-51 langsung tersenyum puas.
__ADS_1
"Whew... Latihan-ku tidak sia-sia" Gumam Fang Lin sambil menghela nafas lega.
Fang Lin kembali mendongak-kan kepala-nya ke atas dan melihat serangan malapetaka ke-52 sedang mengarah ke diri-nya, Ia hanya diam dan bersiap untuk menerima petir ke-52 itu.
***
Dunia Abyss, Kota Fang.
Terjadi sebuah kehebohan di Kota Fang karena kedatangan 8 monster Elang Es yang tiba-tiba hinggap di atas tembok kota Fang.
Kehebohan tersebut hanya terjadi sementara saja setelah Hu Jiazhen (Naga Hitam) mengumumkan kalau monster tersebut adalah bawahan tuan Fang Lin.
Usai kehebohan tersebut redam, Hu Jiazhen bersama beberapa bawahan lain-nya menghampiri salah satu Elang Es tersebut.
Kedelapan Elang Es hinggap di atas tembok namun posisi mereka saling berjauhan seperti mengelilingi kota Fang.
Hu Jiazhen memperkecil wujud-nya di saat menghampiri Elang Es tersebut, "Hey... Bisakah aku bertanya sesuatu?" Tanya Hu Jiazhen saat berada di dekat Elang Es.
Elang Es yang mendengar-nya langsung melihat ke arah Hu Jiazhen, "Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya kembali Elang Es dengan suara serak.
"Apa tujuan kalian kemari" Tanya Hu Jiazhen tanpa basa-basi. Ia sebelum-nya sudah di telepati oleh tuan-nya tentang 8 Elang Es, Namun dia tidak diberitahu kenapa 8 Elang Es ini ke kota Fang.
"Tuan menyuruh kami untuk menjaga kota Fang" Jawab Elang Es dengan suara serak.
Hu Jiazhen sedikit memiringkan kepala-nya pelan ketika mendengar jawaban Elang Es di depan-nya ini, "Apakah kau tau alasan kenapa tuan ingin kalian berjaga di kota Fang?" Tanya Hu Jiazhen kembali. Ia sedikit merasa aneh dengan perintah tuan-nya, Karena menurut-nya tidak akan ada monster yang menyerang tempat ini, Meskipun monster tersebut sangat kuat.
Karena di tempat ini banyak sekali ranah To God dan 2 orang Spiritual God, Jadi tidak mungkin kalau ada monster yang menyerang, Bahkan jika monster tersebut gila akan pertarungan.
Elang Es menggelengkan kepala-nya ketika mendapati pertanyaan dari Hu Jiazhen, "Aku tidak tau alasan tuan menyuruh kami berjaga" Jawab Elang Es dan membuat Hu Jiazhen menghela nafas kecewa.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1