
"Situasi Dunia Abyss menjadi buruk karena ledakan..."
Setelah satu hari berlalu, ledakan yang berasal dari jebakan pemukiman palsu kini telah berakhir.
Saat ini di dunia Abyss sudah tidak ada lagi yang namanya padang rumput, hutan, danau ataupun lautan. Sekarang yang tersisa hanyalah tanah mati tanpa adanya kehidupan sedikitpun.
"Sungguh disayangkan sebagian tempat yang ada di kubah ini sudah habis tak tersisa..." Fang Lin bergumam, nadanya terdengar sedikit ada penyesalan.
"Mau bagaimana lagi? Ini adalah cara yang terbaik untuk memusnahkan mereka semua sekaligus." balas Yue dengan tenang.
"Yah, kamu benar..." Fang Lin mengangguk kecil, lalu menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke segala arah.
Karena teknik Cahaya Segel Aurora masih aktif, Yun Shandes seharusnya masih berada di kubah ini. Dia tidak akan pergi jauh, apalagi setelah melalui ledakan yang dahsyat itu.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Fang Lin menemukan keberadaan Yun Shandes, ia terkejut ketika mendapati lima Absolute yang kini sedang menghajar musuhnya itu secara bersamaan.
"Tsk, mengganggu saja." Fang Lin berdecak kesal, lalu menggunakan skill Teleportasi sambil membawa Yue.
Yue yang tidak mengetahui apa-apa hanya diam ketika mengetahui dirinya dipindahkan ke suatu tempat oleh suaminya.
"Hm...?" alis Yue sedikit terangkat saat menemukan lima Absolute yang mengabdi pada Celestial Absolute kini sedang mengeroyok Yun Shandes sambil mengumpat.
"Hentikan itu, bukankah kalian tidak mau ikut campur dalam perangku?" Fang Lin mencoba menghentikan tetapi hanya melalui kata-kata saja.
Tentu saja itu sama sekali tidak berguna, mereka berlima tidak mempedulikan ucapan Fang Lin dan terus mengeroyok Yun Shandes menggunakan berbagai teknik.
"Hahahaha.... Dasar para bajingan lemah! Kalian akan mati jika terus seperti ini!" Yun Shandes melakukan provokasi yang lebih agresif setelah mengetahui kedatangan Fang Lin, sedikit lagi dirinya bisa mengambil alih jiwa mereka.
"Sayang, lebih baik kamu hentikan mereka sebelum semuanya terlambat." ucap Yue cepat.
Sesaat setelah Yue berkata demikian, tiba-tiba saja kelima Absolute itu berhenti bergerak dan pada saat yang bersamaan pupil mata mereka berubah menjadi mati.
Yue yang melihat itu langsung menepuk dahinya sambil menghembuskan nafas panjang melalui mulut, "Nambah kerjaan lagi deh..."
Fang Lin diam-diam tersenyum pahit ketika mendengar keluhan istrinya itu, ia seharusnya langsung melerai mereka dengan tegas supaya kejadian semacam ini tidak terjadi.
__ADS_1
"Seperti aku terlalu santai..." Fang Lin bergumam sebelum mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute, "Kembalilah, aku akan menyelesaikannya secepat mungkin."
"Baiklah..." Yue mengangguk patuh, kemudian menghilang dari sana dalam sekejap.
"Kau sedikit terlambat, Fang Lin." ekspresi Yun Shandes menjadi dingin, kelima Absolute itu sekarang telah berada di bawah kendalinya.
"Aku tiba-tiba saja merasakan kebencian yang begitu kental, apakah itu berasal dari dirimu?" tanya Fang Lin sambil menyeringai tipis.
"Dasar keparat kecil, ternyata kau benar-benar melakukan persiapan yang matang untuk menyambut diriku, ya?" mata Yun Shandes sedikit berkedut saat mengatakannya, ia saat ini benar-benar marah pada Fang Lin.
"Bukankah itu sambutan yang meriah? Seharusnya sebagai tamu tak diundang, kau merasa bahagia setelah menerima sambutan semacam itu..." Fang Lin mulai tersenyum mengejek.
"Kau sudah mulai banyak bicara, ya? Apa kau merasa di atas angin?" Yun Shandes menciptakan cambuk dari energi semesta.
"Sejak awal aku memang sudah merasa di atas angin, mungkin kau terlalu angkuh untuk menyadari itu." Fang Lin menanggapi dengan tenang.
Yun Shandes merapatkan giginya, dan ia mencoba untuk tetap tenang. Ketika dirinya ingin mengatakan sesuatu, Fang Lin lebih dulu berbicara.
"Omong-omong, mari sudahi pembicaraan di sini." setelah berkata demikian, tubuh Fang Lin dilapisi oleh kobaran api emas, "Mari bersenang-senang..."
Domain Penjara Es Suci tiba-tiba saja tercipta dan mengurung Yun Shandes seorang diri di dalam sana, dia tentu saja terkejut karena sama sekali tidak sempat bereaksi.
Yun Shandes mengeluarkan aura mendominasi dari tubuhnya, dia mulai mengamuk dengan tujuan menghancurkan domain tersebut.
Di sisi lain, Fang Lin harus menghadapi kelima Absolute itu setelah berhasil mengurung Yun Shandes di dalam domainnya.
Fang Lin berdecak kesal berulang kali karena mereka adalah lawan yang begitu merepotkan, ia berhasil melumpuhkan mereka setelah bertarung serius selama beberapa jam.
"Fuhh... Ini benar-benar melelahkan." Fang Lin mengatur nafasnya yang sedikit memburu.
"Melumpuhkan mereka ternyata jauh lebih cepat daripada menghabisi, ya?" Yue tiba-tiba saja muncul dan berkata demikian.
"Kenapa kamu tidak membantuku?" Fang Lin langsung bertanya sambil memasang ekspresi datar.
"Bukankah kamu mengetahui kalau aku tidak bisa ikut campur dalam pertarungan antara peserta Turnamen?" Yue tersenyum tipis saat menjawabnya.
__ADS_1
"Tapi mereka bukan peserta..."
"Kamu benar, tapi mereka sudah terhubung dengannya, bukan?"
"Yah, itu benar." Fang Lin sekali lagi menghela nafas panjang, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, lupakan saja. Omong-omong, maafkan aku karena harus merepotkanmu lagi..."
"Tidak masalah..." Yue tidak mempermasalahkan kelambatan suaminya dalam bertindak, "Selagi aku menyembuhkan, bukankah lebih baik kamu menjalankan rencanamu itu?"
Fang Lin mengangguk pelan lalu memanggil Leng Jin dan Heng Zhanjin ke hadapannya.
Mereka berdua yang muncul di hadapan Fang Lin dikejutkan dengan keberadaan dari kelima teman mereka yang dilumpuhkan oleh rantai es dan berbagai penghalang lainnya.
"Jangan bilang mereka..." Heng Zhanjin memasang ekspresi tak percaya.
"Ya, jiwa mereka telah diambil alih." Fang Lin mengangguk pelan, lalu menjelaskan situasi dan rencananya.
Heng Zhanjin dan Leng Jin mendengar ucapan Tuan mereka dengan seksama, perasaan senang serta tak sabar mulai mengalir dalam diri mereka ketika mengetahui mereka akan melawan Yun Shandes di dalam domain.
"Kalian sudah mengerti?" tanya Fang Lin memastikan setelah menjelaskan rencananya secara rinci.
"Kami mengerti, Tuan!" jawab mereka berdua secara serempak.
Fang Lin mengangguk puas, lalu sejenak melirik istrinya yang sedang memulihkan jiwa dari kelima Absolute tersebut. Ia tidak mengatakan apa-apa, kemudian mengirim Heng Zhanjin dan Leng Jin ke domain Penjara Es Suci.
Di dalam domain Penjara Es Suci, Yun Shandes sedang mengamuk dan mengeluarkan berbagai macam teknik miliknya. Dia baru berhenti ketika Heng Zhanjin dan Leng Jin muncul di sana.
"Ingat, jangan menanggapi ucapan ataupun provokasi rendahan yang dia lakukan. Aku akan terus mengawasi kalian..." ucap Fang Lin melalui telepati, lalu memutuskannya secara sepihak.
Heng Zhanjin dan Leng Jin saling menatap satu sama lain sebelum menganggukkan kepala secara bersamaan.
"Siapa kalian berdua...? Cecunguk dari orang yang bernama Fang Lin itu?" Yun Shandes bertanya, mulai mencoba melakukan provokasi.
Heng Zhanjin dan Leng Jin mengeluarkan senjata masing-masing, lalu menyerang Yun Shandes secara bersamaan tanpa mengeluarkan satu patah katapun dari mulut mereka.
Yun Shandes sedikit mengeluarkan urat dari dahinya ketika melihat mereka berdua tidak menanggapi perkataannya sama sekali, "Tsk, tuan dan budak memang sama saja."
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.